Skip to main content

Pengaruh Penyebaran Virus Corona Pada Aktivitas Ekonomi Global

By March 3, 2020Article

Pada akhir februari, kasus virus corona masih terus bertambah dan belum ada obat serta vaksin yang telah memenuhi syarat untuk dinyatakan sebagai penyembuh resminya. Berbagai kasus baru ditemukan pada sejumlah orang dari berbagai negara yang berbeda, diantaranya di Italia, di Amerika Selatan, serta di sejumlah negara lainnya di Eropa dan Amerika. 

Para pengamat ekonomi mengatakan bahwa kebijakan yang terlalu restriktif yang dikeluarkan oleh Beijing sebagai Ibukota Republik Rakyat Tiongkok, menjadi penyebab melemahnya ekonomi global. Hal ini terjadi karena sejumlah fasilitas manufaktur dari banyak industri dunia terletak di daratan China. 

Kondisi penegakan sistem kewaspadaan yang sangat tinggi oleh pemerintah China ini dituding menjjadi penyebab lumpuhnya rantai pasokan berbagai industri di berbagai belahan dunia yang memiliki fasilitas manufakturnya di negeri tersebut. 

Tak tanggung-tanggung, Beijing telah memerintahkan untuk melumpuhkan berbagai fasilitas transportasi di kota Wuhan yang dikatakan sebagai tempat asal penyebaran virus tersebut, yaitu di Pasar Huanan. Beijing juga menyerukan pemanjangan waktu liburan tahun baru yang berdekatan dengan kemunculan wabah Corona sebagai kejadian luar biasa. 

Walaupun saat ini berbagai pabrik dan kantor serta sekolah dan universitas di China telah kembali berjalan, namun tindakan restriktif dan berbagai tindakan yang dilakukan oleh pemerintah China ini dikatakan oleh para pengamat di Barat sebagai terlalu keras dan dikatakan mengganggu aktivitas ekonomi global karena melumpuhkan rantai pasokan (supply chain) di sejumlah industri di berbagai negara di dunia. 

Apa saja akibatnya bagi ekonomi global? 

Di sejumlah bursa saham, sejumlah perusahaan besar makin banyak yang mengumumkan profit warnings. Mereka memberitahukan kepada para pemegang saham dan umum bahwa kemungkinannya pada kuartal berjalan akan terjadi penurunan keuntungan dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya, bahkan bisa jadi terdapat indikasi kerugian. 

Profit warnings tersebut terpaksa dilakukan mengingat bahwa kejadian luar biasa akibat virus corona telah mempengaruhi rantai pasokan bagi industry yang bersangkutan dan mempengaruhi keputusan konsumen dalam melakukan pembelian. 

Mengutip kalimat yang disampaikan oleh editor website Fortune Andrew Ross Sorkin, dikatakan bahwa sejumlah perusahaan besar di Amerika seperti maskapai utamanya yaitu United Airlines terpaksa melakukan koreksi pada panduan pendapatan yang semula direncanakan akan berjalan di tahun 2020. Mereka menyampaikan bahwa kemungkinan scenario yang bisa terjadi terlalu lebar, hingga tidak memungkinkan untuk dapat membuat suatu prediksi yang masuk akal.  United Airlines juga menyatakan bahwa serangkaian penerbangan ke China turun hingga mencapai 100%. 

Baca Juga:  Gaya Hidup, Kecerdasan Finansial dan Produktivitas Kerja

Sorkin juga menyampaikan bahwa melemahnya pasar akan berpengaruh pada pertumbuhan ekonomi, bahkan dapat mengancam kemungkinan terpilihnya kembali Presiden Trump. Meski demikian, Trump menyatakan bahwa turunnya harga saham merupakan momen yang menguntungkan untuk melakukan aksi beli. Bahkan hal ini ditegaskan kembali oleh Penasihat Ekonomi Utama Gedung Putih, Larry Kudlow bahwa para investor dapat mempertimbangkan secara serius untuk membeli sejumlah saham yang tengah mengalami penurunan harga. 

Berbagai negara juga telah melakukan restriksi penerbangan dari dan ke China. Indonesia termasuk salah satunya. Indonesia juga telah memulangkan lebih dari 200 orang warga negaranya yang semula tengah berada di kota Wuhan. Mereka juga telah menjalani masa 14 hari inkubasi untuk melihat apakah terjadi penularan virus Corona, sebelum diperbolehkan untuk kembali ke kota masing-masing. 

Terdapat juga fenomena travel warning yang dilakukan oleh berbagai perusahaan di Indonesia untuk mencegah para karyawannya melakukan kunjungan bisnis ke berbagai negara seperti ASEAN dan China. Gojek adalah salah satu perusahaan yang secara resmi melakukan travel ban keluar negeri dari Indonesia ke sejumlah negara dimana perusahaan tersebut beroperasi, berkaitan dengan penyebaran virus Covid-19 ini di negara operasionalnya tersebut.

Masyarakat dunia pun makin tercekam saat sejumlah kantong infeksi telah muncul diluar kawasan negara China. Yaitu tepatnya di Italia, Korea Selatan, Amerika, Amerika Selatan dan Iran. Sejumlah negara tersebut melakukan tindakan preventif dan kuratif yang diperlukan untuk mencegah penyebaran virus Covid-19, namun tidak melakukannya dengan derajat yang sangat tinggi seperti yang dilakukan oleh China di dalam negerinya, karena kasus yang ditemukan masih sangat sedikit. Kabar dari China yang mengumumkan bahwa belasan ribu penderita virus corona telah dapat disembuhkan pun bisa membuat kita sedikit lega. Namun berbagai negara tetap harus waspada karena tingkat kematian yang tinggi akibat virus Covid-19 ini dibanding berbagai pandemi sebelumnya. 

Leave a Reply

Open chat
1
Halo,
Ada yang bisa kami bantu?