Skip to main content

Dirut Bersama Leaders KAI Seluruh Indonesia Lakukan Tour Ke Menara 165, Langsung Dipandu oleh Ary Ginanjar

By November 1, 2021News

“Culture is the shadow of the leader… Satu-satunya hal sangat penting yang dilakukan para pemimpin adalah menciptakan dan mengelola budaya. Jika Anda tidak mengelola budaya, budaya itu yang akan mengatur Anda, dan Anda bahkan mungkin tidak menyadari sejauh mana hal ini terjadi” – Edgar Schein

JAKARTA – Didiek Hartantyo (Dirut PT Kereta Api Indonesia), Para Dirut Anak Perusahaan dan Direksi PT KAI seluruh Indonesia, CDD/EVP Kantor Pusat, Kepala Daerah (Daop/Divre/EVP/GM Balai Yasa) serta puluhan insan KAI lainnya berkunjung ke Menara 165, Jakarta Selatan pada Kamis (28/10/2021).

Ada sekitar 60 orang yang berkumpul di Granada Ballroom lantai 1 Menara 165, termasuk di dalamnya Ary Ginanjar Agustian (Founder ESQ Group/ACT Consulting) beserta Para Direksi dan Trainernya.

Meskipun digelar secara offline, para pimpinan KAI, pimpinan ESQ Group/ACT Consulting  beserta tim tetap menerapkan protokol kesehatan, menjaga physical distancing serta melakukan antigen terlebih dulu dengan hasil negatif (non reaktif).

Acara tersebut mengusung tema “Living The AKHLAK Values.” Didiek memberikan kalimat sambutan di awal sesi. Ia mengatakan bahwa dalam rangka menginternalisasi Budaya Perusahaan khususnya pada level Pimpinan, kegiatan Living The AKHLAK Values bertujuan untuk menanamkan nilai AKHLAK dengan pendekatan 3.0 Concept dan NLP Technique.

“Upaya penanaman nilai menjadi sangat penting karena sebuah proses perubahan, agar memberikan dampak yang permanen, haruslah internally motivated. Apabila tidak internally motivated maka perubahan tersebut akan sangat mudah dipengaruhi,” tuturnya dengan penuh antusias.

Dirut PT KAI juga menambahkan, “Diharapkan semuanya dapat proaktif dalam mengikuti semua sesi yang akan dibawakan oleh Pak Ary sendiri maupun oleh Tim ACT Consulting, banyak isu-isu penting yang dapat dilakukan pembahasan lebih lanjut.”

Isu-isu penting tersebut di antaranya Managing Responses during VUCA & Pandemic Era and How Brain Works to achieve the corporate goals. Sehingga Didiek berharap hal tersebut menjadi pemicu bagi Insan KAI Group untuk lebih antusias dan efektif lagi dalam penerapan AKHLAK dalam mewujudkan visi misi perusahaan.

Oleh karenanya, Ary Ginanjar mengatakan bahwa, “Kereta Api Indonesia setiap harinya penuh dengan ide, inovasi, strategi baru dan seterusnya. Karena itu dibutuhkan pondasi yang kokoh dan kuat. Salah satunya dengan memegang teguh Core Values AKHLAK sekaligus mengimplementasikannya.”

“Lalu, datang ke sini untuk apa? Saya berharap bapak dan ibu membawa spirit serta semangat yang kuat untuk menjaga pondasi. Dan Anda harus menyakini bahwa bersama dengan Tuhan, misi besar KAI insya Allah akan terlaksana. Dengan keyakinan bahwa kita bisa, semua masalah selesai,” lanjut Ary sembari tersenyum.


Di sela-sela pemaparan materi, Coach Bram (trainer lisensi Ary Ginanjar Agustian) mengajak leaders dan insan KAI untuk senam gerakan dari Muhammad Ali (petinju internasional). Mereka sangat antusias dan bersemangat mengikuti setiap gerakannya, ditambah senyum sumringah terpancar dari wajahnya.

Selanjutnya, Arief Kurnia (CEO PT. Kreasi Inovasi Digital – Unit Bisnis ESQ) memperkenalkan sebuah aplikasi Work Life & Beyond (WLB). Tujuan aplikasi ini untuk KAI adalah sebagai penguatan internalisasi dan implementasi budaya secara terintegrasi melalui: Komunikasi dan kolaborasi, Umpan Balik (Feedback), Ruang Diskusi Kelompok (Group), Pembelajaran (Learning), Koneksi ke layanan budaya berbasis teknologi dari Culture Expert – ACT Consulting.

Setelah pemaparan materi, Ary Ginanjar mengajak pimpinan serta insan KAI untuk tour di lingkup Menara 165. Tokoh motivator Indonesia itu menjelaskan secara detail tentang asal muasal gedung Menara 165 dibangun, kampus ESQ Business School didirikan, serta shalat berjamaah di Masjid Ar-Rohim (Masjid tertinggi ke-2 di Dunia).

Tak lupa, mereka juga mengabadikan momen dengan berfoto. Pimpinan dan insan KAI serentak dengan mengenakan baju putih bertuliskan AKHLAK, sedangkan Ary Ginanjar berada di tengahnya dengan mengenakan kemeja hitam.

Tanggal 28 Oktober juga bertepatan dengan Hari Sumpah Pemuda ke-93. Untuk itu, di awal acara puluhan orang di dalam ruang Granada turut memperingatinya dengan upacara dan menyanyikan lagu Indonesia Raya. Dilanjutkan dengan lantunan Mars PT KAI.

“Perbedaan yang ada bukanlah penghalang untuk bersatu. Jadikan keberagaman sebagai alasan untuk menyatukan semuanya. Semangat menjalani nilai-nilai Sumpah Pemuda! Bersatu, Bangkit dan Tumbuh” –  Ary Ginanjar Agustian.

Leave a Reply

Open chat
1
Halo,
Ada yang bisa kami bantu?