Skip to main content

Megakaryon Startup Medis Regeneratif Jepang Untuk Mengatasi Krisis Donor Darah

By January 30, 2020Article

Karena banyak rumah sakit kekurangan donor darah, kehidupan jutaan orang terancam setiap tahun, menurut WHO. Di banyak negara maju, tingkat kelahiran termasuk rendah dan populasi makin menua hingga jumlah pendonor potensial menyusut dengan cepat. 

Kondisi ini merupakan tantangan serius bagi sistem perawatan kesehatan. Sementara di negara-negara berkembang semakin banyak produk darah tidak aman. Salah satu solusi yang menjanjikan adalah teknologi transformatif yang telah berhasil dikembangkan di Jepang. Teknologi yang dihasilkan Jepang ini bisa mengatasi kebutuhan global akan produk darah vital: trombosit.

Trombosit, juga dikenal sebagai sel darah merah, adalah komponen darah yang penting karena menghentikan pendarahan dengan membekukan luka pada pembuluh darah. Trombosit sangat dibutuhkan oleh orang-orang yang menderita cedera traumatis atau kanker. 

Menurut Palang Merah Amerika, di Amerika Serikat seseorang membutuhkan trombosit setiap 30 detik. Permintaan besar ini diperparah oleh fakta bahwa sekali diekstraksi dari donor, trombosit harus digunakan dalam waktu empat hingga lima hari, dan oleh karena itu donor baru selalu dibutuhkan. Selain itu, donasi trombosit memakan waktu hingga tiga jam dan golongan darah trombosit juga harus dicocokkan dengan penerima.

Pada 2012, ilmuwan riset Jepang Shinya Yamanaka memenangkan Hadiah Nobel dalam Fisiologi dan Kedokteran. Hadiah Nobel ini didapat karena menemukan bahwa sel dewasa dapat diprogram ulang menjadi sel induk, yang berpotensi menjadi semua jenis sel dalam tubuh. 

Terobosan ini membuka bidang baru pengobatan regeneratif di Jepang dan negara-negara lain, dan memberikan harapan yang tinggi bahwa pasien yang menderita penyakit kronis akan mendapat manfaat dari transplantasi berdasarkan apa yang disebut sel punca berpotensi majemuk (induced pluripotent stem cells), atau sel iPS. Sel iPS berasal dari fibroblas kulit manusia dewasa, 

Salah satu startup medis Jepang bernama Megakaryon menggunakan teknologi ini untuk membawa produk darah baru ke dunia. Megakaryon adalah perusahaan unik karena merupakan gagasan dari dua universitas dan pemerintah sebagai pemegang saham utama. 

Pada 2017, Megakaryon telah mengembangkan metode produksi massal trombosit pertama di dunia berdasarkan sel iPS. Proses ini melibatkan penggunaan sel induk yang dibuat melalui iPS untuk membuat bank sel induk. Setelah ditetapkan, dapat disimpan dengan didinginkan (cryopreserved) dan ditumbuhkan untuk menghasilkan jumlah sel trombosit yang tidak terbatas. 

Dalam proses iPS ini hanya beberapa donor yang dibutuhkan, dibandingkan dengan jutaan donor yang diperlukan untuk mempertahankan sistem donor darah saat ini.

Trombosit  atau sel darah merah adalah bahan baku pembentuk berbagai sel tubuh. Hingga Genjiro Miwa menyebutnya sebagai “infrastruktur untuk semua perawatan medis”.  Genjiro Miwa adalah Co-founder dan CEO Megakaryon. “Trombosit bukan hanya diperlukan dalam penyembuhan satu penyakit saja, bukan untuk penyakit tunggal. Kita perlu trombosit jika cedera parah dan juga untuk mengatasi efek samping dari perawatan kanker. Untuk tubuh kita, trombosit sama pentingnya seperti listrik atau air untuk rumah.

Genjiro Miwa, berharap dapat mengkomersialkan produk trombosit dari iPS ini agar dapat membantu mengurangi kekurangan produk darah vital.

Baca Juga:  Cara Mengelola Assesment Center yang Tepat

“Negara dengan sistem kesehatan yang bergantung pada donor, kini masih terancam oleh demografi dan kesenjangan usia menjadi target pertama. Tetapi peluang sebenarnya adalah negara-negara seperti India, Cina dan Rusia serta Asia Tenggara. Di India, setengah dari trombosit berasal dari sumber pasokan legal dan setengah dari pasar gelap. Sel-sel iPS bisa menjadi solusi mendasar untuk masalah ini. “

Ada beberapa alasan mengapa Jepang adalah tempat komersialisasi produk darah pertama di dunia menggunakan teknologi sel iPS. 

Pertama, charisma Yamanaka sebagai peraih hadiah nobel, dan reputasinya dalam pengobatan regeneratif memperoleh dukungan publik yang sangat besar di Jepang. Di negara ini ada kolaborasi universitas dan kalangan peneliti dengan industri dan dukungan kuat dari pemerintah. 

Megakaryon adalah contoh utama ekosistem kolaboratif baru ini, yang dengan cepat mendapat dukungan dari lembaga pendanaan pemerintah, dari Innovation Network Corporation Jepang, dan telah dibentuk konsorsium 15 perusahaan untuk mengkomersialkan teknologi temuan ini.

Kedua, pemerintah Jepang menetapkan penelitian tentang obat regeneratif iPS sebagai bidang pengembangan prioritas. Di Jepang terdapat Strategi Lima Tahun Inovasi Medis. Program ini menjadi langkah pemerintah yang strategis dalam bidang kesehatan dan medis. 

Jepang memiliki tujuan untuk menjadi negara dengan perawatan medis regeneratif paling canggih di dunia. Megakaryon akan melakukan uji klinis di Amerika Serikat dan Jepang dan bertujuan untuk komersialisasi pada tahun 2020. 

Pemegang Saham mendukung startup karena metode Megakaryon didasarkan pada lisensi eksklusif untuk teknik produksi trombosit yang dikembangkan oleh Koji Eto, seorang profesor di Pusat Penelitian dan Aplikasi iPS Sel Universitas Kyoto, dan Hiromitsu Nakauchi, Profesor Proyek, Divisi Terapi Sel Punca, The Universitas Tokyo. Bersama George Daley, Dekan Fakultas Kedokteran Harvard, Nakauchi dan Eto adalah beberapa penasihat ilmiah Megakaryon.

Megakaryon telah mendapat manfaat dari bentuk lain dari dukungan pemerintah. Badan Farmasi dan Alat Kesehatan (PMDA), yang didirikan pada tahun 2004, bertanggung jawab untuk memastikan kualitas  dan keamanan obat-obatan dan alat kesehatan, dari uji pra-klinis hingga persetujuan.  

PMDA memainkan peran penting dalam penciptaan obat inovatif, peralatan medis, dan produk medis regeneratif yang berasal dari Jepang, terutama dari universitas, lembaga penelitian dan perusahaan ventura. 

Sementara Megakaryon sedang mencoba sesuatu yang sama sekali baru dalam hal mendapatkan persetujuan untuk teknik kedokteran regeneratif, PMDA memberikan bimbingan dan saran perusahaan, dengan memberitahukan jenis data apa yang diperlukan untuk berbagai aplikasi.

“Saya merasa bahwa pemerintah serius mendorong obat regeneratif ke depan,” kata Miwa. “Misi PMDA adalah keselamatan pasien, dan telah aktif secara adil dan kooperatif dengan kami.”

Miwa berharap bahwa perusahaan akan dapat berinovasi lebih lanjut tekniknya sehingga pada akhirnya dapat menghasilkan trombosit universal, yang tidak akan terkait dengan golongan darah dan kompatibel dengan pasien mana pun, di mana pun di dunia.

Leave a Reply

Open chat
1
Halo,
Ada yang bisa kami bantu?