JAKARTA – ACT Consulting selenggarakan Leadership Development Program V (LDP V) Batch 3 di PT Pupuk Kaltim selama 9 hari pada (25/11-03/12/2020) melalui platform Zoom Meeting.
Sekitar 20 orang peserta yang hadir dalam program tersebut. Mereka dipandu langsung oleh Coach Ramdhani dan Astrain Abri (trainer lisensi dari Dr. (H.C) Ary Ginanjar Agustian).
“Materi hari ini terkait Event ditambah Respon sehingga menghasilkan Outcome. Artinya bagaimana cara kita menghadapi suatu kejadian, apakah respon atau tanggapan kita positif? atau negatif? karena itulah yang nanti akan menentukan hasilnya atau outcome,” papar Ramdhani.”
Hari ke-2 ini, insan Pupuk Kaltim diarahkan oleh Rahmi dari tim ACT Consulting ke dalam breakout room. Kemudian secara otomatis para peserta bergabung dengan kelompoknya masing-masing untuk mengikuti sebuah Quis.
Ada seorang psikolog bernama Rizka yang memantau ‘perjalanan’ atau diskusi beberapa kelompok tersebut.
Inilah beberapa hasil diskusi berupa presentasi dengan menggunakan PPT yang telah mereka lakukan:
JAKARTA – Opening Speech dibawakan oleh Iwan Abdi (Direktur Bisnis Ritel dan Jaringan BNI Syariah) dalam acara yang mengusung tema ‘Guruku, Hasanahku. Joyfulness with Al Quran’ pada Rabu (25/11/2020) melalui platform Zoom. Kemudian dilanjutkan oleh Coach Abdul Haris Muchtar (Trainer ESQ).
Webinar ini dilaksanakan atas hasil kolaborasi antara Pelatihan Manajemen Masjid (Masjidku Hasanahku), Yayasan Hasanah Titik, BNI Syariah, dan ESQ Leadership Center.
Menurut Iwan acara ini penting diselenggarakan untuk mendorong masjid-masjid menjadi pusat pengetahuan mengenai metode pembelajaran, tempat untuk saling tukar pikiran sesama pengajar dengan metode yang baik dan benar.
“Masjid adalah tempat ibadah. Tetapi masjid bukan untuk tempat ibadah saja. Melainkan tempat pembelajaran atau fasilitas bagi guru ngaji. Sebagai pusat aktivitas kegiatan sosial masyarakat.”
Selanjutnya, ia memaparkan bahwa sejak tahun 2018, BNI Syariah sudah membangun atau kerjasama dengan 3.700 masjid, 6.102 peserta dengan jangkauan hampir di 20 kota seluruh Indonesia.
Terkait dananya itu berasal dari hasil penjualan kupon wakaf. Sehingga BNI Syariah pun mendapatkan penghargaan sebagai penyalur pertama pembiayaan berbasis wakaf.
“Pada kesempatan ini kami atas nama manajemen merasakan keprihatinan yang mendalam atas musibah Covid-19 ini. Khususnya BNI Syariah harus tetap berkomitmen di kondisi apapun dengan memberikan yang terbaik sesuai dengan prinsip-prinsip syariah,” paparnya kepada sekitar 200 orang dalam forum webinar pagi ini.
Ia menjelaskan maksud dan tujuan diadakannya acara ini, yakni sebagai program latihan di bidang pendidikan dalam memperingati Hari Guru, serta memberikan apresiasi atas jasanya yang luar biasa.
“Kami memberikan bantuan insentif kepada guru ngaji setiap bulan selama 2 tahun. Karena guru adalah seorang yang memberikan inspirasi, panutan kepada kita serta mewarnai seluruh kehidupan seseorang,” sambungnya.
Para peserta webinar mendapatkan doorprize berupa free certificates dan hadiah kuota internet 100 ribu (untuk 100 orang pertama yang mendaftar). Mereka pun terlihat sangat menikmati acaranya, dan aktif menuliskan komentar di kolom chat. Salah satunya dari wanita bernama Asni.
“Bantuannya sangat bermanfaat utamanya bagi kami guru-guru ngaji.”
JAKARTA – Senin (23/11/2020) ACT Consulting laksanakan training Building Integrity di PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) bersama Coach Iman Herdimansyah dan Coach Sandi (trainer lisensi dari Dr. (H.C) Ary Ginanjar Agustian) by Zoom. Tujuannya adalah untuk membangkitkan motivasi para pekerja di PT TMMIN.
Dadan Hasbullah (Asmen HRD) memberikan sambutan sekaligus membuka acara.
“Diharapkan peserta mendapatkan semangat lagi agar bisa menghadapai kondisi pandemi dengan optimis, sehingga bisa berdampak kepada pekerjaan untuk meningkatkan kinerja,” paparnya.
Training itu ditujukan untuk 20 orang insan TMMIN dari berbagai level karyawan, serikat pekerja, HRD.
Gelaran ini hasil kolaborasi antara PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia dengan ACT Consulting. “Untuk menghadapi segala kondisi kita harus harus siap, dan praktekkan ilmu GERAK, KATA, FOKUS…” kata Coach Iman.
Saat memandu, Coach Iman paparkan dan praktekkan tentang gaya agar kita senantiasa semangat dan bersinergi yakni dengan posisi Karate Pose serta Sumo Pose.
Antusiasme para peserta webinar terlihat saat mereka pun ikutserta mengikuti pose atau gaya yang Iman contohkan.
“Semoga trainingnya lancar dan memberikan insight yang powerful untuk tim TMMIN sehingga menjadi bekal pribadi dan di pekerjaan. Aamiin,” harap Diana salah satu tim ACT Consulting.
JAKARTA – Dr. Imam Suprabowo (Dosen KPI UMY) berada dalam 1 forum bersama Coach Rendy Yusran (Direktur ESQ School of Communication) dalam Webinar Series: Mengajar Ala ESQ pada Senin (23/11/2020) via zoom.
Sekitar 90 orang yang hadir dari seluruh Indonesia, ingin mengetahui cara memahami seni dalam memfasilitasi Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ). “Level tertingginya dari PJJ yaitu Asynchronous, yaitu diharapkannya keaktifan dari siswa,” ucap Imam dari zoom dengan mengenakan pakaian berwarna biru muda.
Menurut Imam, sistem PJJ Synchronous itu adalah pembelajaran seperti yang terjadi saat ini (online), adanya jarak antara guru dan siswa tanpa harus berada di 1 tempat namun dalam waktu yang bersamaan. Sedangkan Asynchronous yakni adanya jarak antara guru dan siswa dalam proses belajar, namun di waktu yang tidak bersamaan (siswa bisa menyesuaikan waktu belajarnya sendiri).
“Barometer pembelajaran jarak jauh ini penting bagi siswa khususnya di UMY itu sendiri. Karena diperlukan analisis satu per satu atau perlunya literasi penilaian, misal berdasarkan catatan terinci dalam penugasan. Kita mampu mendeteksi sisi kepahaman pengajaran kita ke siswa,” lanjutnya.
Para peserta dari berbagai kalangan itu pun nampak sungguh-sungguh ikuti seminar online ini, terlihat dari keaktifannya pada forum. Coach Rendy pun mengajak peserta untuk berinteraksi dengan sebuah pertanyaan.
“Ada berapa momen krusial saat proses PJJ berlangsung yang masuk ke Long Term Memory para siswa? Karena metode itulah yang jangan sampai hilang dari sistem pengajaran kita.” Beberapa peserta merespon dan menjawab pertanyaan itu, salah satunya bernama Refa dari TOP Fasil.
“Ada 3 moment yaitu pada saat opening, klimaks/inti serta closing,” jawabnya.
JAKARTA – ACT Consulting adakan Training Building Integrity PT. Bank Sulselbar dengan tema “Building Integrity Mental Attitude for Change Agent (AoC)”, dengan tujuan untuk meningkatkan motivasi dan rasa bersyukur para AoC. Event tersebut di buka oleh team SDM dari Bank Sulselbar.
Kegiatan ini dilaksanakan selama 2 hari pada Senin-Selasa (23-24/11/2020) di Hotel Claro Makassar. Training untuk seluruh AoC ini dibawakan oleh Coach Heidy dan Astrain Oppi (trainer lisensi dari Dr. (H.C) Ary Ginanjar Agustian). Coach Heidy menyampaikan materi terkait Integrity dan Motivasi serta rasa bersyukur dalam bekerja kepada 55 orang insan AoC. Mereka hadir dengan mengenakan batik secara serentak.
Menurut Ramban, salah satu tim ACT Consulting, mengatakan bahwa para peserta sangat antusias mendapatkan materi dan sangat ingin langsung mengimplementasikannya dalam pekerjaan sehari-hari.
“Semoga mereka mendapatkan manfaat sebesar-besarnya & mengimplementasikan ilmu yang didapat setelah training ini, aamiin…” harapnya.
JAKARTA – PT Bukit Asam mengirim timnya untuk kesekian kali kepada ACT Consulting. Kali ini sekitar 100 orang yang ikutserta dalam Program Unlock The AKHLAK Values Batch 9, yang diselenggarakan selama 3 hari pada Selasa-Kamis (17-19/11/2020) via Zoom.
Mereka berasal dari wilayah yang berbeda di antaranya Tarahan, Tanjung Enim, Kertapati, dan Sawah Lunto.
Instansi yang disingkat PTBA itu adalah anak perusahaan Inalum yang berfokus pada pertambangan batu bara.
Fasilitator dari acara itu adalah Coach Adek dan Coach Sandy (Trainer lisensi dari Dr. (H.C) Ary Ginanjar Agustian). Coach Sandy bicara tentang Outer Journey yang merupakan paparan atau untaian kata dari Ary Ginanjar.
Ia juga menghantarkan ilmu Brain Wave atau beberapa gelombang otak kepada para peserta di antaranya Gamma, Beta, Alpha, Theta, Delta.
“Tujuannya adalah kita harus mengendalikan gelombang otak ke dalam titik Alpha yaitu dalam keadaan tenang. Sehingga akan terasa mudah saat menginternalisasikan core values AKHLAK di dalam kehidupan sehari-hari. Karena diri kitanya sudah tenang dan bisa berfikir jernih.”
Oleh karenanya, di awal acara insan BUMN itu sudah melewati sesi ‘Ngopi’ atau ngobrol pagi dengan santai dan rileks. Tentu saja atas arahan dan bimbingan para Coach ESQ.
Tujuan dari event ini salah satunya adalah membangun mindset para insan PTBA memiliki AKHLAK dalam diri seperti rasa syukur yang tinggi sehingga selalu siap dalam menghadapi perubahan yang akan terjadi (agility), mendahulukan kepentingan organisasi dibanding kepentingan pribadi, dan selalu bersikap professional terhadap organisasi.
JAKARTA – Hendra Hermawan sebagai Manager Pembelajaran Non Teknis di PT Pembangkitan Jawa-Bali (PJB) berikan sambutan serta menyapa timnya dalam Training Change Leadership Batch 3, yang dilaksanakan selama 3 hari penuh pada Rabu-Jumat (18-20//11/2020) by Zoom Meeting.
Program hasil kolaborasi dengan ACT Consulting ini diikuti oleh puluhan Supervisor PJB.
Di awal sesi, Insan BUMN itu diberikan sebuah games bernama ‘Kahoot!’ yang dipandu oleh Astrain Hafiizh (trainer ESQ). Antusiasme dan semangat mereka terlihat dari layar zoom, saat acara berlangsung.
Games pun usai, selanjutnya paparan materi yang akan disampaikan oleh Coach Dudi Supriadi (trainer lisensi dari Dr. (H.C) Ary Ginanjar Agustian).
“Saya akan bercerita tentang dua sosok leaders hebat yaitu Steve Jobs dan Tim Cook. Keduanya mempunyai gaya kepemimpinan yang berbeda.”
Menurut Dudi, ada 2 tipe kepemimpinan yaitu Visionary Leader dan Tactical Leader. Kesimpulan itu ia lontarkan setelah mengetahui fenomena yang dialami kedua leaders tersebut.
“Kalau melihat kisah Steve Jobs ia adalah orang yang visioner dan memiliki impian jangka panjang, tidak untuk saat ini saja. Itu yang disebut Visionary Leader. Berbeda dengan Tim Cook yang bekerja untuk saat ini saja sedangkan memandang ke masa depan presentasenya sangat kecil,” sambungnya.
Pria berseragam ESQ itu bertanya kepada insan PJB tentang tipe kepemimpinan yang mereka jalani selama ini? Ternyata mereka menjawab kedua-duanya.
“Untuk yang sudah masuk tipe Visionary Leader lanjutkan semoga konsisten. Bagi yang belum, diharapkan ingat kembali visi serta misi yang ada di organisasi kalian. Karena seorang leader harus memahami misi dan visi atau yang disebut Grand Why,” tutur Dudi.
Grand why dalam kamus ESQ merupakan pengabdian manusia kepada pencipta-Nya serta mengetahui meaning and purpose dalam hidup.
“Mengapa misi penting? Mengapa harus mewujudkan misi yang sudah ditetapkan? Karena misi menjadi alasan kita agar tetap semangat dari pagi hingga sore, tetap semangat kerja dan tak kenal lelah. Serta menjadikan misi itu sebagai ibadah kepada Sang Pencipta,” tutupnya.
Oleh karenanya, Coach Dudi beberkan tahap Change Leadeship kepada para insan di PJB. Tujuannya agar mereka menjadi leader yang visioner, mampu melaksanakan misi dengan baik, hingga Indonesia Emas tahun 2045 bahkan lebih.
JAKARTA – KOMBES Pol. Dr. Andry Wibowo, SIK, M. Si selaku KABAG. BINGADIKWA LEMDIKLAT POLRI telah membuka sebuah Pelatihan dan 3.0 Coaching Training Peningkatan Kemampuan Pengasuh Taruna AKPOL – LEMDIKLAT POLRI hasil Kolaborasi dengan ACT Consulting.
Materi training ini dibawakan oleh Coach Eka dan Astren Rudi (trainer lisensi Dr. (H.C) Ary Ginanjar Agustian) selama 3 hari pada Selasa-Kamis (17-19/11/2020) secara online.
Hari kedua ini, sekitar 41 orang dalam webinar diberikan beberapa test sebagai review di hari sebelumnya. Mereka ditanya terkait 2 jenis coaching, coaching principles asking, ESQ Model dan lainnya. Rata-rata jawaban yang dilontarkan oleh insan Polri itu terkesan ragu-ragu, bisa dilihat langsung dari wajah mereka pada layar zoom.
“Kalau tidak dipraktekkan nanti hilang atau lupa. Maka dari itu harus mempraktekkannya agar ilmu itu kekal,” kata Eka sambil tersenyum dan menggelengkan kepada.
Trainer ESQ itu menjelaskan tentang ESQ 3.0 Coaching Model bahwa pada lingkaran terluar yaitu ada performance coaching atau goals. Sebelum itu, hidupkan energi kita di dalam Inner Drive.
“Di sinilah letak TRIBRATA keluar. Jadi hari ini fokus di titik putih. Karena tugas bapak dan ibu adalah membantu anak didiknya dalam menggapai impian khususnya untuk para taruna,” sambungnya dari Studio lantai 18 Menara 165.
Setelah sesi materi, saatnya para pimpinan Polri Practice Coaching for Meaning and Purposenya. Moderator akan mengarahkan pembagian kelompok dan menyediakan 7 pertanyaan untuk dijawab oleh masing-masing orang.
“Saat saya meng-coaching pak Cahyono dirinya terdorong untuk selalu berbuat baik kepada siapapun selama hidup serta ketulusan bekerja. Katanya sudah ikhlas bikin orang lain baik deh. Ia juga ingin para perwiranya lakukan self control, karena kebaikannya buat mereka sendiri,” papar Diki.
JAKARTA – Dwi Heriyanto B. Vice President HCSM Telkom hadir bersama kurang lebih 1.200 insan Telkom dalam Program Living in The Grand Why Core Values AKHLAK yang dilaksanakan oleh ACT Consulting pada Rabu (18/11/2020) via daring.
Dwi dengan gestur tubuh yang enjoy terlihat dari layar Zoom memaparkan sekaligus mengingatkan timnya yang berasal dari berbagai wilayah, golongan, bahkan agama terkait Akronim AKHLAK yakni Amanah, Kompeten, Harmonis, Loyalitas, Adaptif, dan Kolaboratif.
“Saya yakin dengan program ini Insya Allah dari sekian ribu orang di Telkom grup akan ada yang menjadi direksi untuk selanjutnya. Sudah terbukti dari training yang diberikan pak Ary Ginanjar serta ESQ ini untuk jangka panjang,” paparnya dengan mengenakan baju kemerahan.
Insan BUMN itu dipandu langsung oleh Dr. (H.C) Ary Ginanjar Agustian (CEO ESQ Group) serta Coach Ramdani (Trainer ESQ) dari Studio lantai 23 Menara 165.
“Sebelum Anda bertemu dengan saya, Anda berangkat darimana? Apakah dari bawah ke atas atau dari atas ke bawah? Tolong jujur ya,” tanya Ary.
Moderator membacakan hasil respon atau jawaban para peserta webinar dalam kolom chat. Rata-rata dari mereka menjawab dari bawah ke atas sembari istigfar.
“Baik terimakasih. Jadi, manusia apabila menemukan Grand Whynya barulah kita punya meaning dan purpose. Sebuah kehidupan yang baru karena berangkat dari atas ke bawah bukan bawah ke atas,” lanjutnya.
Tokoh 4 In 1 (Motivator, Educator, Author, Entrepreneur) itu memaparkan bahwa Grand Whynya adalah semua yang dilakukannya semata-mata karena pengabdian kepada Sang Maha Pencipta. Sedangkan kontribusinya menyebarkan 3 kecerdasan intelektual, emosional, dan spiritual kepada banyak orang khususnya Bangsa Indonesia.
Seorang wanita salah satu insan Telkom mengaku terkesan dengan training siang ini. Ia juga sharing tentang Grand Why dan kontibusinya di dalam kehidupan ini.
“Pak Ary luar biasa kami bersyukur bisa mendengar sharing hari ini. Di sini saya akan mengatakan bahwa spirit itu adalah something yang bersifat universal meski berbeda agama. Grand why saya adalah connect dengan Tuhan. Sedangkan kontribusinya harus menghasilkan karakter Tuhan di dalam hidup saya,” tutur Lydia.
JAKARTA – Kalemdiklat Polri Komjen Pol. Arief Sulistyanto membuka kegiatan Program Transformasi Diri untuk Peserta Didik Pendidikan dan Pembentukan Bintara Tahun Ajaran 2020/2021 pada Rabu (18/11/2020) melalui daring. Event terbesar di Lemdiklat Polri itu melibatkan ESQ dalam kolaborasinya. ‘IHT One Day Coach SERDIK DIKTUKBA POLRI’ adalah tema yang mereka ambil, dan diikuti oleh sekitar 10.250 Bintara dari Sabang hingga Merauke.
31 SPN dan 1 Sepolwan Lemdiklat POLRI itu dipandu oleh Coach Iman Herdimansyah dan Asisten Rudi (Trainer Lisensi dari Dr. (H.C) Ary Ginanjar Agustian).
Aktivitas calon polisi pagi ini berlangsung sangat ramai dan gemuruh, penuh semangat, nampak dari layar zoom studio lantai 18 Menara 165. Trainer ESQ itu beberkan modal sukses polisi dalam waktu 7 bulan ke depan bahkan lebih. Semuanya berhubungan dengan TRIBRATA yaitu Physical Happiness (IQ), Emotional Happiness (EQ), dan Spiritual Happiness (SQ).
“Ikuti ini sebagai sebuah kalimat afirmasi. Saya seorang polisi yang cakap menguasai tugas-tugas polisi (IQ), yang peka terhadap rasa (EQ), dan sepenuhnya sadar berbakti kepada Tuhan melalui bakti kepada bangsa dan negara (SQ),” papar Iman sambil menaruh tangan kanannya di dada diikuti ribuan Bintara.
Para Bintara ditanya oleh Coach Iman bahwa dimanakah pusat pengendalinya dari ketiga modal itu, apakah IQ, EQ, atau SQ? Mereka serentak menjawab spiritualitas. “Ya, itulah spiritualitas sebagai pusat kesadaran kita sebagai seorang polisi. Ternyata sudah berada di titik tengah yang ada di atas topimu juga pangkatmu yakni 3 bintang TRIBRATA” jelas trainer lisensi Ary Ginanjar itu.
Menurutnya, TRIBRATA itu berbunyi Rastra Sewakottama (Berbakti kepada Nusa dan Bangsa dengan penuh ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa).
Tak hanya itu, Iman jelaskan secara gamblang tentang 3 mental state di antaranya Gerakan tubuh yang bisa membangun semangat, Kata-kata yang mempengaruhi emosi, Fokus dengan apa yang akan dicapai. Namun, semua itu tentu dalam hal-hal yang positif.
“Ilmu ini sangat sederhana, bisa di bawa pulang dan memperbaiki diri dengan waktu cepat yakni tentang Mental State atau keadaan mental terbaik dari setiap orang,” jelas Coach Iman dengan sangat antusiasme dan gerak tubuh yang energic.