Skip to main content
Tag

Dirut

Dirut Bersama Leaders KAI Seluruh Indonesia Lakukan Tour Ke Menara 165, Langsung Dipandu oleh Ary Ginanjar

By News No Comments

“Culture is the shadow of the leader… Satu-satunya hal sangat penting yang dilakukan para pemimpin adalah menciptakan dan mengelola budaya. Jika Anda tidak mengelola budaya, budaya itu yang akan mengatur Anda, dan Anda bahkan mungkin tidak menyadari sejauh mana hal ini terjadi” – Edgar Schein

JAKARTA – Didiek Hartantyo (Dirut PT Kereta Api Indonesia), Para Dirut Anak Perusahaan dan Direksi PT KAI seluruh Indonesia, CDD/EVP Kantor Pusat, Kepala Daerah (Daop/Divre/EVP/GM Balai Yasa) serta puluhan insan KAI lainnya berkunjung ke Menara 165, Jakarta Selatan pada Kamis (28/10/2021).

Ada sekitar 60 orang yang berkumpul di Granada Ballroom lantai 1 Menara 165, termasuk di dalamnya Ary Ginanjar Agustian (Founder ESQ Group/ACT Consulting) beserta Para Direksi dan Trainernya.

Meskipun digelar secara offline, para pimpinan KAI, pimpinan ESQ Group/ACT Consulting  beserta tim tetap menerapkan protokol kesehatan, menjaga physical distancing serta melakukan antigen terlebih dulu dengan hasil negatif (non reaktif).

Acara tersebut mengusung tema “Living The AKHLAK Values.” Didiek memberikan kalimat sambutan di awal sesi. Ia mengatakan bahwa dalam rangka menginternalisasi Budaya Perusahaan khususnya pada level Pimpinan, kegiatan Living The AKHLAK Values bertujuan untuk menanamkan nilai AKHLAK dengan pendekatan 3.0 Concept dan NLP Technique.

“Upaya penanaman nilai menjadi sangat penting karena sebuah proses perubahan, agar memberikan dampak yang permanen, haruslah internally motivated. Apabila tidak internally motivated maka perubahan tersebut akan sangat mudah dipengaruhi,” tuturnya dengan penuh antusias.

Dirut PT KAI juga menambahkan, “Diharapkan semuanya dapat proaktif dalam mengikuti semua sesi yang akan dibawakan oleh Pak Ary sendiri maupun oleh Tim ACT Consulting, banyak isu-isu penting yang dapat dilakukan pembahasan lebih lanjut.”

Isu-isu penting tersebut di antaranya Managing Responses during VUCA & Pandemic Era and How Brain Works to achieve the corporate goals. Sehingga Didiek berharap hal tersebut menjadi pemicu bagi Insan KAI Group untuk lebih antusias dan efektif lagi dalam penerapan AKHLAK dalam mewujudkan visi misi perusahaan.

Oleh karenanya, Ary Ginanjar mengatakan bahwa, “Kereta Api Indonesia setiap harinya penuh dengan ide, inovasi, strategi baru dan seterusnya. Karena itu dibutuhkan pondasi yang kokoh dan kuat. Salah satunya dengan memegang teguh Core Values AKHLAK sekaligus mengimplementasikannya.”

“Lalu, datang ke sini untuk apa? Saya berharap bapak dan ibu membawa spirit serta semangat yang kuat untuk menjaga pondasi. Dan Anda harus menyakini bahwa bersama dengan Tuhan, misi besar KAI insya Allah akan terlaksana. Dengan keyakinan bahwa kita bisa, semua masalah selesai,” lanjut Ary sembari tersenyum.


Di sela-sela pemaparan materi, Coach Bram (trainer lisensi Ary Ginanjar Agustian) mengajak leaders dan insan KAI untuk senam gerakan dari Muhammad Ali (petinju internasional). Mereka sangat antusias dan bersemangat mengikuti setiap gerakannya, ditambah senyum sumringah terpancar dari wajahnya.

Selanjutnya, Arief Kurnia (CEO PT. Kreasi Inovasi Digital – Unit Bisnis ESQ) memperkenalkan sebuah aplikasi Work Life & Beyond (WLB). Tujuan aplikasi ini untuk KAI adalah sebagai penguatan internalisasi dan implementasi budaya secara terintegrasi melalui: Komunikasi dan kolaborasi, Umpan Balik (Feedback), Ruang Diskusi Kelompok (Group), Pembelajaran (Learning), Koneksi ke layanan budaya berbasis teknologi dari Culture Expert – ACT Consulting.

Setelah pemaparan materi, Ary Ginanjar mengajak pimpinan serta insan KAI untuk tour di lingkup Menara 165. Tokoh motivator Indonesia itu menjelaskan secara detail tentang asal muasal gedung Menara 165 dibangun, kampus ESQ Business School didirikan, serta shalat berjamaah di Masjid Ar-Rohim (Masjid tertinggi ke-2 di Dunia).

Tak lupa, mereka juga mengabadikan momen dengan berfoto. Pimpinan dan insan KAI serentak dengan mengenakan baju putih bertuliskan AKHLAK, sedangkan Ary Ginanjar berada di tengahnya dengan mengenakan kemeja hitam.

Tanggal 28 Oktober juga bertepatan dengan Hari Sumpah Pemuda ke-93. Untuk itu, di awal acara puluhan orang di dalam ruang Granada turut memperingatinya dengan upacara dan menyanyikan lagu Indonesia Raya. Dilanjutkan dengan lantunan Mars PT KAI.

“Perbedaan yang ada bukanlah penghalang untuk bersatu. Jadikan keberagaman sebagai alasan untuk menyatukan semuanya. Semangat menjalani nilai-nilai Sumpah Pemuda! Bersatu, Bangkit dan Tumbuh” –  Ary Ginanjar Agustian.

Perum Jasa Tirta II, Trainer: Group Ini Ada Hubungannya dengan yang Dikatakan Pak Dirut

By News No Comments

JAKARTA – Haris Zulkarnain, Direktur Utama Perum Jasa Tirta II, turut menyapa dan memberikan kata pengantar dalam Forum Leaders Alignment Session di Perum Jasa Tirta II (PJT II) pada Rabu (28/4/2021) secara virtual. Kegiatan ini hasil kerjasama dengan ACT Consulting di bawah naungan Ary Ginanjar Agustian (President ACT Consulting).

“Semoga dengan mengikuti pelatihan ini, kita pun berharap ilmunya bermanfaat, airnya yang tersalurkan menjadi semakin berkah berlimpah, lahan pertanian menjadi lebih subur karena diatur atau di oleh insan jasa tirta, aamiin,” harap Haris. 

Selanjutnya, Coach Rinaldi dan Andry Fallash (trainer lisensi dari Ary Ginanjar) yang memandu insan PJT II tersebut. Ia menayangkan sebuah video, yang di dalamnya ada pertandingan dari All Blacks rugby team melawan tim putih.

“Apakah bapak dan ibu pernah mendengar tim Rugby? Yaa, tim nasional yang mewakili Selandia Baru dalam bidang uni rugbi, dan menjadi salah satu olahraga nasional di negara tersebut.”

Rinaldi menambahkan bahwa tim tersebut selalu unggul dalam bertanding, yakni dari 6 kali pertandingan menang 5 kali juara dunia. Dari 566 pertandingan, mereka menang 500 kali.

“Kemenangan itu mereka raih dari tahun 1903 hingga 2017. 70% mereka menang, setiap akan bertanding mereka gunakan rumus GKF yaitu Gerak, Kata, Fokus. Itulah yang membuat group itu menang,” jelasnya dari studio lantai 18, Menara 165.

Sekitar 50 orang insan PJT II Jatiluhur, Jawa Barat, Subang, dan lainnya terlihat mengiyakan. 

“Group itu ada hubungannya dengan yang dibilang pak Direktur Utama Jasa Tirta II Haris Zulkarnain. 

Maksud dari tayangan tadi adalah ditemukan sebuah rumus bahwa kinerja sama dengan kompetensi dikali energi. Mengandalkan kompetensi saja tidak cukup bukan? Harus dibarengi energi powerfull seperti yang dilakukan ketua group saat menyemangati timnya,” papar trainer. 

Andry Fallash pun share screen, dan menjelaskan dari mulai level low energi hingga high energi.

LAMM PT KAI, Dirut: AKHLAK di PT KAI di tahun 2022 akan Meningkat Drastis

By News No Comments

JAKARTA – Workshop Leadership as Meaning Maker (LAMM) PT KAI dibuka langsung oleh Direktur Utama PT KAI, Didiek Hartantyo pada Jumat (30/4/2021) secara offline di Kota Kembang, Bandung.

Pelatihan ini ditujukan untuk seluruh BoD dan BoD-1 yang juga dihadiri oleh direktur utama, jajaran direksi dan komisaris. Serta dibawakan langsung oleh Ary Ginanjar Agustian (Presiden ACT Consulting) di sesi pertama dan dilanjutkan oleh Rinaldi dan Yendra (trainer).

“Saya yakin dan percaya AKHLAK di PT KAI di tahun 2022 akan meningkat drastis,” tegas Didiek.

Menurut trainer dan tim yang bertugas saat itu, ketika Sang Dirut mengatakan hal tersebut, alam seakan mengaminkan, di tengah hujan yang tiba-tiba turun dengan deras.

“Awalnya suasana di Bandung cerah. Setelah Pak Dirut mengucapkan kalimat itu langsung hujan deras. Setelah paparan dari Pak Dirut, Pak Ary dan kami pun menyalami para BoD, Komisaris dan lainnya. Di tutup dengan doa kurang lebih selama 15 menit. Setelah beres sesi itu, hujan pun selesai juga,” jelas Rinaldi.

Dirut beserta komisaris dan para BoD PT KAI sangat antusias mengikuti workshop ini.

“Tugas leaders adalah memberikan semangat, motivasi, mengingatkan tentang visi dan misi setiap organisasi. Karena yang bikin kita semangat melakukan suatu hal karena adanya misi,” ucap Ary.

Hal itu dibenarkan oleh trainer berkacamata, Rinaldi, “Yaa, jadi apa yang kita sampaikan di training itu bukan teori semata, tapi kami sudah melakukan dan membuktikannya sendiri kemudian dibantu dengan teori yang ternyata sesuai.”

Sampai-sampai, salah satu leader sangat bersemangat bertanya maupun memberikan testimoni. Meskipun workshop berjalan dari pagi hingga sore.

“Setiap pergantian modul, setiap sesi saat training selalu mendapatkan ilmu. Materinya pun saya sampai hafal. Walaupun saya sebagai leader tahu akan hal itu, namun sekarang benar-benar tersadarkan,” ungkap Taufik Hidayat.