Skip to main content
Tag

Trainer

4 Tipe Orang di Lingkup PT Petrokimia Gresik, Pelajaran dari Tayangan Video!

By News No Comments

 JAKARTA – ACT Consulting mencurahkan ilmunya lewat sebuah program bertajuk “Culture Fertilizer on Boarding Workshop di PT Petrokimia Gresik (PKG) Batch 1” selama dua hari pada Selasa-Rabu (27-28/4/2021) secara online. Puluhan insan PKG dipandu langsung oleh trainer lisensi dari Dr. (H.C) Ary Ginanjar Agustian yakni Coach Nofel Windo.

Nofel menayangkan sebuah video hasil riset dari negeri orang, yang berkaitan dengan karakter atau 4 tipe orang pada umumnya. Video itu mengilustrasikan sebuah keadaan saat mengalami perubahan, atau suatu hal yang baru, dan bagaimana cara kita untuk menghadapinya.

Cara atau langkah dari orang-orang itulah yang menentukan mereka dari golongan atau tipe orang yang seperti apa.

Puluhan peserta terlihat serius namun tetap santai melihatnya.

“Baikkk, dari simulasi video tadi dapat disimpulkan ada 4 tipe orang yaitu innovators, early adaptors, late adaptors, dan resistors.”

Satu persatu ia jelaskan dengan terperinci, agar semuanya lebih paham.

“Innovators yaitu tipe orang yang memiliki inovasi. Saat terjadi perubahan ia langsung bergerak, bertindak. Ia juga yang bisa memberikan contoh kepada yang lain. Kemudian tipe yang early adaptors juga bisa menyesuaikan dengan kondisi yang ada, namun tak setanggap innovators.

Selanjutnya tipe yang ketiga adalah late adaptors, yang artinya dia tipe orang yang ikutserta berubah, beradaptasi, namun harus melihat atau menunggu jika ada hasilnya baru bertindak. Dan yang terakhir yakni resistors, ia hanya terdiam, belum siap ikut berubah bahkan menolak perubahan,” paparnya dengan terperinci.

Selanjutnya, insan PKG dibagi menjadi 4 kelompok (karena ada 4 tipe orang) untuk berdiskusi selama 10 menit dan mempresentasikannya.

“Setiap orang di sini memiliki karakter yang berbeda. Anda perlu memiliki sinergi yang tepat untuk menjadi Culture Fertilizer ini, maka perlu mengetahui sisi negatif maupun positif dari 4 tipe tersebut,” kata trainer beralis tebal itu.

Waktu diskusi telah usai, kini giliran presentasi setiap kelompok. Kelompok resistors mengawalinya, diwakilkan oleh Franky dan Aldifi Kresmagus.

“Untuk resistors, kalau dilihat dari sisi positive characternya yaitu sebagai pemberi kritik, masukan terkait perubahan, berpendirian kuat dan tidak menyukai ketidakpastian. Sedangakan negative characternya itu dia sulit untuk diajak berubah, menjadi provokator dan demotivator,” jelas Franky.

Sedangkan Aldifi jelaskan terkait influence strategies (suatu cara hadapi orang resistors) yakni pendekatan personal, jadikan sebagai kritik atau masukan, ajak dalam proses perubahan, dan berikan pemahaman terperinci.

Perum Jasa Tirta II, Trainer: Group Ini Ada Hubungannya dengan yang Dikatakan Pak Dirut

By News No Comments

JAKARTA – Haris Zulkarnain, Direktur Utama Perum Jasa Tirta II, turut menyapa dan memberikan kata pengantar dalam Forum Leaders Alignment Session di Perum Jasa Tirta II (PJT II) pada Rabu (28/4/2021) secara virtual. Kegiatan ini hasil kerjasama dengan ACT Consulting di bawah naungan Ary Ginanjar Agustian (President ACT Consulting).

“Semoga dengan mengikuti pelatihan ini, kita pun berharap ilmunya bermanfaat, airnya yang tersalurkan menjadi semakin berkah berlimpah, lahan pertanian menjadi lebih subur karena diatur atau di oleh insan jasa tirta, aamiin,” harap Haris. 

Selanjutnya, Coach Rinaldi dan Andry Fallash (trainer lisensi dari Ary Ginanjar) yang memandu insan PJT II tersebut. Ia menayangkan sebuah video, yang di dalamnya ada pertandingan dari All Blacks rugby team melawan tim putih.

“Apakah bapak dan ibu pernah mendengar tim Rugby? Yaa, tim nasional yang mewakili Selandia Baru dalam bidang uni rugbi, dan menjadi salah satu olahraga nasional di negara tersebut.”

Rinaldi menambahkan bahwa tim tersebut selalu unggul dalam bertanding, yakni dari 6 kali pertandingan menang 5 kali juara dunia. Dari 566 pertandingan, mereka menang 500 kali.

“Kemenangan itu mereka raih dari tahun 1903 hingga 2017. 70% mereka menang, setiap akan bertanding mereka gunakan rumus GKF yaitu Gerak, Kata, Fokus. Itulah yang membuat group itu menang,” jelasnya dari studio lantai 18, Menara 165.

Sekitar 50 orang insan PJT II Jatiluhur, Jawa Barat, Subang, dan lainnya terlihat mengiyakan. 

“Group itu ada hubungannya dengan yang dibilang pak Direktur Utama Jasa Tirta II Haris Zulkarnain. 

Maksud dari tayangan tadi adalah ditemukan sebuah rumus bahwa kinerja sama dengan kompetensi dikali energi. Mengandalkan kompetensi saja tidak cukup bukan? Harus dibarengi energi powerfull seperti yang dilakukan ketua group saat menyemangati timnya,” papar trainer. 

Andry Fallash pun share screen, dan menjelaskan dari mulai level low energi hingga high energi.

Ekspektasi Insan STIK POLRI Terhadap ESQ, Trainer: 2 Hari Ke Depan Kita Bersenang-Senang

By News No Comments

JAKARTA – “Tujuan kami untuk mengikuti ESQ ini, bahwasannya kami akan membentuk karakter dengan menggabungkan kecerdasan intelektual, emosional, dan spiritual,” demikian yang disampaikan Taufan salah satu insan Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian (STIK) angkatan ke-79 / WTP TA 2021 dihadapan 145 kawannya, petinggi Polri, serta Ary Ginanjar Agustian (CEO ESQ Group) pada hari pertama training, Rabu (21/4/2021) via zoom meeting.

Ary Ginanjar yang turut hadir dalam forum tersebut memberikan sambutan dan kata-kata motivasi serta semangat kepada ratusan insan STIK.

“Selamat belajaarrr yaa adek-adek, selamat berpuasa juga. Saya serahkan kepada coachnya yaitu coach Syaifullah dan Tiko, silakan.”

Kemudian trainer yang bernama lengkap Trie Setiatmoko alias Tiko dan Syaiful itu mengambil alih acara yang bertema tentang Transformasi Diri di lingkup STIK atau PTIK. Di awali dengan yel yel pagi agar para peserta yang sudah nampak rapi dengan seragam coklatnya lebih bersemangat.

“Nah, udah terlihat makin bersemangat nih adek-adek semuanyaaa. Sekarang saya tanya dulu yah. Apa sih yang menjadi ekpektasi kalian selama 2 hari ini? Apa yang ingin diperoleh dari pelatihan ini?” tanyanya.

Dengan sangat ‘gercep’ mereka langsung merespon dengan tanda ‘raise hand’ maupun open mic, bisa dilihat antusiasme mereka di layar zoom. Berikut beberapa ekspektasi insan Widya Tunggal Panaluan terhadap ESQ:

I Made Bagus Aditya Melyandika, “Tujuan kami, selain untuk persiapan kuliah yaitu agar lebih semangat. Kami juga ingin membentuk mindset seorang leader yang siap memimpin dan siap dipimpin.”

Ivan Danara Oktavian, “Tujuan kami selama 2 hari ke depan adalah ingin bersenang-senang mengikuti ESQ.”

Taufan, “Semakin meningkatkan motivasi, antusiasme dalam belajar untuk meraih prestasi. Meningkatkan self control kita terhadap IQ, EQ, dan SQ tuk dijalani di kehidupan STIK.”

“Wahhh top, kita bungkusss. Oke, jadi selama 2 hari ke depan kita bersenang-senang ya. Bismillahirahmanirrahim,” ucap Tiko tak kalah semangat sambil acungkan jempol.

Culture Champion PIHC, Trainer ACT Consulting: Jadi Mendarah Daging

By News No Comments

 JAKARTA – Acara yang berjudul “Culture Champion Workshop PIHC” digelar selama 2 hari pada Senin-Selasa (26-27/4/2021) via daring. Webinar hasil kolaborasi antara Pupuk Indonesia Group (PI) dengan ACT Consulting itu diikuti oleh sekitar 38 orang BoD-2 PI.

Pimpinan PIHC dipandu oleh trainer lisensi dari Dr. (H.C) Ary Ginanjar Agustian yakni Coach Ahmad Zaki dan Coach Syaiful. Mereka tampak gagah mengenakan kemeja putih dilengkapi dengan jas.

“Seperti yang sudah dijelaskan doktor Ary sebelumnya dalam transformational leadership. Di PIHC ada yang namanya Komunitas AMoNiAK yaitu Aktivasi Mobilisasi iNternalisasi AKHLAK,” ungkap Zaki.

Ia mengatakan bahwa workshop kali ini akan mengupas tuntas tentang Culture Champion, karena diikuti oleh para BoD-2. 

“Dimana para BoD-2 harus menjadi role model, change driver dan project owner dalam seluruh implementasi budaya AKHLAK PI Group di level Departemen,” lanjutnya dari Studio lantai 23 Menara 165.

Trainer ACT Consulting itu berharap bahwa Core Values AKHLAK bukan hanya sekedar jargon atau tulisan di ranah BUMN. Namun harus diimplementasikan dalam kehidupan insan BUMN sehari-hari.

“Core Values AKHLAK harus jadi mendarah daging, masuk ke sistem organisasi PI Group khususnya. Yang bekerja di PIHC semoga bisa menjadi ladang beribadah kepada Allah. Saya yakin dan percaya itu.”

Leaders PIHC nampak mengganggukan kepala dan tangan menengadah untuk meng-amin-kan harapan dan doa itu. Mereka juga turut memberikan feed back atau respon terkait ilmu yang didapatkan di sesi pertama kali ini.
Jambak Region 2, “Semangat luar biasa.”

Supriono LR5, “Memahami posisi PI terhadap PI Group dan BUMN secara umum.”

Sigit Abdurrakhman, Produksi PI, “Baseline/posisi PI terhadap nilai-nilai AKHLAK.”

Jimmy Astirano, VP Anggaran, “Highlight what to improve dan tugas kita sebagai champion team.”

Guntur, “Posisi PI dibanding BUMN dan juga ANper (PI Grup), bagaimana poin yg rendah di PI dan harus ditingkatkan. kemudian apa itu AKHLAK dan ternyata PI sdh ada program2 untuk peningkatannya.”

Daily Afirmation Insan Sespimti Polri, Trainer: Lakukan Ini Setiap Hari Sebelum Beraktivitas

By News No Comments

 JAKARTA – Sespimti Polri berkolaborasi dengan ESQ Leadership Center selama dua hari pada Senin dan Selasa (5-6/4/2021) dalam rangka Training  ESQ Executive Leadership, yang mengusung tema “Leadership Sespimti Polri” secara daring.

Sespimti adalah sekolah lanjutan setelah Sespimmen (Sekolah Staf dan Pimpinan Menengah).
Sespimti bertugas menyelenggarakan, menyusun, merumuskan program pendidikan, pengajaran, pelatihan, bimbingan dan pemeliharaan disiplin peserta di lingkungan Sespimti.

Lebih dari 135 insan Sespimti Polri ikut andil di dalamnya. Mereka dipandu langsung oleh Coach Iman Herdimansyah dan Coach Eka Chandra (trainer lisensi dari Dr. (H.C) Ary Ginanjar Agustian).

Pengenalan tentang ESQ Matrix atau Grand Why, itulah salah satu rumus yang dibuat oleh Ary Ginanjar, dan Coach Iman menjadi penyambung lidahnya kepada khalayak.

Grand Why adalah semua yang dilakukannya semata-mata karena pengabdian kepada Sang Maha Pencipta. Sedangkan kontribusinya menyebarkan 3 kecerdasan intelektual, emosional, dan spiritual kepada banyak orang khususnya Bangsa Indonesia. 

“Ada satu cara untuk mengingat Grand Why yaitu dengan daily afirmation. Ikuti Pak Iman yah, kita praktekkan bersama-sama,” ajaknya dengan suara lantang dari Studio 4, Menara 165.

Trainer ESQ itu bangkit dari duduknya, kemudian berdiri dengan tegap atau open body position layaknya sikap sempurna saat upacara bendera. Kondisi tubuh yang rileks, tarik napas perlahan, turunkan gelombang otak ke alpha (kondisi tenang), mata terpejam, tangan kanan berada di dada sebelah kiri. Lalu bersama-sama mengucapkan kalimat di bawah ini:

“Bagian insannya sesuaikan dengan posisi atau pekerjaan masing-masing. Lakukan teknik ini setiap hari dan setiap pagi. Sebelum melakukan aktivitas pekerjaan yang menjadi peran dominan misalnha kapolda, wakapolda dan lainnya.
Suasana menjadi sangat syahdu, peserta nampak menghayati dan mengikuti apa yang dikatakan serta dipraktekkan Coach Iman.
SUUT POKJAR 10 menulis di kolom chat zoom, “Kita harua menjadikan daily afirmation sebagai anchor dalam memulai kegiatan pagi.”

Meskipun dilaksanakan dari pagi hingga sore, para aparat negara yang serempak mengenakan seragam berwarna putih itu tetap energic sampai pelatihan selesai. Karena di sela-sela kegiatan, Coach Eka selalu memastikan antusiasme mereka dengan beberapa gerakan tubuh dan irama musik.

Untuk apa? Agar tujuan dari kegiatan ini tercapai. Tujuan diadakan pelatihan ini untuk membantu memudahkan insan polri dalam melaksanakan tugas, Sespimti menyelenggarakan fungsi sebagai berikut:

1. Penyusunan rencana pendidikan, mengawasi dan mengendalikan pelaksanaannya serta fungsi pembinaan peserta didik; pelaksanaan koordinasi penyusunan perangkat kendali pendidikan Sespimti;
2. Pelaksanaan koordinasi, pengendalian dan pengawasan pelaksanaan kegiatan pembelanjaran dan pelatihan pada Sespimti;

3. Pelaksanaan koordinasi, pengendalian dan pengawasan pelaksanaan penilaian yang dilakukan oleh para WI, dosen dan pembina;
4. Pelaksanaan administrasi pendidikan termasuk alins, alongins, instruktur dan pembina;
5. Perencanaan dan evaluasi terhadap tujuan materi pendidikan serta pembuatan laporan mengenai hasil pendidikan.

Coaching di Lingkup PT Pupuk Kaltim, Trainer: Mending Dinasihati atau Ditanya & Didengar?

By News No Comments

JAKARTA – ACT Consulting gelar Leadership Development Program (LDP) III Batch 4 untuk para pimpinan dari PT Pupuk Kaltim (PKT), selama 5 hari berturut-turut pada Senin-Jumat (15-19/3/2021) via Zoom Meeting.

Pemateri untuk memandu mereka adalah seorang trainer lisensi dari Dr. (H.C) Ary Ginanjar Agustian yakni Coach Arief Rahman Saleh dan Astrain Abri.

Ary kenalkan ilmu Coaching itu lalu disebarkan oleh Coach Arief kepada insan PKT, yang menurutnya bisa dijadikan profesi apalagi di masa yang ekonominya masih terbilang naik dan turun.

“Metode coaching yang dipelajari adalah hasil dari pengalaman membentuk karakter manusia lebih dari 18 tahun. Metode yang melihat manusia secara utuh dengan menggabungkan sisi intelektual, emosional, dan spiritual.”

Peserta diajak berdiskusi dan membuat kelompok, agar lebih memahami arti dari coaching.

“Bagaimana rasanya ketika kata-kata dan emosi Anda didengar dan diulangi kalimatnya oleh orang lain? Mending mana dinasehati atau didengarkan dan ditanya?” tanya Arief.

“Merasa diperhatikan, merasa dihargai, seneng banget, ini orang kok dengerin saya banget, lebih suka ditanya dan didengar soalnya kalau dinasehati pasti jarang dilakukan oleh kita,” itulah beberapa respon dari para leader PKT.

“Betul, kita bangun trust harmonis dengan orang lain, sediakan hati, telinga dan ulangi keywordnya. Lalu kalian bisa lakukan hal ini kepada tim kita, orang yang kita sayangi, agar mereka juga happy,” lanjut pria ber-kemeja biru dongker itu.

Suasana pelatihan semakin ramai, seru, pesertanya semakin antusias dengan ilmu yang bernama coaching ini. Beberapa di antaranya terjadi interaksi tanya jawab.

Pria bernama Gilberth ajukan pertanyaan, “Kalau memberikan inspirasi atau ide itu sama halnya dengan menasehati tidak Coach?”

“Banyak orang mengira inspirasi itu dari nasihat, atau sekedar memberikan kata-kata. Padahal inspirasi itu akan terlihat dari hasil. Orang akan terinspirasi dari kita setelah dia melihat hasilnya,” jawab trainer yang expert di bidang coaching itu.

Metode Coaching untuk Leaders HK, Trainer ESQ: Perbedaan Leaders Zaman Old dan Zaman Now

By News No Comments

JAKARTA – Sekitar 20 orang Vice President dari Hutama Karya (HK) mengikuti event yang diadakan oleh ESQ 3.0 Coaching Academy dengan tema ‘Coaching for High Performance Leaders’. Mereka dipandu langsung oleh pakarnya yaitu Coach Arief Rahman Saleh (Director by ESQ 3.0 Academy Coaching).

3 hari lamanya, gelaran itu berlangsung. Di hari kedua pada Kamis (10/12/2020) by zoom, Coach Arief mengajak para insan HK untuk me-review sejauh mana pemahaman terkait ilmu Coaching yang sudah didapat.

Beberapa jawaban mereka sudah mulai terlihat di layar zoom, terbukti bahwa mereka telah menyimak materi serta memahaminya.

“Coaching itu bertanya dengan menggunakan kata kunci atau keyword. Karena dengan kata kunci, kita bisa membuat pertanyaan,” jelas Devi.

Ramos Pardede juga mengatakan bahwa ilmu coaching itu adalah seni bertanya dengan kalimat terstruktur. Ia juga berpendapat bahwa coaching bisa membantu mereka (kaum milenials khususnya) dalam belajar, bukan dengan cara mengajarkan atau menasehatinya.

“Ya, good. Saya review lagi yah, kita sudah tahu ada 2 skill dalam coaching yaitu skill asking dan telling (bertanya dan mendengarkan). Pemimpin HK itulah yang mampu bertanya dengan baik, serta mendengar dengan benar,” tutur Arief.

Selanjutnya peserta webinar itu diajak untuk latihan, dengan membuat pertanyaan dari sebuah cerita.

ESQNews.id memantau dari layar zoom saat acara berlangsung, para leaders HK merespon dengan berbagai jawaban, di antaranya:

Intan Nasrun, “Apa yang harus dilakukan untuk mencapai target perusahaan yang besar?”

Ramos, “Apa effort yang dilakukan supaya target perusahaan yang besar dengan team kita yang ada saat ini?”

“Sip, para pimpinan HK ini memang good untuk meng-coaching. Karena pada dasarnya kaum milenial itu potensinya luar biasa, yang diinginkan adalah dilibatkan. Bapak dan Ibu bisa coba keluarkan potensi mereka dengan ilmu ini,” beber trainer ESQ itu sambil tersenyum.

Coach Arief coba membagikan salah satu screen tentang ‘Good Leaders’.

“Itulah perbedaan leaders zaman old dan jaman now. Pemimpin yang baik itu bukan dengan cara ceramah, memberi nasehat dan sejenisnya. Namun dengan pertanyaan yang terstruktur sehingga bisa mengembangkan potensi timnya.”