Tips Untuk Meningkatkan Produktivitas Bekerja di Bulan Ramadhan (7)

By May 14, 2019 Article

Selamat Pagi Sahabat, bagaimana keadaan Anda hari ini? Kami harap kita semua selalu dalam lindungan dan RidhaNya. Di hari Ramadhan ke sembilan ini, kami harap telah terjadi sejumlah peningkatan yang signifikan dalam usaha Anda untuk mencapai target Ramadhan. Apakah perbaikan dan peningkatan itu terjadi dalam hal ibadah, maupun dalam hal professional untuk keberhasilan berkelanjutan dalam kehidupan kita semua.

Mungkin Anda masih berasa belum optimal, tapi cobalah hargai perubahan kecil sekalipun, dengan rasa syukur. Karena dengan rasa syukur, Anda dan kita semua akan lebih mudah untuk meningkatkan perbaikan dan perubahan diri untuk mencapai arahan yang lebih baik lagi ke depannya. Salam Transformasi Performa dari ACT Consulting. Mari kita ikuti Tips Produktivitas Ramadhan untuk hari ini.

#Tips 7: Menjadi Profesional dalam Manajemen Waktu

Di bulan Ramadhan, jam kerja menjadi lebih pagi agar kita bisa pulang lebih awal. Waktu malam, diisi dengan ibadah, dan pagi dan sore di perjalanan. Berbeda dengan bulan lainnya, amanah yang harus dikerjakan di bulan ramadhan ini harus dilakukan dalam keadaan perut kosong. Namun berdasarkan sejumlah bukti medis, keadaan perut yang kosong ini terbukti menyehatkan dan baik untuk kesehatan secara umum.  Karena itu, walau ada sejumlah alasan, kita harus tetap professional. Bahkan bulan ini dapat menjadi ajang kita untuk meningkatkan profesionalisme dalam hal waktu.

Salah satu profesionalisme  yang dapat kita lakukan untuk memanajemen waktu adalah dengan melakukan beberapa hal di waktu yang sama. Contoh hal ini dapat kita lakukan sejak bangun pagi untuk menyiapkan sahur. Sambil menunggu masakan matang kita bisa mendengarkan quran atau ceramah di pagi hari. Atau bagi yang suka, bisa sambil mengayuh sepeda statis untuk sedikit berolahraga.

Baca Juga:  Definisi Society 5.0 dan Unsur Apa saja yang Diperlukan

Setelah sahur, kita kemudian mandi dan bersiap berangkat kerja. Sejumlah kantor menerapkan jam kerja lebih awal agar karyawannya bisa berbuka puasa di rumah. Karena berlimpahnya pahala di bulan ini, kita dapat memanfaatkan waktu selama di kendaraan umum agar perjalanan tidak membosankan. Bisa dengan membaca quran atau mendengarkan murattal bagi yang menyetir kendaraan sendiri.

Setelah target harian membaca quran tercapai, kita bisa memanfaatkan sisa waktu untuk membaca buku yang berhubungan dengan skill yang diperlukan dalam pekerjaan. Ibadah yang dilakukan di malam hari bisa melatih kita untuk menggerakkan badan lebih baik. Di saat berjamaah pun kita bisa memanfaatkan sebagai kesempatan untuk beramah tamah dengan tetangga yang bisa memperpanjang tali silaturahmi dan memperpanjang rezeki.

Silaturahmi yang dilakukan saat berangkat atau pulang shalat tarawih ini dapat membantu kita belajar hal-hal baru dari orang yang sudah kita kenal, maupun yang baru kita kenal. Kita bisa belajar dari siapa saja. Kebiasaan untuk mengambil teladan dari siapa saja ini bisa membuat kita rendah hati, dan memperluas wawasan serta melebarkan hati yang semula terasa sempit karena kesibukan kerja yang menumpuk. Kita bisa saja bertemu dengan seorang yang memiliki banyak pengalaman, atau memiliki jaringan luas, dari pertemuan-pertemuan seperti itu.

Peralihan pola transport juga bisa kita lakukan di bulan ini. Bila semula kita membawa kendaraan sendiri, bisa mencoba menggunakan kendaraan umum. Hal ini karena kita terbiasa berangkat kerja setelah sahur, hingga memperluas kesempatan untuk bertemu dengan lebih banyak orang dari berbagai latar belakang selama di perjalanan. Menambah kenalan dan teman berarti juga memperluas jaringan atau networking.

Tips hari ini semoga dapat membantu dalam meningkatkan profesionalisme dalam hal memanfaatkan waktu. Diantaranya untuk membangun silaturahmi dan menambah ibadah untuk menabung pahala. Salam Transformasi Kinerja dari ACT Consulting. Ikuti website kami terus untuk memperoleh tips baru setiap harinya.

Leave a Reply