Skip to main content

Bob Dudley yang Hati-hati dalam Memimpin British Petroleum

By April 1, 2019April 30th, 2019Article
Bob Dudley, CEO British Petroleum berkewarganegaraan Amerika Serikat

Tidak banyak warga Amerika yang mendapatkan kepercayaan untuk menjadi CEO Perusahaan milik Inggris. Saat Bob Dudley, CEO British Peteroleum (BP) Group berbicara tentang perusahaan yang dipimpinnya, ia bicara dengan sangat hati-hati. Terutama dalam menghadapi berbagai pertanyaan ‘jebakan’ dari David Bernstein yang disampaikan dengan gaya candanya yang khas.

Bob Dudley memulai karirnya setelah lulus kuliah. Ia bekerja pertama kali di Amoco, di tahun 1979. Ia mengatakan bahwa di hari pertamanya bekerja, ia melihat Jane Fonda tengah melakukan demo bersama banyak orang, di depan gedung tempatnya bekerja. Ia mengatakan, pekerjaan yang baru dijalaninya ini akan sangat menarik, dan ucapannya ini memancing tawa hadirin di The Economic Forum di tahun 2016 tersebut.

Bob direkrut oleh British Pertoleum saat perusahaan tempatnya bekerja, Amoco, diakuisisi. Bob mengatakan bahwa dunia perminyakan dan gas bekerja seperti sebuah keluarga besar. Ia merasakan semua kawannya bekerja dengan penuh dedikasi, hingga sangat jarang terjadi sebuah kecelakaan kerja.

Setelah kecelakaan yang terjadi di fasilitas produksi British Petroleum di Amerika Serikat yaitu Deepwater Horizon meledak di tahu 2010, BP memberikan ganti rugi yang sangat besar, dan hal ini cukup berdampak bagi perusahaan besar tersebut.

Jauh sebelum menjadi CEO, saat masih di Amoco, Bob Dudley pernah bekerja di unit Amoco di Rusia sejak tahun 1994 hingga tahun 1997. Saat ditanya tentang kondisi bisnis minyak di Rusia, Dudley menerangkan dengan hati-hati bahwa pemberitaan yang dilakukan media di Rusia dan di Amerika amat berbeda. Dari pemberitaan tersebut, masing-masing negara memberikan tanggapan dengan cara yang berbeda, dan melakukan bisnis dengan cara  yang berbeda pula, jelas Dudley.

Sifat berhati-hati dan perhatian pada detail rinci, terutama dalam pemaparan mengenai performa keuangan perusahaan, membuat Dudley menjadi eksekutif yang dapat diandalkan. Jauh sebelum menjadi CEO, ia telah melakukan pekerjaannya di banyak negara. Ia mengatakan bahwa bisnis minyak amat berkaitan dengan diplomasi pada pemerintah masing-masing negara. Karena di sejumlah negara, bisnis ini menjadi sektor pendapatan utama untuk anggaran negara.

British Petroleum juga memiliki fasilitas produksi di Arab Saudi, jelas Bob. Kepada latar belakang budaya yang berbeda, perlakuan dan pelayanan yang diberikan oleh perusahaannya juga harus dilakukan dengan cara yang khusus, tersendiri dan disesuaikan dengan keadaan.

Baca Juga:  Training Strengthening Corporate Culture Start From Leaders BPJS Ketenagakerjaan dengan Core Values "Iman ETHIKA"

Hal yang paling pahit di dunia perminyakan saat ini, kata Dudley adalah turunnya nilai minyak per barrel. Yaitu dari angka menyentuh angka $100 per barel menjadi turun ke angka $50an per barel. Namun angka ini, kata Bob, akan terus meningkat di masa depan, bahkan akan menyentuh hingga $60 per barel. Prediksi Bob terbukti benar, di tahun 2019 ini harga minyak kembali naik hingga ke angka $70 per barel.

Dudley menyampaikan bahwa dari tahun 2016  hingga tahun 2019 ini ada 40 jenis proyek yang tengah dilakukan oleh British Petroleum. Ia menyampaikan bahwa ada perbedaan yang harus diperhatikan pada beragam proyek perminyakan BP yang berjalan di banyak negara yang berbeda.

Selain bisnis perminyakan dan gas, BP juga sudah mengembangkan inovasi dalam berbagai model bahan bakar, diantaranya adalah dengan menciptakan bahan bakar non fossil. BP telah memiliki fasilitas produksi bahan bakar berbasis tumbuhan ini di berbagai negara di dunia. Inilah yang membuat BP kemudian dikenal sebagai ‘beyond petroleum’. Karena perusahaan ini beradaptasi untuk membuat bahan bakar terbarukan.

Saat ini, hal yang menjadi kultur yang paling menonjol yang membuat makmur Amerika adalah dalam kultur inovasi yang dimiliki, dan dalam kualitas sumber daya manusia. Beragam manajemen inovasi bisnis yang dilakukan Bob Dudley di BP  harus bisa dipelajari oleh banyak orang di negara kita. Untuk mempelajari cara melakukan manajemen inovasi bisnis, klik disini.

Namun Anda bisa saja memiliki kesulitan atau masalah di beberapa sisi seperti budaya dan penerapan disiplin pencapaian target. Bila itu masalahnya, bagi para Leaders di Organisasi Anda, dapat mengikuti program Transformational Leadership dari ACT Consulting dengan klik di link ini.

Untuk melakukan perkembangan mendasar di organisasi dan korporasi Anda seperti yang dilakukan Bob Dudley di Google, Anda dapat mempelajari cara membangun budaya perusahaan dengan klik disini. Anda juga dapat mempelajari cara menciptakan strategi yang tepat untuk perusahaan dengan klik disini.

Untuk mendapatkan bantuan mengenai cara membentuk karakter  para pegawai dan pimpinan hingga dapat mengakselerasi perubahan yang kompetitif di organisasi Anda, ACT Consulting memiliki langkah-langkah dan metodologi yang diperlukan. Hubungi kami via email di  info@actconsulting.co atau telepon ke 0821-2487-0050 (Donna).

Leave a Reply

Open chat
1
Halo,
Ada yang bisa kami bantu?