Skip to main content

Masihkah Leadership dan Corporate Culture Mempengaruhi Employee Engagement pada Generasi Milenial ?

By November 24, 2022Article
Masihkah Leadership dan Corporate Culture Mempengaruhi Employee Engagement pada Generasi Milenial

Dunia bisnis selalu mengalami perubahan mengikuti lanskap sosial manusia. Agar sebuah bisnis tetap tumbuh dan berkembang, maka diperlukan evolusi bisnis yang mengikuti perkembangan setiap era generasi manusia. Transformasi dalam bisnis tidak dapat dihindari, karena teknologi baru terus diperkenalkan. Walau begitu, penting untuk dicatat bahwa menerapkan strategi baru bukan berarti mengasingkan ideologi terdahulu, melainkan memperluas cakrawala dan menciptakan ruang untuk inovasi bisnis yang lebih efektif. 

Generasi Y (Milenial)

Dunia bisnis saat ini didominasi oleh pekerja milenial. Persaingan untuk merekrut, melibatkan, dan mempertahankan kelompok tenaga kerja telah dimulai saat baby boomer mendekati masa pensiun. Tetapi kini aturannya telah berubah. Taktik perekrutan dan retensi perusahaan yang lama sekarang telah ketinggalan zaman. Hal ini disebabkan karena persyaratan, aspirasi, dan harapan generasi Y berbeda dari pendahulunya. Perusahaan membutuhkan pendekatan baru untuk melibatkan dan mempertahankan generasi milenial di tempat kerja. 

Leadership

Kepemimpinan adalah segala sesuatu yang berkaitan dengan cara membuat penilaian tentang berbagai kemungkinan. Kepemimpinan juga dapat didefinisikan sebagai proses seseorang dalam menginspirasi, mendorong, memotivasi, dan mengarahkan tindakan orang lain untuk mencapai tujuan kolektif. Dengan kata lain, kepemimpinan adalah sebuah proses dua arah antara pemimpin dan pekerja. 

Proses dimana seorang pemimpin menyampaikan ide-ide, memperoleh penerimaan untuk ide-ide tersebut, dan memotivasi pekerja untuk mendukung dan melaksanakannya melalui perubahan dikenal sebagai pengaruh. Sedangkan proses untuk memahami dan menyetujui apa yang harus dilakukan dan bagaimana mencapainya; serta proses yang memungkinkan upaya individu atau kelompok menuju tujuan bersama, dikenal sebagai kepemimpinan. Menurut definisi tersebut, kepemimpinan merupakan peran manajerial yang terkait erat dengan pencapaian tujuan organisasi melalui cara mempengaruhi pekerja untuk percaya pada pemimpin.

Corporate Culture

Dalam sebuah korporasi, budaya perusahaan mengacu pada filosofi, ideologi, nilai, persepsi, keyakinan, visi, sikap, dan konvensi yang dimiliki bersama dan bersifat mengikat. Dalam situasi tersebut, corporate culture dapat didefinisikan sebagai nilai-nilai yang mengarahkan pekerja di dalam organisasi untuk menghadapi kesulitan eksternal serta upaya mengintegrasikannya ke dalam perusahaan, sehingga setiap karyawan mengetahui nilai-nilai yang ada dan bagaimana mengekspresikannya dalam perilaku. Jadi, suatu sistem pengetahuan umum yang dianut oleh pekerja dalam suatu perusahaan dibedakan berdasarkan budaya perusahaan. Corporate culture adalah semacam asumsi bahwa setiap kelompok pekerja memiliki dan menerima secara implisit, menentukan bagaimana kelompok merasa, berpikir, dan berperilaku terhadap lingkungannya yang bervariasi.

Keberadaan corporate culture dalam suatu perusahaan dinilai lebih mampu mengontrol dan mengarahkan perilaku dan sikap karyawan. Corporate culture merupakan keyakinan yang dianut oleh setiap pekerja dalam suatu perusahaan, yang juga dapat berupa aturan yang mengatur bagaimana karyawan berperilaku di tempat kerja. Jadi, dapat dikatakan bahwa corporate culture merupakan pedoman yang digunakan dalam menjalankan aktivitas kinerja dalam suatu perusahaan.

Employee Engagement

Employee engagement memiliki karakteristik sebagai rasa komitmen, keinginan, dan semangat yang kuat untuk mewujudkan pekerjaan ke jenjang yang lebih tinggi. Employee engagement diperoleh melalui kerja keras untuk menyelesaikan setiap kesulitan yang serta diikuti inisiatif. Dalam teori employee engagement, karyawan adalah aset bisnis yang berharga, sehingga taraf employee engagement dapat ditentukan oleh tingkat turnover yang rendah hingga tingkat produktivitas yang tinggi.

Dengan kata lain, employee engagement merupakan bentuk pencapaian karyawan yang menunjukkan antusiasme dalam menyelesaikan pekerjaan. Karyawan yang peduli dengan masa depan perusahaan akan bersedia menginvestasikan pekerjaan terbaik mereka untuk mencapai visi dan misi tempat dimana mereka bekerja. Penelitian sebelumnya menemukan sejumlah faktor yang dapat berkontribusi employee engagement, yaitu keberanian (elemen kerja), keamanan (elemen sosial, termasuk gaya manajemen, proses, dan norma organisasi), serta ketersediaan (pengalihan individu).

Hubungan antara Leadership dan Corporate Culture dengan Employee Engagement pada Pekerja Milenial

Penelitian terdahulu menunjukkan adanya hubungan antara leadership dan corporate culture dengan employee engagement. Kondisi ini disebabkan oleh persepsi bahwa profil lingkungan pekerja milenial telah melihat berbagai fenomena di sekitar mereka. Salah satu penelitian menunjukkan hubungan antara usia dengan employee engagement. Karyawan dengan usia yang relatif lebih tua, yaitu di atas usia 30 tahun, memiliki employee engagement yang lebih tinggi jika dibandingkan dengan karyawan yang berusia di bawah 30 tahun. Selain itu, penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa employee engagement hadir karena adanya kontribusi dari kepemimpinan.

Penelitian juga menunjukkan bahwa employee engagement dipengaruhi secara signifikan oleh corporate culture. Pegawai pada BUMN menyadari bahwa budaya organisasi merupakan suatu aturan yang mengatur bagaimana pegawai berperilaku di tempat kerja. Dapat dikatakan bahwa corporate culture merupakan pedoman yang digunakan dalam menjalankan aktivitas kinerja dalam suatu organisasi yang diterapkan oleh pegawai dalam melaksanakan pekerjaannya. Konsep corporate culture dapat mempengaruhi employee engagement. Ketika budaya perusahaan sesuai dengan harapan karyawan, maka employee engagement akan tinggi. Begitu pula sebaliknya, ketika budaya perusahaan tidak sesuai dengan harapan karyawan, maka employee engagement akan rendah. 

Dapat disimpulkan bahwa dalam studi konteks pekerja milenial, leadership dan corporate culture mempengaruhi employee engagement. Sebagai rekomendasi, perusahaan dapat menggunakan artikel ini untuk mengetahui sejauh mana karyawan memandang hal-hal yang berkaitan dengan sumber daya manusia. Perlu dilakukan upaya untuk mendorong karyawan merasa bahwa hal-hal yang mereka rasakan dapat membantu mereka dalam mempraktikkan leadership yang efektif, mengaktualisasikan corporate culture, dan menerapkan kontrol tuntutan pekerjaan yang dirancang oleh perusahaan, sehingga dapat meningkatkan dan mempertahankan employee engagement di perusahaan yang dituju.

REFERENSI

Maundu, M., & Simiyu, A. N. (2021). Gender, Leadership Style and Employee Engagement. IOSR Journal of Research & Method in Education, 11(1), 4–10.

Soeharso, S. Y. ; N. R. (2020). Pengaruh Budaya Organisasi terhadap Employee Engagement dengan Work Ethic (Hard Work) sebagai Variabel Moderator: Studi Kasus pada Karyawan Generasi Milenial di PT X. Mind Set, 11(1), 46–54.

Wijaya, A. S. K. (2020). Entrepreneurial Leadership Untuk Menyongsong Revolusi Industri 4.0. Jurnal Pengabdian Dan Kewirausahaan , 4(2), 66–73.

Leave a Reply

Open chat
1
Hubungi Kami
Halo,
Ada yang bisa kami bantu?