Skip to main content

Apa Penentu Keberhasilan Disney Hingga Menjadi Konglomerasi Besar? (1)

By June 18, 2019Article
Apa-Penentu-Keberhasilan-Disney-Hingga-Menjadi-Konglomerasi-Besar

Banyak dari kita besar dengan membaca majalah atau menonton kartun Disney di televisi. Tokoh seperti Cinderella, Putih Salju serta Mickey Mouse dan kawan-kawan telah mewarnai masa kecil kita dengan berbagai karakter yang berbeda. Tak mengherankan bila pakaian, mainan hingga peralatan makan dan alat sekolah kita dahulu atau anak-anak kita saat ini, dihiasi dengan karakter kartun tersebut. Namun yang amat mencengangkan saat ini, bisnis Disney kini amat menggurita dan menjadi sangat besar.

Ada banyak hal yang dapat kita pelajari dari berkembangnya bisnis Disney. Namun pembelajaran yang utama adalah yang dapat kita terapkan pada diri sendiri dan anak-anak kita. Untuk itu, kita bisa belajar dari bagaimana Disney dibesarkan hingga coretan sederhana yang dibuatnya kemudian meraih banyak penghargaan Academy Awards di dunia film dan Emmy Awards di dunia serial televisi.

Bagaimana Walt Disney Dibesarkan?

Walt kecil sangat suka menggambar. Ia menyukai tokoh-tokoh dalam dongeng dan sejak umur 4 tahun mencoba untuk memvisualkan. Apa yang ia bayangkan dari berbagai cerita yang dituturkan oleh ibunya tercinta tertuang menjadi gambar-gambar yang indah. Walt pun memiliki perasaan yang amat halus dan penuh perhatian pada detail dari segala hal.

Sejak kecil, Walt cukup beruntung untuk mengetahui bahwa bakat menggambar yang dimilikinya bisa mendatangkan uang. Hal ini berawal dari permintaan tetangga dekat peternakan dimana mereka tinggal, untuk Walt membuatkan gambar kuda kesayangannya. Uang yang dihasilkan dari bakatnya sendiri ini kemudian menguatkan keinginan di dalam diri Walt kecil untuk belajar seni gambar dengan lebih serius.

Berbagai kesempatan untuk mengembangkan bakatnya, dimanfaatkan Walt untuk terus menumbuhkan keterampilannya. Berbarengan dengan merebaknya industri pemberitaan di Amerika, anak-anak negara itu turut dibesarkan dengan dorongan untuk mencipta dan berkarya. Hingga mendorong beberapa sekolah untuk membuat dan menyebarkan koran kecil sendiri. Di saat itu Walt dipercaya untuk menjadi kartunis untuk koran sekolahnya.

Walt juga mulai tertarik pada dunia film yang berkembang di Amerika saat ia masih kanak-kanak. Dari temannya di kursus bahasa inggris, Walt di umur sepuluh tahun, mulai menonton banyak film dan menghadiri kursus tentang dunia film setiap hari sabtu di Kansas Art Institute.

Baca Juga:  Amazon Love Program Transformasi Budaya Organisasi Yang Menjadikannya Salah Satu Perusahaan Terkaya Dunia

Ayah Walt yang semula seorang petani dan peternak mengalami kemajuan dalam usahanya. Hingga kemudian berinvestasi dan menjadi pemilik sebuah perusahaan kecil dengan membeli sejumlah saham di perusahaan makanan. Dari sini kita bisa melihat bahwa di dalam keluarga Disney terdapat bakat kreatif dan dorongan untuk mendirikan dan mengelola bisnis.

Keluarga ini pun mendorong anak-anaknya untuk belajar dengan tanpa kenal lelah. Hal ini dilakukan oleh kedua orangtuanya untuk memastikan bakat yang dimiliki anak-anak mereka tumbuh dengan pendidikan yang baik. Tanpa dibatasi, di usia remajanya, Walt mempelajari seni gambar dengan lebih serius. Hal ini mendorongnya untuk bersekolah di pagi hari di Mc Kinley Highschool dan kursus seni di malam hari di Chicago Art Institute.

Ilmu memang tak pernah sia-sia. Pengetahuan pun membesarkan kemampuan yang dimiliki seseorang hingga sampai ke tingkat tertinggi. Bakat yang terus dipupuk pun kemudian dapat tumbuh subur hingga bisa menginspirasi banyak orang untuk bekerja bersama dan mendukung ide-ide yang Anda miliki. Tak mengherankan bila kelak kemudian, karya-karya Disney kemudian memiliki citarasa seni yang tinggi.

Pada era tersebut, teknologi film tengah berkembang di Amerika Serikat. Dibarengi dengan berkembangnya teknologi animasi yang saat itu masih hitam putih. Walt kemudian mempelajari seni animasi.

Namun tidak semua hal berjalan mudah bagi Walt. Karena dorongan patriotik yang dimilikinya, ia keluar dari sekolah dan ingin bergabung dengan ketentaraan, namun ditolak. Tak menyerah, ia pun melamar ke palang merah untuk menjadi tenaga paramedis. Diterima, Walt kemudian ditugaskan di Perancis selama setahun sebagai sopir ambulans.

Bagaimana kisah sukses Disney selanjutnya? Ikuti dalam artikel berikutnya. Salam Transformasi Karya dari ACT Consulting. Ikuti terus artikel dan tips dari kami untuk mendapatkan inspirasi yang berharga bagi kehidupan. Kami harap penuturan yang kami sampaikan dapat memotivasi Anda untuk menghadirkan lebih banyak karya yang bernilai tinggi dan bermanfaat. Hingga dari semua itu, Anda dapat mewujudkan impian yang mendatangkan kebaikan bagi banyak orang. Hingga terwujud masa depan Indonesia Emas yang mendatangkan kesejahteraan di Negeri kita.

Leave a Reply

Open chat
1
Halo,
Ada yang bisa kami bantu?