Bagaimana Pendapat Para CEO ASEAN Tentang Pengaruh Krisis Amerika dan China

By July 8, 2019 Article

Bagaimana Pendapat Para CEO ASEAN Tentang Pengaruh Krisis Amerika dan ChinaMenurut Parag Khanna, pendiri FutureMap dalam situs Oxford Business Group, ASEAN memiliki pendapatan per kapita (GDP) yang lebih tinggi dibanding India. Bahkan, ASEAN pun memiliki FDI (foreign direct investment) atau investasi asing langsung, yang lebih tinggi dibanding China.

Namun tetap saja negara anggota ASEAN dengan kekuatan ekonomi lemah seperti Kamboja dan Laos masih rentan terhadap diplomasi ekonomi negara asing. Namun keberadaan ASEAN membantu kedua negara tersebut. Terutama berkat adanya integrasi ekonomi yang lebih dekat dan pertukaran komoditas dagang diantara 10 negara dalam kawasan yang memiliki total jumlah penduduk lebih dari 600 juta orang ini dapat membantu setiap negara di kawasan ini dari ancaman ketidakstabilan ekonomi global.

Itulah mengapa kebanyakan negara ASEAN tetap aman dari perubahan kondisi ekonomi global yang terjadi akibat ketegangan antara Amerika Serikat dan China yang masih terus berlangsung. Integrasi ekonomi dan pertukaran komoditas perdagangan di dalam 10 negara ASEAN ini juga menyediakan skala pertumbuhan yang dibutuhkan untuk menjual dan menyerap beragam inovasi terbaru yang diarahkan untuk membantu pertumbuhan ekonomi di saat bagian dunia lain mengalami kesulitan.

Hal keseharian yang dapat kita cermati dari kenyataan ini tampak dari tumbuh suburnya berbagai produk startup berteknologi tinggi dan berinovasi terbaru, di kawasan ASEAN. Kita bisa melihat bahwa Grab, Shopee, dan Shopback dapat menjadi raksasa hanya dengan mengandalkan lima negara ASEAN terbesar saja.

Sehubungan dengan krisis Amerika dan China, Oxford Business Group memperlihatkan hasil survey yang mereka lakukan dengan sejumlah responden yang menjabat sebagai CEO di 4 negara ASEAN.

Bagaimana pendapat Para CEO dari 4 negara ASEAN mengenai Hal Yang Paling Berdampak Pada Ekonomi Masing-masing Perusahaan pada Jangka Waktu Menengah.

Hal pertama yang dirating tertinggi (28%) sebagai hal yang paling mempengaruhi keadaan ekonomi masing-masing perusahaan adalah bila terjadi fluktuasi dalam permintaan komoditas dari negara China sebagai mitra ekspor dan impor.

Hal kedua, adalah bila terjadi mekanisme proteksionisme dalam perdagangan (26%), seperti yang tengah dilakukan Amerika Serikat untuk membatasi ketergantungan negara tersebut pada produsen diluar negeri. Sementara kenaikan pajak yang dikenakan oleh Amerika (17%) juga dianggap sebagai hal yang akan mempengaruhi keadaan ekonomi di masing-masing perusahaan.

Untuk mengatasi berbagai fluktuasi yang dapat terjadi bila berbagai hal yang dicemaskan tersebut menjadi kenyataan, masing-masing perusahaan akan membutuhkan bantuan pinjaman finansial. Baik itu dari dalam maupun dari luar negeri. Berikut ini rating dari tiap CEO mengenai kemudahan akses terhadap pinjaman di masing-masing negara.

Para CEO dari Thailand (68%) menganggap kemudahan pinjaman tersedia di negara tersebut. diikuti oleh Filipina (56%) dan Indonesia (44%). Sementara di Myanmar (81%) dari para CEO perusahaan beranggapan bahwa sangat sulit bagi mereka unutk mendapatkan akses terhadap pinjaman yang dibutuhkan.

Dalam upaya untuk memajukan dan mengembangkan, masing-masing perusahaan lazim melakukan investasi modal dalam berbagai sektor yang direncanakan secara strategis. Secara total oxford business group merangkum hasil yang mereka dapat dari para CEO dari 4 negara ASEAN.

Baca Juga:  Antara Budaya Mudik dan Budaya Organisasi

Hasil yang dapat kita lihat adanya sentiment positif dari para responden CEO perusahaan tersebut menggambarkan bahwa mereka akan melakukan investasi modal lebih jauh. Hal ini terlihat dari adanya respon very likely dan likely yang secara total menggambarkan bahwa lebih dari 75% para CEO perusahaan dari 4 negara ASEAN tersebut akan melakukan investasi modal secara signifikan dalam kurun waktu 12 bulan ke depan. Sementara,kurang dari 20% responden CEO menjawab mungkin mereka tidak akan melakukan investasi (unlikely dan very unlikely).

Adanya penanaman modal tentu perlu ditunjang dengan penambahan jumlah sumber daya manusia yang memiliki kapabilitas dan keahlian yang beragam. Namun masing-masing negara memiliki ketersediaan tenaga ahli yang cukup. Sejauh mana persepsi para CEO dari 4 negara di ASEAN terhadap hal ini? oxford business group menyajikan data di bawah ini;

CEO perusahaan di Indonesia umumnya menyatakan kebutuhan terhadap tenaga ahli di level pimpinan atau yang memiliki keahlian memimpin sebagai hal yang paling dicari. Terdapat lebih dari 30% CEO perusahaan di Indonesia yang menjawab demikian. Skill berikutnya yang paling dicari adalah tenaga ahli di bidang teknik (engineering) dan teknik komputer (computer tech). Baru kemudian di urutan berikutnya kebutuhan ternadap tenaga ahli di bidang riset dan pengembangan (R&D) sebesar kurang dari 20%. Sementara kebutuhan terhadap tenaga administrasi bisnis dan tenaga penjualan masing- masing kurang dari 5%.

Menurut Oxford Business Group, dibutuhkan upaya improvement dalam hal menciptakan iklim bisnis yang dapat mendukung bisnis domestic di masing-masing 10 negara ASEAN tersebut. Perbedaan regulasi yang signifikan juga berpengaruh terhadap iklim bisnis yang ingin diciptakan ini. bahkan oxford business group menyatakan bahwa hal ini dapat bersikap tidak mendukung terhadap upaya keseluruhan yang dilakukan untuk mencapai target komunitas ekonomi ASEAN sesuai blueprint yang direncanakan akan dapat dicapai di tahun 2025.

Bagaimana dengan perusahaan Anda? Apakah Anda menjadi salah satu responden dalam penelitian tersebut diatas? Mohon memberikan komen di bawah ini setelah membaca keseluruhan artikel.

Untuk mempelajari cara melakukan inovasi dan perkembangan bisnis, dapat mempeljari manajemen  inovasi bisnis, klik disini. Untuk memiliki kemampuan mendesain bisnis mandiri, anda juga bisa klik disini.

Bila memiliki kesulitan atau masalah di beberapa sisi seperti budaya dan penerapan disiplin pencapaian target. Bila itu masalahnya, bagi para Leaders di Organisasi Anda, dapat mengikuti program  Transformational Leadership dari ACT Consulting dengan klik di link ini.

Untuk melakukan perkembangan di organisasi dan korporasi Anda, Anda dapat mempelajari cara membangun budaya perusahaan dengan klik disini. Anda juga dapat mempelajari cara menciptakan strategi yang tepat untuk perusahaan dengan klik disini.

Untuk mendapatkan bantuan mengenai cara membentuk karakter para pegawai dan pimpinan hingga dapat mengakselerasi perubahan yang kompetitif di organisasi Anda, ACT Consulting memiliki langkah-langkah dan metodologi yang diperlukan. Hubungi kami via email di info@actconsulting.co atau telepon ke 0821-2487-0050 (Donna).

Leave a Reply