Skip to main content

Tips Menghadapi Karyawan Bermasalah: Menghadapi Karyawan Provokatif

By May 21, 2019Article

Salah satu hal yang berat yang harus dilakukan saat kita bekerja adalah saat menghadapi rekan kerja yang memiliki masalah. Masalah itu bisa berasal dari diri mereka sendiri, atau dapat berasal dari luar pekerjaan. Sebagai seorang rekan kerja, kita bisa memilih untuk tidak mempedulikan masalah mereka. Tapi bisa jadi itu membuat diri kita terpengaruh dan terganggu bukan? Untuk itu, ada sejumlah hal yang dapat kita lakukan, untuk membantu diri kita dengan membantu rekan kita  yang bermasalah.

#4. Menghadapi Karyawan Provokatif

Terlepas dari kehidupan seseorang di luar kantor, di dalam kantor umumnya dilarang untuk menyebarkan isu yang meresahkan. Kita bisa menemukan ada orang-orang yang memiliki selera tinggi terhadap konflik. Mereka mudah terpancing untuk menebarkan hoax dan membicarakannya selama jam kantor. Hal ini tentu amat mengganggu produktivitas dan ketenangan dalam bekerja.

Kami menemukan bahwa seorang demonstran saat masa kuliah sekalipun, akan bersikap lebih dewasa saat mereka memasuki dunia pekerjaan. mereka yang terbiasa menangani demo dan unjuk rasa, biasanya telah terlatih untuk mengenali jenis karakter orang dan karakter massa, sehingga bisa menempatkan diri mereka dengan baik. Mereka juga dapat memilih pembicaraan mana yang layak diutarakan di ruang kantor, dan mana yang tidak dapat dibicarakan di lingkungan kerja.

Berbeda dengan sejumlah orang yang memiliki rasa haus perhatian dan haus akan kekuasaan. Orang seperti ini dapat memancing orang lain untuk saling memusuhi atau saling bersitegang. Dimulai dengan mencari masalah yang hanya dalam persepsinya semata, hingga mulai menebarkan isu-isu yang tidak sedap tentang kantor dan kebijakan perusahaan.

Di dalam lingkunan perusahaan, tentu ada lembaga untuk menampung berbagai keluhan karyawan. Bila di lingkungan pabrik atau kawasan manufacturing, biasanya dipayungi oleh serikat pekerja. Namun di lingkungan professional, seringkali hal ini dibiarkan saja. Sehingga ada sejumlah pihak yang dapat memanfaatkan peluang ini untuk keuntungan pribadi mereka.

Terlepas dari alasan mengapa seseorang bergabung di kantor Anda. Bisa jadi, aktivitas yang dilakukan orang itu diluar kantor-lah yang menjadi alasan mengapa seorang karyawan dapat menjadi provokator di lingkungan kantor Anda.

Orang yang bergabung dengan organisasi kemasyarakatan, biasanya memiliki beban untuk merekrut lebih banyak orang untuk bergabung. Orang  yang berada di organisasi politik pun serupa, mereka punya tugas untuk merekrut simpatisan dan kader baru untuk bergabung. Hingga seringkali, pekerjaan kantor menjadi terbengkalai, dan waktu bekerja mereka lebih banyak habis untuk melakukan minat diluar pekerjaannya. Ini tentu tidak mengenakkan untuk dihadapi di dalam lingkungan pekerjaan.

Baca Juga:  Pemimpin Inovator; Kisah Perusahaan Kelas Dunia yang Dipimpin oleh Para Inovator

Pertanyaannya, bagaimana mengatasinya? Pihak kantor sebaiknya memiliki aturan perusahaan yang jelas tentang masalah ini. Biasanya hal ini telah terangkum di dalam peraturan perusahaan (PP) yang telah mendapatkan validasi dari dinas tenaga kerja setempat. Peraturan perusahaan pun harus diperbaiki dan diperbaharui dalam kurun waktu tertentu.

Untuk mengatasi karyawan provokator tersebut, berikut ini langkah yang bisa diambil;

  1. Mencek pada sesama karyawan mengenai orang tersebut, apakah merasa terganggu atau tidak
  2. Mengetahui opini dari karyawan lain mengenai orang tersebut dan provokasi yang dilakukannya
  3. Menunjukkan isi dari peraturan perusahaan mengenai penggunaan jam kantor, pengutaraan pendapat di lingkungan kantor, dan larangan beraktivitas politik di lingkungan kantor
  4. Memberikan saran pada orang tersebut untuk melakukan perekrutan diluar dari karyawan kantor
  5. Meminta orang tersebut memisahkan antara kepentingan dan ambisi pribadi dengan tanggung jawab pekerjaan
  6. Mencek apakah orang tersebut telah melakukan pekerjaannya dengan baik atau belum
  7. Merekam isi pembicaraan yang bersifat memprovokasi dan melaporkannya ke HRD, apakah berupa rekaman audio atau rekaman audio visual yang diambil diam-diam
  8. Memberikan selebaran yang disebar oleh sang provokator kepada bagian HRD sebagai bukti dari aktivitas provokasi yang dilakukannya
  9. Memberikan informasi dan bukti screenshot (atau printscreen) dari penyebaran hoax/ provokasi/ hal  yang berhubungan dengan aktivitas di luar pekerjaan yang disebarkan orang tersebut secara pribadi atau melalui media sosial
  10. Menyerahkan keputusan pada bagian HRD/ pimpinan. Apablia perusahaan telah memutuskan, sebaiknya Anda menerimanya dengan lapang dada. Bisa jadi apa yang dilakukan orang tersebut tidak dianggap mengganggu bagi perusahaan. Kecuali bila Anda menemukan bukti sebaliknya.

Bagaimana pendapat Anda mengenai langkah-langkah diatas? Sekali lagi, bisa jadi Anda merasa tidak nyaman karena perbedaan pilihan politik. Namun hal tersebut harus dianggap lumrah, dan tidak dianggap sebagai suatu hal yang menganggu. Karena tanpa adanya perbedaan, akan sulit sebuah perusahaan untuk dapat tumbuh dan berkembang.

Terutama apabila karyawan yang dianggap provokator tersebut memiliki peran yang cukup penting di dalam perusahaan. Lebih baik Anda bisa bersikap legowo dan memandang perbedaan dengan damai. Salam Transformasi Perfoma dari ACT Consulting. Ikutilah tips-tips selanjutnya dari kami dengan mengikuti berita terbaru di website actconsulting.co

Untuk mendapatkan bantuan mengenai cara membentuk karakter para pegawai dan pimpinan hingga dapat mengakselerasi perubahan yang kompetitif di organisasi Anda, ACT Consulting memiliki langkah-langkah dan metodologi yang diperlukan. Hubungi kami via email di info@actconsulting.co atau telepon ke 0821-2487-0050 (Donna).

Leave a Reply

Open chat
1
Halo,
Ada yang bisa kami bantu?