Skip to main content

Masa Depan Dunia Kerja di Mata CHRO IBM Diane Gherson

By March 15, 2019April 30th, 2019Article

Pekerjaan tidak seharusnya menjadi beban. CHRO IBM, Diane Gherson ingin agar pengalaman yang diperoleh karyawan selama di kantor jauh lebih menarik dibanding dengan apa yang mereka terima di dunia diluar pekerjaan.

Untuk melakukan hal itu, hal terutama yang diciptakannya adalah membuat konsep dunia kerja yang bersifat menarik, terutama dalam hal layanan HR bagi karyawan. Memanfaatkan kecanggihan sistem AI yang dimiliki oleh perusahaannya, Diane Gherson melakukan berbagai inovasi di bidang people service di perusahaannya.

Diane Gherson kemudian mendapatkan banyak pujian dari para koleganya di IBM, hingga namanya disebut oleh Sang CEO, Ginni Rometty dalam pidatonya.

Diane Gherson juga dianugerahi sebagai HR Executive of The Year untuk Tahun 2018. Apa yang dilakukannya telah merevolusi dunia HR secara mendasar. Layanan yang dahulu dianggap kuno dan menghabiskan banyak waktu dan tenaga bagi para karyawan di bidang SDM kini bisa dihemat hingga diatas 25%.

Dengan adanya teknologi, bagian Human Capital di suatu perusahaan kini dapat terbebas dari berbagai pekerjaan administratif yang menyiksa. Berbagai persyaratan berbentuk kertas dan dokumen fotokopian kini telah diganti dengan sistem upload file berbentuk pdf dan jpg ke sistem data berbasis cloud. Hal ini memungkinkan setiap orang untuk melakukan berbagai kebutuhan administrasi mereka dari kenyamanan rumah dan terbebas dari fotokopi dan kewajiban untuk membawa dokumen asli.

Sistem yang sama ditiru oleh Go-Jek di tanah air dengan digunakannya sistem aplikasi web dan app bernama WorkDay, sebuah sistem Enterprise Resource Planning (ERP) di bidang HR, Finance dan Perencanaan.

Bagaimana Masa Depan Dunia HR?

Bagi Diane, memanage SDM haruslah ditandai dengan kecepatan, personalisasi dan demokratisasi.Gherson mengatakan bahwa di IBM, HR berfokus pada pengalaman dengan teknologi baru, yang dibuat sesuai dengan personalisasi. Ia mengatakan bahwa birokrasi kita yang lambat tapi efisien di masa lalu sedang dikalahkan oleh model teknologi baru dan hal ini tidak dapat dihentikan.

Aspek yang paling menarik yang disampaikan Diane adalah bahwa teknologi HR ini bersifat dua arah. Bila dahulu, HR biasa mengumumkan program baru, dan percakapan itu pada dasarnya satu arah. Sementara dengan adanya Teknologi baru ini menjadikan semua karyawan sebagai pencipta budaya dan program yang ada. Karyawan bukan lagi konsumen SDM, tetapi menjadi co-produsen dari budaya yang diciptakan.

Baca Juga:  1000 Orang Hadiri AKHLAK Award, Erick Thohir: Saya Senang Sekali Bisa Disampaikan Secara Transparan

Bagaimana Masa Depan Dunia Kerja?

Di masa depan, menurut Gherson, keterampilan nomor satu yang dibutuhkan oleh generasi penerus adalah:  Kemampuan untuk bekerja dengan data dan analitik.

Lebih spesifiknya lagi, Diane menyampaikan bahwa AI janganlah dianggap sebagai sebuah ancaman. AI malah menciptakan lebih banyak kemudahan untuk orang di berbagai bidang pekerjaan.

Diane mengatakan bahwa “Saya tidak melihat kita jatuh dari tebing dengan jutaan pekerjaan hilang, tetapi hampir setiap pekerjaan akan berubah dan pekerjaan baru akan muncul, seperti yang mereka lakukan dalam peralihan ke era industri”.

Ia melanjutkan; “Berdasarkan apa yang saya lihat di ruang teknologi, perhatian pada kecepatan dan inovasi berarti bahwa pekerjaan akan sangat kolaboratif, berulang, dan dilakukan oleh tim yang dapat berkumpul dan lepas dengan cepat, merespons secara real time dengan kolaborasi eksternal dan internal.

Mengenai keterampilan apa yang akan menjadi kewajiban bagi generasi masa depan untuk dikuasai sebagai sebuah skill wajib, Diane mengatakan bahwa hal itu adalah kemampuan coding. Sealami seperti generasi baby boomer belajar mengetik, generasi Z dan kedepannya akan mulai melakukan coding sebagai sebuah hal yang mereka lakukan seperti belajar bahasa asing. Sebuah hal yang di jaman dahulu dipercaya sebagai skill yang hanya dapat dikuasai oleh sedikit ahli saja.

Di masa ekonomi informasi, korporasi harus menjadi semakin berorientasi teknologi digital. Untuk itu bagi para Leaders di Organisasi Anda, dapat mengikuti program Transformational Leadership dari ACT Consulting dengan klik di link ini.

Untuk melakukan perubahan mendasar di organisasi dan korporasi Anda seperti yang dilakukan Diane Gherson di IBM anda dapat mempelajari cara membangun budaya perusahaan dengan klik disini. atau dapat mempelajari cara menciptakan strategi yang tepat untuk perusahaan dengan klik disini.

Untuk mendapatkan bantuan mengenai cara membentuk karakter para pegawai dan pimpinan hingga dapat mengakselerasi perubahan yang kompetitif di organisasi Anda, ACT Consulting memiliki langkah-langkah dan metodologi yang diperlukan. Hubungi kami via email di info@actconsulting.co atau telepon ke 0821-2487-0050 (Donna).



Leave a Reply

Open chat
1
Halo,
Ada yang bisa kami bantu?