Skip to main content

Marylinn A Hewson CEO Lockheed Martin Tentang Persentase Waktu Kerja

By April 5, 2019April 30th, 2019Article

Walaupun Marylinn A Hewson berada dalam urutan ke 20 wanita paling berpengaruh di dunia di tahun 2018, ia tidak banyak ambil peduli. Kakaknya memberitahunya tentang urutan yang dibuat oleh Majalah Forbes tersebut, namun baginya hal tersebut tidak banyak berpengaruh pada pekerjaannya.

Pembawaan Marylinn yang tenang dan bijak, menebarkan aura ketenangan ke sekelilingnya. Sikapnya yang positif dan selalu menjawab pertanyaan dengan halus dan tertata, menggambarkan kecerdasannya yang tinggi. Tidak diragukan lagi bahwa gabungan kecerdasan, kepemimpinan, dasar pengetahuan mengenai bidang kerja, serta keterampilan komunikasi yang dimilikinya amat dibutuhkan oleh negaranya, hingga ia dipercaya menjadi Presiden, Chairman dan CEO untuk Lockheed Martin.

Lockheed Martin adalah salah satu perusahaan pertahanan besar di Amerika Serikat. Produk-produk yang dihasilkan antara lain pesawat F16 yang amat terkenal di masyarakat karena di abadikan di film hollywood berjudul Top Gun, yang dimainkan oleh Tom Cruise.

Lockheed Martin terus berinovasi. Salah satu hasil penemuan yang menjadi dambaan banyak negara saat ini adalah pesawat F-35. Pesawat ini memiliki teknologi Stealth dan kemampuan jelajah yang sangat baik.

Bahkan pesawat ini mampu ‘berkomunikasi’ dengan beragam persenjataan lain yang berada di daratan. Sebuah hasil cipta di dunia pertahanan yang didambakan oleh banyak negara seperti Denmark, Swedia, dan beberapa negara Eropa.

Namun, keputusan untuk melakukan penjualan ke negara-negara lain, bukan berada di tangan Marylinn. Karena perusahaannya berada di bawah kendali Kementerian Pertahanan di Amerika Serikat. Untuk itu, setiap keinginan yang di miliki negara lain, harus melalui persetujuan pemerintah Amerika.

Memimpin salah satu aset terbesar di negaranya, Marylinn memegang tanggung jawab yang cukup berat. Hal ini membuatnya amat terfokus dalam pekerjaan. Baginya, sangat banyak fokus waktunya diberikan untuk melakukan perjalanan ke berbagai negara.

Marylinn menyebutkan bahwa sekitar 60-70% waktunya dihabiskan untuk melakukan pertemuan dan negosiasi kebutuhan konsumen. Dengan melakukan rapat dengan para pemimpin negara yang memiliki aliansi dengan Amerika Serikat, untuk menyediakan kebutuhan pertahanan negara tersebut.

Baca Juga:  Hubungan Transformational Leadership dengan Makna Bekerja, Keterlibatan Karyawan, dan Peningkatan Performa Kinerja

Lockheed Martin, Boeing, General Dynamics dan dua perusahaan pertahanan lainnya merupakan penghasil produk pertahanan Amerika Serikat. Menyadari beratnya tugas yang diembannya, Marylinn mendapatkan dukungan yang utuh dari suaminya. Bahkan, sang suami mengalah dan melakukan pengunduran diri sejak anak-anak mereka berusia 3 dan 7 tahun.

Suami Marylinn pernah bekerja selama 5 tahun di Lockheed Martin. Ia bekerja di bidang akuntansi. Menurut Marylinn, walaupun dalam satu perusahaan, mereka tidak memiliki kesempatan untuk saling bertemu.

Namun karena Marylinn harus banyak menghabiskan waktunya untuk melakukan perjalanan ke luar negara, dan mengurus berbagai hal di Lockheed, suaminya mengalah dengan sukarela. Semula ia hanya mengusulkan agar sang suami mengambil cuti untuk menjaga anak-anak mereka.

Namun setelah dirasakan keduanya merasa nyaman dengan keputusan tersebut, sang suami meneruskan untuk menjadi ayah yang tinggal di rumah. Hal tersebut membuat keduanya makin harmonis, dan pernikahan mereka bertahan hingga saat ini, dengan keadaan yang bahagia. Bahkan anak-anak mereka tumbuh dengan baik dan kini telah berusia di atas 20 tahun, dengan keadaan yang sehat, berperilaku baik, dan cukup berprestasi.

Beragam manajemen inovasi bisnis yang dilakukan Marylinn Hewson harus bisa dipelajari oleh banyak orang di negara kita. Untuk mempelajari cara melakukan manajemen inovasi bisnis, klik disini.

Namun Anda bisa saja memiliki kesulitan atau masalah di beberapa sisi seperti budaya dan penerapan disiplin pencapaian target. Bila itu masalahnya, bagi para Leaders di Organisasi Anda, dapat mengikuti program Transformational Leadership dari ACT Consulting dengan klik di link ini.

Untuk melakukan perkembangan mendasar di organisasi dan korporasi Anda seperti yang dilakukan Marylinn Hewson di Lockheed Martin, Anda dapat mempelajari cara membangun budaya perusahaan dengan klik disini. Anda juga dapat mempelajari cara menciptakan strategi yang tepat untuk perusahaan dengan klik disini.

Untuk mendapatkan bantuan mengenai cara membentuk karakter  para pegawai dan pimpinan hingga dapat mengakselerasi perubahan yang kompetitif di organisasi Anda, ACT Consulting memiliki
langkah-langkah dan metodologi yang diperlukan. Hubungi kami via email di info@actconsulting.co atau telepon ke 0821-2487-0050 (Donna).

Leave a Reply

Open chat
1
Halo,
Ada yang bisa kami bantu?