Skip to main content

Lima Unicorn Empatik dan Kreatif dari Indonesia Untuk Dunia

By January 29, 2020Article

Go-Jek $10.0 Supply chain, logistics, & delivery Formation Group, Sequoia Capital India, Warburg Pincus
Tokopedia $7.0 E-commerce & direct-to-consumer SoftBankGroup, Alibaba Group, Sequoia Capital India
OVO $2.9 Fintech Grab, Tokopedia, Tokyo Century Corporation
Bukalapak $2.5 E-commerce & direct-to-consumer 500 Startups, Batavia Incubator, Emtek Group
Traveloka $2.0 Travel Global Founders Capital, East Ventures, Expedia Inc.

Kreativitas akan menjadikan suatu bisnis menjadi lestari, sementara langkah empatik akan selalu mampu membuka hati masyarakat dunia yang lebih luas. Setidaknya, itulah yang terlihat dari kemunculan lima kuda tempur ajaib dari ranah teknologi informatika dari Indonesia yang makin bergerak menembus berbagai penghalang tembok kapitalitasi global. 

Saat ini posisi nomor satu decacorn teratas memang masih diduduki oleh bytedance dengan salah satu aplikasinya TikTok yang bergerak dalam ranah hiburan. Namun kelima kuda tempur ajaib dari Indonesia memiliki kelebihan yang tak terbantahkan. Bahwa kelimanya memiliki model bisnis social entrepreneurship yang kental. 

Dalam model bisnis social entrepreneur ini, para pengusaha mengutamakan upaya untuk memberikan pertolongan sosial tanpa memandang pada keuntungan apa yang bisa dipetik. Keuntungan kemudian baru muncul setelah masyarakat mengetahui dan menyadari bahwa aplikasi yang disediakan tersebut mampu menolong hidup mereka dan memberdayakan mereka hingga bisa memperoleh kehidupan yang lebih baik dari keterhubungan yang disediakan dalam aplikasi tersebut. 

Tanpa berusaha untuk menonjolkan salah satu diatas yang lain, masing-masing aplikasi kreatif dan empatik karya anak bangsa ini, memiliki nilai kepedulian yang kental. Berangkat dari kepedulian untuk mengangkat sesama dari jurang kemiskinan. Untuk menghasilkan keterhubungan antara konsumen dari produk dan jasa yang dibutuhkan secara luas, dan menghasilkan putaran ekonomi yang tinggi dari itu. 

Kelima aplikasi informatika ini memiliki fitur komunikatif, detail dan mudah dalam tampilan sederhana yang interaktif dan memudahkan konsumen dalam mengakses berbagai jasa yang dibutuhkan dan menjadi penolong di saat-saat yang kritis. Bahkan istimewanya lagi, kelimanya memiliki prinsip yang tinggi, dan nilai daya guna yang juga tinggi. 

Model bisnis social entrepreneurship ini dapat membesar setelah masyarakat bisnis tergugah dan menjadi tertolong dengan aplikasi ini. Lalu dunia usaha secara luas kemudian menyadari besarnya dampak yang dapat dihasilkan tersebut memiliki nilai ekonomi yang tinggi. 

Baca Juga:  Apa itu Good Corporate Governance

Untuk itu, nilai sosial entrepreneurship yang tumbuh itu kemudian mendapatkan bantuan dari berbagai perusahaan permodalan yang kemudian menggelontorkan bantuan dalam jumlah milyaran rupiah hingga milyaran dollar besarnya. 

Namun sayangnya, model bisnis yang dimiliki oleh suatu pemilik usaha tersebut dapat menjadi boomerang yang menyakitkan. Untuk itulah, para pemodal selain juga memberikan bantuan keuangan, mereka pun ingin ikut membesar bersama aplikasi yang diserap secara tinggi karena dibutuhkan oleh publik tersebut.  

Simbiosa bisnis yang dihasilkan pun menggurita dan meraksasa, setelah pihak pendana pun memberikan saran dan syarat bisnis yang ketat. Para pendiri dan pemilik perusahaan kuda tempur ajaib ini pun dipilih dengan hati-hati oleh para pendana. Mereka melihat pada sisi kepribadian dari pemilik usaha, apa visi dan apa tujuan mulia yang ia inginkan. Karena pada akhirnya mereka hanya bisa berinvestasi para orang yang mereka percayai, pada orang yang tujuan mulianya ingin ia dukung. 

Para pendana juga melihat model bisnis, ceruk pasar yang dipilih, dan kejelian para founder ini dalam menyusun rencana bisnis, perbaikan model bisnis, dan pemilihan momen cohort dalam teknik marketing yang dipilih. Hingga kita kemudian mendengar sejumlah cerita tentang keberhasilan strategi marketing yang menciptakan sendiri momen monumentalnya. 

Bahwa detail cohort yang dipilih ditentukan bukan hanya dengan hitungan matematika ekonomi saja, tapi juga dari penjagaan nilai prinsip apa yang ingin ditegakkan para founder dalam langkah-langkah ekspansif mereka.  Mereka juga melihat pada strategi budaya seperti apa yang dipilih untuk ditumbuh kembangkan dalam perusahaan. Karena pada akhirnya para penghuni dan pengembang di dalam kuda tempur tersebut yang akan meneruskan atau menghancurkan langkahnya. 

Sebagai masyarakat yang berjumlah besar, Indonesia memiliki kekuatan ekonomi yang tidak bisa diremehkan. Namun disini kita harus menyadari bahwa anak bangsa memiliki banyak keunggulan, dengan daya empati dan kreativitas kita. Kita juga harus mulai terus menggeliat agar tidak hanya menjadi pasar tapi bangkit menjadi pelaku bisnis yang mampu bermain di tingkat regional. Bahwa visi mulia yang dimiliki para founder tersebut juga dibutuhkan oleh masyarakat luas di negara lain yang membutuhkan layanan aplikasi buatan anak bangsa tersebut.  Hayuk Going Global Bersama ACT Consulting!  

Leave a Reply

Open chat
1
Halo,
Ada yang bisa kami bantu?