Skip to main content

Siapkah Anda Disupervisi Oleh Artificial Intelligence (AI)?

By June 28, 2019Article

Saat ini sejumlah teknologi Artificial Intelligence (AI) telah digunakan untuk melakukan tugas-tugas supervisi di beberapa perusahaan di Amerika Serikat. Hal ini diangkat dalam sebuah artikel dari New York Times bertanggal 23 Juni 2019. Contoh penggunaan sistem AI ini adalah dalam membantu karyawan memperbaiki sikap dan cara menerima telepon dan menghubungi pelanggan di Call Center.

Aplikasi yang digunakan tersebut akan memberikan tanda berbentuk hati apabila nada bicara sang operator tidak terdengar simpatik. Atau tanda berbentuk secangkir kopi yang akan muncul bila operator telepon tersebut terdengar lelah atau mengantuk. Perangkat AI ini pun akan melakukan penilaian menyeluruh kepada seluruh pegawai dan kemudian menentukan siapa yang menjadi pegawai terbaik. Kesemua hal tersebut cukup mewakili tugas seorang supervisor, bukan?

Mengapa  sistem ini dapat diterima secara luas di Amerika, dan digunakan oleh perusahaan asuransi besar disana? Salah satu penyebabnya adalah karena obyektifitas yang dimiliki oleh AI. Belum lagi keluasan cakupan kerja dan kemampuan mesin berpikir itu untuk dapat melakukan evaluasi dan memberikan laporan secara realtime (langsung) saat itu juga. Sehingga perusahaan tidak perlu menunggu waktu beberapa hari untuk seorang supervisor membuat sebuah laporan.

Namun masih banyak juga karyawan yang merasa tidak nyaman dengan semua perubahan yang terjadi tersebut. Bahkan seorang diantaranya berkata “Siapa yang mau memajukan dunia bila kita hanya akan dinilai oleh mesin?”. Sebuah pernyataan yang dapat mewakili perasaan banyak orang yang merasakan dinginnya penilaian mesin yang tidak memiliki rasa manusiawi.

Baca Juga:  Jeff Bezos; Habit Inovasi yang Membuat Amazon Hidup di Masa Depan

Namun, sistem AI semakin hari semakin dibuat agar terkesan hangat, akrab dan dekat, dengan para penggunanya. Sistem seperti yang dibuat oleh IBM dengan produk Watson-nya. Atau sistem AI lainnya yang dikembangkan sendiri secara internal oleh perusahaan seperti yang terjadi di Amazon.

Bagaimana dengan Anda? Teknologi semacam ini mungkin tidak lama lagi akan diterapkan di Indonesia. Apakah Anda siap memiliki AI sebagai supervisor Anda? Atau bila anda seorang manager atau direktur, bagaimanakah sikap Anda dalam menghadapi perkembangan teknologi ini, apakah Anda akan mempercayai sistem AI ini 100%? Atau Anda akan tetap melakukan pengambilan keputusan sesuai perasaan dan hati nurani Anda? Bagaimana masa depan hati nurani di era Artificial Intelligence nantinya? Hal ini mungkin dapat menjadi perenungan bersama. Salam Transformasi Performa dari ACT Consulting.

Beragam inovasi yang dilakukan perusahaan besar kelas dunia harus bisa dipelajari oleh banyak orang di negara kita. Untuk mempelajari cara melakukan manajemen inovasi bisnis, klik disini. Untuk memiliki kemampuan mendesain bisnis mandiri, anda juga bisa klik disini.

Bila memiliki kesulitan atau masalah di beberapa sisi seperti budaya dan penerapan disiplin pencapaian target. Bila itu masalahnya, bagi para Leaders di Organisasi Anda, dapat mengikuti program  Transformational Leadership dari ACT Consulting dengan klik di link ini.

Untuk melakukan perkembangan di organisasi dan korporasi Anda, Anda dapat mempelajari cara membangun budaya perusahaan dengan klik disini. Anda juga dapat mempelajari cara menciptakan strategi yang tepat untuk perusahaan dengan klik disini.

Untuk mendapatkan bantuan mengenai cara membentuk karakter para pegawai dan pimpinan hingga dapat mengakselerasi perubahan yang kompetitif di organisasi Anda, ACT Consulting memiliki langkah-langkah dan metodologi yang diperlukan. Hubungi kami via email di info@actconsulting.co atau telepon ke 0821-2487-0050 (Donna).

Leave a Reply

Open chat
1
Halo,
Ada yang bisa kami bantu?