Skip to main content

Pentingnya Prinsip dan Nilai dalam Pengembangan Kemampuan Komputasi Kuantum dan Kecerdasan Buatan (AI) Ala Google

By January 28, 2020Article

“Alam semesta bekerja dalam kecepatan dan akurasi quantum”, tukas Sundar Pichai, CEO Alphabet dengan Google Group termasuk di dalamnya. “Untuk itu, diperlukan kemampuan Quantum Computing dalam upaya kita untuk memahami alam semesta”, lanjut Pichai dalam menjawab pertanyaan dari Prof Klaus Schwab, Presiden dari World Economic Forum di acara ke 50 dari sejak organisasi ini pertama kali didirikan. 

Apa yang ditanyakan oleh Schwab adalah mengenai alasan apa yang muncul dalam upaya keras Google untuk menghasilkan teknologi terkini dan tercanggih dalam Quantum Computing dan Artificial Intelligence. Schwab pun terpana mendengarkan penuturan Pichai yang disampaikan dalam intonasi yang sederhana namun memukau itu. 

Dengan tersenyum, Schwab melanjutkan pertanyaan-pertanyaan berikutnya. Salah satunya tentang alasan apa yang mendorong Pichai untuk mempelajari teknologi informatika sebagai minat utamanya. Pichai menyampaikan bahwa, keterbukaan akses pada teknologilah yang telah banyak mengubah hidup banyak orang, termasuk dirinya.  

Pichai menyatakan sendiri bagaimana masyarakat India yang begitu sederhana kemudian tampil sangat gemilang setelah mereka mulai mengenal teknologi. Bahkan India lebih unggul dibandingkan sejumlah negara Asia yang berada di sekitarnya, walaupun masih terdapat masyarakat sangat sederhana di dalamnya. 

Untuk itulah, seperti apa yang diungkapkan oleh Schwab, Pichai dikenal sebagai seorang “Tech Optimist”. Berbeda dengan tokoh teknologi seperti Elon Musk yang memiliki rasa takut pada kekuatan apa yang dapat tumbuh dari pengembangan AI di berbagai belahan dunia. 

Quantum Computing yang ada di dalam inti Artificial Intelligence atau kecerdasan buatan, adalah hasil komputasi buatan mesin yang dirancang manusia, untuk dapat lebih baik dalam menerka dan membantu hidup manusia. “Untuk bisa lebih baik dalam memprediksi curah hujan, misalnya” ujar Pichai pada Scwab mengenai ketakutan dunia akan pemanasan global. Bahkan Pichai menyampaikan bahwa AI dapat amat baik untuk membantu masyarakat global dalam melakukan berbagai upaya pencegahan pemanasan global. 

Schwab juga menyampaikan kekagumannya pada teknologi buatan Google yang dikembangkan untuk membantu perkembangan dunia biologi dan kedokteran secara global. Pichai pun menambahkan bahwa AI amat membantu para tenaga medis dan menjadi kekuatan yang dapat diandalkan untuk melakukan perhitungan yang bersifat akurat dengan kemampuan AI dalam kamera medis misalnya, yang mengukur ukuran sel dalam kerangka nanometer. Hal yang tak mampu dijamah manusia dengan keterbatasannya, mampu untuk diatasi oleh kecedasan buatan yang berfungsi seperti perpanjangan tangan manusia. 

AI telah dapat membantu manusia melakukan operasi medis bertenaga laser dengan hitungan nano dan mikron. Kamera AI dapat membedakan sel yang berbahaya dan yang aman. Hingga prediksi serta pengambilan keputusan medis dalam skala yang lebih luas dan merata. Untuk itu berbagai kemajuan AI ini menjadi perhatian besar dan ditunggu-tunggu secara luas oleh masyarakat dunia. Hingga dapat menemukan sel kanker dari sebuah foto  yang dihasilkan dengan kamera nanotechnology dalam radiologi. 

Baca Juga:  Tantangan Toko Musik dan Label Rekaman di Era Industri Musik Digital

Selain itu, saat ini AI pun telah amat membantu dalam menyediakan data dan mengolah data medis secara luas dan rinci. AI pun membantu tenaga medis dalam analisa pathology. Bahkan membantu para tenaga medis untuk mengambil keputusan, yang semula bisa penuh perdebatan dan keraguan. 

Dalam kegiatan ekonomi, google search pun telah membantu dunia usaha. Pichai menyatakan bahwa secara umum masyarakat telah menghasilkan hingga 300 milyar dollar dari hasil pencarian di google, untuk kawasan Amerika Serikat saja. Hasil ini tidak dapat dihitung secara global ke seluruh dunia secara total, karena banyak kawasan dunia memiliki mesin pencarinya sendiri. Walau banyak juga yang masih menginduk dan mengekor ke google untuk urusan pencarian data ini. 

Schwab yang amat terkesan dengan kesederhanaan Pichai dan komitmennya dalam menjaga Etika di Google, menyatakan bahwa saat ini, perusahaan besar yang dipimpinnya tengah berada di ujung tombak dalam revolusi inovasi. Bahwa google telah menghasilkan dampak baik yang luar biasa besar. Dengan tetap rendah hati Pichai menyampaikan bahwa memang Google telah menempatkan banyak batu lompatan yang penting bagi para penemu dunia secara umum. 

Pichai pun menyampaikan bahwa komputasi kuantum telah merevolusi penemuan selama 40 tahun terakhir ini. Dengan kemampuan dan kecepatan sub atomik yang dimilikinya, kecerdasan kuantum telah mampu menyibak struktur molekul terkecil. Hingga membuka kemampuan para jenius dunia untuk menghasilkan lebih banyak lagi penemuan. Untuk menciptakan obat bagi kanker, untuk menghasilkan tenaga hydrogen tingkat tinggi, untuk melakukan enkripsi  pada skrip paling rahasia, dan untuk melakukan upaya terkini dalam menangani pemanasan global akibat perubahan iklim di planet bumi. 

Schwabb juga menyatakan bahwa Uni Eropa dan Amerika telah banyak menghasilkan temuan dalam level global. Namun semua hasil dari sistem komputasi kuantum dan kecerdasan buatan tersebut seperti mata pisau, yang bisa membantu namun juga bisa berbahaya. Untuk itu, kata Pichai, pemerintah di seluruh dunia harus memiliki hukum yang secara global disepakati dalam pengembangan dan penerapan AI ini. Agar berbagai hal yang dihasilkan memiliki nilai bagi kelangsungan hidup manusia, dan bukan sebaliknya. Bahwa masing-masing pemerintah tersebut harus menyetujui prinsip yang satu dalam menghasilkan pendekatan yang teratur di bidang komputasi kuantum dan kecerdasan buatan (AI) ini. 

Leave a Reply

Open chat
1
Halo,
Ada yang bisa kami bantu?