Skip to main content
Tag

ESQ

Bahas Albert Einstein, Ini Keseruan BoD PT KAI Bersama ACT Consulting di Padma Hotel Ciumbuleit

By News No Comments

“Everybody is a genius. But if you judge a fish by its ability to climb a tree. It will live its whole life believing that it is stupid” – Albert Einstein.

JAKARTA – Selama 2 hari penuh pada Kamis-Jumat (10-11/6/2021) BoD dan BoC PT Kereta Api Indonesia (PT KAI) melalui aktivitas dengan wajah yang sumringah, bersama tim ACT Consulting di Padma Hotel Ciumbuleit.

Kegiatan yang mereka lakukan dalam rangka Workshop BoD dan BoC rethreat  – PT KAI di antaranya sambutan-sambutan dari Didiek Hartantyo (Direktur Utama PT KAI), Said Aqil Siroj (Komisaris KAI), Rinaldi (trainer ACT Consuting), dan lainnya.

“Saya berupaya untuk menjaga PT KAI ini, saya juga banyak memberikan inisiatif kepada PT KAI, dari mulai sarana, SDM dan lainnya. Salah satu yang membuat saya antusias juga adalah bagaimana cara memperbaiki struktur pensiun dari pada insan kereta api,” ujar Didiek.

Said dengan kemeja putihnya juga mengatakan, “Alhamdulillah sekarang kita sudah mencoba mencari konsultan yang terbaik untuk membantu transformasi teknologi kita. Transformasi budaya juga pernah kita lakukan, kita juga harus memikirkan cara meningkatkan kinerja pegawai, apa saja strategi-strategi baru yang harus kita keluarkan.”

Di awal sesi, para direksi atau pimpinan PT KAI beserta  ACT Consulting menggelar makan bersama (dinner) dengan dress code berwarna putih dan krem. Tentu dengan mentaati protokol kesehatan dan terlihat sangat tertib serta kondusif.

“Terimakasih atas kepercayaannya kepada ACT Consulting. Insya Allah kami akan berjuang sekuat tenaga. InsyaAllah kami bisa mendeliver atau membantu bapak ibu semuanya dalam melakukan transformasi budaya organisasi termasuk potret di BUMN. ACT sudah mempotret sekitar 45 BUMN baik induk, anak maupun cucu,” papar Rinaldi memberikan salam hormat mewakili Ary Ginanjar Agustian (President ACT Consulting).

Kemudian sesi bincang santai, bernyanyi bersama hingga tukar kado menambah meriahnya acara itu. Dirut KAI ikutserta menyanyikan lagu Anji – Menunggu Kamu, semua yang hadir memberikan applause dan mengikuti alunan lagu mellow tersebut.

Esok harinya, para petinggi PT KAI olahraga bersama seperti memanah, main basket, dan sebagainya dengan mengenakan pakaian olahraga yang santai. Dari dokumentasi terlihat, mereka bersorak riang, tertawa gembira, dan penuh suka cita.

Saatnya agenda workshop dimulai, Ary Ginanjar Agustian bersama Syaiful, Rinaldi, Dudi (trainer) siap memandu pelatihan untuk BoD dan BoC PT KAI.

“Luar biasa sekali, saya masuk ke sini energinya bener-bener energi KAI yang siap untuk Being a Transformational Leader,” sapa Ary sambil membuka masker sejenak dan tersenyum.

Pria berkemeja hitam itu mengatakan, “Kita tidak boleh menjudge orang, tidak boleh merendahkan orang tapi kita bisa menerima kekuatan kita dan menghargai kekuatan orang lain. Cita-cita kita bukan saja melahirkan KAI performance yang baik bukan? Tapi juga SDM yang expert.”

“Menurut Albert Einstein semua orang itu dilahirkan jenius, semuanya. Tetapi kita kadang salah dalam menilai orang. Misalnya karena kita menempatkan dia di posisi yang bukan talentnya. Maka dari itu, perlunya mengenal karyawan kita dengan kemampuannya masing-masing, dan ditempatkan di posisi yang sesuai. Maka dipastikan dia akan berkembang,” sambung Ary.

Sinergi KPAI dengan ESQ, Ary Ginanjar: Masa Depan Anak Indonesia Emas 2045 Tergantung KPAI

By News No Comments

JAKARTA – Peduli dengan anak-anak penerus generasi bangsa, terutama dengan pendidikan karakter dan kapasitas diri, Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) bersinergi dengan ESQ Group, gelar acara yang bertajuk “Peningkatan Kapasitas (Capacity Building) bagi komisioner dan pegawai KPAI tahun 2021.

Event berlangsung pada Kamis (27/5/2021) di Hotel Haris Sentul, Bogor, dalam rangka meningkatkan kapasitas, pemahaman yang sama dalam pelaksanaan tugas, dan mewujudkan kebersamaan di jajaran (KPAI). Dihadiri oleh Ketua KPAI, Dr. Susanto beserta jajarannya dan Dr. (H.C) Ary Ginanjar Agustian (President of ESQ Group) bersama tim.
Dr. Susanto dikenal oleh Ary Ginanjar sebagai sosok yang konsisten dalam memberikan seminar-seminar atau ilmu pelatihan kepada karyawannya.

“Saya salut dengan Dr. Susanto yang terus memberikan seminar-seminar seperti ini untuk meningkatkan kapasitas SDM-nya dalam menghadapi tantangan yang luar biasa di era sekarang ini.”

Menurut info yang beredar, KPAI adalah salah satu organisasi besar dari 5 organisasi di Indonesia yang terpercaya serta dihargai oleh masyarakat, dimana bangsa Indonesia sangat bergantung sekali.

“Ingat bahwa masa depan anak Indonesia emas 2045 sangat tergantung dengan generasi yang kita lahirkan, sangat tergantung dengan eksistensi KPAI. Itulah sebabnya saya merasa bahwa KPAI adalah organisasi yang istimewa. Kita juga bisa melihat mengapa masyarakat sangat bergantung dengan KPAI melalui data-datanya,” jelas Ary dari Studio lantai 23, Menara 165 sambil menampilkan satu slide.

“Pekerjaan KPAI juga sangatlah luar biasa. Berikut adalah potret masyarakat atau anak-anak di jaman sosmed. Salah satunya unek-unek dari anak Indonesia, yang selama ini terpendam, akhirnya mereka mencurahkannya lewat sosmed,” lanjut Ary.

“Itulah posting anak-anak kepada orangtuanya.”
Marcella FP Penulis Buku dan Film NKCTHI (Nanti Kita Cerita Tentang Hari Ini) juga mengadakan survei pada remaja menanyakan kalimat terjahat apa yang pernah diterima. Ternyata setiap malam ia menerima 5000-7000 postingan dan kebanyakan mengatakan kalimat terjahat kebanyakan dari ayah dan ibunya.

Berikut beberapa kalimat tersebut:
“Muka jangan kayak tai” – Ibu
“Ini istri baru papah. Gak izin tiba-tiba nikah”
“Kamu yakin itu anak aku?”
Setelah Ary Ginanjar memberikan ilmunya, kemudian dilanjutkan oleh Coach Iman Herdimansyah dan Coach Ida S. Widayanti (trainer ESQ), yang akan memandu sekitar 50 insan KPAI dengan ilmu lainnya. 

Halal Bihalal PT Fresenius Medical Care Indonesia Bersama ESQ, Sekaligus Bincang-Bincang Tentang The New Normal

By News No Comments

 JAKARTA – Iringan lagu-lagu dari smule mengawali sesi Halal Bihalal yang diselenggarakan PT Fresenius Medical Care Indonesia bersama ESQ Group pada Kamis (27/5/2021) secara virtual. Webinar tersebut dihadiri oleh sekitar 70 orang. 

Tujuannya adalah untuk meningkatkan rasa syukur dan keberkahan yang didapat setiap hari dari Sang Pencipta hingga hari ini. Keberkahan masih bisa produktif dalam menjalani aktivitas. 

Untuk itu, pembacaan ayat suci Al-Quran beserta artinya dikumandangkan oleh Syarif dan dipandu oleh Andreas. 
Tim ESQ, Achmad Zaki dan Bayu (trainer lisensi Dr. (H.C) Ary Ginanjar Agustian) mengucapkan terimakasih atas undangan yg diberikan PT dalam rangka mempererat tali silaturahmi. 

“Terimakasih atas undangan dari PT untuk kami. Semoga silaturahmi ini terus terjalin aamiin. Sebelum dimulai akan saya paparkan ini terlebih dahulu yang nantinya akan berkaitan dengan materi dari Coach Zaki,” jelas Bayu. 
Bayu memberikan sebuah tips atau trik ala keluarga besar ESQ agar selalu semangat setiap harinya kepada insan kesehatan itu yakni senyum simetris 2 cm kanan, 2 cm kiri lalu tahan 5 detik. Kemudian saling sapa kepada 3 orang yang di dalam zoom. Terakhir yaitu selalu menyapa dengan kata ‘pagi’, meskipun faktanya hari sudah siang, sore bahkan malam. 

“Kalau senyum itu tanda orang yang selalu bersyukur. Dan itulah tips mengapa harus mengawali hari dengan ini, meskipun dalam kondisi apapun.”

Pesertanya dengan sangat kompak mengikuti instruksi dari sang trainer. Nampak jelas dari layar zoom meeting siang itu. 

Setelah Bayu meng-top up energi positif dari para partisipan, Zaki memulai sesinya yang diawali dengan sebuah pertanyaan, “Bapak ibu sekarang eranya the normal, apa sih yang dimaksud the new normal versi Anda?”
Arief, “Menurut saya di era ini muncul kebiasaan-kebiasaan baru. Dulu boleh kumpul-kumpul sekarang harus jaga jarak. Semuanya serba terbatas, sosialisasi terbatas dengan orang lain. Efeknya kita membiasakan untuk VC.”

“Apa hubungannya dengan organisasi Anda? Apakah new normal ini berdampak?” tanya Zaki kembali. 
Kata ‘Iyahhhhh’ terpampang jelas di kolom chat zoom dan peserta yang open mic. 

Untuk itu, Zaki memberikan sebuah kisah kopi tumpah dari sisi negatif dan positif. Kemudian dikaitkan dengan kondisi pandemi yang terjadi saat ini.

Serigala Hitam atau Putih yang Diberikan Asupan oleh Insan PIHC?

By News No Comments

ACT Consulting menggelar kegiatan yang bertajuk “Living the Grand Why AKHLAK” dilingkup PT Pupuk Indonesia (PIHC) secara virtual pada Selasa (25/5/2021). Sekitar 80 orang lebih bergabung di dalam platform Zoom Meeting, dari berbagai anak perusahaan, berbagai level, generasi, jabatan dan lainnya.

Insan PIHC itu berasal dari 3 anak perusahaan yang bergerak dalam bidang selain produksi pupuk di antaranya PT Mega Eltra, PT Pupuk Indonesia Logistik, PT Pupuk Indonesia Energi, PT Pupuk Indonesia Pangan.

Coach Adek (trainer lisensi dari Dr. (H.C) Ary Ginanjar Agustian) yang membimbing puluhan peserta webinar tersebut dari pagi hingga sore.

“Bapak dan Ibu ijinkan saya mengawali sesi ini dengan sebuah kisah tentang serigala putih dan hitam. Kira-kira menurut bapak dan ibu, serigala mana yang lebih kuat dan menang jika bertarung?” tanya pria yang mengenakan kemeja putih dan jas hitam itu dari Studio lantai 4, Menara 165.

ESQNews meninjau jalannya acara tersebut dari zoom meeting, para peserta merespon dengan jawaban yang beranekaragam seperti, “Putih” “22 nya” “Hitam” “Serigala yang diakui oleh gerombolannya” “Tidak ada dari keduanya” “Hitam penguasa dan putih pemenang” “Golput” “Hitam bisa, putih bisa” “Gak ada yang menang” “Hitam lebih agresif” dan jawaban lainnya, yang mayoritas menuliskan serigala putih. Terkadang jawabannya menggelitik hati dan wajah sehingga timbul canda tawa.

“Terimakasih atas jawabannya. Jadi sebenarnya dua ekor serigala itu punya peluang dan potensi. Tergantung serigala mana yang asupan makanan paling banyak, sering berlatih sehingga otot terbentuk dan badannya kuat lebih dari yang lainnya.

Kisah ini adalah metafora atau perumpaan. Serigala hitam atau putih ibarat yang hidup di diri saya, bapak dan ibu, serta anak-anak kita. Serigala hitam melambangkan sifat negatif kita, perilaku, sikap, ucapan, tindakan yang buruk. Sedangkan serigala yang putih melambangkan sifat positif kita, perilaku, sikap, ucapan, tindakan yang baik,” jelas Adek dengan bersemangat dan tetap konsisten melemparkan senyum kepada pesertanya.

Para partisipan terlihat menyimak kisah itu, mereka angguk-anggukan kepalanya. Proses pelatihan juga berjalan dengan sangat interaktif. Peserta dan trainer saling menyapa, saling mendoakan, memberikan asupan semangat dan ucapan yang positif, apalagi ditambah dengan iringan musik yang energic.

“Jadi manakah serigala yang menang, yang bisa dilihat, diperhatikan, oleh orang lain? Tergantung serigala mana yang sering kita beri asupan makanan. Itulah yang akan kuat dan mengakar di diri kita, perilaku keseharian kita, cerminan kita. Dan sekarang kira-kira serigala mana yang akan diberi asupan sehingga menguasai diri bapak dan ibu?” tanyanya lagi.Mereka sepakat ingin memberi makan serigala putih atau kebiasaan yang positif dan segalanya bernilai baik. Nilo Herman, “Saya akan memberi asupan kepada serigala putih, memeliharanya dengan baik.”

“Baik bapak dan ibu terimakasih feedbacknya. Berarti sekarang kita siap yah menjalani 3 sesi hari ini? Modul yang akan kami berikan seputar konsisi mental terbaik di era VUCA, meneguhkan AKHLAK (core values) dan BUMN untuk negeri (core purpose) di sini kita akan bicara Grand Why. Terakhir yaitu membumikan AKHLAK atau cara menyuburkan AKHLAK dalam keseharian kita.”

Menurut Adek, ‘Grand Why’ yang dimaksudkan adalah visi tertinggi ketika kita sudah menemukan meaning dan purpose dalam hidup. Dan ketika para peserta menemukan Grand Why mereka, maka akan muncul pengorbanan dan kesiapan menghadapi segala tantangan, mereka akan terus maju dan bahagia di situasi sesulit apapun termasuk di masa Pandemi Covid-19 ini.

Ekspektasi Insan STIK POLRI Terhadap ESQ, Trainer: 2 Hari Ke Depan Kita Bersenang-Senang

By News No Comments

JAKARTA – “Tujuan kami untuk mengikuti ESQ ini, bahwasannya kami akan membentuk karakter dengan menggabungkan kecerdasan intelektual, emosional, dan spiritual,” demikian yang disampaikan Taufan salah satu insan Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian (STIK) angkatan ke-79 / WTP TA 2021 dihadapan 145 kawannya, petinggi Polri, serta Ary Ginanjar Agustian (CEO ESQ Group) pada hari pertama training, Rabu (21/4/2021) via zoom meeting.

Ary Ginanjar yang turut hadir dalam forum tersebut memberikan sambutan dan kata-kata motivasi serta semangat kepada ratusan insan STIK.

“Selamat belajaarrr yaa adek-adek, selamat berpuasa juga. Saya serahkan kepada coachnya yaitu coach Syaifullah dan Tiko, silakan.”

Kemudian trainer yang bernama lengkap Trie Setiatmoko alias Tiko dan Syaiful itu mengambil alih acara yang bertema tentang Transformasi Diri di lingkup STIK atau PTIK. Di awali dengan yel yel pagi agar para peserta yang sudah nampak rapi dengan seragam coklatnya lebih bersemangat.

“Nah, udah terlihat makin bersemangat nih adek-adek semuanyaaa. Sekarang saya tanya dulu yah. Apa sih yang menjadi ekpektasi kalian selama 2 hari ini? Apa yang ingin diperoleh dari pelatihan ini?” tanyanya.

Dengan sangat ‘gercep’ mereka langsung merespon dengan tanda ‘raise hand’ maupun open mic, bisa dilihat antusiasme mereka di layar zoom. Berikut beberapa ekspektasi insan Widya Tunggal Panaluan terhadap ESQ:

I Made Bagus Aditya Melyandika, “Tujuan kami, selain untuk persiapan kuliah yaitu agar lebih semangat. Kami juga ingin membentuk mindset seorang leader yang siap memimpin dan siap dipimpin.”

Ivan Danara Oktavian, “Tujuan kami selama 2 hari ke depan adalah ingin bersenang-senang mengikuti ESQ.”

Taufan, “Semakin meningkatkan motivasi, antusiasme dalam belajar untuk meraih prestasi. Meningkatkan self control kita terhadap IQ, EQ, dan SQ tuk dijalani di kehidupan STIK.”

“Wahhh top, kita bungkusss. Oke, jadi selama 2 hari ke depan kita bersenang-senang ya. Bismillahirahmanirrahim,” ucap Tiko tak kalah semangat sambil acungkan jempol.

R.A Kartini dan Srikandi PJT2 Sama-Sama Dipingit, Ini Perbedaannya Menurut Ary Ginanjar

By News No Comments

JAKARTA – Direktur Keuangan dan SDM Perum Jasa Tirta II (PJT2) Haris Zulkarnain bersama Indriani selaku Direktur Pengembangan dan Usaha memberikan sambutan dalam Seminar yang bertajuk “Menjadi Wanita Tangguh dan Berakhlak di Masa Kini” pada Rabu (21/4/2021). Kegiatan ini hasil kerjasama antara ESQ Group dengan PJT2, tujuannya untuk memperingati Hari Kartini.

“Yang menjadi sumber mata air Indonesia berasal dari wanita yang ada di sini, terpancar dan bermanfaat bagi sekitar,” puji Haris.

Indriani mengutip untaian kalimat dari R.A Kartini dihadapan 125 orang, termasuk di dalamnya para Srikandi PJT2, Ary Ginanjar Agustian (President ESQ Group) bersama Nia Fiani (trainer ESQ).

“Tahukah engkau semboyanku? ‘AKU MAU!’. Dua patah kata yang ringkas itu sudah beberapa kali mendukung dan membawa aku melintasi gunung keberatan dan kesusahan. Kata ‘AKU TIDAK DAPAT!’ melenyapkan rasa berani. Kalimat ‘AKU MAU!’ membuat kita mudah mendaki puncak gunung.” RA Kartini (Habis Gelap Terbitlah Terang).

Ary mengapresiasi insan PJT2, khususnya para wanita PJT2, yang telah menggelar acara ini di bulan puasa serta mampu membentuk sebuah karakter yang sesuai dengan nilai AKHLAK.

“Biasanya di hari Kartini ada perlombaan kebaya, menyanyi. PJT2, adalah BUMN pertama yang memberikan training nilai AKHLAK melalui metode ESQ, membangun hati diri wanita di bulan puasa. Applause untuk PJT2, dalam membentuk karakter wanita.

Karena menurutnya, Kartini itu menjadi teladan bagi kaum wanita yang tangguh dalam mengambil hak-haknya sebagai wanita. Berjuang bertaruh demi emansipasi wanita.

Peserta yang mayoritas wanita itu mengiyakan. Suasananya sangat menenangkan ketika melihat ke layar zoom, dipenuhi dengan senyum merona para Srikandi serta nuansa background atau pakaian berwarna merah muda, mengindahkan indera penglihatan.

Kemudian, penulis ESQ Power itu sedikit berkisah tentang R.A Kartini dengan kata lain flashback.

“Kartini itu menikah di usia yang sangat muda sekali. Namun setelah menikah ia tidak bisa kemana-mana, hanya di rumah alias dipingit. Harapannya untuk sekolah dan menggapai cita-cita telah pupus, tapi ia pantang menyerah. Kartini membaca banyak sekali buku, terus belajar, sehingga ia menciptakan buku ‘Habis Gelap Terbitlah Terang’.

Sama halnya dengan yang dialami kita sekarang yaitu dipingit oleh pandemic. Namun apakah kita harus bersedih, berputus asa dan lain-lain? Lihatlah apa yang telah dicontohkan R.A Kartini saat dipingit,” paparnya dengan gamblang.

Bahas Impian Garuda Sugardo di Workshop Telkomsel

By News No Comments

JAKARTA – “Ingat Pak Garuda Sugardo yang dikenal mengembangkan sistem seluler GSM pertama di Indonesia?” tanya Arief Rahman (trainer lisensi dari Dr. (H.C) Ary Ginanjar Agustian) kepada puluhan insan Telkomsel dalam “Workshop part 1, panduan perilaku Telkomsel Digilife Action.” Acara digelar pada Rabu (14/4/2021) secara online.

Peserta terlihat menganggukan kepala dengan sangat kompak di layar zoom meeting, tanda mereka mengenal siapa sosok lelaki tersebut.

“Kalau begitu, apakah masih ingat impian apa yang diinginkan beliau saat dulu?” tanyanya lagi.

Salah seorang peserta menjawab dengan penuh semangat, “Yaaa ingat, sebelumnya beliau berkeinginan agar tukang sayur, tukang becak, dan lain-lain memiliki handphone atau alat komunikasi.”

Coach Arief bersama insan Telkomsel bernostalgia mengenang sosok Garuda Sugardo yang patut dijadikan sebagai teladan karena sifat dan sikapnya yang baik.

“Ketika awal Telkomsel masih merintis dan dibantu Pak Ary. Pernah suatu ketika Pak Garuda tidak digaji selama 3 bulanan. Namun yang hebatnya itu Pak Garuda tetap berkomitmen dan konsisten di Telkomsel,” kenangnya.

Menurutnya, itulah yang dinamakan tetap memegang teguh Core Values dan Core Purposenya.

“Seperti bukunya Jim Collins, good to great 2001, yang menjabarkan tentang rahasia perusahaan besar bisa bertahan ribuan tahun. Kuncinya adalah menjaga core values dan core purpose.”

Roseto Pennsylvania di BNI CorpU, AKHLAK Series Harmonis dan Kolaboratif

By News No Comments

“Everybody is a Genius. But if you judge a fish by its ability to climb a tree, it will live its whole life believing that it is stupid.” – Albert Einstein.

JAKARTA – BNI Corporate University (BNI CorpU) menggelar sebuah event di Channel Youtube-nya pada Rabu (14/4/2021), dengan judul “AKHLAK Series, Perilaku Harmonis dan Kolaboratif di BNI CorpU.” Video yang berdurasi 2 jam lebih tersebut telah ditonton sebanyak 3.777 kali.

Kegiatan ini ditujukan untuk seluruh BNI Hi-Movers bersama Ary Ginanjar Agustian (Presiden Direktur PT. Arga Bangun Bangsa, Pendiri ESQ Leadership Center) dengan Moderator oleh Ayu Sari Wulandari (GM Divisi DMA BNI).

Di awal video ada sambutan dari Eddy Rusman (AVP Learning Consultant BCV), “John Kotter dalam bukunya Heart of Change mengatakan bahwa 70% transformasi gagal dilakukan hanya karena menggunakan kepala, tanpa menggunakan hati. Dan hati akan tercermin dalam AKHLAK.”

Oleh karenanya, Ary Ginanjar bantu mengingatkan insan BNI CorpU tentang AKHLAK (Amanah, Kompeten, Harmonis, Loyalitas, Adapatif, Kolaboratif), yang dibahas kali ini tentang harmonis dan kolaboratif.

Di dalam buku AKHLAK untuk Negeri, karya Erick Thohir dan Ary Ginanjar menjelaskan bahwa harmonis adalah saling peduli dan menghargai perbedaan. Panduan perilakunya yaitu menghargai setiap orang apapun latar belakangnya, suka menolong orang lain, dan membangun lingkungan kerja yang kondusif.

“Ini true story tentang kisah desa Roseto Pennsylvania di Amerika. Ada seorang dokter yang melakukan riset kepada desa tersebut. Pada tahun itu, Amrik dilanda penyakit jantung, tapi di desa itu usia di atas 65 tahun tetap pada sehat,” ungkap Ary dari Studio lantai 23 Menara 165.

Penyelidikan pun berlangsung dari segi makanan, udara, rutinitas, olahraga, genetika di Italia, namun nihil.

“Suatu ketika dokter itu rindu desa Roseto, sambil minum teh dia melihat di café orang-orang Roseto berkumpul, beramah tamah. Dokter itu pergi ke jalan, memperhatikan warga Roseto saling menyapa. Ketika di rumah orang Roseto, mereka suka membagi-bagikan makanan ke sekitarnya. Jadi disimpulkan bahwa orang Roseto memiliki sifat harmonis,” papar motivator Indonesia itu.

Menurutnya, desa Roseto menjadi salah satu contoh panduan perilaku dari harmonis yaitu membangun lingkungan kerja yang kondusif.

“Karyawan yang berada dalam budaya organisasi yang saling memperhatikan, peduli, dan welas asih memiliki kepuasan bekerja, komitmen terhadap organisasi dan tanggungjawab terhadap kinerja yang lebih baik.” – Harvard business review employees who feel love perform better (penelitian terhadap 3,201 karyawan di tujuh industry berbeda).

Adapun contoh kolaboratif yang disampaikan oleh tokoh pembangunan karakter itu tentang kisah landak, “Kadang-kadang kita harus seperti landak, harus berdekatan dan tertusuk duri untuk saling melengkapi. Meskipun di dalam sebuah tim terdapat perbedaan karakter dan lainnya. Justru perbedaan itu adalah kekuatan.”

“Ini bisa diterapkan juga di dalam lingkup BNI CorpU. Siapa yang siap komite hidup harmonis dan kolaboratif di BNI CorpU, katakan sayaaaaa,” ucap Ary dengan lantang

Lemdiklat Polri, Insan Sespimti: Selamat Datang Ilmu Pengasuhan Baru

By News No Comments

 JAKARTA – Kegiatan yang mengusung tema “Kepemimpinan Transformational Serdik 30 TA 2021 telah dilaksanakan pada Selasa (13/4/2021) secara daring. Event tersebut persembahan dari ESQ Leadership Center untuk insan Sespimti Sespim, Lemdiklat Polri.

Dr. (H.C) Ary Ginanjar Agustian (President of ESQ Group) memandu langsung sekitar 140 orang tersebut, dibantu oleh Coach Rinaldi Agusyana dan Coach Tiko (trainer ESQ). 

“Ada 4 tantangan yang dihadapi semua orang saat ini secara general seperti tentang kinerja, inovasi, agility dan capability atau ketahanan mental, dan makna bekerja,” ucap Ary dari Studio lantai 23, Menara 165.

“Ilmu ini sangat diperlukan, khususnya bagi para pimpinan di Polri,” lanjutnya. 

Menurutnya, ada salah satu cara untuk menjawab tantangan tersebut yaitu dengan ilmu coaching. Untuk memahaminya, Ary memberikan sebuah contoh video yang di dalamnya ada seorang milenial bekerja di Pusri. Ary memberikan beberapa pertanyaan, mendengar, dan merespon pria yang bernama Randy itu. Dalam waktu 15 menit, Randy menemukan jawaban dari dirinya sendiri untuk menjawab 4 tantangan di atas. 

“Nah, jadi menurut bapak-bapak dari TNI, Kemenkumham, Kejaksaan dan lainnya yang hadir dalam zoom meeting ini, apa yang bapak-bapak tangkap dari ilmu coaching tersebut?” tanya Rinaldi kepada peserta. 
Antusiasme mereka terlihat dari banyaknya jumlah chat room zoom yang masuk, sebagai berikut:

“Alhamdulillah di Polri sudah ada perbaikan-perbaikan ke depannya dengan ilmu coaching salah satunya. Terbukti dari para pengasuh atau pendidik bintara yang sudah menerapkan ilmu ini selama 3 hari, saat tahun kemarin,” ungkap Rinaldi. 

Berikut adalah hasil testimoni dari mereka:
“Terimakasih Coach Eka atas ilmunya. Bagi kami ini pengalaman yang sangat berharga. Saya atau kami semua sudah aplikasikan ilmu ini di lingkungan sekitar.”

“Selamat tinggal gaya pengasuhan lama, selamat datang gaya pengasuhan baru dengan ilmu coaching.”

Ilmu N2P di Balik Metode Coaching untuk Insan PT Dirgantara Indonesia

By News No Comments

JAKARTA – PT Dirgantara Indonesia (PT DI) telah mengikuti Training Living the Grand Why pada Selasa (6/4/2021). Kini, PT DI ikut serta dalam Training Coaching Skill yang digelar pada Jumat (9/4/2021) via Zoom Meeting oleh ACT Consulting.

Insan PT DI dipandu langsung oleh Trainer Lisensi dari Dr. (H.C) Ary Ginanjar Agustian yakni Coach Eka Chandra dan Coach Dudi Supriadi. Direktur HC PT DI, Sukatwikanto memberikan sambutan dan paparan singkat di awal sesi.

Kegiatan tersebut dihadiri juga oleh para Coach yang sudah certified seperti Arina, Dewi Rochma, Ina, Tyas, Sinta dan lainnya.

Banyak pengertian dari istilah ‘Coaching’, di antaranya menurut Timothy Gallwey, “Coaching membuka potensi seseorang untuk memaksimalkan kinerjanya. Coaching membantu mereka belajar daripada mengajar mereka.”

Sedangkan bagi Coach Eka, Coaching adalah ilmu wajib yang harus dimiliki para Leaders jaman now, jika ingin membangun enggagement anggota tim-nya. 

“Inilah program bagi para Leaders PT DI untuk meningkatkan kemampuan komunikasi, terlebih dalam hal mendevelop tim dengan cara yang berbeda. Hal pertama yang harus diperhatikan yaitu tentang building trust atau membangun kepercayaan antara Coach dengan Coachee (orang yang di coaching) yaitu Relax, Relate, Reframe,” papar Eka.

Salah satu materi dari Coaching adalah tentang Negative to Positive Feeling (N2P) yakni:

1. Mengajak coachee untuk melihat perspektif lain dari sebuah masalah.

2. Merubah perasaan negatif menjadi positif.

3. Coaching tidak dapat dilakukan saat coachee berada dalam keadaan negatif.

Sebagai latihan, agar peserta lebih paham tentang Coaching, Coach Eka memberikan sebuah contoh kasus dan peserta harus memberikan pandangan atau pertanyaan dari contoh tersebut yaitu:

“Bukankah Anda masih bisa bersyukur mencari nafkah untuk Anda dan anak-anaknya Anda?” kata Eko dengan tegas, saat menyanggah salah satu pernyataan nomor 3 di atas.