Skip to main content

Himbauan Bupati Paser untuk Seluruh ASN, ESQ Siap Memotivasi Kinerja ASN

By News No Comments

JAKARTA – Hj. Syarifah Masitah Assegaf, SH (Wakil Bupati Paser) hadir dalam Seminar yang digelar oleh ESQ Leadership Center, mewakili dr. Fahmi Fadli (Bupati Paser). Seminar tersebut mengusung tema “Meningkatkan Motivasi Kinerja ASN di Kabupaten Paser.” Tujuannya yaitu membangun optimisme dalam meraih ASN yang profesioanal demi terwujudnya Paser MAS.

Selain Syarifah, Drs. Katsul Wijaya, M. Si (Sekretaris Daerah Kab. Paser), Drs. Suwito (Ka BKPSDM Paser) serta 250 orang ASN lainnya hadir dalam seminar online tersebut.

Di awal sesi, Syarifah menyampaikan sambutannya yang berisi tentang himbauan dari Bupati Paser.

“Bupati Paser menghimbau agar seluruh ASN dapat mendorong Visi Maju, Adil dan Sejahtera dengan cara meningkatkan profesionalitas, dedikasi yang tinggi dan dapat beradaptasi dengan perubahan lingkungan kerja yang semakin maju,” tegasnya di dalam forum zoom meeting pada Senin (5/7/2021).

Selain itu, ASN diharapkan dapat membangun jaringan hubungan sosial dengan sesama Aparatur maupun dengan para pihak stakeholder. Sehingga dapat meningkatkan kualitas kinerja dan kualitas pelayanan yang terbaik untuk masyarakat.

Untuk itu, Coach Andry Fallash dan Coach Abri (trainer lisensi Dr. (H.C) Ary Ginanjar Agustian) memberikan beberapa materi untuk bekal insan ASN.

“Sebelum lanjut ke sesi berikutnya, saya mau tanya kepada bapak dan ibu. Kira-kira apa yang diharapkan dari seminar kali ini?” tanya Abri.

Tak lama kemudian, kolom chat sudah mulai dipenuhi dengan jawaban dari para partispan di antaranya:

 Kadis Dikbud Paser, “Mental dan kemampuan berpikir kreaktif dan inovatif.”

Zainal Abidin Plt. Kabid P2K Disnakertrans, “Komunikatif, disiplin, jujur dan bekerja bertanggung jawab.”

Hatimah Taher, “Semoga seluruh Pegawai di Kabupaten Paser menjadi pegawai yang amanah, cerdas, kreatif, berkualitas secara ESQ aamiin.”

RSUD_Adhisetya, “Motivasi menjadi ASN yang selalu berinovasi dan berprestasi.”

“Wah luar biasa sekali jawabannya. Lalu bagaimana membangun ASN yang professional dan budaya organisasi yang unggul? Kita harus memperhatikan 3 macam ini yaitu values (nilai) 25%, sistem 35%, dan leadership (kepemimpinan) 40%,” jelas Andry.

Andry memberikan contoh values atau nilai-nilai yang ada di ESQ yaitu Jujur, Tanggungjawab, Visioner, Disiplin, Kerjasama, Adil, Peduli.

“Jadi setiap organisasi harus punya nilai-nilai seperti itu. Dan kalau kita lihat di berbagai BUMN juga sekarang kompak core values budayanya namanya AKHLAK. Mudah-mudahan Kabupaten Paser pun punya. Lalu nilai tersebut kita internalisasi dan eksternalisasikan sehingga menjadi karakter atau perilaku yang mendarah daging di tubuh kita,” lanjutnya.

Selain membangun nilai-nilai, Coach Andry Fallash menganjurkan untuk membangun sistem serta leadership juga.

“Kita harus membangun sistem regulasi. Jadi perlunya memberikan penghargaan kepada orang-orang yang menjunjung tinggi nilai-nilai. Sehingga nilai yang sudah ditanamkan lalu dijaga oleh sistem. Maka sistem ini ditegakkan atau dibuat oleh para leader. Karena leaders-lah yang menjadi role model bagi mereka,” papar trainer ESQ itu dengan senyuman yang merekah dan semangat yang membara.

MA RI, Hakim Niaga Hadapi Sidang dengan Cara Seperti Ini!

By News No Comments

 JAKARTA – Rabu (19/5/2021) telah berlangsung online class yang dilaksanakan oleh ESQ Leadership Center dalam rangka Sertifikasi Hakim Niaga Bidang Kepailitan dan PKPU. Program yang digelar oleh ESQ itu dinamakan PTP MA RI (Hakim Niaga).

Ada sekitar 70 peserta webinar pagi ini. Mereka dibimbing langsung oleh Coach Tiko dan Coach Adek (trainer lisensi Dr. (H.C) Ary Ginanjar Agustian).

Di awal sesi, puluhan para hakim seluruh Indonesia diajak senam Muhammad Ali agar semangatnya lebih membara saat mengikuti webinar.

Terlihat dari layar zoom, gerakan mereka sangat energic dibandingkan trainernya. Sesekali, mereka tertawa renyah menikmati lagu dan gerakan yang dipraktekkan trainer.

Ternyata, senam ringan itu bukan hanya sekedar hiburan semata untuk mereka. Namun ada hubungannya dengan webinar kali ini. “Agar mencapai level energi tertinggi menurut dr. David Hawkins, maka kami ajak bapak dan ibu untuk senam,” kata Adek dari Studio lantai 18 Menara 165.

“Dari senam juga kita belajar tentang Gerak, Kata, dan Fokus atau disingkat GKF. Itulah rumus yang selalu Pak Ary ajarkan kepada semua orang. Mari uji bersama-sama rumus GKF ini,” ajak Tiko kepada puluhan peserta.

Tiko memberikan arahan sekaligus mempraktekkannya di depan insan Hakim Niaga. Mulai dari Gerak, dengan cara tegapkan badan, pandangan lurus ke depan, kemudian senyum 10 detik.

“Apapun tantangan yang dihadapi, hal pertama yang harus dilakukan adalah gerak. Misalnya ketika kita sedih, bingung, duduk terpaku dan kepala menunduk ke bawah. Usahakan gerak dulu, bangun dari kursi, tegapkan badan, berusaha tersenyum. Intinya harus tetap menjaga diri kita agar berada di level energy yang tinggi,” jelas pria berkacamata itu.

Tak hanya Gerak yang dijelaskan dan dipraktekkan oleh trainer. Namun ada 2 rumus lagi yaitu kata-kata dan fokus ke hal yang positif.

Tiko memberikan ilustrasi dengan cara menempelkan jempol dengan telunjuk, lalu diusap-usap perlahan. Saat jari itu diusap, Tiko mengatakan hal yang positif dan negatif secara bergantian. Hal itu diikuti oleh seluruh partisipan dalam acara.

“Nah kira-kira apa perbedaannya dari yang kita praktekkan tadi menurut bapak dan ibu? Tepatnya saat jemari tersebut diusap kemudian saya mengucapkan kata-kata negatif dan positif secara bergantian,” tanyanya.

Beberapa hakim mencoba untuk menjawab, di antaranya Nurnaningsih Amriani.

Ia mengatakan, “Beda coach, lebih halus usapan di jemari kalau dibarengi dengan kata-kata positif. Sebaliknya kalau kata-kata negatif jari jadi kasar.”

Hakim yang lain mengiyakan tanda setuju dengan pendapat wanita asal PN Simalungun itu. Rata-rata di kolom chat juga menyatakan hal demikian.

Ada juga yang menuliskan dengan kalimat berikut, “Energinya lemah kalau mendengar kata-kata negatif, kalau kata-katanya positif semakin kuat energinya di dalam tubuh.”

“Terimakasih atas respon dan kerjasama bapak dan ibu. Nah kesimpulannya, jika sedang menghadapi persidangan, sedang mumet, dan lainnya. Hal utama yang perlu dilakukan adalah mengkondisikan diri Anda dengan gerak atau senyum dulu. Kemudian kata-kata yang positif, karena akan mempengaruhi perasaan psiologis tubuh. Terakhir, fokus dan bertindaklah dengan tepat,” papar trainer ESQ itu.

Tiko berharap ilmu yang dijelaskan saat webinar bisa dimengerti dan diaplikasikan langsung oleh para Hakim Niaga. Khususnya saat proses persidangan berlangsung.

Mereka pun setuju dan merespon bahwa akan mengimplementasikan ilmu-ilmu ESQ dilingkup kerja atau dimana pun mereka berada.

Riset Implementasi AKHLAK di BUMN Periode September 2020 – Mei 2021

By News No Comments
Menteri BUMN, Erick Thohir telah meresmikan AKHLAK sebagai core values di lingkup Kementerian BUMN pada Juli 2020 lalu. Budaya kerja atau core values AKHLAK diukur juga tingkat implementasinya.
Berdasarkan hasil riset pengukuran indeks kesehatan budaya kerja AKHLAK yang telah dilakukan oleh ACT Consulting selama periode September 2020 – Mei 2021 terhadap 47 BUMN dan Anpernya diketahui indek rata-rata sebagai berikut:
1. Rata-rata Indeks Kesehatan Budaya AKHLAK BUMN adalah 62.5% atau CUKUP SEHAT dan berada pada kategori B, namun memiliki beberapa isu yang harus diperbaiki.
2. Indeks Energi Positif Kesehatan Budaya AKHLAK, yaitu sejauh mana tingkat energi positif yang mendukung produktivitas karyawan dalam mancapai target yang ditetapkan.
Dalam riset, didapatkan rata-rata indeks Energi Positif Kesehatan Budaya AKHLAK adalah 82.1% atau SEHAT, berada pada kategori A. Organisasi memiliki energi positif yang tinggi dan mendukung pencapaian kinerja organisasi dengan efektif dan efisien.
Meskipun minor, ada faktor penghambat yang mempengaruhi energi positif harus segera ditangani agar organisasi dapat berkinerja lebih baik.
3. Indeks Implementasi AKHLAK, sejauh mana tingkat implementasi nilai AKHLAK, yang dialami dan diamati oleh para karyawan dalam perilaku kerja sehari-hari.
Didapatkan hasil: Rata-rata Tingkat Implementasi AKHLAK di BUMN dan Anper adalah rendah (43.1%) dimana Pegawai kadang-kadang mengimplementasikan AKHLAK dalam perilaku kerja sehari-hari.
4. Tingkat Implementasi AKHLAK paling rendah di BUMN saat ini adalah pada nilai ADAPTIF (36,5%), HARMONIS (37,7%) dan LOYAL (37,7%).
5. Indeks Keseimbangan adalah Fokus BUMN dan Anper. Ditemukan bahwa Rata-rata
Keseimbangan Fokus BUMN adalah CUKUP SEIMBANG dengan indeks 73.9% (kategori B).
Organisasi memiliki fokus kinerja yang cukup terintegrasi ke 5 area kesadaran organisasi, dan masih memerlukan peningkatan fokus pada area meaning purpose.
6. Indeks Keselarasan Nilai Pribadi dan Organisasi Budaya AKHLAK adalah mengetahui tingkat keterikatan karyawan terhadap organisasi. Dalam riset, ditemukan bahwa Rata-rata Indeks Keselarasan Nilai Pribadi dan Organisasi BUMN adalah 54.4% atau CUKUP SEIMBANG ( kategori B ).
Hal ini bisa ditingkatkan dengan menyelaraskan nilai pribadi dengan nilai organisasi melalui program internalisasi.
7. Indeks Keselarasan Budaya Organisasi saat ini dan yang diharapkan adalah menganalisa sejauh mana tingkat kepercayaan yang ada di diri karyawan terhadap transformasi budaya organisasi di masa mendatang.
Dalam riset, diketahui bahwa Rata-rata Indeks Keselarasan Budaya Organisasi saat ini dan yang diharapkan BUMN adalah 58.9% atau CUKUP SEIMBANG ( kategori B ), dimana budaya organisasi saat ini sudah terfokus terarah sesuai dengan track yang diinginkan, namun memerlukan penyesuaian minor.
Metodologi riset ini dilakukan secara daring, dengan stratified random sampling, dengan memperhatikan validitas realiabilitas, di validasi melalui Focus Group Discussion.
*Riset ACT Consulting per Mei 2021

Mengenal 6 Tipe Leadership

By Article No Comments

Seorang pemimpin bisa saja sukses memimpin organisasi A, tetapi bisa gagal ketika dia dipercaya memimpin organisasi B. Hal ini bisa terjadi ketika dia menerapkan tipe leadership yang tidak tepat. Karena tipe kepemimpinan yang diterapkan di organisasi A, belum tentu cocok digunakan untuk organisasi B.

Daniel Goleman, penulis buku Emotional Intelligence, mengatakan bahwa ada 6 tipe kepemimpinan yang mempengaruhi cara seseorang memimpin dan mengambil keputusan. Secara garis besar, berikut ke enam tipe kepemimpinan tersebut:

  • Authoritative

Tipe pemimpin yang visioner dan antusias dengan pendekatan tegas, tapi adil. Kemampuan berempati yang baik juga dimiliki tipe pemimpin ini. Dibanding mendikte anggota timnya tentang langkah yang harus dikerjakan, leadership tipe ini lebih mengajak tim untuk mencapai bersama-sama tujuan dan target yang telah dirancang.

  • Democratic

Masukkan seluruh anggota tim adalah hal berharga bagi pemimpin demokratis. Bahkan pemimpin tidak segan proaktif meminta pendapat anggotanya. Sebelum memberikan instruksi eksekusi sebuah ide, pemimpin tipe ini akan mendengar pendapat seluruh anggota tim terlebih dahulu. Pemimpin tipe demokratis merupakan tipe pendengar yang baik.

  • Coaching

Untuk anggota tim yang ingin karirnya berkembang, ngobrol dengan pemimpin yang penuh empati dan positif ini akan sangat membantu. Ketika kamu membicarakan tujuan hidupmu di masa depan, pemimpin tipe coaching akan mengajak diskusi tentang hal-hal yang perusahaan bisa lakukan untuk memfasilitasi keinginanmu.

  • Coercive

Tipe leadership yang sebaiknya dihindari. Pemimpin tipe ini cenderung menerapkan cara ala militer. Segala permintaannya harus dilaksanakan segera tanpa bantahan. Meski dapat meningkatkan performa tim dalam jangka pendek, namun risiko jangka panjangnya lebih besar. Kepemimpinan tipe ini dapat meninggalkan kesan buruk dan menurunkan motivasi kerja anggota tim.

  • Pacesetting

Pemimpin tipe pacesetting cenderung memiliki ekspektasi yang tinggi terhadap sesuatu. Berorientasi pada pencapaian, sangat disiplin waktu, selalu menginginkan yang terbaik, dan memiliki tingkat toleransi yang rendah terhadap anggota tim dengan performa buruk. Terkadang, dibanding mendelegasikan pekerjaan pada anggota tim, pemimpin tipe ini lebih memilih mengerjakannya sendiri.

  • Affiliative

Tipe kepemimpinan yang berorientasi pada kebutuhan emosional anggota tim. Hubungan pribadi yang harmonis merupakan hal yang ditekankan oleh pemimpin affiliate. Segala bentuk konflik yang terjadi di dalam tim, sebisa mungkin segera diselesaikan oleh pemimpin tipe ini.

Demikian enam tipe leadership yang perlu Anda ketahui. Ingin jadi pemimpin yang dibutuhkan perusahaan dan organisasi? Kembangkan kemampuan kepemimpinan Anda dengan mengikuti leadership development program di ACT Consulting. Hubungi kami melalui email di info@actconsulting.co atau telepon ke 0821-2487-0050 untuk mendapatkan saran program pelatihan kepemimpinan sesuai kebutuhan organisasi Anda.

Change Agent Bertransformasi Jadi Super Hero, Leaders Harus Siap Bantu!

By News No Comments

Lebih dari 320 leaders dan change agent dari berbagai perusahaan atau organisasi join dalam Seminar Corporate Culture Spesialis dengan Topic “CHANGE AGENT: When The Leader Let Me Walk Alone”, yang berlangsung via daring pada Rabu (30/6/2021).

ACT Consulting yang gelar event tersebut, turut mengundang praktisi konsultan yaitu Yuli Purwanti. Eka Chandra (trainer lisensi Dr. (H.C) Ary Ginanjar Agustian) selaku moderator bantu bacakan Column Vitae-nya (CV).

“Apapun transformasinya, baik transformasi bisnis atau budaya, transformasi itu biasanya sebuah journey hingga menuju destinasi. Beda dengan change agent itu lebih dari sekedar berubah. Misalnya berubah jadi spiderman, superman, atau super hero lainnya. Itu dia tidak sekedar ganti pakaian atau kostum tampilan luar saja tetapi menganti semua termasuk karakter, kekuatan super, bahkan energi yang lebih menggebu-gebu. Para leaders harus menuntunnya,” jelas Yuli selaku Leadership and Culture Specialist.

Oleh karenanya, guna terselenggaranya webinar ini diharapkan akan melahirkan output dalam membangun komunikasi antara leader dengan change agent agar terjalin koordinasi yang lebih baik lagi, dan tentu sangat berdampak ke depannya bagi instansi atau organisasi.

“Di dalam perubahan culture, karena ini namanya journey sehingga di dalam perjalannanya, perlu dibangun trust atau kepercayaan, orang harus diajak ke tempat yang asik. Kita akan ke suatu titik yang menarik. Bukan tempat yang akan menjerumuskan kita. Nah pada saat kita melakukan perjalanan ini biasanya ini adalah part of strategy. Bagian dari strategi atau merupakan strategi dari perubahan itu,” papar wanita alumni UGM dan ITB itu dengan gesture tangan dan senyumannya yang khas.

“Biasanya strategi itu dibuat oleh leader sehingga change agent perlu dibantu. Karena pada saat bertranformasi harus terlibat. Karena gak paradox sebenarnya. Bahwa change agent yang memilih idea. Tetapi dalam perjalannanya kadang kita jalan sendiri. Padahal seharusnya perjalanan ini bisa lebih cepat, yang keren dari change agent adalah di samping mengerjakan pekerjaan utamanya, mereka juga harus memimpin kecerdasan emosionalnya temen-temen di lingkungannya yang disyaratkan oleh perusahaan,” sambungnya.

Sementara itu, Yuli juga ambil referensi dari “Best Practices in Change Management -2018 Edition” bahwa dalam suatu perubahan itu yang dinamakan leader, supervisor, manager itu mengambil peran keterlibatan yang sangat penting.

“Jadi saya baca dari literatur lain bahwa ternyata memang terbukti hampir 50% mengatakan bahwa peran atau keterlibatan leader saat penting dalam satu perubahan. Jadi itu merupakan syarat.”

Ratusan peserta webinar yang berasal dari Kemensos, RSJ Menur, PTPN, Rekind, PT Dirgantara Indonesia, RSL, Pupuk Indonesia Energi, Pusri, Telkom, Uinsa, Indonesia Power, Perhutani, Mega Eltra, Lukita, Pindad, BKN, PT Inka, PJBS, Universitas Terbuka, BSI, AMKA, Askrindo, Angkasa Pura, LRT Jkt, PGN, dan lainnya terlihat menyimak dengan serius paparan dari narasumbernya. Namun tim ACT tak akan membiarkan acaranya dalam keheningan, dalam kata lain beberapa lagu kekinian diputar, meng-topup semangat peserta supaya berada di high energy, diadakan sesi diskusi agar interaktif dan lainnya.

“Kita punya top leader yang biasanya bahwa pasti konsen kepada culture atau perubahan tapi kadang mempunyai konsen yang berbeda. Untuk itu mari sama-sama belajar mencari titik temu antara leader dan change agent, agar diketahui penyebabnya apa dan bagaimana cara menyikapinya. Sekarang barangkali ada yang mau sharing dipersilakan,” ucap Yuli.

Roni Wahyu, “Menarik sekali, memang harus lebih banyak lagi belajar. Memang betul ya saat menyampaikan yang terkait idealnya agent itu ya berjalan seperti itu. Kita masih bisa sharing tentang manajemen dan lain sebagainya. Namun para change agent juga tak bisa dipungkiri bahwa uluran tangan leader diperlukan.”

Rian, “Apa yang ibu sampaikan saya sepakat bu, bahwa memang mungkin leader di sini ada fokus lain. Kemudian yang saya rasakan memang karena beberapa leader mungkin ada fokus yang berbeda sehingga kita merasa kebingungan harus dibawa kemana gitu, di sisi lain di perusahaan kami PTDI mempunyai sistem yang sangat menarik ini, punya tantangan sendiri bagi kami. Nah dibutuhkan juga leader untuk bisa sharing tentang bagaimana untuk mengimplementasikan program agar lebih efektif.”

330 Insan Bank Permata Tebak Tips Sukses ACT Consulting, Ferdis Jangan Kasih Kendor

By News No Comments

JAKARTA – “Pelatihan ini seperti matahari di pagi hari yang menyinari Bank Permata,” kata Herwin Bustaman selaku Direktur Permata Syariah kepada 300 lebih insan Bank Permata dan tim ACT Consulting pada Rabu (23/6/2021) saat event Leader Inspires Leaders – Build An Impactful Business with Ary Ginanjar Agustian (President of ACT Consulting) secara daring.

Webinar di awali dengan sesi pembacaan doa, menyanyikan Mars Bank Permata, serta yel-yel agar menambah semangat para partisipan meskipun acaranya berlangsung saat sore hari. Mereka semua dipimpin oleh Hadi Wijaya selaku Moderator.

Selanjutnya, sharing session dari Ary Ginanjar, dan sebelumnya MC membacakan CV dari Tokoh 4 in 1 (Author, Educator, Entrepreneur, Motivator) itu.

“Energi insan Bank Permata atau bankers yang membara ini bisa saya rasakan dari sini. Energi positif semuanya,” ucap Ary sambil tersenyum dan mengacungkan kedua jempolnya seraya berkata ‘top.’

Ia mengawali sharingnya dengan bercerita kehidupan sebelum tahun 2000 dan setelah tahun 2000. Kata dia, awal sebelum meraih kesuksesan, ia hanyalah seorang penjual celana jeens. Sampai akhirnya ia bernasib baik, bisa membangun Menara 165 sebanyak 27 lantai itu. Sebuah pencapaian yang eksponensial, baginya.

“Apa sih kuncinya bisa seperti itu kira-kira? Apalagi saat pandemic gini, ekonomi naik turun juga. Termasuk gedung markasnya ESQ atau ACT Consulting di TB Simatupang, namun tetap bertahan. Coba tebak apa rahasianya?” tanya Ary dari Studio lantai 23 Menara 165 kepada ratusan peserta.

Antusiasme peserta terjadi saat pelatihan berlangsung, ada yang merespon dengan emot ‘raise hand’, menulis di kolom chat bahkan open mic.

Ferdis, “Jangan kasih kendor.”

Selly Riasari, “Selalu positif.”

Rinno Pratama, “Sabar, kerja keras, pantang menyerah, doa, fokus, gass poll.”

“Mantappp semuanyaa nih. Tadi ada yang jawab jangan kasih kendor kasih hadiah dari tim ACT yah. Jawabannya hampir mendekati. Jadi salah satu rahasianya adalah kita harus punya 5 agility atau ketahanan mental,” jelas pria yang disapa AGA itu.

“Tak hanya itu, mereka di luar sana bisa meniru mekanisme ESQ atau ACT Consulting. Mereka bisa menjiplak sistemnya, tapi mereka tidak bisa meniru culture kami.”

Ary menambahkan, “Karena ada 5 kunci kesuksesan utama di lingkup kami yaitu culture sebagai fondasinya, managing energy SDM, finding the grand why atau alasan kuat yang membuat mereka unstoppable dalam bekerja, leader shift artinya bagaimana seorang pemimpin bisa menyesuaikan gaya milenial dan gen Z, dan kemampuan untuk merespon dengan growth mindset.”

Di penghujung acara, Hadi memberikan waktu untuk sesi tanya jawab. Pertanyaan pertama yaitu, “Bagaimana caranya agar mereka juga ingin memberikan kontribusi dengan membawa core values AKHLAK?”

“6 core values ini tidaklah mudah mengimplementasikannya. Intinya core values harus sesering mungkin dipalikasikan dalam kebiasaan sehari-hari. Diberikan contoh, dijelaskan setiap ada kesalahan, jadi otomatis menjaga kesucian core values ini. Bisa juga dibacakan secara rutin saat morning breafing, agar nempel di otak dan hati, seperti yang dilakukan di ESQ,” jawab Ary.

ACT Consulting Peduli PT KAI, Calon Direktur KAI Digodok 5 Minggu di IPMI

By News No Comments

JAKARTA – Ada sekitar 35 orang Calon Direktur di PT Kereta Api Indonesia (PT KAI). Sebelum menjadi calon pemimpin yang terjun langsung ke lapangan, mereka dibekali ilmu dan belajar di Institut Pengembangan Manajemen Indonesia atau yang sering dikenal dengan IPMI International Business School selama kurang lebih 5 minggu.

Selain memperoleh materi dari IPMI, PT KAI juga bersinergi dengan ACT Consulting yang dinakhodai oleh Dr. (H.C) Ary Ginanjar Agustian. Sebagai pertimbangan penilaian untuk calon Direksi, apakah mereka sudah berhak lolos menjadi seorang leader yang menaungi puluhan ribu insan PT KAI atau belum.

“Artinya seorang leaders itu seperti koin yang dilihat dari dua sisi atau two side of a coin, di antaranya do the right think or do the think right,” kata Ary dari Studio lantai 23 Menara 165 pada Kamis (24/6/2021) kepada puluhan calon penerus PT KAI hingga 2045 bahkan lebih lama lagi.

Ia ditemani oleh Arief Rahman Saleh (trainer) untuk memberikan materi yang bernama ilmu Coaching. Dengan harapan, melalui ilmu itu calon pemimpin PT KAI berhasil membawa kapalnya menuju Indonesia Emas 2045, bisa melawan tantangan yang ada di era VUCA (Volatility, Uncertainty, Complexity, Ambiguity) ini.

Sebab, kata dia, tak hanya kompetensi saja yang dibutuhkan untuk bertahan di era ini namun harus memiliki 5 ketahanan mental (agility) dan keluasan hati (capability).

“Seperti yang saya salut dan kagumi dari PT KAI ini yang bisa membuat kereta api cepat dari Jakarta ke Bandung yang saingannya itu dengan jalan tol. Tapi KAI bisa bertahan, terus berusaha menekan harga yang tak murah itu di tengah pandemic atau ekonomi sedang naik dan turun. Beri applause buat PT KAI,” ungkap Ary bangga, semua orang bertepuk tangan sambil tersenyum.

Saran Ary, untuk memiliki gelar Direktur atau CEO bisa dipelajari dari bukunya Jim Collins yang berjudul Good to Great.

“Agar menjadi pemimpin yang World Class, sudah dicontohkan oleh CEO-CEO yang ada di dunia dalam buku Good to Great itu. Di sana dijelaskan bagaimana cara mereka menjalankan perusahaan hingga bertahan puluhan tahun. Mereka harus membangun engagement dan memiliki novasi salah satunya. Mereka punya core purpose dan core values. Dan saya juga sudah tuliskan ilmu-ilmunya di dalam buku ESQ ini, terjual 2,5 juta copy lebih.”

“Sama halnya yang diinginkan oleh Menteri BUMN, Erick Thohir, dengan adanya core values AKHLAK diharapkan BUMN beserta Anpernya mengimplementasi sebaik mungkin di lingkupnya masing-masing. Seperti gambar yang satu ini. Apa pandangan dari Anda?” tanya Founder ACT Consulting itu.

Suasana pelatihan agak hening dan serius terlihat di layar zoom meeting. Tiba-tiba, pria bernama Yosep berikan komentarnya tentang gambar itu.

Menurut kacamata Yosep, “Adanya campuran dari transformasi bisnis yang bicara tentang strategi, sistem, struktur di dalam organisasi. Namun harus diimbangi dengan transformasi budaya salah satunya values atau nilai AKHLAK. Saya belajar dari sini bahwa attitude nomor satu sedangkan integritas harga mati.”