Skip to main content
Tag

Albert Einstein

Bahas Albert Einstein, Ini Keseruan BoD PT KAI Bersama ACT Consulting di Padma Hotel Ciumbuleit

By News No Comments

“Everybody is a genius. But if you judge a fish by its ability to climb a tree. It will live its whole life believing that it is stupid” – Albert Einstein.

JAKARTA – Selama 2 hari penuh pada Kamis-Jumat (10-11/6/2021) BoD dan BoC PT Kereta Api Indonesia (PT KAI) melalui aktivitas dengan wajah yang sumringah, bersama tim ACT Consulting di Padma Hotel Ciumbuleit.

Kegiatan yang mereka lakukan dalam rangka Workshop BoD dan BoC rethreat  – PT KAI di antaranya sambutan-sambutan dari Didiek Hartantyo (Direktur Utama PT KAI), Said Aqil Siroj (Komisaris KAI), Rinaldi (trainer ACT Consuting), dan lainnya.

“Saya berupaya untuk menjaga PT KAI ini, saya juga banyak memberikan inisiatif kepada PT KAI, dari mulai sarana, SDM dan lainnya. Salah satu yang membuat saya antusias juga adalah bagaimana cara memperbaiki struktur pensiun dari pada insan kereta api,” ujar Didiek.

Said dengan kemeja putihnya juga mengatakan, “Alhamdulillah sekarang kita sudah mencoba mencari konsultan yang terbaik untuk membantu transformasi teknologi kita. Transformasi budaya juga pernah kita lakukan, kita juga harus memikirkan cara meningkatkan kinerja pegawai, apa saja strategi-strategi baru yang harus kita keluarkan.”

Di awal sesi, para direksi atau pimpinan PT KAI beserta  ACT Consulting menggelar makan bersama (dinner) dengan dress code berwarna putih dan krem. Tentu dengan mentaati protokol kesehatan dan terlihat sangat tertib serta kondusif.

“Terimakasih atas kepercayaannya kepada ACT Consulting. Insya Allah kami akan berjuang sekuat tenaga. InsyaAllah kami bisa mendeliver atau membantu bapak ibu semuanya dalam melakukan transformasi budaya organisasi termasuk potret di BUMN. ACT sudah mempotret sekitar 45 BUMN baik induk, anak maupun cucu,” papar Rinaldi memberikan salam hormat mewakili Ary Ginanjar Agustian (President ACT Consulting).

Kemudian sesi bincang santai, bernyanyi bersama hingga tukar kado menambah meriahnya acara itu. Dirut KAI ikutserta menyanyikan lagu Anji – Menunggu Kamu, semua yang hadir memberikan applause dan mengikuti alunan lagu mellow tersebut.

Esok harinya, para petinggi PT KAI olahraga bersama seperti memanah, main basket, dan sebagainya dengan mengenakan pakaian olahraga yang santai. Dari dokumentasi terlihat, mereka bersorak riang, tertawa gembira, dan penuh suka cita.

Saatnya agenda workshop dimulai, Ary Ginanjar Agustian bersama Syaiful, Rinaldi, Dudi (trainer) siap memandu pelatihan untuk BoD dan BoC PT KAI.

“Luar biasa sekali, saya masuk ke sini energinya bener-bener energi KAI yang siap untuk Being a Transformational Leader,” sapa Ary sambil membuka masker sejenak dan tersenyum.

Pria berkemeja hitam itu mengatakan, “Kita tidak boleh menjudge orang, tidak boleh merendahkan orang tapi kita bisa menerima kekuatan kita dan menghargai kekuatan orang lain. Cita-cita kita bukan saja melahirkan KAI performance yang baik bukan? Tapi juga SDM yang expert.”

“Menurut Albert Einstein semua orang itu dilahirkan jenius, semuanya. Tetapi kita kadang salah dalam menilai orang. Misalnya karena kita menempatkan dia di posisi yang bukan talentnya. Maka dari itu, perlunya mengenal karyawan kita dengan kemampuannya masing-masing, dan ditempatkan di posisi yang sesuai. Maka dipastikan dia akan berkembang,” sambung Ary.

Roseto Pennsylvania di BNI CorpU, AKHLAK Series Harmonis dan Kolaboratif

By News No Comments

“Everybody is a Genius. But if you judge a fish by its ability to climb a tree, it will live its whole life believing that it is stupid.” – Albert Einstein.

JAKARTA – BNI Corporate University (BNI CorpU) menggelar sebuah event di Channel Youtube-nya pada Rabu (14/4/2021), dengan judul “AKHLAK Series, Perilaku Harmonis dan Kolaboratif di BNI CorpU.” Video yang berdurasi 2 jam lebih tersebut telah ditonton sebanyak 3.777 kali.

Kegiatan ini ditujukan untuk seluruh BNI Hi-Movers bersama Ary Ginanjar Agustian (Presiden Direktur PT. Arga Bangun Bangsa, Pendiri ESQ Leadership Center) dengan Moderator oleh Ayu Sari Wulandari (GM Divisi DMA BNI).

Di awal video ada sambutan dari Eddy Rusman (AVP Learning Consultant BCV), “John Kotter dalam bukunya Heart of Change mengatakan bahwa 70% transformasi gagal dilakukan hanya karena menggunakan kepala, tanpa menggunakan hati. Dan hati akan tercermin dalam AKHLAK.”

Oleh karenanya, Ary Ginanjar bantu mengingatkan insan BNI CorpU tentang AKHLAK (Amanah, Kompeten, Harmonis, Loyalitas, Adapatif, Kolaboratif), yang dibahas kali ini tentang harmonis dan kolaboratif.

Di dalam buku AKHLAK untuk Negeri, karya Erick Thohir dan Ary Ginanjar menjelaskan bahwa harmonis adalah saling peduli dan menghargai perbedaan. Panduan perilakunya yaitu menghargai setiap orang apapun latar belakangnya, suka menolong orang lain, dan membangun lingkungan kerja yang kondusif.

“Ini true story tentang kisah desa Roseto Pennsylvania di Amerika. Ada seorang dokter yang melakukan riset kepada desa tersebut. Pada tahun itu, Amrik dilanda penyakit jantung, tapi di desa itu usia di atas 65 tahun tetap pada sehat,” ungkap Ary dari Studio lantai 23 Menara 165.

Penyelidikan pun berlangsung dari segi makanan, udara, rutinitas, olahraga, genetika di Italia, namun nihil.

“Suatu ketika dokter itu rindu desa Roseto, sambil minum teh dia melihat di café orang-orang Roseto berkumpul, beramah tamah. Dokter itu pergi ke jalan, memperhatikan warga Roseto saling menyapa. Ketika di rumah orang Roseto, mereka suka membagi-bagikan makanan ke sekitarnya. Jadi disimpulkan bahwa orang Roseto memiliki sifat harmonis,” papar motivator Indonesia itu.

Menurutnya, desa Roseto menjadi salah satu contoh panduan perilaku dari harmonis yaitu membangun lingkungan kerja yang kondusif.

“Karyawan yang berada dalam budaya organisasi yang saling memperhatikan, peduli, dan welas asih memiliki kepuasan bekerja, komitmen terhadap organisasi dan tanggungjawab terhadap kinerja yang lebih baik.” – Harvard business review employees who feel love perform better (penelitian terhadap 3,201 karyawan di tujuh industry berbeda).

Adapun contoh kolaboratif yang disampaikan oleh tokoh pembangunan karakter itu tentang kisah landak, “Kadang-kadang kita harus seperti landak, harus berdekatan dan tertusuk duri untuk saling melengkapi. Meskipun di dalam sebuah tim terdapat perbedaan karakter dan lainnya. Justru perbedaan itu adalah kekuatan.”

“Ini bisa diterapkan juga di dalam lingkup BNI CorpU. Siapa yang siap komite hidup harmonis dan kolaboratif di BNI CorpU, katakan sayaaaaa,” ucap Ary dengan lantang