Skip to main content

Manajemen di Era Turbulensi (2); Produktivitas Pekerja Pengetahuan

By February 25, 2020Article

Kesuksesan setiap bisnis tergantung pada kemampuannya untuk memanfaatkan sejumlah modal yang menjadi kekuatan. Menurut Peter Drucker empat sumber daya utama harus dikelola secara konsisten, sistematis, dan teliti untuk menjaga tingkat produktivitas;

  • modal,
  • aset fisik penting,
  • waktu, dan
  • pengetahuan

Dalam usaha untuk mendapatkan keuntungan berlipat dari modal finansial, maka Anda harus melakukan akselerasi yang dibutuhkan pada modal pengetahuan yang menjadi dasar dari bisnis Anda. 

Akselerasi pengetahuan ini dbutuhkan untuk meningkatkan produktivitas modal yang Anda miliki, ke dalam sejumlah asset fisik penting yang dioperasikan oleh para tenaga kerja yang memiliki tingkat pengetahuan yang berbeda-beda. Sementara modal berupa waktu didapatkan bila kita dapat bergerak lebih cepat daripada pesaing dan menghasilkan inovasi lebih dahulu dan lebih tepat jauh melampaui pesaing dan menjadi pemimpin dalam industri dimana kita berbisnis.

Menurut Drucker, tidak ada rahasia untuk produktivitas tinggi ini. Hanya ada kerja keras, kerja keras, kemantapan dan komitmen untuk mengelola produktivitas. Produktivitas sumber daya manusia, dan terutama pekerja pengetahuan, mensyaratkan bahwa orang ditugaskan di bidang yang potensial mendapatkan hasil, dan bukan di bidang atau tempat yang tidak bisa menghasilkan,  tidak peduli seberapa baik mereka bekerja.

Drucker menyampaikan bahwa kontrol penugasan adalah kunci produktivitas pekerja terampil.  Agar dapat melakukan control penugasan dengan baik, kita membutuhkan, pengetahuan akan; 

a. Potensi kekuatan karyawan, dan terutama para karyawan dengan catatan kinerja yang terbukti. Atau bisa juga dengan menggunakan alat ukur seperti Strength Finder. Dari gambaran potensi kekuatan ini kita akan bisa mengetahui bagian pertama mengenai karyawan kita, yaitu;  Apa saja yang mereka lakukan dengan baik?

Baca Juga:  Tokoh Muslim Sukses Dunia: Hussain Ibrahim Al Fardan, di Usia 93 Tahun Masih Menjadi Chairman di Puluhan Perusahaan Besar

Sementara hal kedua kita dapatkan dari riwayat kerja dan riwayat pendidikan seseorang; pengetahuan dan keahlian apa yang mereka miliki?

b. Tempatkan karyawan di posisi dimana penerapan kekuatan mereka dapat menghasilkan hasil.

c. Tugaskan pada area yang memiliki peluang, dan pertimbangkan mana peluang yang tepat untuk mereka.

Manajer memiliki tugas untuk membuat karyawan yang berada di bawah kepemimpinannya untuk mampu melakukan tugasnya dengan sebaik-baiknya. Untuk itu, tiap manajer menurut Drucker harus mengajukan dua pertanyaan setiap enam atau sembilan bulan; 

  • Adalah tugas manajer untuk bertanya kepada siapa pun dalam organisasi mengenai apa yang dapat ia bantu dirinya sendiri, pada bosnya, pada rekannya dan bawahannya. 
  • Ia pun harus menanyakan apa yang ia lakukan yang berpotensi menghambat karyawan lain dalam pekerjaan mereka. 

Mengapa hal diatas perlu dilakukan? Karena tiap karyawan tidak selalu memahami cara terbaik untuk memaparkan pekerjaan rutinnya, termasuk dirinya sendiri. Kita harus berasumsi bahwa; 

Pertama; Individu manusia di tempat kerja lebih tahu daripada siapa pun tentang apa yang membuatnya lebih produktif, dan apa yang bermanfaat atau tidak membantu.

Kedua; Untuk menjadi sepenuhnya produktif, orang-orang yang memiliki pengetahuan dan keterampilan perlu bertanggung jawab.

Adalah tugas bos untuk bertindak sebagai sumber daya dan untuk mendukung motivasi dan keinginan karyawan untuk melakukan pekerjaan, karena mereka tahu betul apa arti “produktivitas” untuk pekerjaan mereka. Bila pertanyaan diatas tidak diajukan maka akan memadamkan motivasi. Dan bahkan tentang pekerjaan rutin, Drucker mengutip Frederick Taylor yang mengatakan bahwa satu-satunya “ahli” sejati adalah orang yang melakukan pekerjaan itu.

Leave a Reply

Open chat
1
Halo,
Ada yang bisa kami bantu?