Bangkitnya Industri Dirgantara Asia, Indonesia Boleh Berbangga

By January 14, 2020Article

Industri Dirgantara Asia Tengah Bangkit. Hal ini nampak dari pengakuan kemampuan aviasi dari produsen Asia, untuk dapat diterima di pasar barat. Baru pada tanggal 19 Juni 2019, telah terjadi kesepakatan antara Mitsubishi Aircraft Corporation dengan sebuah perusahaan penerbangan di Amerika Serikat, dengan jumlah pesanan mencapai 15 unit pesawat terbang untuk model Spacejet M100. Model ini dapat mengangkut jumlah penumpang hingga 84 orang.

Sebelumnya, pada tahun 2017, Skywest Airlines yang berpusat di Utah, membuat pesanan 100 pesawat MR90 untuk dapat dikirimkan pada kurun waktu tahun 2017 hingga tahun 2020. Pesawat ini dapat mengangkut jumlah penumpang hingga 88 orang. Hal ini tentu sangat membanggakan. Namun hal ini tidak terjadi dalam sekejap mata. Bahkan industri penerbangan di Jepang ini pernah menghadapi sejumlah tantangan. 

Kedua jenis pesawat ini termasuk dalam ukuran menengah, dan dapat beroperasi untuk penerbangan yang berlangsung selama beberapa jam. Sehingga cocok untuk digunakan pada perusahaan penerbangan nasional di suatu negara. Inilah penyebab mengapa ANA (All Nippon Airways) dan SkyWest yang merupakan operator penerbangan domestic di Amerika Serikat  kemudian memutuskan untuk membeli model pesawat jet tercanggih dan terbaru ini.

Baca Juga:  Bersama Memperbaiki Spiritualitas, Moralitas, Leadership, demi Karakter Bangsa

Sebelumnya telah ada perusahaan nasional Jepang bernama NAMC (Nihon Aircraft Manufacturing Corporation) yang telah memproduksi pesawat yang mulai terbang sejak tahun 1962. Pesawat tersebut adalah YS-11. Pesawat yang dapat mengangkut 60 penumpang ini mulai dibeli oleh Hawaian Airlines pada tahun 1966. Bagian lain dari Amerika, Piedmont Airlines juga membeli produk YS11 buatan Jepang ini pada tahun 1967.

Bagaimana dengan negara kita Indonesia? Kita juga patut berbangga karena industri pesawat terbang nusantara, telah menjual banyak pesawat CN235 ke berbagai negara dunia. Pesawat kecil dengan jumlah penumpang hingga 51 orang ini amat laku dan digunakan oleh berbagai negara diantaranya oleh Turkish Air Force, Turki, French Air Force, Perancis. Irish Air Corps, Irlandia, dan Royal Malaysian Air Force, Malaysia.  Selain itu banyak sekali negara-negara lain dari berbagai benua yang juga memesan pesawat ini. Hingga tak mengherankan kita dapat menyaksikan b agaimana PT Dirgantara Indonesia yang pernah memangkas hingga separuh pegawainya ini kini telah menampilkan keuntungan yang cukup besar.

Selain itu salah satu hal yang amat membanggakan lainnya adalah, PT Dirgantara Indonesia juga dipercaya untuk melakukan manufacturing sejumlah helicopter tempur dengan lisensi dari berbagai negara di dunia. Diantaranya Helikopter Puma, Super Puma, Eurocopter Fennec, hingga NC212 dengan lisensi dari Aviocar.

Leave a Reply