Skip to main content
Tag

PIHC

Serigala Hitam atau Putih yang Diberikan Asupan oleh Insan PIHC?

By News No Comments

ACT Consulting menggelar kegiatan yang bertajuk “Living the Grand Why AKHLAK” dilingkup PT Pupuk Indonesia (PIHC) secara virtual pada Selasa (25/5/2021). Sekitar 80 orang lebih bergabung di dalam platform Zoom Meeting, dari berbagai anak perusahaan, berbagai level, generasi, jabatan dan lainnya.

Insan PIHC itu berasal dari 3 anak perusahaan yang bergerak dalam bidang selain produksi pupuk di antaranya PT Mega Eltra, PT Pupuk Indonesia Logistik, PT Pupuk Indonesia Energi, PT Pupuk Indonesia Pangan.

Coach Adek (trainer lisensi dari Dr. (H.C) Ary Ginanjar Agustian) yang membimbing puluhan peserta webinar tersebut dari pagi hingga sore.

“Bapak dan Ibu ijinkan saya mengawali sesi ini dengan sebuah kisah tentang serigala putih dan hitam. Kira-kira menurut bapak dan ibu, serigala mana yang lebih kuat dan menang jika bertarung?” tanya pria yang mengenakan kemeja putih dan jas hitam itu dari Studio lantai 4, Menara 165.

ESQNews meninjau jalannya acara tersebut dari zoom meeting, para peserta merespon dengan jawaban yang beranekaragam seperti, “Putih” “22 nya” “Hitam” “Serigala yang diakui oleh gerombolannya” “Tidak ada dari keduanya” “Hitam penguasa dan putih pemenang” “Golput” “Hitam bisa, putih bisa” “Gak ada yang menang” “Hitam lebih agresif” dan jawaban lainnya, yang mayoritas menuliskan serigala putih. Terkadang jawabannya menggelitik hati dan wajah sehingga timbul canda tawa.

“Terimakasih atas jawabannya. Jadi sebenarnya dua ekor serigala itu punya peluang dan potensi. Tergantung serigala mana yang asupan makanan paling banyak, sering berlatih sehingga otot terbentuk dan badannya kuat lebih dari yang lainnya.

Kisah ini adalah metafora atau perumpaan. Serigala hitam atau putih ibarat yang hidup di diri saya, bapak dan ibu, serta anak-anak kita. Serigala hitam melambangkan sifat negatif kita, perilaku, sikap, ucapan, tindakan yang buruk. Sedangkan serigala yang putih melambangkan sifat positif kita, perilaku, sikap, ucapan, tindakan yang baik,” jelas Adek dengan bersemangat dan tetap konsisten melemparkan senyum kepada pesertanya.

Para partisipan terlihat menyimak kisah itu, mereka angguk-anggukan kepalanya. Proses pelatihan juga berjalan dengan sangat interaktif. Peserta dan trainer saling menyapa, saling mendoakan, memberikan asupan semangat dan ucapan yang positif, apalagi ditambah dengan iringan musik yang energic.

“Jadi manakah serigala yang menang, yang bisa dilihat, diperhatikan, oleh orang lain? Tergantung serigala mana yang sering kita beri asupan makanan. Itulah yang akan kuat dan mengakar di diri kita, perilaku keseharian kita, cerminan kita. Dan sekarang kira-kira serigala mana yang akan diberi asupan sehingga menguasai diri bapak dan ibu?” tanyanya lagi.Mereka sepakat ingin memberi makan serigala putih atau kebiasaan yang positif dan segalanya bernilai baik. Nilo Herman, “Saya akan memberi asupan kepada serigala putih, memeliharanya dengan baik.”

“Baik bapak dan ibu terimakasih feedbacknya. Berarti sekarang kita siap yah menjalani 3 sesi hari ini? Modul yang akan kami berikan seputar konsisi mental terbaik di era VUCA, meneguhkan AKHLAK (core values) dan BUMN untuk negeri (core purpose) di sini kita akan bicara Grand Why. Terakhir yaitu membumikan AKHLAK atau cara menyuburkan AKHLAK dalam keseharian kita.”

Menurut Adek, ‘Grand Why’ yang dimaksudkan adalah visi tertinggi ketika kita sudah menemukan meaning dan purpose dalam hidup. Dan ketika para peserta menemukan Grand Why mereka, maka akan muncul pengorbanan dan kesiapan menghadapi segala tantangan, mereka akan terus maju dan bahagia di situasi sesulit apapun termasuk di masa Pandemi Covid-19 ini.

PIHC Bungkus Kertas Kerja, Didampingi oleh ACT Consulting

By News No Comments

JAKARTA – Jumat (30/4/2021) Pupuk Indonesia Group (PI Group) atau PIHC gelar FGD Kamus Kompetensi yang didampingi oleh ACT Consulting secara virtual.

Puluhan insan PI Group dipandu oleh Coach Bramanto Wibisono (trainer lisensi dari Dr. (H.C) Ary Ginanjar Agustian) bersama tim.

Tujuan dari kegiatan tersebut adalah untuk merangkum, merevisi, berdiskusi terkait kertas kerja penyusunan kamus kompetensi PI Group untuk jangka waktu 9 bulan ke depan. Karena ACT Consulting menjadi dokter untuk kesehatan PI Group.

Isinya tentang target pribadi, target jangka panjang organisasi, yang berasal dari atau mengupas tuntas dari nilai core values di antaranya kompeten dan adaptif.

“Nah ini kita kaitkan dengan agility yang terdapat 6 point,” ucap Bram.

Kata Tokoh Pembangunan Karakter,  Ary Ginanjar, kita harus memiliki minimal 5 Agility di antaranya:


1. CHANGE AGILITY (Mampu beradaptasi dengan perubahan apapun)

2. MENTAL AGILITY (Mampu bertahan dalam kondisi apapun)

3. PEOPLE AGILITY (Mampu kerjasama dengan siapapun)

4. LEARNING AGILITY (Mampu memahami dan mempelajari hal baru dengan cepat)

5. RESULT AGILITY (Mampu tetap berprestasi dalam kondisi apapun)

Kemudian salah satu insan PI Group share tabel excel dan merevisi FGD berdasarkan indikator perilaku, maupun kunci perilaku.

“Demi mengenali pribadi dan mengembangkan diri secara terbuka dalam rangka proses pembelajaran diri yang tangkas, lincah, dan gesit.”

Suasana acara sangat interaktif, tak hanya omongan serius, tapi diselingi dengan canda tawa sehingga menjadi lebih fun.

Culture Champion PIHC, Trainer ACT Consulting: Jadi Mendarah Daging

By News No Comments

 JAKARTA – Acara yang berjudul “Culture Champion Workshop PIHC” digelar selama 2 hari pada Senin-Selasa (26-27/4/2021) via daring. Webinar hasil kolaborasi antara Pupuk Indonesia Group (PI) dengan ACT Consulting itu diikuti oleh sekitar 38 orang BoD-2 PI.

Pimpinan PIHC dipandu oleh trainer lisensi dari Dr. (H.C) Ary Ginanjar Agustian yakni Coach Ahmad Zaki dan Coach Syaiful. Mereka tampak gagah mengenakan kemeja putih dilengkapi dengan jas.

“Seperti yang sudah dijelaskan doktor Ary sebelumnya dalam transformational leadership. Di PIHC ada yang namanya Komunitas AMoNiAK yaitu Aktivasi Mobilisasi iNternalisasi AKHLAK,” ungkap Zaki.

Ia mengatakan bahwa workshop kali ini akan mengupas tuntas tentang Culture Champion, karena diikuti oleh para BoD-2. 

“Dimana para BoD-2 harus menjadi role model, change driver dan project owner dalam seluruh implementasi budaya AKHLAK PI Group di level Departemen,” lanjutnya dari Studio lantai 23 Menara 165.

Trainer ACT Consulting itu berharap bahwa Core Values AKHLAK bukan hanya sekedar jargon atau tulisan di ranah BUMN. Namun harus diimplementasikan dalam kehidupan insan BUMN sehari-hari.

“Core Values AKHLAK harus jadi mendarah daging, masuk ke sistem organisasi PI Group khususnya. Yang bekerja di PIHC semoga bisa menjadi ladang beribadah kepada Allah. Saya yakin dan percaya itu.”

Leaders PIHC nampak mengganggukan kepala dan tangan menengadah untuk meng-amin-kan harapan dan doa itu. Mereka juga turut memberikan feed back atau respon terkait ilmu yang didapatkan di sesi pertama kali ini.
Jambak Region 2, “Semangat luar biasa.”

Supriono LR5, “Memahami posisi PI terhadap PI Group dan BUMN secara umum.”

Sigit Abdurrakhman, Produksi PI, “Baseline/posisi PI terhadap nilai-nilai AKHLAK.”

Jimmy Astirano, VP Anggaran, “Highlight what to improve dan tugas kita sebagai champion team.”

Guntur, “Posisi PI dibanding BUMN dan juga ANper (PI Grup), bagaimana poin yg rendah di PI dan harus ditingkatkan. kemudian apa itu AKHLAK dan ternyata PI sdh ada program2 untuk peningkatannya.”

Cara Leaders Berkomunikasi di PIHC, Ada 3 Tahapan ala ACT Consulting

By CMS, News No Comments

JAKARTA – Kesekian kalinya PT Pupuk Indonesia Group (PIHC) ikutserta dalam program yang digelar ACT Consulting. Selama 3 hari pada Senin-Rabu (19-21/4/2021) puluhan insan PIHC mengikuti kegiatan “Culture Leader Workshop PIHC” secara online.

Dudi Supriadi (trainer lisensi Dr. (H.C) Ary Ginanjar Agustian) memandu pesertanya selama 3 hari penuh. Serta memperkenalkan ilmu coaching kepada leaders PIHC.

“Biasanya cara berkomunikasi pimpinan itu seperti apa yaa bapak dan ibu? Apakah dengan cara konseling, directing, mentoring, atau coaching?” tanya Coach Dudi dari Studio ACT Consulting.

Peserta dengan kompak menjawab, “Mentoring atau memerintah bawahan, harus begini dan begitu.”

“Nah…beda halnya dengan coaching yaa pak. Inilah cara yang dipakai Pak Ary untuk mengembangkan potensi kader dan karyawannya. Karena 85% terdiri dari kaum milenials, kalau metodenya dengan mentoring, yang ada mereka kabur,” sanggah trainer berkacamata itu.

“Coaching sebuah teknik mendengarkan dan bertanya secara terstruktur yang dilakukan coach (seorang expert coaching) kepada coachee (orang yang dicoaching) demi mengembangkan potensi atau menyelesaikan masalah dirinya sendiri. Tanpa diberikan perintah, ceramah, atau dinasehati,” lanjutnya.

Menurut International Coach Federation (ICF) coaching adalah proses kemitraan dengan coachee untuk memprovokasi proses berfikir coachee secara kreatif dan menginspirasi untuk memaksimalkan potensi dan performance coachee.

Pimpinan PIHC memperhatikan dengan seksama paparan dari Coach Dudi itu, nampak dari layar zoom meeting.

“Lalu, bagaimana caranya? Ada 3 tahapan dalam coaching yaitu partnering (saling percaya) bangun building trust, creative thinking (ajukan beberapa pertanyaan), maximizing (komitmen) atau gols dari hasil coaching biasanya nanti membuat action plan,” tutupnya

Analogi Perjalanan Culture di Pupuk Indonesia Group Bersama Yuli Purwanti

By News No Comments

JAKARTA –  Sekitar 50 orang berada dalam forum kegiatan culture breaks via zoom meeting pada Kamis (15/4/2021), dalam rangka sesi pertemuan rutin para Pengelola Budaya di 11 korporasi Pupuk Indonesia (PI) Group. Hal ini bertujuan untuk Upskilling, mentoring, consultating. 

Mereka berasal dari berbagai golongan, mulai dari direksi hingga karyawan (staff), mereka insan dari Pupuk Iskandar Muda (PIM), Pupuk Indonesia (PI), Pupuk Kujang Cikampek (PKC), Mega Eltra (ME), Petrokimia Gresik (PG), Pupuk Sriwijaya Palembang (PSP), Pupuk Kaltim (PKT), Pupuk Indonesia Pangan (PIP), REKIND, PIL, PIE, dan lainnya.

Yuli Purwanti (Leadership and Culture Specialist), Ariningtyas Prameswari (Project Manager), dan tim ACT Consulting lainnya memandu insan PI Group tersebut.

Yuli mengusung tema “Why we need crazy communication?”, menurutnya kata crazy itu dalam artian memiliki cara komunikasi yang berbeda atau tidak biasa, karena terjadi transformasi di dalamnya.

“Transformasi itu sebuah journey (perjalanan) bukan destinasi. Budaya atau nilai itu sudah ada di setiap perusahaan, namun sekarang berubah atau transformasi menjadi AKHLAK, ya kita harus terima. Kita tinggal melakukan sebuah perjalanan agar implementasi dan internalisasi AKHLAK terealisasi dengan baik,” sambungnya.

Kemudian, penulis buku Culture Starts at the Top itu mengilustrasikan analogi perjalanan budaya dengan sebuah gambar.

“Ibarat kita mau melakukan perjalanan dari Jakarta ke Aceh. Semua orang di dalamnya mempunyai tujuan yang sama. Namun yang dilakukan saat perjalanan pasti berbeda, ada yang mengendarai, membaca peta, memainkan ponsel, tidur dan lainnya.

Agar tidak bosan atau monoton, harus diselingi dengan bernyanyi bersama, canda tawa, bercerita, adakan permainan sehingga perjalanan menjadi asik dan semua senang saat mencapai tujuan. Sama halnya di dalam perusahaan, untuk mencapai visi dan misi, diperlukan sebuah tim yang kompak dan saling mendukung,” tutup Yuli.

Hal itu dibenarkan oleh Rizal, perwakilan dari holding, “Omong kosong kalau kita gak kenal dengan timnya. Touch emotion tim atau orangnya, kalau mau berkomunikasi bukan hanya fokus ke targetnya tapi fokus kepada proses menuju targetnya.”

Tokoh Superman di Pupuk Indonesia Group

By News No Comments

JAKARTA – Kamis (15/4/2021) terselenggara kegiatan culture breaks via zoom meeting, dalam rangka sesi pertemuan rutin para Pengelola Budaya di 11 korporasi Pupuk Indonesi (PI) Group. Hal ini bertujuan untuk Upskilling, mentoring, consultating. Sekitar 50 orang yang hadir pagi hari ini, berasal dari Pupuk Iskandar Muda (PIM), Pupuk Indonesia (PI), Pupuk Kujang Cikampek (PKC), Mega Eltra (ME), Petrokimia Gresik (PG), Pupuk Sriwijaya Palembang (PSP), Pupuk Kaltim (PKT), Pupuk Indonesia Pangan (PIP), REKIND, PIL, PIE, dan lainnya.

Puluhan partisipan hadir dari berbagai golongan, mulai dari direksi hingga karyawan (staff). Mereka dipandu oleh Yuli Purwanti (Leadership and Culture Specialist), Ariningtyas Prameswari (Project Manager), dan tim ACT Consulting lainnya.

Acara ini hasil kerjasama antara ACT Consulting dengan PI Group selama 9 bulan ke depan. Yuli Purwanti siap mendampingi PI Group sebagai ‘dokter’.

Kali ini, Yuli mengusung tema “Why we need crazy communication?”, menurutnya kata crazy itu dalam artian memiliki cara komunikasi yang berbeda atau tidak biasa, karena terjadi transformasi di dalamnya.

“Harus pulang bawa sesuatu, jadi kita belajar dan bermain ya. Nah, coba tebak apa bedanya gambar sebelah kiri dan kanan?” tanyanya.

Insan PIHC memperhatikan secara seksama gambar yang di share Yuli. Terlihat dari layar zoom meeting, mereka sedang beradu argument masing-masing, dari jawaban yang serius hingga jawaban yang kocak.

“Superman sebelah kiri manusia biasa yang memakai jas serta kacamata. Sedangkan superman yang sebelah kanan sudah berganti baju.”

“Orang sebelah kiri terlihat bukan menjadi dirinya sendiri, sedangkan orang sebelah kanan terlihat apa adanya.”

“Kalau yang sebelah kiri namanya Suparman, kalau sebelah kanan namanya Superman.”

Suasana semakin seru karena diiringi canda tawa dan senda gurau namun tetap kondusif dan interaktif.

“Wahhh bagus semua jawabannya. Nah saya bantu jawab juga yah. Jadi dari orang yang sebelah kiri itu mengalami transformasi atau bermetamorfosis menjadi orang di sebelah kanan. Perubahan dari segi kekuatan, karakter, bahkan energi yang meledak,” jelas wanita alumni UGM dan ITB itu.

ACT Consulting Jadi Dokter PIHC Selama 9 Bulan dengan Program Terbarunya

By CMS, News No Comments

JAKARTA – Jumat, (9/4/2021) terselenggara kolaborasi antara ACT Consulting dengan PT Pupuk Indonesia Holding Company (PIHC), dengan topik “Kick off Pengukuran, Internalisasi, Implementasi & Monitoring Budaya AKHLAK di PT Pupuk Indonesia (Persero) Group Tahun 2021” secara daring dan disaksikan oleh sekitar 40 orang.

PIHC itu sendiri adalah sebuah perusahaan induk untuk Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dalam bidang pupuk di Indonesia, membawahi anak perusahaan seperti PT Pupuk Kaltim, PT Petrokimia Gresik, PT Pupuk Kujang, PT Pupuk Sriwidjaja dan lainnya.

Winardi Sunoto selaku Direktur SDM dan Tata Kelola Pupuk Indonesia (Persero) memberikan kata sambutan serta harapan dari hasil kerjasama ini.

“Kami berharap bisa berkolaborasi dengan baik bersama tim ACT Consulting selama 9 bulan ke depan dalam rangka implementasikan AKHLAK dan menjalankan program-program terbaru. Yang terpenting kunci dari sebuah keberhasilan atau kesuksesan adalah bisa memegang komitmen.”

Luki Alamsyah Agustriana (Project Advisor), Tyas Prameswari (Project Manager), Dwitya Agustina (Project Director) beserta Tim ACT Consulting yang hadir pagi ini siap menjadi ‘dokter’ PIHC selama 9 bulan ke depan melalui program AMoNiAK PI Group dan PIPA. Sesuai dengan roadmap budaya di tahun 2021 ini yaitu membangun kesadaran dan pemahaman AKHLAK untuk mendorong kolaborasi dan menciptakan kemitraan yang produktif dan harmonis melalui program aktivasi AKHLAK yang terintegritas, terukur, dan terencana.

Tim ACT tersebut membawahi 10 Anak Perusahaan BUMN.

“Terimakasih apa yang telah dilakukan manajemen PIHC, tentang throwback implementasi AKHLAK. Merupakan bagian yang tak terpisahkan dari perubahan BUMN terkait peran BUMN dan Anpernya. Harapan dari BUMN tidak main-main. AKHLAK itu menjadi kendaraan atau motor BUMN,” tegas Luki.

Luki memastikan bahwa proses transformasi ini akan terus berjalan. Tim ACT Consulting siap memberikan pelayanan yang terbaik dengan pengukuran AKHLAK Culture Health Index (ACHI) yang kedua.

Selanjutnya, agar lebih jelas, Tyas memaparkan terkait program AMoNiAK PI Group dan PIPA. AMoNiAK PI Group adalah komunitas budaya PI Group yang dibentuk di setiap Unit kerja sebagai wadah Aktivasi Mobilisasi Implementasi AKHLAK, yaitu mengelola seluruh kegiatan aktivasi AKHLAK sehari-hari agar seluruh karyawan berperilaku yang sesuai dengan AKHLAK (Amanah, Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif, Kolaboratif).

“Kita anjurkan agar anak perusahaan BUMN memperhatikan hal tersebut. Karena AMoNiAK merupakan motor penggerak AKHLAK yang penggerakkannya dipimpin oleh culture leader, dikelola bersama culture champion, dan culture fertilizer guna menyuburkan nilai AKHLAK,” tutur wanita selaku Project Manager itu.

Sedangkan PIPA adalah program implementasi pemahaman AKHLAK, yang dirumuskan setiap tahun berdasarkan roadmap budaya dan pengukuran kondisi AKHLAK saat ini. PIPA terbagi menjadi 2 yaitu program mandatory dan program customize.

“Program-program yang telah disampaikan secara terbuka itu, alangkah lebih menarik lagi jika tim PIHC khususnya para milenials untuk menambahkan beberapa inovasi atau ide supaya AKHLAK ini lebih dinamis,” tutup Winardi.

ACT Consulting Bantu PIHC Bangun AKHLAK 7500 Pegawainya

By CMS, News No Comments

JAKARTA – PT Pupuk Indonesia Holding Company (PIHC) telah berhasil memetakan dan mengukur Core Values AKHLAK secara sistematis dan komprehensif. Sehingga menjadi jelas tolok ukur terkait Budaya Kerja AKHLAK yang dijalankan di BUMN. Ada sekitar sebelas anak perusahaan (Pupuk Kujang Cikampek, Pupuk Iskandar Muda Aceh, PUSRI, Petrokimia Gresik, Pupuk Kaltim, Rekind, Energi PIHC Group, Pupuk Indonesia Pangan, Pupuk Indonesia Logistik, PT Mega Eltra) dan 7.500 pegawai yang terlibat di dalamnya.

Keberhasilan perusahaan bidang pupuk di Indonesia ini dibantu juga oleh pihak ACT Consulting. Maka pada Rabu (10/2/2021) Bakir Pasaman (Dirut PIHC) mengumpulkan semua Direksi anak perusahaan secara lengkap via Zoom Meeting. 

Tujuan diadakan kegiatan online tersebut yakni untuk menerima rapor masing-masing ACHI-nya (Akhlak Culture Health Index) dengan total populasi sebanyak 8749 serta diikuti oleh 7454 responden.
Hasil rapor tersebut dibacakan oleh Ary Ginanjar Agustian (CEO ESQ Group) dan Dwitya Agustina (Direktur ACT Consulting).

“PIHC kini sudah bisa dijadikan role model bagi BUMN lainnya tentang kesungguhan membangun AKHLAK secara holistik, komprehensif dan terukur,” jelas Ary dengan sangat yakin.
Hal tersebut membuat para Direksi tahu kondisi AKHLAK saat ini secara jelas dan akan lebih mudah untuk intervensi perbaikan secara presisi, agar bisa berjalan sesuai harapan Menteri BUMN Erick Thohir.

“Saat ini Anak Perusahaan PI sudah memiliki kesadaran mengenai keberlanjutan organisasi, pentingnya untuk bertransformasi, berkinerja unggul, menjalin hubungan eksternal serta bekerja untuk sebuah tujuan yang sama. If you can’t measure, you can’t manage,” lanjutnya.
Kemudian, Dwitya menjelaskan secara detail perihal objektif dari ACHI di antaranya mengetahui sejauh mana perilaku AKHLAK sudah diimplementasikan, mengetahui keselarasan nilai antara nilai pribadi dan organisasi, mengetahui indeks kesehatan budaya organisasi, mengetahui harapan karyawan, mengetahui hal-hal yang perlu ditingkatkan.

“Meskipun saya melakukan pengukuran budaya organisasi tapi saya jelas melihat bahwa ini adalah sebuah langkah menuju Indonesia emas,” kata perempuan yang akrab disapa Uwie.
Menurutnya, jika Pupuk Indonesia Holding Company ini baik, serta menerapkan nilai-nilai AKHLAK. Maka, akan terwujud yang namanya Indonesia makmur, aman, dan sejahtera dari industri pupuk tersebut.