Skip to main content
Tag

budaya kerja perusahaan

ACT Consulting | membangun budaya perusahaan | cara membangun budaya perusahaan | konsultan budaya perusahaan

Apa Yang Diharuskan Untuk Membangun Budaya Perusahaan ?

By Article No Comments

Cara membangun Budaya Perusahaan

Apa sih yang harus dilakukan untuk membangun budaya perusahaan yang baik dan unggul, dari mana kita harus memulainya? Sebenarnya ini adalah pertanyaan yang sederhana, namaun apabila kita serius memikirkan dan memulai membangun budaya perusahaan yang unggul, maka untuk menjawab pertanyaan ini membutuhkan pemikiran, konsep, kemauan, komitmen, dan juga ketekunan.

Sebelum membahas lebih jauh, mari kita kembali pahami apa yang di maksud dengan budaya? Dalam artian luas, budaya adalah suatu cara hidup yang berkembang dan dimiliki bersama oleh sebuah kelompok orang dan diwariskan dari generasi ke generasi yang meliputi pemikiran atau ide, tindakan, dan hasil dari tindakan tersebut.

Termasuk didalamnya adalah bagaimana cara mereka bekerja, alat apa yang digunakan untuk bekerja, tradisi-tradisi keluarga dan pernikahan, hubungan sosial, ilmu pengetahuan, sistem pemerintahan, dan bermacam bidang lainnya. Akan tetapi apabila kita rampingkan lagi makna budaya dalam konteks perusahaan, mungkin tidak seluas yang kita sebutkan tadi, sekalipun ada beberapa elemen diatas bisa menyentuh budaya perusahaan.

Menurut Schein, H. (1992:12): Budaya perusahaan sebagai suatu perangkat asumsi dasar yang akan membantu anggota kelompok dalam memecahkan masalah pokok dalam menghadapi kelangsungan hidup, baik dalam lingkungan eksternal maupun internal, sehingga akan membantu anggota kelompok dalam mencegah ketidakpastian situasi. Pemecahan masalah yang telah ditemukan ini kemudian dialihkan pada generasi berikutnya sehingga akan memiliki kesinambungan.

Dari beberapa defini budaya dan budaya perusahaan diatas barulah kita bisa mengetahui apa sebenarnya yang harus dilakukan untuk membangun budaya perusahaan.

Cara Membangun Budaya Perusahaan

Maksud dan Tujuan

Kita harus kembali lagi fokus dengan mendirikan perusahaan tidak semata-mata mencari keuntungan perusahaan, mendapatkan uang dengan menjual barang dan jasa yang kita miliki. Pemikitan itu haruslah kita buang, memikir sessat untuk jangka pendek dan transaksional sangatlah tidak baik. Sedangkan, perusahaan seharusnya berpkir jauh ke depan agar bisa menembus ke beberapa generasi.

Tetapkan Nilai Tinggi Perusahaan

Kedua kita harus mampu menetapkan dan mendefinisikan nilai-nilai tinggi perusahaan, standar dan bahaya yang dipakai yang menunjuk kepada tujuan jangka panjang dan lingkup yang lebih luas. Aplikasikan nilai perusahaan tersebut secara konkret dengan parameter dan ukluran yang jelas sehingga tidak terjadi mis interprestasi.

Pemimpin Teladan

Sebelum lebih jauh mendorong semua lapisan dalam perusahaan menciptakan budaya yang baik dengan perilaku yang sejalan dan mencerminkan apa yang tertuang dalam visi dan misi serta nilai nilai perusahaan. Untuk yang harus dilakukan manajemen pertama kali ada berprilaku merefleksikan apa yang menjadi visi dan misi perusahaan. Dengan demikian karyawan mudah mengerti dan mau menerapkan serta melakasanakan apa yang diteladani oleh para pemimpin mereka.

Maknai Setiap Proses

Banyak perusahaan yang tidak sabar untuk mendapatkan hasil instan dalam transformasi corporate culture. Padahal butuh sebuah proses dalam transformasi budaya tersebut.

Membentuk Karakter

Terakhir dan sangat penting bagi pengembangan budaya perusahaan adalah pembentukan karakter yang baik dan kuat pada diri setiap karyawan maupun pemimpin selalin keterampilan dan keahlian mereka. Inilah hal yang paling sering diabaikan dalam hal rencana pembangunan budaya perusahaan dibanyak corporate. Mereka lebih banyak menekankan kepada aspek kepadaian, keterampilan, dan keahlian, sementara karakter dalam diri mereka kurang baik yang justru mengakibatkan terhambatnya kemajuan perusahaan itu sendiri.

Itulah tadi 5 hal yang diperlukan dalam membangun budaya perusahaan. Jikalau demikian, siapakah yang bertanggung jawab dalam membangun budaya perusahaan? Jawabannya: semua pekerja. Bila dibuat urutannya, pertama-tama ini menjadi tanggung jawab pimpinan organisasi. Tanggungjawab transformasi budaya organisasi ada di tangan para Direksi (Board of Director). Di tangan merekalah nasib perusahaan berada. Sekalipun inisiatif perorangan tetap memungkinkan untuk membangun budaya, tanggung jawab paling besar ada di pundak dari dewan direksi.

 


Baca juga :

Pentingnya Membangun Budaya Perusahaan

Inilah 5 Aspek Pewarisan Budaya Organisasi


Informasi In House Training dari ACT Consulting dengan Hubungi Contact di bawah ini 

Call us: +62 856-9489-7725
Call us: +62 856-9489-7725
Call us: +62 856-9489-7725

Dapatkan tulisan-tulisan yang menginspirasi dengan like halaman :

facebook : ACT Consulting 

ACT-Consulting-Training-Upskilling-Go-Beyond-Band-2-Telkomsel

Hadirkan Semangat Digital Dalam Budaya Perusahaan Melalui Upskilling Go Beyond Band 2 Telkomsel

By News No Comments

Sebagai perusahaan industri seluler terbesar di Indonesia, PT Telkomsel tidak hanya fokus dalam menciptakan profit semata. Namun perusahaan yang memiliki pelanggan mencapai 157,4 juta di Indonesia pada 2016 ini juga memiliki kepedulian tinggi dalam pelatihan dan pengembangan staff, serta budaya perusahaan di seluruh jajaran.

Hal ini terbukti dengan kembali diadakannya Training “Upskilling Go Beyond Band 2 Telkomsel” bersama ACT Consulting di Hotel Santika, Bandung, 11 – 13 September 2017 lalu.

Acara berlangsung penuh kekeluargaan melalui games, diskusi, presentasi, dan studi kasus sehingga membuat suasana menjadi hangat dan bahkan bermunculan ide-ide segar dalam proses perbaikan kinerja.

Selain itu, Trainer Bram Wibisono dan Bayu Yudha mampu membawakan training dengan menyenangkan dan renyah di terima peserta dan yang pasti memiliki kedalaman yang mampu menggetarkan perasaan peserta.

Hangat, keakraban, tawa, canda juga haru… Menjadi warna-warni perjalanan training peningkatan kompetensi Go Beyond kali ini.

Dengan adanya training ini, peserta diharapkan mampu memahami dan mampu mengimplementasikan Kompetensi Baru bagi Karyawan Telkomsel. Kompetensi yang diperlukan untuk pengembangan budaya perusahaan agar mampu beradaptasi dan bertumbuh sehingga Telkomsel mampu menjawab tantangan di Dunia VUCA dan tetap Menjadi Market Leader di Era Digital.

ACT Consulting | budaya organisasi yang sehat | budaya organisasi yang baik | budaya kerja organisasi | budaya perusahaan

Budaya Organisasi Yang Sehat

By Article No Comments

Suatu budaya organisasi sehat bila terdapat hal-hal sebagai berikut.

1. Nilai-nilai budaya organisasi dianut secara bersama oleh seluruh pimpinan dan anggota organisasi.
2. Nilai-nilai budaya memengaruhi perilaku pimpinan dan anggota organisasi.
3. Membangkitkan semangat berperilaku dan bekerja lebih baik.
4. Resisten (kuat) terhadap tantangan eksternal dan internal.
5. Mempunyai sistem peraturan formal dan informal.
6. Memiliki koornidasi dan kontrol perilaku.

Berdasarkan hal-hal di atas, pengertian budaya organisasi sehat adalah budaya organisasi yang nilai-nilainya, baik formal maupun informal dianut secara bersama dan berpengaruh positif terhadap perilaku dna kinerja pimpinan dan anggota organisasi sehingga sehat dalam menghadapi tantangan eksernal dan internal organisasi.

Adapun nilai-nilai budaya organisasi diterjemahkan sebagai filosofi usaha, asumsi dasar, slogan/moto organisasi, tujuan umum organisasi, dan prinsip-prinsip menjalankan usaha. Nilai-nilai tersebut bila dianut dan dilaksanakan secara bersama oleh pemimpin dan anggota organisasi maka dapat menyehatkan budaya organisasi.

Menurut Luthans, faktor-faktor utama yang menentukan kekuatan atau kesehatan budaya organisasi adalah sebagai berikut.

1. Kebersamaan adalah sejauh mana anggota organisasi mempunyai nilai-nilai inti yang dianut secara bersama. Derajat kebersamaan dipengaruhi oleh unsur orientasi dan imbalan.

2. Intensitas adalah derajat komitmen dari anggota-anggota organisasi kepada nilai-nilai inti budaya organisasi. Derajat intensitas bisa merupakan suatu hasil dari struktur imbalan.

Deal dan Kennedy dalam bukunya Corporate Culture, mengemukakan bahwa ciri-ciri organissi yang memiliki budaya organisasi kuat/sehat sebagai berikut.

a. Anggota-anggota organisasi loyal kepada organisasi, tahu dan jelas apa tujuan organisasi, serta mengerti perilaku mana yag dipandang baik dan tidak baik.

b. Pedoman bertingkah laku bagi orang-orang di dalam perusahaan digariskan dengan jelas, dimengerti, dipatuhi, dan dilaksanakan oleh orang-orang di dalam perusahaan sehingga orang-orang yang bekerja menjadi sangat kohesif.

c. Nilai-nilai yang dianut organisasitidak hanya berhenti pada slogan saja, namun dihayati dan dinyatakan dalam tingkah laku sehari-hari secara konsisten oleh orang-orang yang bekerja dalam perusahaan, dari mereka yang berpangkat paling rendah sampai pada pimpinan tertinggi.

d. Organisasi memberikan tempat khusus kepada pahlawan-pahlawan organisasi dan secara sistematis menciptakan bermacam-macam tingkat pahlawan, misalnya pramujual terbaik bulan ini dan innovator tahun ini.

e. Dijumpai banyak ritual, mulai yang sangat sederhana sampai dengan ritual yang mewah. Pemimpin organisasi selalu mengalokasikan waktunya untuk menghadiri acara-acara ritual ini.

f. Memiliki jaringan kultural yang menampung cerita-cerita kehebatan para pahlawannya.

Untuk memperkuat budaya organisasi, ada beberapa langkah kegiatan yang dapat dilakukan oleh pimpinan organisasi adalah sebagai berikut :

 

Memantapkan Nilai-Nilai Dasar Budaya Organisasi

Nilai-nilai dasar budaya organisasi dapat diterjemahkan sebagai filosofi usaha, asumsi dasar, moto organisasi, misi dan tujuan umum organisasi atau prinsip-prinsip menjalankan usaha. Pimpinan organisasi perlu memantapkan nilai-nilai dasar tersebut agar budaya dipakai sebagai pedoman berperilaku bagi karyawan.

Melakukan Pembinaan terhadap Anggota Organisasi

Setelah nilai-nilai dasar budaya organisasi dimantapkan, kegiatan selanjutnya melakukan pembinaan terhadap seluruh anggota organisasi. Arah pembinaan dilakukan agar nilai-nilai dasar yang menjadi budaya organisasi dapat dipahami, dihayati, dan dilaksanakan oleh anggota-anggota organisasi, khususnya anggota-anggota baru. Pembinaan terhadap anggota dapat dilakukan melalui dua cara, yakni bimbingan dan pelatihan.

Memberikan Contoh atau Teladan

Memberikan contoh atau teladan yang ditunjukkan seorang pimpinan dalam berperilaku merupakan pedoman nyata yang cepat diikuti dan ditiru oleh anggota-anggota organisasi dalam berperilaku. Dalam menanamkan dan memperkuat nilai-nilai budaya kepada anggota-anggota organisasi, pimpinan organisasi perlu memberikan keteladanan dan kejujuran dalam berperilaku dengan berpedoman pada nilai-nilai budaya yang telah ditetapkan.

Membuat Acara-Acara Rutinitas

Pimpinan organisasi perlu membuat acara-acara rutinitas, antara lain rapat-rapat rutin, rekreasi bersama, olahraga bersama, dan beribadah bersama. Acara rutinitas secara tidak langsung merupakan perekat bagi anggota-anggota organisasi dalam menanamkan dan memperkuat budaya organisasi.
Selain menanamkan dan memperkuat budaya organisasi, acara rutinitas juga dapat memberikan motivasi kepada anggota-anggota organisasi bahwa dia adalah bagian dari keluarga besar organisasi.

Memberikan Penilaian dan Penghargaan

Penilaian dan penghargaan secara berkala perlu dilakukan oleh pemimpin organisasi kepada anggota-anggota organisasi. Bagi anggota-anggota organisasi yang berprestasi dalam penanaman nilai-nilai budaya organisasi perlu diberi penghargaan berupa kenaikan pangkat/jabatan, gaji, pemberian gelar, ataupun hadiah-hadiah.

Tanggapan terhadap Masalah Eksternal dan Internal

Masalah-masalah eksternal yang banyak berpengaruh terhadap budaya organisasi, antara lain persaingan, pelanggan, penguasaan pasar, peraturan pemerintah, dan pengaruh perubahan global dunia.

Sedangkan masalah-masalah internal yang banyak berpengaruh terhadap budaya organisasi, antara lain konflik dalam organisasi, dan tuntutan karyawan. Kedua masalah di atas perlu diantisipasi dan ditanggapi melalui perbudatan budaya organisasi.

Koordinasi dan Kontrol

Perkuatan budaya organisasi dapat dilakukan melalui koordinasi dan kontrol. Koordinasi dapat dilakukan melalui rapat-rapat resmi, koordinasi antarpejabat secara berjenjang, dan sebagainya. Untuk mengetahui perilaku anggota-anggota organisasi perlu dilakukan pengawasan secara berkala. Hasil pengawasan dapat dijadikan sebagai umpan balik untuk memperkuat budaya organisasi.

Korporasi dengan budaya organisasi yang sehat mampu menghasilkan empat hal, yaitu:

1. Revenue: 4x lebih tinggi
2. Tenaga kerja: 7x lenbih berkualitas
3. Nilai saham: 12x lebih tinggi
4. Keuntungan bersih: lebih dari 700%
Source: Riset by ACT Consulting 2017


Informasi In House Training dari ACT Consulting dengan Hubungi Contact di bawah ini dan like halaman

Call us: +62 813 8242 6699

Call us: +62 812 2190 1818

Dapatkan tulisan-tulisan yang menginspirasi dengan like halaman :

facebook : https://www.facebook.com/ACTCONSULTING.CO/

Budaya kerja starup | budaya kerja karyawan | budaya kerja perusahaan | budaya kerja organisasi | konsultan budaya kerja

ACT Consulting – 5 Budaya Kerja di Perusahaan Rintisan Digital (Startup Digital)

By Article No Comments

ACT Consulting – jaman sudah semakin maju. Apalagi sejak diberlakukannya era MEA. Setiap individu seakan berlomba-lomba untuk bisa bertahan dalam era yang serba maju ini. Tak hanya individu saja. Pemerintah pun ikut peduli dengan adanya kemajuan jaman ini.

Pemerintah melalui Badan Ekonomi Kreatif Indonesia (Bekraf) mencanangkan untuk melahirkan 1.000 perusahaan rintisan digital (startup digital) di Tanah Air. Hal itu juga ditunjang oleh minat masyarakat dalam membangun startup digital di Indonesia, yang setiap hari semakin meningkat.

Untuk Anda yang baru lulus sekolah, lulus kuliah (fresh graduate), namun belum diterima bekerja di sebuah perusahaan bonafit, tidak usah berkecil hati. Anda bisa bekerja di startup digital yang ada di Indonesia. Contoh: Kincir, Blibli, Alfacart, Mataharimall, Dinamika Anak Muda Nasional (DAMN), dan Blanja.com

Saat ini, startup digital memiliki kecenderungan untuk merekrut anak-anak muda yang baru lulus sekolah atau lulus kuliah sebagai karyawan di perusahaan mereka. Karena anak-anak muda cenderung lebih kreatif dan inovatif dalam bekerja dan berkarya.

Namun, sebelum Anda memutuskan untuk bekerja di startup digital, kenali dulu budaya kerja di startup digital. Perhatikan 5 budaya kerja di startup digital ini terlebih dahulu sebagai bahan pertimbangan Anda.

[highlight background=”#0000a4″ color=”#ffffff”]1. Budaya Kerja yang Fleksibel [/highlight]

Budaya kerja di startup digital lebih fleksibel dibandingkan perusahaan yang sudah besar. Startup digital membebaskan karyawannya untuk menggunakan pakaian, celana, serta sepatu yang tidak formal, misalnya menggunakan kaos oblong atau t-shirt, celana jeans, dan sandal jepit. Selain itu, karyawan diperbolehkan hadir pada jam berapa saja asalkan bekerja selama 8 jam dalam sehari dan bisa pulang cepat setelah pekerjaan selesai.

[highlight background=”#0000a4″ color=”#ffffff”]2. Gaji dan Tunjangan yang Memuaskan [/highlight]

Sebagian besar startup digital memberikan gaji yang memuaskan untuk karyawannya. Gaji karyawan ditentukan oleh keahlian yang mereka miliki dan kuasai ataupun pengalaman. Selain itu, tersedianya tunjangan lain untuk membuat karyawan betah dan nyaman dalam bekerja. Misalnya, sarana olahraga, tempat bermain atau refershing, serta makan dan snack yang selalu tersedia.

[highlight background=”#0000a4″ color=”#ffffff”]3. Kesempatan Jenjang Karier Terbuka [/highlight]

Startup digital juga memberikan kesempatan jenjang karier yang terbuka bagi karyawannya. Sebab, hierarki jenjang karier bersifat terbuka dan asalkan KPI telah terlampaui. Misalnya, karyawan yang bekerja selama 2-3 tahun bisa naik menjadi supervisor, bahkan manajer.

[highlight background=”#0000a4″ color=”#ffffff”]4. Komunikasi Lebih Terbuka dan Kekeluargaan [/highlight]

Komunikasi antara pimpinan dan karyawan di startup digital lebih terbuka dan bersifat kekeluargaan. Karena pimpinan dan karyawan berasal dari generasi yang sama, usia dan latarbelakang pendidikan tidak terpaut jauh, bahkan dari berbagai negara.

[highlight background=”#0000a4″ color=”#ffffff”]5. Manajemen Memberikan Pelatihan yang Mendukung Kinerja Karyawan [/highlight]

Kebanyakan manajemen startup digital memberikan pelatihan yang mendukung kinerja karyawan. Sebagai contoh, karyawan dengan posisi copywriter diberikan pelatihan content marketing dan menulis viral, optimatisasi mesin pencari (SEO), dan mengoptimalkan media sosial.

Itulah 5 Budaya Kerja di Perusahaan Rintisan Digital (Startup Digital). Semoga 5 hal di atas dapat membantu Anda untuk lebih memahami budaya kerja di startup digital sebelum memutuskan untuk bekerja disana.

Jangan lupa like, share, dan comment postingan ini agar bermanfaat bagi rekan-rekan Anda yang membacanya.

 


Dapatkan tulisan-tulisan yang menginspirasi dan Informasi In House Training dari ACT Consulting dengan like halaman

facebook : https://www.facebook.com/ACTCONSULTING.CO/

Youtube : https://www.youtube.com/channel/UCMLlOkY41oOnbAG47BLrKkw

Linked In : https://www.linkedin.com/company-beta/13279290/

Instagram : https://www.instagram.com/actconsulting.co/

ACT Consulting | Tips ACT Consulting | tips kerja bulan ramadhan | konsultan budaya kerja | konsultan perusahaan | budaya kerja karyawan

ACT Consulting – Lakukan 5 Cara Ini Agar Tetap Produktif Kerja di Bulan Ramadhan

By Article No Comments

ACT Consulting – Menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadan merupakan kewajiban bagi umat muslim. Selama menjalankan ibadah puasa, kita dianjurkan untuk menahan hawa nafsu dan memperbanyak ibadah.

Tak hanya menahan hawa nafsu dan memperbanyak ibadah, namun kita juga harus bisa melawan rasa malas dan kantuk selama bekerja. Apalagi, kita dituntut untuk tetap produktif bekerja selama puasa.

Nah, bagaimana cara untuk tetap produktif kerja di bulan Ramadan? Berikut ini 5 cara yang bisa Anda lakukan agar tetap produktif kerja di bulan Ramadan.

[highlight background=”#0000a4″ color=”#ffffff”]#1 MINUM 8 GELAS AIR[/highlight]  
Usahakan minum 8 gelas air dalam sehari selama berpuasa. Minum air putih 1 gelas selepas bangun sahur dan 1 gelas selepas sahur. Lalu, 1 gelas selepas azan maghrib dan 1 gelas selepas salat Maghrib.

Selanjutnya, 1 gelas selepas makan dan 1 gelas selepas salat Isya. Setelah itu, 1 gelas selepas salat tarawih dan 1 gelas sebelum tidur. Tujuan minum 8 gelas air adalah agar Anda tidak cepat dehidrasi, serta tetap fokus dan konsentrasi saat bekerja.

[highlight background=”#0000a4″ color=”#ffffff”]#2 KONSUMSI MAKANAN YANG BERGIZI[/highlight]  
Konsumsi makanan yang bergizi saat sahur dan berbuka puasa. Dengan mengonsumsi makanan yang bergizi saat sahur dan berbuka puasa, Anda akan kuat menjalankan ibadah puasa dan tidak mengantuk saat bekerja.

[highlight background=”#0000a4″ color=”#ffffff”]#3 BERANGKAT KERJA LEBIH PAGI[/highlight]  
Setelah melakukan aktivitas makan sahur, segera mandi, bersiap-siap, dan menjalankan ibadah salat Subuh. Kemudian, berangkat kerja. Dengan berangkat kerja lebih pagi, Anda akan terhindar dari kemacetan sehingga tidak terlambat sampai kantor.

[highlight background=”#0000a4″ color=”#ffffff”]#4 TINGKATKAN AMAL IBADAH[/highlight]  
Puasa kita jangan hanya kuat menahan makan dan minum serta hawa nafsu saja, namun juga tingkatkan amal ibadah. Bila selama ini Anda belum sempat mengerjakan salat sunah, maka di bulan Ramadan ini perbanyak melakukan salat sunah.

Selain memperbanyak melakukan salat sunah, manfaatkan juga waktu istirahat siang dengan membaca dan menghafal ayat-ayat suci Alquran. Buat target untuk membaca dan menghafal satu juz dalam satu hari. Ketika Anda mengerjakan salat wajib maupun salat sunah, praktikkan dalam salat hafalan ayat-ayat yang telah Anda hafal.

[highlight background=”#0000a4″ color=”#ffffff”]#5 IKUT TRAINING MOTIVASI[/highlight]  
Dengan mengikuti training di bulan Ramadan, akan membuat diri kita semangat menjalani aktivitas bekerja di kantor di bulan Ramadan. Training dapat meningkatkan lagi spirit Anda untuk melakukan ibadah dan memperbanyak amalan di bulan suci ini.

Itulah 5 Cara yang bisa Anda Lakukan agar Tetap Produktif Kerja di Bulan Ramadan. Semoga 5 tips di atas dapat membantu Anda untuk tetap produktif bekerja.

Yuk share apa saja cara Anda untuk tetap produktif bekerja di bulan Ramadan ini pada kolom komentar. Pastikan juga untuk like & share postingan ini agar banyak orang yang memperoleh manfaatnya.

 


Dapatkan tulisan-tulisan yang menginspirasi dan Informasi In House Training dari ACT Consulting dengan like halaman

facebook : https://www.facebook.com/ACTCONSULTING.CO/

Youtube : https://www.youtube.com/channel/UCMLlOkY41oOnbAG47BLrKkw

Linked In : https://www.linkedin.com/company-beta/13279290/

Instagram : https://www.instagram.com/actconsulting.co/

ACT Consulting | budaya kerja karyawan | budaya kerja perusahaan | konsultan manajemen sdm | konsultan manajemen perusahaan

ACT Consulting – Kualitas Kerja Anda Menentukan Gaji Yang Anda Terima

By Article No Comments

ACT Consulting – Amir selesai mengerjakan Salat Jumat di masjid, berkonsultasi kepada Ustad Hamka, “Wahai Ustad Hamka, mengapa kehidupanku menderita? Mengapa keluargaku ditimpa banyak bencana dan musibah?”

Ustad Hamka menatap sebentar Amir, kemudian dia bertanya, “Kamu kerja di mana dan gajimu berapa?” Amir bercerita bahwa dia bekerja di suatu instansi dan bergaji Rp 5 juta. Lalu Ustad Hamka berkata, “Kalau begitu, mulai besok, temui bosmu dan mintalah supaya gajimu dikurangi menjadi Rp 4 juta.”

Amir menyanggah nasihat sang ustad dengan berkata, “Loh Ustad, gaji Rp 5 juta saja kurang untuk kebutuhan keluarga saya, kok malah dikurangi menjadi Rp 4 juta?” Namun Ustad Hamka berkata, ”Lakukan jika engkau yakin atau percaya. Akan tetapi jika engkau tidak yakin, ya jangan dilakukan.”

Maka Amir berpikir beberapa hari. Setelah merasa mantap, Amir menemui pimpinannya, dan berkata, ”Wahai Bapak pimpinan, saya sudah konsultasi ke seorang ulama dan beliau memintaku untuk menurunkan gajiku dari Rp 5 juta menjadi Rp 4 juta. Maka mulai bulan depan, tolong potong gajiku menjadi Rp 4 juta saja.”

Pimpinannya merasa heran melihat tingkah Amir, sebab karyawan lain demo minta naik gaji, dia malah minta gaijinya diturunkan. Namun ya sudah, inikan kemauan dia sendiri, pikir sang pimpinan.

Setelah dikurangi gajinya, sebulan kemudian kehidupan Amir tak kunjung berubah. Dua bulan kemudian, belum juga ada yang berubah. Tiga bulan berlalu, masih sama. Maka Amir pun datang kembali kepada Sang Ustad dan bertanya, “Wahai Ustad Hamka, apa tidak salah resep yang Anda berikan kepadaku? Sudah aku turunkan gajiku dari Rp 5 juta menjadi Rp 4 juta, tetapi kehidupanku tak kunjung berubah.”

Maka Ustad Hamka kembali melihat Amir dan berkata, “Kamu kurangi lagi gajimu menjadi Rp 3 juta.” “Aduh, sudah tinggal 4 juta sekarang disuruh turunkan menjadi 3 juta. Mana cukup ustadz untuk menghidupi keluarga saya,” keluh Amir.

“Jika kamu percaya lakukan, jika tidak ya tidak usah,” kata Ustad Hamka. Kemudian, Amir berpikir cukup lama, didalam hatinya berkata “Jangan-jangan ini hanya cara ustad untuk mengerjai saya”.

Namun lama-lama Amir sadar bahwa rezeki tidak hanya dari gaji, namun bisa dari arisan atau warisan, bisa dari undangan atau mungkin hutangan. Rezeki bisa jadi dari arah yang tidak disangka-sangka, bukan hanya dari gaji semata.

Maka dengan mantap Amir kembali menemui pimpinannya untuk menyampaikan maksudnya. Dia sampaikan kepada pimpinanya, “Bos, tolong kurangi lagi gajiku, jadikan Rp 3 juta saja.” Pimpinannya keheranan, tetapi apa boleh buat karena itu sudah kemauan Amir. Maka dipotonglah gaji Amir menjadi Rp 3 juta.

Sebulan kemudian mulai terlihat hasil dari keyakinannya. Pada bulan ketiga semuanya berubah menjadi semakin luar biasa. Hasilnya, ekonomi keluarganya membaik dan tidak ada lagi bencana ataupun musibah. Walaupun gajinya tinggal Rp 3 juta, namun rezekinya luar biasa.

Kemudian datanglah dia kepada Ustad Hamka dan bertanya, “Wahai ustad, apa rahasia dibalik ini semua? Ketika gajiku tinggal Rp 3juta, kehidupanku berubah menjadi lebih baik.”

Ustad Hamka dengan tenang menjawab, “Wahai Bapak yang baik, wahai karyawan yang baik, wahai fulan yang baik. Berarti selama ini gajimu yang pantas hanya Rp 3 juta, tidak sampai Rp 5 juta, jadi yang Rp 2 juta itu kelebihan. Betapa banyak orang yang bekerja dengan gaji Rp 5 juta, tetapi kualitas kerjanya hanya Rp 2 juta atau Rp 3 juta saja”.

Setelah membaca cerita ini, apa yang akan Anda lakukan, menemui pimpinan perusahaan tempat Anda bekerja untuk meminta menurunkan gaji Anda? Tentunya sulit bukan? Maka tidak ada cara lain yang bisa Anda lakukan, kecuali dengan meningkatkan kualitas kinerja Anda. Misalnya, apabila gaji Anda saat ini Rp 5 juta, maka tingkatkan kualitas kerja melebihi gaji yang Anda terima.

Jika Anda bekerja melebihi gaji Anda, maka kelebihan itu sedekah untuk Anda, “Setiap kebaikan itu sedekah.” Sedekah kepada siapa? Tentunya kepada Allah SWT dan pasti akan dibalas berates-ratus kali lipat, minimal 10x lipat. “Allah tidak mungkin mengingkari janji-Nya.” Setiap kebaikan pasti berbalas kebaikan.

Cobalah Anda lihat selama ini, apa yang terjadi pada diri, pekerjaan, dan karier Anda. Apa Anda sudah memberi lebih untuk tambahan atau sedekah? Ataukah kita lebih suka mengurangi, sehingga rezeki kita tidak berkah.

Jadi, mari lebih banyak berbicara tentang kewajiban Anda, bukan lebih banyak menuntut hak Anda. Lakukanlah kewajiban Anda semaksimal mungkin, karena Anda akan mendapatkan hasil yang maksimal. Sekali lagi, ingat rezeki bukan hanya dari gaji semata, sebab banyak jalan lain yang bisa mendatangkan rezeki dari arah yang sama sekali tidak Anda duga. Perbanyak dan tingkatkan kualitas kerja Anda melebihi gaji yang Anda terima.

Apa Anda pernah mengalami hal serupa atau memiliki kisah inspiratif lain tentang topik ini? Share ya di kolom komentar di bawah ini… Anda pun bisa berbagi kisah ini dengan saudara, sahabat, atau orang terdekat lainnya, agar lebih banyak orang mendapatkan manfaatnya.


Dapatkan tulisan-tulisan yang menginspirasi dan Informasi In House Training dari ACT Consulting dengan like halaman

facebook : https://www.facebook.com/ACTCONSULTING.CO/

Youtube : https://www.youtube.com/channel/UCMLlOkY41oOnbAG47BLrKkw

Linked In : https://www.linkedin.com/company-beta/13279290/

Instagram : https://www.instagram.com/actconsulting.co/

ACT Consulting | ACT | konsultan manajemen sumber daya manusia | konsultan budaya terbaik | budaya kerja organisasi | budaya kerja karyawan

ACT Consulting – Jadilah Orang yang Bertanggung Jawab, 7 Hal Ini Akan Anda Dapatkan

By Article No Comments

ACT Consulting – Semakin tinggi jabatan yang Anda emban, semakin banyak juga tanggung jawab yang harus Anda ambil sebagai amanah. Pelanggaran yang Anda lakukan juga berpengaruh terhadap nama baik Anda. Apabila Anda melakukan suatu hal yang tidak baik, maka nama baik Anda akan tercoreng dan reputasi menjadi jelek. Sebaliknya, jika Anda melaksanakan tanggung jawab dengan baik, hidup Anda akan menjadi lebih baik dan keuntungan perusahaan tempat Anda bekerja akan menjadi meningkat.

 

Apabila Anda selalu konsisten menjadi orang yang bertanggung jawab, maka akan memperoleh tujuh hal yang tidak akan pernah Anda kira. Tujuh hal itu adalah sebagai berikut.
1. Anda akan disegani dan dihormati oleh kawan dan rekan-rekan.
2. Anda akan diberi kepercayaan untuk menangani masalah dengan baik.
3. Anda dianggap sanggup menerima tanggung jawab yang lebih besar.
4. Anda dihargai oleh atasan dan rekan kerja.
5. Anda memiliki kepercayan diri dan karakter yang baik.
6. Anda memiliki mental yang kuat dan tidak mudah menyerah.
7. Anda menjadi pribadi yang lebih berkembang dan lebih baik dari sebelumnya.

 

Namun, jika Anda tidak bertanggung jawab ada lima akibat yang akan Anda rasakan. Lima akibat itu adalah sebagai berikut.
1. Anda akan bernasib buruk karena selalu lari dari masalah
2. Anda tidak dipercaya orang karena reputasi telah rusak
3. Anda menjadi orang yang lemah karena tidak bermanfaat
4. Anda menjadi orang yang tidak berkarakter.
5. Anda menjadi pribadi yang bermasalah di lingkungan.

 

Anda bisa sebarkan postingan ini, agar rekan-rekan Anda bisa mendapatkan sesuatu yang bermanfaat setelah membaca tulisan ini.

 


Dapatkan tulisan-tulisan yang menginspirasi dan Informasi In House Training dari ACT Consulting dengan like halaman

facebook : https://www.facebook.com/ACTCONSULTING.CO/

Youtube : https://www.youtube.com/channel/UCMLlOkY41oOnbAG47BLrKkw

Linked In : https://www.linkedin.com/company-beta/13279290/

Instagram : https://www.instagram.com/actconsulting.co/

ACT Consulting | budaya organisasi | konsultan budaya organisasi | konsultan budaya perusahaan | konsultan budaya kerja

ACT Consulting – Lepaskan Zona Nyaman Anda untuk Meraih Zona Sukses

By Article No Comments

ACT Consulting – Alkisah ada dua orang sahabat di mana yang satu bernama Ben, sedangkan sahabatnya bernama Edward. Mereka bekerja di sebuah perusahaan teknologi informasi dengan posisi yang sama, yakni staf komunikasi korporasi.

Tiga tahun kemudian, CEO perusahaan mengumumkan akan membuka divisi kerja digital marketing. Hasil rapat para direktur perusahaan beserta CEO memutuskan Ben dan Edward dipindahkan ke divisi kerja digital marketing dengan posisi masing-masing yang berbeda. Ben diminta mengisi posisi penulis konten (copywriting) dan optimisasi mesin pencari atau search engine optimization (SEO. Sementara Edward mengisi posisi media sosial spesalis.

Ben menerima keputusan pimpinan perusahaan untuk mengisi posisi baru. Meskipun ia tidak mempunyai pengalaman dan pengetahuan di posisi kerjanya yang baru, namun ia tekun dan gigih belajar bagaimana menulis konten yang bagus dan viral serta optimisasi mesin pencari. Sepuluh tahun kemudian, ia menjadi Direktur Digital Marketing

Sementara Edward tidak menerima keputusan pimpinan perusahaan untuk mengisi posisi baru. Ia tidak mendapatkan wawasan dan pengetahuan baru karena masih mengisi posisi yang sama. Sepuluh tahun kemudian, ia menjadi Manager Corporate Communication.

Apa pelajaran yang bisa Anda petik dari kisah ini..?

Apakah Anda masih berpikir mencari yang pasti-pasti saja? Apakah Anda berpikir hanya mencari posisi yang aman saja atau mencari yang mudah dan biasa saja? Hal ini yang bisa membuat Anda terjebak dan tidak pernah kemana-mana seperti Edward.

Dengan kata lain, jebakan itu biasa disebut sebagai zona nyaman. Lepaskanlah diri Anda dari zona nyaman, agar Anda bisa memasuki zona sukses. Sebab, Anda tidak akan pernah bisa mencapai zona sukses tanpa mau meninggalkan zona nyaman.

Zona nyaman tidak akan bisa membuat Anda berkembang, karena Anda tidak mendapatkan wawasan, ilmu, dan pengetahuan yang baru. Perlu keberanian untuk melepaskan zona nyaman Anda. Caranya adalah mempunyai visi dan misi yang jelas, kepercayaan baru yang lebih memberdayakan, dan ide brilian baru.

Apa Anda pernah mengalami hal serupa atau memiliki kisah inspiratif lain tentang topik ini? Share ya di kolom komentar di bawah ini…!!! Anda pun bisa berbagi kisah ini dengan saudara, sahabat, atau orang terdekat lainnya, agar lebih banyak orang mendapatkan manfaatnya.

 


Dapatkan tulisan-tulisan yang menginspirasi dan Informasi In House Training dari ACT Consulting dengan like halaman

facebook : https://www.facebook.com/ACTCONSULTING.CO/

Youtube : https://www.youtube.com/channel/UCMLlOkY41oOnbAG47BLrKkw

Linked In : https://www.linkedin.com/company-beta/13279290/

Instagram : https://www.instagram.com/actconsulting.co/

ACT Consulting | ACT Indonesia | Corporate Culture Consultant | Organization Culture | Konsultan Budaya Terbaik | Konsultan Budaya Kerja | Konsultan Budaya perusahaan

ACT Consulting – Bekerjalah Sesuai Zona Waktu Anda dan Selalu Bersyukur

By Article No Comments

ACT Consulting – Papua 2 jam lebih awal dari Jakarta, namun tidak berarti Jakarta lebih lambat atau Papua lebih cepat. Sebab, keduanya berada di zona waktunya masing-masing. Ada kisah inspiratif dari adanya zona waktu, simak ya kisahnya berikut ini.

Seseorang masih sendiri atau belum memiliki pasangan. Lalu, ada seseorang yang sudah menikah dan menunggu 10 tahun untuk memiliki anak. Namun, ada juga pasangan yang sudah memiliki anak dalam setahun usia pernikahannya.

Seseorang lulus kuliah di usia 22 tahun, namun menunggu 1 tahun untuk mendapatkan pekerjaan. Ada seseorang yang lainnya lulus di usia 24 tahun dan langsung mendapatkan pekerjeaan. Kemudian, ada seseorang yang menjadi CEO sebuah perusahaan di usia 30 tahun dan meninggal di usia 50 tahun, namun disisi lain seseorang ada yang menjadi CEO di usia 55 tahun dan hidup hingga usia 95 tahun.

Seseorang belajar bahasa Arab dan Inggris sejak usia SD, namun wafat saat usia 45 tahun. Sementara yang lain baru belajar Quran di usia 65 tahun, namun mampu membacanya hingga usia 90 tahun, karena ia di karuniakan usia yang panjang nan berkah oleh Tuhan.

Apa pelajaran yang bisa Anda petik dari kisah ini..?

Kolega, teman-teman, rekan-rekan, adik kelas Anda mungkin “terlihat” lebih sukses dan maju atau “tampak” masih dibelakang Anda. Padahal, setiap orang di dunia ini berlari di perlombaan, jalur, dan dalam waktunya masing-masing. Hal ini karena Tuhan punya rencana berbeda untuk masing-masing orang. Contohnya, Barack Obama pensiun dari Presiden Amerika serikat di usianya ke 55 tahun, sedangkan Donald Trump terpilih menjadi Presiden Amerika Serikat di usianya ke 70 tahun.

Setiap orang bekerja dan berada sesuai zona waktunya dan mencapai banyak hal dengan kecepatannya masing-masing. Bekerjalah sesuai zona waktu Anda. Tetaplah Anda bersyukur untuk mendapatkan keberkahan dari Tuhan.

Apa Anda memiliki kisah inspiratif lain tentang topik ini? Share ya di kolom komentar di bawah ini…!!! Anda pun bisa berbagi kisah ini dengan saudara, sahabat, atau orang terdekat lainnya, agar lebih banyak orang mendapatkan manfaatnya.