Skip to main content
Tag

Ary Ginanjar Agustian

Sinergi KPAI dengan ESQ, Ary Ginanjar: Masa Depan Anak Indonesia Emas 2045 Tergantung KPAI

By News No Comments

JAKARTA – Peduli dengan anak-anak penerus generasi bangsa, terutama dengan pendidikan karakter dan kapasitas diri, Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) bersinergi dengan ESQ Group, gelar acara yang bertajuk “Peningkatan Kapasitas (Capacity Building) bagi komisioner dan pegawai KPAI tahun 2021.

Event berlangsung pada Kamis (27/5/2021) di Hotel Haris Sentul, Bogor, dalam rangka meningkatkan kapasitas, pemahaman yang sama dalam pelaksanaan tugas, dan mewujudkan kebersamaan di jajaran (KPAI). Dihadiri oleh Ketua KPAI, Dr. Susanto beserta jajarannya dan Dr. (H.C) Ary Ginanjar Agustian (President of ESQ Group) bersama tim.
Dr. Susanto dikenal oleh Ary Ginanjar sebagai sosok yang konsisten dalam memberikan seminar-seminar atau ilmu pelatihan kepada karyawannya.

“Saya salut dengan Dr. Susanto yang terus memberikan seminar-seminar seperti ini untuk meningkatkan kapasitas SDM-nya dalam menghadapi tantangan yang luar biasa di era sekarang ini.”

Menurut info yang beredar, KPAI adalah salah satu organisasi besar dari 5 organisasi di Indonesia yang terpercaya serta dihargai oleh masyarakat, dimana bangsa Indonesia sangat bergantung sekali.

“Ingat bahwa masa depan anak Indonesia emas 2045 sangat tergantung dengan generasi yang kita lahirkan, sangat tergantung dengan eksistensi KPAI. Itulah sebabnya saya merasa bahwa KPAI adalah organisasi yang istimewa. Kita juga bisa melihat mengapa masyarakat sangat bergantung dengan KPAI melalui data-datanya,” jelas Ary dari Studio lantai 23, Menara 165 sambil menampilkan satu slide.

“Pekerjaan KPAI juga sangatlah luar biasa. Berikut adalah potret masyarakat atau anak-anak di jaman sosmed. Salah satunya unek-unek dari anak Indonesia, yang selama ini terpendam, akhirnya mereka mencurahkannya lewat sosmed,” lanjut Ary.

“Itulah posting anak-anak kepada orangtuanya.”
Marcella FP Penulis Buku dan Film NKCTHI (Nanti Kita Cerita Tentang Hari Ini) juga mengadakan survei pada remaja menanyakan kalimat terjahat apa yang pernah diterima. Ternyata setiap malam ia menerima 5000-7000 postingan dan kebanyakan mengatakan kalimat terjahat kebanyakan dari ayah dan ibunya.

Berikut beberapa kalimat tersebut:
“Muka jangan kayak tai” – Ibu
“Ini istri baru papah. Gak izin tiba-tiba nikah”
“Kamu yakin itu anak aku?”
Setelah Ary Ginanjar memberikan ilmunya, kemudian dilanjutkan oleh Coach Iman Herdimansyah dan Coach Ida S. Widayanti (trainer ESQ), yang akan memandu sekitar 50 insan KPAI dengan ilmu lainnya. 

Halal Bihalal PT Fresenius Medical Care Indonesia Bersama ESQ, Sekaligus Bincang-Bincang Tentang The New Normal

By News No Comments

 JAKARTA – Iringan lagu-lagu dari smule mengawali sesi Halal Bihalal yang diselenggarakan PT Fresenius Medical Care Indonesia bersama ESQ Group pada Kamis (27/5/2021) secara virtual. Webinar tersebut dihadiri oleh sekitar 70 orang. 

Tujuannya adalah untuk meningkatkan rasa syukur dan keberkahan yang didapat setiap hari dari Sang Pencipta hingga hari ini. Keberkahan masih bisa produktif dalam menjalani aktivitas. 

Untuk itu, pembacaan ayat suci Al-Quran beserta artinya dikumandangkan oleh Syarif dan dipandu oleh Andreas. 
Tim ESQ, Achmad Zaki dan Bayu (trainer lisensi Dr. (H.C) Ary Ginanjar Agustian) mengucapkan terimakasih atas undangan yg diberikan PT dalam rangka mempererat tali silaturahmi. 

“Terimakasih atas undangan dari PT untuk kami. Semoga silaturahmi ini terus terjalin aamiin. Sebelum dimulai akan saya paparkan ini terlebih dahulu yang nantinya akan berkaitan dengan materi dari Coach Zaki,” jelas Bayu. 
Bayu memberikan sebuah tips atau trik ala keluarga besar ESQ agar selalu semangat setiap harinya kepada insan kesehatan itu yakni senyum simetris 2 cm kanan, 2 cm kiri lalu tahan 5 detik. Kemudian saling sapa kepada 3 orang yang di dalam zoom. Terakhir yaitu selalu menyapa dengan kata ‘pagi’, meskipun faktanya hari sudah siang, sore bahkan malam. 

“Kalau senyum itu tanda orang yang selalu bersyukur. Dan itulah tips mengapa harus mengawali hari dengan ini, meskipun dalam kondisi apapun.”

Pesertanya dengan sangat kompak mengikuti instruksi dari sang trainer. Nampak jelas dari layar zoom meeting siang itu. 

Setelah Bayu meng-top up energi positif dari para partisipan, Zaki memulai sesinya yang diawali dengan sebuah pertanyaan, “Bapak ibu sekarang eranya the normal, apa sih yang dimaksud the new normal versi Anda?”
Arief, “Menurut saya di era ini muncul kebiasaan-kebiasaan baru. Dulu boleh kumpul-kumpul sekarang harus jaga jarak. Semuanya serba terbatas, sosialisasi terbatas dengan orang lain. Efeknya kita membiasakan untuk VC.”

“Apa hubungannya dengan organisasi Anda? Apakah new normal ini berdampak?” tanya Zaki kembali. 
Kata ‘Iyahhhhh’ terpampang jelas di kolom chat zoom dan peserta yang open mic. 

Untuk itu, Zaki memberikan sebuah kisah kopi tumpah dari sisi negatif dan positif. Kemudian dikaitkan dengan kondisi pandemi yang terjadi saat ini.

Serigala Hitam atau Putih yang Diberikan Asupan oleh Insan PIHC?

By News No Comments

ACT Consulting menggelar kegiatan yang bertajuk “Living the Grand Why AKHLAK” dilingkup PT Pupuk Indonesia (PIHC) secara virtual pada Selasa (25/5/2021). Sekitar 80 orang lebih bergabung di dalam platform Zoom Meeting, dari berbagai anak perusahaan, berbagai level, generasi, jabatan dan lainnya.

Insan PIHC itu berasal dari 3 anak perusahaan yang bergerak dalam bidang selain produksi pupuk di antaranya PT Mega Eltra, PT Pupuk Indonesia Logistik, PT Pupuk Indonesia Energi, PT Pupuk Indonesia Pangan.

Coach Adek (trainer lisensi dari Dr. (H.C) Ary Ginanjar Agustian) yang membimbing puluhan peserta webinar tersebut dari pagi hingga sore.

“Bapak dan Ibu ijinkan saya mengawali sesi ini dengan sebuah kisah tentang serigala putih dan hitam. Kira-kira menurut bapak dan ibu, serigala mana yang lebih kuat dan menang jika bertarung?” tanya pria yang mengenakan kemeja putih dan jas hitam itu dari Studio lantai 4, Menara 165.

ESQNews meninjau jalannya acara tersebut dari zoom meeting, para peserta merespon dengan jawaban yang beranekaragam seperti, “Putih” “22 nya” “Hitam” “Serigala yang diakui oleh gerombolannya” “Tidak ada dari keduanya” “Hitam penguasa dan putih pemenang” “Golput” “Hitam bisa, putih bisa” “Gak ada yang menang” “Hitam lebih agresif” dan jawaban lainnya, yang mayoritas menuliskan serigala putih. Terkadang jawabannya menggelitik hati dan wajah sehingga timbul canda tawa.

“Terimakasih atas jawabannya. Jadi sebenarnya dua ekor serigala itu punya peluang dan potensi. Tergantung serigala mana yang asupan makanan paling banyak, sering berlatih sehingga otot terbentuk dan badannya kuat lebih dari yang lainnya.

Kisah ini adalah metafora atau perumpaan. Serigala hitam atau putih ibarat yang hidup di diri saya, bapak dan ibu, serta anak-anak kita. Serigala hitam melambangkan sifat negatif kita, perilaku, sikap, ucapan, tindakan yang buruk. Sedangkan serigala yang putih melambangkan sifat positif kita, perilaku, sikap, ucapan, tindakan yang baik,” jelas Adek dengan bersemangat dan tetap konsisten melemparkan senyum kepada pesertanya.

Para partisipan terlihat menyimak kisah itu, mereka angguk-anggukan kepalanya. Proses pelatihan juga berjalan dengan sangat interaktif. Peserta dan trainer saling menyapa, saling mendoakan, memberikan asupan semangat dan ucapan yang positif, apalagi ditambah dengan iringan musik yang energic.

“Jadi manakah serigala yang menang, yang bisa dilihat, diperhatikan, oleh orang lain? Tergantung serigala mana yang sering kita beri asupan makanan. Itulah yang akan kuat dan mengakar di diri kita, perilaku keseharian kita, cerminan kita. Dan sekarang kira-kira serigala mana yang akan diberi asupan sehingga menguasai diri bapak dan ibu?” tanyanya lagi.Mereka sepakat ingin memberi makan serigala putih atau kebiasaan yang positif dan segalanya bernilai baik. Nilo Herman, “Saya akan memberi asupan kepada serigala putih, memeliharanya dengan baik.”

“Baik bapak dan ibu terimakasih feedbacknya. Berarti sekarang kita siap yah menjalani 3 sesi hari ini? Modul yang akan kami berikan seputar konsisi mental terbaik di era VUCA, meneguhkan AKHLAK (core values) dan BUMN untuk negeri (core purpose) di sini kita akan bicara Grand Why. Terakhir yaitu membumikan AKHLAK atau cara menyuburkan AKHLAK dalam keseharian kita.”

Menurut Adek, ‘Grand Why’ yang dimaksudkan adalah visi tertinggi ketika kita sudah menemukan meaning dan purpose dalam hidup. Dan ketika para peserta menemukan Grand Why mereka, maka akan muncul pengorbanan dan kesiapan menghadapi segala tantangan, mereka akan terus maju dan bahagia di situasi sesulit apapun termasuk di masa Pandemi Covid-19 ini.

Milad Telkomsel, Ary Ginanjar: 25 Tahun Lalu Saya Dealer Utama Telkomsel

By News No Comments

 JAKARTA – Dr. (H.C) Ary Ginanjar Agustian (Founder ESQ Group) diundang serta hadir saat perayaan milad Telkomsel yang ke-26 tahun pada Kamis, (6/5/2021).

Terlihat Ary Ginanjar berdiri tegap di atas panggung dengan background tertulis “PENGECEKAN JARINGAN DAN LAYANAN TELKOMSEL siaga, WE ARE DIGITAL.”

“25 tahun lalu saya Dealer Utama Telkomsel. Tapi hari ini saya berbeda, saya datang untuk tausiyah semata kepada sahabat lama Telkomsel Sang Juara,” ungkap Ary dihadapan insan Telkomsel.

“Nasib orang ke depan bisa tidak terduga-duga,” lanjutnya.

Acara digelar secara offline, meski begitu protokol kesehatan tetap berlaku.

Seperti biasa, Ary sang motivator Indonesia memberikan pesan moralnya.

“Hormati orang siapapun dia, jangan pernah remehkan orang, karena suatu saat orang biasa itu bisa akan menjadi sesuatu yang luar biasa ke depannya. Dan kita tidak diremehkan oleh orang itu kelak. Setuju?”

Di akhir tausiyah, ia mengucapkan serta mendoakan Telkomsel, pimpinan serta jajarannya.

“Selamat ulang tahun ke 26 Telkomsel. Semoga Allah merahmatimu. Aamiiiin,” harapnya.

Hasil Riset Bridge’s untuk Bekal Insan PT REKIND, Awal Mula Perubahan

By News No Comments

 JAKARTA – Melalui Zoom Meeting pada Selasa (4/5/2021), insan PT Rekayasa Industri (PT REKIND) mengikuti webinar yang mengusung tema “Culture Champion on Boarding Komunitas Amoniak” digelar oleh tim ACT Consulting.

Puluhan insan BUMN itu dipandu langsung oleh Coach Tiko dan Astrain Kemas (trainer lisensi dari Dr. (H.C) Ary Ginanjar Agustian).

“Baik, bapak dan ibu sekarang kita coba lakukan brainstroming yah. Biasanya dan kebanyakan orang menulis dengan menggunakan tangan kanan, betul? Sekarang coba menulis pakai tangan kiri yah,” ajak Tiko dari Studio lantai 23 Menara 165.

Insan REKIND mengikuti instruksi dari sang trainer.

“Nah, karena tidak terbiasa. Nampaknya agak kesulitan untuk mengubah kebiasaan tersebut. Emang sulit mengalami perubahan karena tidak biasa, artinya kita akan mengalami sebuah kondisi saat seseorang itu tidak mau berubah. Kira-kira apa alasan seseorang enggan menghadapi perubahan? ” tanya pria berkacamata itu.

Dengan sigap dan tanggap, para partisipan langsung merespon pertanyaan itu secara bergantian.

Denny Syamsuddin, “Karena terlalu nyaman dengan kondisi yang sudah ada. Ingin stay atau berada di zona nyaman.”

Yusuf, “Dia belum menyadari bahwa dia punya potensi tersendiri hingga akhirnya mengandalkan yang ada saja, tidak mencari kebisaan yang lain, jadi dia seperti itu saja.”

Andyo, “Dia ingin bermain aman saja, ia juga takut gagal jadi tidak mau menanggung resiko yang terlalu besar sehingga dia jadi seperti itu.”

Tiko memberikan applause sekaligus memberikan tanda dua jempol istilah kata ‘top.’

“Yaa betul sekali bapak dan ibu, lebih kurang ini lah yang menyebabkan orang tidak mau berubah di antaranya budaya, nilai-nilai, tradisi lama, perbedaan perspektif dan goal, ketidakpastian, berkaitan dengan kepentingan pribadi (perubahan itu membuat dia merasa terancam). Untuk itu, kita harus menghargai budaya yang lama dan menerima dengan budaya yang baru.”

Oleh karena itu, adanya perubahan bisa mempengaruhi emosional manusia. Seperti sebuah riset dari beberapa tokoh, salah satunya dari Bridge’s terkait perjalanan siklus emosional manusia saat mengalami adanya perubahan.

“Ada 3 model saat seseorang mengalami perubahan. Pertama, dia akan merasa hidupnya sudah berakhir atau ending. Kedua, dia merasa biasa aja gak ada bedanya sebelum ataupun sesudah terjadi perubahan. Dan yang ketiga, dia akan bangkit, bagaikan seseorang yang terlahir kembali atau yang disebut the new beginning,” tutup Tiko.

4 Tipe Orang di Lingkup PT Petrokimia Gresik, Pelajaran dari Tayangan Video!

By News No Comments

 JAKARTA – ACT Consulting mencurahkan ilmunya lewat sebuah program bertajuk “Culture Fertilizer on Boarding Workshop di PT Petrokimia Gresik (PKG) Batch 1” selama dua hari pada Selasa-Rabu (27-28/4/2021) secara online. Puluhan insan PKG dipandu langsung oleh trainer lisensi dari Dr. (H.C) Ary Ginanjar Agustian yakni Coach Nofel Windo.

Nofel menayangkan sebuah video hasil riset dari negeri orang, yang berkaitan dengan karakter atau 4 tipe orang pada umumnya. Video itu mengilustrasikan sebuah keadaan saat mengalami perubahan, atau suatu hal yang baru, dan bagaimana cara kita untuk menghadapinya.

Cara atau langkah dari orang-orang itulah yang menentukan mereka dari golongan atau tipe orang yang seperti apa.

Puluhan peserta terlihat serius namun tetap santai melihatnya.

“Baikkk, dari simulasi video tadi dapat disimpulkan ada 4 tipe orang yaitu innovators, early adaptors, late adaptors, dan resistors.”

Satu persatu ia jelaskan dengan terperinci, agar semuanya lebih paham.

“Innovators yaitu tipe orang yang memiliki inovasi. Saat terjadi perubahan ia langsung bergerak, bertindak. Ia juga yang bisa memberikan contoh kepada yang lain. Kemudian tipe yang early adaptors juga bisa menyesuaikan dengan kondisi yang ada, namun tak setanggap innovators.

Selanjutnya tipe yang ketiga adalah late adaptors, yang artinya dia tipe orang yang ikutserta berubah, beradaptasi, namun harus melihat atau menunggu jika ada hasilnya baru bertindak. Dan yang terakhir yakni resistors, ia hanya terdiam, belum siap ikut berubah bahkan menolak perubahan,” paparnya dengan terperinci.

Selanjutnya, insan PKG dibagi menjadi 4 kelompok (karena ada 4 tipe orang) untuk berdiskusi selama 10 menit dan mempresentasikannya.

“Setiap orang di sini memiliki karakter yang berbeda. Anda perlu memiliki sinergi yang tepat untuk menjadi Culture Fertilizer ini, maka perlu mengetahui sisi negatif maupun positif dari 4 tipe tersebut,” kata trainer beralis tebal itu.

Waktu diskusi telah usai, kini giliran presentasi setiap kelompok. Kelompok resistors mengawalinya, diwakilkan oleh Franky dan Aldifi Kresmagus.

“Untuk resistors, kalau dilihat dari sisi positive characternya yaitu sebagai pemberi kritik, masukan terkait perubahan, berpendirian kuat dan tidak menyukai ketidakpastian. Sedangakan negative characternya itu dia sulit untuk diajak berubah, menjadi provokator dan demotivator,” jelas Franky.

Sedangkan Aldifi jelaskan terkait influence strategies (suatu cara hadapi orang resistors) yakni pendekatan personal, jadikan sebagai kritik atau masukan, ajak dalam proses perubahan, dan berikan pemahaman terperinci.

Perum Jasa Tirta II, Trainer: Group Ini Ada Hubungannya dengan yang Dikatakan Pak Dirut

By News No Comments

JAKARTA – Haris Zulkarnain, Direktur Utama Perum Jasa Tirta II, turut menyapa dan memberikan kata pengantar dalam Forum Leaders Alignment Session di Perum Jasa Tirta II (PJT II) pada Rabu (28/4/2021) secara virtual. Kegiatan ini hasil kerjasama dengan ACT Consulting di bawah naungan Ary Ginanjar Agustian (President ACT Consulting).

“Semoga dengan mengikuti pelatihan ini, kita pun berharap ilmunya bermanfaat, airnya yang tersalurkan menjadi semakin berkah berlimpah, lahan pertanian menjadi lebih subur karena diatur atau di oleh insan jasa tirta, aamiin,” harap Haris. 

Selanjutnya, Coach Rinaldi dan Andry Fallash (trainer lisensi dari Ary Ginanjar) yang memandu insan PJT II tersebut. Ia menayangkan sebuah video, yang di dalamnya ada pertandingan dari All Blacks rugby team melawan tim putih.

“Apakah bapak dan ibu pernah mendengar tim Rugby? Yaa, tim nasional yang mewakili Selandia Baru dalam bidang uni rugbi, dan menjadi salah satu olahraga nasional di negara tersebut.”

Rinaldi menambahkan bahwa tim tersebut selalu unggul dalam bertanding, yakni dari 6 kali pertandingan menang 5 kali juara dunia. Dari 566 pertandingan, mereka menang 500 kali.

“Kemenangan itu mereka raih dari tahun 1903 hingga 2017. 70% mereka menang, setiap akan bertanding mereka gunakan rumus GKF yaitu Gerak, Kata, Fokus. Itulah yang membuat group itu menang,” jelasnya dari studio lantai 18, Menara 165.

Sekitar 50 orang insan PJT II Jatiluhur, Jawa Barat, Subang, dan lainnya terlihat mengiyakan. 

“Group itu ada hubungannya dengan yang dibilang pak Direktur Utama Jasa Tirta II Haris Zulkarnain. 

Maksud dari tayangan tadi adalah ditemukan sebuah rumus bahwa kinerja sama dengan kompetensi dikali energi. Mengandalkan kompetensi saja tidak cukup bukan? Harus dibarengi energi powerfull seperti yang dilakukan ketua group saat menyemangati timnya,” papar trainer. 

Andry Fallash pun share screen, dan menjelaskan dari mulai level low energi hingga high energi.

LAMM PT KAI, Dirut: AKHLAK di PT KAI di tahun 2022 akan Meningkat Drastis

By News No Comments

JAKARTA – Workshop Leadership as Meaning Maker (LAMM) PT KAI dibuka langsung oleh Direktur Utama PT KAI, Didiek Hartantyo pada Jumat (30/4/2021) secara offline di Kota Kembang, Bandung.

Pelatihan ini ditujukan untuk seluruh BoD dan BoD-1 yang juga dihadiri oleh direktur utama, jajaran direksi dan komisaris. Serta dibawakan langsung oleh Ary Ginanjar Agustian (Presiden ACT Consulting) di sesi pertama dan dilanjutkan oleh Rinaldi dan Yendra (trainer).

“Saya yakin dan percaya AKHLAK di PT KAI di tahun 2022 akan meningkat drastis,” tegas Didiek.

Menurut trainer dan tim yang bertugas saat itu, ketika Sang Dirut mengatakan hal tersebut, alam seakan mengaminkan, di tengah hujan yang tiba-tiba turun dengan deras.

“Awalnya suasana di Bandung cerah. Setelah Pak Dirut mengucapkan kalimat itu langsung hujan deras. Setelah paparan dari Pak Dirut, Pak Ary dan kami pun menyalami para BoD, Komisaris dan lainnya. Di tutup dengan doa kurang lebih selama 15 menit. Setelah beres sesi itu, hujan pun selesai juga,” jelas Rinaldi.

Dirut beserta komisaris dan para BoD PT KAI sangat antusias mengikuti workshop ini.

“Tugas leaders adalah memberikan semangat, motivasi, mengingatkan tentang visi dan misi setiap organisasi. Karena yang bikin kita semangat melakukan suatu hal karena adanya misi,” ucap Ary.

Hal itu dibenarkan oleh trainer berkacamata, Rinaldi, “Yaa, jadi apa yang kita sampaikan di training itu bukan teori semata, tapi kami sudah melakukan dan membuktikannya sendiri kemudian dibantu dengan teori yang ternyata sesuai.”

Sampai-sampai, salah satu leader sangat bersemangat bertanya maupun memberikan testimoni. Meskipun workshop berjalan dari pagi hingga sore.

“Setiap pergantian modul, setiap sesi saat training selalu mendapatkan ilmu. Materinya pun saya sampai hafal. Walaupun saya sebagai leader tahu akan hal itu, namun sekarang benar-benar tersadarkan,” ungkap Taufik Hidayat.

PIHC Bungkus Kertas Kerja, Didampingi oleh ACT Consulting

By News No Comments

JAKARTA – Jumat (30/4/2021) Pupuk Indonesia Group (PI Group) atau PIHC gelar FGD Kamus Kompetensi yang didampingi oleh ACT Consulting secara virtual.

Puluhan insan PI Group dipandu oleh Coach Bramanto Wibisono (trainer lisensi dari Dr. (H.C) Ary Ginanjar Agustian) bersama tim.

Tujuan dari kegiatan tersebut adalah untuk merangkum, merevisi, berdiskusi terkait kertas kerja penyusunan kamus kompetensi PI Group untuk jangka waktu 9 bulan ke depan. Karena ACT Consulting menjadi dokter untuk kesehatan PI Group.

Isinya tentang target pribadi, target jangka panjang organisasi, yang berasal dari atau mengupas tuntas dari nilai core values di antaranya kompeten dan adaptif.

“Nah ini kita kaitkan dengan agility yang terdapat 6 point,” ucap Bram.

Kata Tokoh Pembangunan Karakter,  Ary Ginanjar, kita harus memiliki minimal 5 Agility di antaranya:


1. CHANGE AGILITY (Mampu beradaptasi dengan perubahan apapun)

2. MENTAL AGILITY (Mampu bertahan dalam kondisi apapun)

3. PEOPLE AGILITY (Mampu kerjasama dengan siapapun)

4. LEARNING AGILITY (Mampu memahami dan mempelajari hal baru dengan cepat)

5. RESULT AGILITY (Mampu tetap berprestasi dalam kondisi apapun)

Kemudian salah satu insan PI Group share tabel excel dan merevisi FGD berdasarkan indikator perilaku, maupun kunci perilaku.

“Demi mengenali pribadi dan mengembangkan diri secara terbuka dalam rangka proses pembelajaran diri yang tangkas, lincah, dan gesit.”

Suasana acara sangat interaktif, tak hanya omongan serius, tapi diselingi dengan canda tawa sehingga menjadi lebih fun.