Pentingkah Employee Engagement Bagi Perusahaan?

By August 16, 2018 October 31st, 2018 Article

employee engagement bagi perusahaanACT Consulting Blog – Peran Employee Engagement bagi perusahaan itu ibarat tiang dalam sebuah bangunan. Kehadirannya akan selalu diperlukan oleh organisasi agar selalu berdiri kokoh.

Employee Engagement dipercaya dapat menjadi penentu kesuksesan perusahaan. Sebab profitabilitas bisa meningkat tajam karena produktivitas tinggi dari para karyawan. Mereka mampu bekerja dengan baik untuk bisa mencapai tujuan organisasi dan membawa kepuasan konsumen.

Sebelum mengetahui lebih banyak tentang peran Employee Engagement bagi perusahaan, Anda perlu mengenal dan memahami istilah tersebut secara lebih mendalam.

Apa Itu Employee Engagement?

Employee Engagement atau keterikatan karyawan adalah adalah suatu kondisi, sikap atau perilaku positif seorang karyawan terhadap pekerjaan dan organisasinya yang ditandai dengan perasaan semangat (vigor), dedikasi (dedication), dan keasyikan (absorption) untuk tercapainya tujuan dan keberhasilan organisasi.

Employee engagement pertama kali diperkenalkan oleh kelompok peneliti Gallup pada tahun 2004. Dari hasil penelitian tersebut, diketahui bahwa keterikatan karyawan sangat berpengaruh pada performa bisnis perusahaan.

Karyawan yang  engaged terbukti lebih jarang absen, minim melakukan kecelakaan kerja, dan lebih produktif. Mereka mampu membawa perusahaan untuk menghasilkan profit yang signifikan.

Mengukur Employee Engagement di Perusahaan

Ada tiga tingkatan Employee Engagement menurut Gallup (2004). Berikut adalah penjelasannya.

1. Engaged

Karyawan yang engaged adalah seorang pembangun (builder). Mereka selalu menunjukan kinerja yang optimal dan bersedia untuk mengerahkan seluruh kekuatan serta bakat mereka dalam bekerja. Mereka pun selalu bekerja dengan penuh gairah dan senantiasa berinovasi untuk kemajuan perusahaan.

Baca Juga:  Menemukan Keseimbangan Manusia dan Mesin dalam Transformasi Digital (2)

2. Not Engaged

Keterikatan karyawan pada perusahaan di tingkat ini dapat terlihat dari sikap mereka. Karyawan tersebut cenderung fokus pada tugas dibanding mencapai tujuan dari pekerjaan tersebut. Mereka cenderung merasa kontribusi mereka diabaikan. Untuk itu, mereka lebih memilih untuk menunggu perintah daripada berinisiatif sendiri ketika bekerja.

3. Actively Disengaged

Karyawan tipe ini adalah penunggu gua (cave dweller). Mereka secara konsisten menunjukkan perlawanan pada semua aspek. Mereka hanya melihat sisi negatif pada berbagai kesempatan dan setiap harinya, tipe actively disengaged ini melemahkan apa yang dilakukan oleh pekerja yang engaged.

Anda tentu juga ingin mengetahui tingkatan Employee Engagement bagi perusahaan Anda. Ikuti surveinya bersama ACT Consulting. Melalui survei ini, Anda bukan cuma tahu sejauh mana level keterikatan karyawan dengan perusahaan. Anda pun bisa memahami bagaimana caranya membuat perbaikan atau strategi yang mendukung bisnis perusahaan terkait dengan keterikatan karyawan.

Info lengkap tentang survei ini bisa Anda dapatkan di sini.

Human Capital Meet Up: Engagement Survey

Leave a Reply