Skip to main content

Society 5.0 yang Telah Hadir di Indonesia

By January 28, 2019April 30th, 2019Article

Perdana Menteri Jepang, Shino Abe meluncurkan apa yang dinamakan sebagai Society 5.0 di tahun 2017. Dalam pendekatan ekonomi inovatif yang dikembangkannya ini, segala hal akan berlangsung secara lebih otomasi dengan menggunakan data biometrik dan kependudukan hanya melalui sistem pengenalan sidik jari.

Society 5.0 ini merupakan jawaban dari kecemasan yang muncul saat dunia secara global merasa takut akan apa yang dapat terjadi dalam revolusi industri 4.0.

Revolusi industri 4.0 ini semula memancing kekhawatiran banyak negara yang memiliki jumlah penduduk sangat banyak, karena menghadirkan otomasi robotik dan optimasi komputer dan internet. Lalu apa yang akan terjadi dengan begitu banyak tenaga kerja, apakah banyak orang yang akan tidak memiliki pekerjaan? Di sisi lain, pengembangan robotika dan artificial intelligence memakan biaya yang sangat tinggi, yang tidak mungkin dilakukan dan dikembangkan oleh negara berkembang yang memiliki dana riset yang terbatas.

Negara Jepang mencanangkan akan menjadi penggerak terdepan dalam sistem masyarakat berbasis artificial intelligence berorientasi kemasyarakatan ini, karena memiliki teknologi teratas dalam advance biometrik dan budaya monozukuri (ketelitian dan kesungguhan) dalam industri manufakturnya. Bersama dalam forum ekonomi dunia (world economic forum), sejumlah ahli dari eropa dan amerika bertemu di jepang untuk merumuskan sejumlah solusi untuk menghadirkan robotika ke dunia keseharian masyarakat disana.

Namun negara asia lainnya terutama Asia Tenggara, telah juga menghadirkan layanan yang telah menjadikan society 5.0 ini terwujud di masyarakat, dengan tetap mempertahankan kearifan lokal. Bahkan, apa yang dilakukan oleh para inventor dan innovator Indonesia dan Malaysia, telah dapat mendatangkan solusi yang mudah dan murah. Tanpa membutuhkan waktu sejumlah tahun ke depan, Indonesia dan Malaysia telah memiliki Society 5.0 dalam versinya sendiri.

Dalam segi kesehatan, Jepang telah menciptakan berbagai teknologi untuk membuat seorang tua dapat mendapatkan layanan kesehatan dan pengobatan tanpa perlu mendatangi dokter di rumah sakit. Namun Jepang masih harus menunggu beberapa tahun lagi untuk bisa menciptakan kendaraan swa kemudi dan menciptakan robot scanner penyakit untuk dapat mewujudkan impian Society 5.0 menjadi kenyataan yang dapat dinikmati banyak orang.

Baca Juga:  Budaya Perusahaan yang Baik Meningkatkan Performa dan Efektivitas Organisasi

Padahal, solusi yang sama dengan konsep Jepang ini telah berlangsung di Indonesia melalui layanan gojek yang telah merambah ke dunia kedokteran dengan integrasi aplikasi halodoc. Dalam mengakses aplikasi ini, kita tinggal curhat ke dokter yang tepat, dan kita akan mendapatkan obat yang diperlukan untuk penyakit  yang dirasakan. Bahkan, karena halodoc terintegrasi dengan gojek, tanpa perlu kita kemana-mana, pengemudi gojek akan mengetuk pintu rumah kita dan mengantarkan obatnya.

Karena itu, seorang guru besar dari Malaysia, Prof Revany Bustami meramalkan bahwa Asia Tenggara akan memimpin penerapan Society 5.0 ini. Hal ini tak lain dan tak bukan karena Malaysia telah menciptakan aplikasi Grab dan Indonesia telah menciptakan Gojek.

Aplikasi yang semula hanya berupa ride hailing ini telah merambah berbagai solusi yang bersifat empowering atau memberdayakan. Sesuai dengan apa yang dikatakan oleh David Aikman dalam Robot Revolution Innitiative dalam World Economic Forum di Jepang di tahun 2017. Saat itu Aikman menyatakan bahwa kita seharusnya membuat teknologi memberdayakan manusia, dan bukan mendikte manusia. Ia menyatakannya sebagai Empowering, not Directing.

Solusi lainnya mengenai Society 5.0 ini akan kita bahas satu persatu dalam sejumlah tulisan ke depan. Untuk itu teruslah update dan ikuti berbagai tulisan berikutnya dari ACT Consulting. Salam Transformasi Progresif.

Untuk mendapatkan bantuan mengenai cara membentuk karakter para pegawai dan pimpinan hingga dapat mengakselerasi perubahan yang kompetitif di organisasi Anda, ACT Consulting memiliki langkah-langkah dan metodologi yang diperlukan. Hubungi kami via email di info@actconsulting.co atau telepon ke 0821-2487-0050 (Donna).

Leave a Reply

Open chat
1
Halo,
Ada yang bisa kami bantu?