Skip to main content
Category

News

Budaya Kerja Era Pandemi, Yuli Purwanti: Dengan Inilah Kita Bisa Memperkuat Budaya Perusahaan

By News No Comments

Budaya adalah inti dari respon organisasi pada saat baik maupun buruk – Kom Ferry

JAKARTA – Dra. Yuli Purwanti, MM (Board of Expert ACT Consulting) menjadi narasumber dalam Seminar Online “Creating Culture Initiative While Working in Pandemic Era” pada Senin (12/4/2021). Ditemani oleh Ariningtyas Prameswari sebagai moderator dari tim ACT Consulting, bersama puluhan peserta lainnya yang mayoritas dari BUMN serta alumni Training ESQ Corporate Culture Spesialist.

Seperti yang mayoritas orang ketahui, hingga kini Covid-19 masih berkelana di seluruh dunia termasuk Indonesia. Sehingga berdampak pada budaya perusahaan salah satunya.

Menurut Yuli, beberapa karyawan kehilangan hubungan antara mereka dengan nilai-nilai inti perusahaannya. Banyak orang mengatakan budaya tempat kerja mereka meningkat saat pandemic. Mereka dituntut untuk berinovasi, survive, atau adaptasi dengan kondisi saat ini.

Sistem Work From Home (WFH) dan Work From Office (WFO) diberlakukan dan dibatasi. Bahkan, ada karyawan yang kena PHK.

“Kita harus bertahan, harus memahami teknologi. Lalu bagaimana cara memperkuat budaya perusahaan sambil bekerja dari jarak jauh?”

Wanita yang ahli di bidang culture transformation memaparkan beberapa cara di antaranya:

1.     Menciptakan peluang untuk lebih banyak bersosialisasi terkait pembelajara yang baru. Misal tidak mengerti operasional zoom, bisa sharing atau bertanya.

2.     Meningkatkan kepercayaan, transparansi dan fleksibilitas.

3.     Peduli kepada sesame, fokus pada kesejahteraan.

4.     Komunikasi sebanyak empat kali lipat kepada sang pemimpin.

“Faktanya, perusahaan yang budayanya kuat, selaras secara strategis, dan dibangun dengan kemampuan untuk beradaptasi dengan cepat ke lingkungan yang dinamis, bisa berkinerja 15% lebih baik daripada perusahaan yang kurang dapat beradaptasi. Itu menurut penelitian di University of California, Berkeley’s Haas School Business.

Para pemimpin harus terus mengembangkan budaya perusahaan mereka untuk membantu orang-orang. Tetap fokus pada inisiatif. Yang paling penting bahkan ketika mereka menghadapi tantangan yang belum pernah terjadi sebelumnya dan kondisi yang terus berubah akibat pandemic,” lanjutnya.

Ilmu N2P di Balik Metode Coaching untuk Insan PT Dirgantara Indonesia

By News No Comments

JAKARTA – PT Dirgantara Indonesia (PT DI) telah mengikuti Training Living the Grand Why pada Selasa (6/4/2021). Kini, PT DI ikut serta dalam Training Coaching Skill yang digelar pada Jumat (9/4/2021) via Zoom Meeting oleh ACT Consulting.

Insan PT DI dipandu langsung oleh Trainer Lisensi dari Dr. (H.C) Ary Ginanjar Agustian yakni Coach Eka Chandra dan Coach Dudi Supriadi. Direktur HC PT DI, Sukatwikanto memberikan sambutan dan paparan singkat di awal sesi.

Kegiatan tersebut dihadiri juga oleh para Coach yang sudah certified seperti Arina, Dewi Rochma, Ina, Tyas, Sinta dan lainnya.

Banyak pengertian dari istilah ‘Coaching’, di antaranya menurut Timothy Gallwey, “Coaching membuka potensi seseorang untuk memaksimalkan kinerjanya. Coaching membantu mereka belajar daripada mengajar mereka.”

Sedangkan bagi Coach Eka, Coaching adalah ilmu wajib yang harus dimiliki para Leaders jaman now, jika ingin membangun enggagement anggota tim-nya. 

“Inilah program bagi para Leaders PT DI untuk meningkatkan kemampuan komunikasi, terlebih dalam hal mendevelop tim dengan cara yang berbeda. Hal pertama yang harus diperhatikan yaitu tentang building trust atau membangun kepercayaan antara Coach dengan Coachee (orang yang di coaching) yaitu Relax, Relate, Reframe,” papar Eka.

Salah satu materi dari Coaching adalah tentang Negative to Positive Feeling (N2P) yakni:

1. Mengajak coachee untuk melihat perspektif lain dari sebuah masalah.

2. Merubah perasaan negatif menjadi positif.

3. Coaching tidak dapat dilakukan saat coachee berada dalam keadaan negatif.

Sebagai latihan, agar peserta lebih paham tentang Coaching, Coach Eka memberikan sebuah contoh kasus dan peserta harus memberikan pandangan atau pertanyaan dari contoh tersebut yaitu:

“Bukankah Anda masih bisa bersyukur mencari nafkah untuk Anda dan anak-anaknya Anda?” kata Eko dengan tegas, saat menyanggah salah satu pernyataan nomor 3 di atas.

ACT Consulting Jadi Dokter PIHC Selama 9 Bulan dengan Program Terbarunya

By CMS, News No Comments

JAKARTA – Jumat, (9/4/2021) terselenggara kolaborasi antara ACT Consulting dengan PT Pupuk Indonesia Holding Company (PIHC), dengan topik “Kick off Pengukuran, Internalisasi, Implementasi & Monitoring Budaya AKHLAK di PT Pupuk Indonesia (Persero) Group Tahun 2021” secara daring dan disaksikan oleh sekitar 40 orang.

PIHC itu sendiri adalah sebuah perusahaan induk untuk Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dalam bidang pupuk di Indonesia, membawahi anak perusahaan seperti PT Pupuk Kaltim, PT Petrokimia Gresik, PT Pupuk Kujang, PT Pupuk Sriwidjaja dan lainnya.

Winardi Sunoto selaku Direktur SDM dan Tata Kelola Pupuk Indonesia (Persero) memberikan kata sambutan serta harapan dari hasil kerjasama ini.

“Kami berharap bisa berkolaborasi dengan baik bersama tim ACT Consulting selama 9 bulan ke depan dalam rangka implementasikan AKHLAK dan menjalankan program-program terbaru. Yang terpenting kunci dari sebuah keberhasilan atau kesuksesan adalah bisa memegang komitmen.”

Luki Alamsyah Agustriana (Project Advisor), Tyas Prameswari (Project Manager), Dwitya Agustina (Project Director) beserta Tim ACT Consulting yang hadir pagi ini siap menjadi ‘dokter’ PIHC selama 9 bulan ke depan melalui program AMoNiAK PI Group dan PIPA. Sesuai dengan roadmap budaya di tahun 2021 ini yaitu membangun kesadaran dan pemahaman AKHLAK untuk mendorong kolaborasi dan menciptakan kemitraan yang produktif dan harmonis melalui program aktivasi AKHLAK yang terintegritas, terukur, dan terencana.

Tim ACT tersebut membawahi 10 Anak Perusahaan BUMN.

“Terimakasih apa yang telah dilakukan manajemen PIHC, tentang throwback implementasi AKHLAK. Merupakan bagian yang tak terpisahkan dari perubahan BUMN terkait peran BUMN dan Anpernya. Harapan dari BUMN tidak main-main. AKHLAK itu menjadi kendaraan atau motor BUMN,” tegas Luki.

Luki memastikan bahwa proses transformasi ini akan terus berjalan. Tim ACT Consulting siap memberikan pelayanan yang terbaik dengan pengukuran AKHLAK Culture Health Index (ACHI) yang kedua.

Selanjutnya, agar lebih jelas, Tyas memaparkan terkait program AMoNiAK PI Group dan PIPA. AMoNiAK PI Group adalah komunitas budaya PI Group yang dibentuk di setiap Unit kerja sebagai wadah Aktivasi Mobilisasi Implementasi AKHLAK, yaitu mengelola seluruh kegiatan aktivasi AKHLAK sehari-hari agar seluruh karyawan berperilaku yang sesuai dengan AKHLAK (Amanah, Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif, Kolaboratif).

“Kita anjurkan agar anak perusahaan BUMN memperhatikan hal tersebut. Karena AMoNiAK merupakan motor penggerak AKHLAK yang penggerakkannya dipimpin oleh culture leader, dikelola bersama culture champion, dan culture fertilizer guna menyuburkan nilai AKHLAK,” tutur wanita selaku Project Manager itu.

Sedangkan PIPA adalah program implementasi pemahaman AKHLAK, yang dirumuskan setiap tahun berdasarkan roadmap budaya dan pengukuran kondisi AKHLAK saat ini. PIPA terbagi menjadi 2 yaitu program mandatory dan program customize.

“Program-program yang telah disampaikan secara terbuka itu, alangkah lebih menarik lagi jika tim PIHC khususnya para milenials untuk menambahkan beberapa inovasi atau ide supaya AKHLAK ini lebih dinamis,” tutup Winardi.

400 Insan PT Dirgantara Indonesia Diajak Berkenalan dengan Grand Why oleh ACT Consulting

By News No Comments

JAKARTA – Training Living the Grand Why telah berlangsung di PT Dirgantara Indonesia (PT DI) selama satu hari penuh dari pagi hingga sore pada Selasa (6/4/2021) via Zoom Meeting. 

PT Dirgantara Indonesia adalah industri pesawat terbang yang pertama dan satu-satunya di Indonesia dan di wilayah Asia Tenggara. Perusahaan ini dimiliki oleh Pemerintah Indonesia serta didirikan oleh B.J Habibie.
Coach Rinaldi Agusyana dan Coach Syaiful (trainer lisensi dari Dr. (H.C) Ary Ginanjar Agustian) memandu sekitar 400 insan PT DI itu.

“Siapa yang yakin dan percaya jika nilai AKHLAK atau core values diimplementasikan di lingkup PT DI, maka PT DI akan lebih sejahtera dan maju? Angkat tangannyaa,” tanya Rinaldi.

Ratusan partisipan itu serentak menjawab dengan penuh antusias sambil mengangkat tangan, “Yaa kami yakin, sangat yakin.”

Coach Syaiful langsung memutar musik dengan irama yang energic, agar semangat mereka semakin membara. Mereka pun sangat menikmati alunan serta gerakan tersebut.

Selanjutnya, balik ke materi tentang rumus ESQ Matrix atau pencarian Grand Why. Rinaldi menjelaskan satu per satu level yang tertera di tanggal ESQ Matrix, totalnya ada 7 level. Level tertinggi yaitu Grand Why setelah kita menemukan Meaning and Purpose kehidupan.
“Setelah kita menemukan makna dan tujuan hidup kita, kita pun akan sadar bahwa alasan terbesar manusia diciptakan karena untuk beribadah kepada Sang Pencipta,” tutur trainer yang berkacamata itu.

Menurutnya, Grand Why adalah ketika seseorang sudah menemukan arti dan tujuan dalam hidupnya serta bisa menjawab 3 pertanyaan yakni siapa saya? dimana saya? dan mau kemana saya?.
“AKHLAK dan Grand Why itu seperti suami istri. AKHLAK itu adalah istri dan Grand Why adalah suami. AKHLAK (Core Values Perusahaan) itu jangkar sedangkan Grand Why (Core Purpose) adalah kompas. Jangkar itulah yang membuat kita kuat ketika terbawa oleh gelombang. Sedangkan kompas itulah tujuan kita,” tambahnya.

Daily Afirmation Insan Sespimti Polri, Trainer: Lakukan Ini Setiap Hari Sebelum Beraktivitas

By News No Comments

 JAKARTA – Sespimti Polri berkolaborasi dengan ESQ Leadership Center selama dua hari pada Senin dan Selasa (5-6/4/2021) dalam rangka Training  ESQ Executive Leadership, yang mengusung tema “Leadership Sespimti Polri” secara daring.

Sespimti adalah sekolah lanjutan setelah Sespimmen (Sekolah Staf dan Pimpinan Menengah).
Sespimti bertugas menyelenggarakan, menyusun, merumuskan program pendidikan, pengajaran, pelatihan, bimbingan dan pemeliharaan disiplin peserta di lingkungan Sespimti.

Lebih dari 135 insan Sespimti Polri ikut andil di dalamnya. Mereka dipandu langsung oleh Coach Iman Herdimansyah dan Coach Eka Chandra (trainer lisensi dari Dr. (H.C) Ary Ginanjar Agustian).

Pengenalan tentang ESQ Matrix atau Grand Why, itulah salah satu rumus yang dibuat oleh Ary Ginanjar, dan Coach Iman menjadi penyambung lidahnya kepada khalayak.

Grand Why adalah semua yang dilakukannya semata-mata karena pengabdian kepada Sang Maha Pencipta. Sedangkan kontribusinya menyebarkan 3 kecerdasan intelektual, emosional, dan spiritual kepada banyak orang khususnya Bangsa Indonesia. 

“Ada satu cara untuk mengingat Grand Why yaitu dengan daily afirmation. Ikuti Pak Iman yah, kita praktekkan bersama-sama,” ajaknya dengan suara lantang dari Studio 4, Menara 165.

Trainer ESQ itu bangkit dari duduknya, kemudian berdiri dengan tegap atau open body position layaknya sikap sempurna saat upacara bendera. Kondisi tubuh yang rileks, tarik napas perlahan, turunkan gelombang otak ke alpha (kondisi tenang), mata terpejam, tangan kanan berada di dada sebelah kiri. Lalu bersama-sama mengucapkan kalimat di bawah ini:

“Bagian insannya sesuaikan dengan posisi atau pekerjaan masing-masing. Lakukan teknik ini setiap hari dan setiap pagi. Sebelum melakukan aktivitas pekerjaan yang menjadi peran dominan misalnha kapolda, wakapolda dan lainnya.
Suasana menjadi sangat syahdu, peserta nampak menghayati dan mengikuti apa yang dikatakan serta dipraktekkan Coach Iman.
SUUT POKJAR 10 menulis di kolom chat zoom, “Kita harua menjadikan daily afirmation sebagai anchor dalam memulai kegiatan pagi.”

Meskipun dilaksanakan dari pagi hingga sore, para aparat negara yang serempak mengenakan seragam berwarna putih itu tetap energic sampai pelatihan selesai. Karena di sela-sela kegiatan, Coach Eka selalu memastikan antusiasme mereka dengan beberapa gerakan tubuh dan irama musik.

Untuk apa? Agar tujuan dari kegiatan ini tercapai. Tujuan diadakan pelatihan ini untuk membantu memudahkan insan polri dalam melaksanakan tugas, Sespimti menyelenggarakan fungsi sebagai berikut:

1. Penyusunan rencana pendidikan, mengawasi dan mengendalikan pelaksanaannya serta fungsi pembinaan peserta didik; pelaksanaan koordinasi penyusunan perangkat kendali pendidikan Sespimti;
2. Pelaksanaan koordinasi, pengendalian dan pengawasan pelaksanaan kegiatan pembelanjaran dan pelatihan pada Sespimti;

3. Pelaksanaan koordinasi, pengendalian dan pengawasan pelaksanaan penilaian yang dilakukan oleh para WI, dosen dan pembina;
4. Pelaksanaan administrasi pendidikan termasuk alins, alongins, instruktur dan pembina;
5. Perencanaan dan evaluasi terhadap tujuan materi pendidikan serta pembuatan laporan mengenai hasil pendidikan.

Yuddy Aryadi: Telkomsel dan BUMN Lebih Maju dengan Ini

By News No Comments

JAKARTA – Asisten VP cultural development Telkom Indonesia, Yuddy Aryadi memaparkan sebuah terobosan baru dari Telkom yaitu Hackidea Program. Tujuannya yaitu untuk membangun perilaku inovatif pada karyawan. Karyawan yang seperti apa? Yang terus mencari cara lebih baik dalam menyelesaikan pekerjaan, yang terus mencari produk atau layanan yang dibutuhkan masyarakat.

“Ini contoh keberhasilan perilaku, bukan sekedar lomba. Namun sebuah inovasi untuk telkomsel dan BUMN menjadi lebih maju melalui idebox,” jelasnya kepada 250 orang dalam webinar dengan tema Culture Agent on Boarding yang digelar pada Kamis (2/4/2021).

Menurutnya hal itu sangat diperlukan perusahaan, agar perusahaan semakin produktif, efektif, efisiensi, berdaya saing, punya banyak produk yang diperlukan masyarakat.

“Yang kita lakukan ini seperti dalam salah satu core values AKHLAK yaitu Adaptif, artinya kita harus terus berinovasi dan antusias dalam menggerakkan ataupun menghadapi perubahan. Apalagi di tengah pandemi saat ini.

Semua ide yang diposting akan langsung dilihat leader, namun nanti juga setiap bulan akan ada evaluasi. Setiap hari kita pantau idebox itu, layaknya kita mengecek Whatsapp, instagram, dan lainnya. Dari situ kita bisa lihat ada ide baru apalagi nih?” tambahnya.

Setelah pemaparan, Yuddy memberikan kesempatan bagi peserta untuk melakukan feedback misalnya dengan ajukan beberapa pertanyaan.

“Untuk memperbaiki program culute kita,
kesulitan apa yang temen-temen rasakan khususnya saat menjadi culture agent, saat melaksanakan culture activation? Boleh ketik jawabannya di menti.com,” tanya MC.

Mayoritas dari mereka menjawab waktu, operasional, kordinasi, mindset dan masih banyak lagi.

Tarully Erna, bagian medical operation protokol dan penanganan covid bertanya, “Kalau masalah sibuk bukan terkait dari niat, atau menyempatkan waktu, artinya sampai saat ini saja saya bisa bersamaan 3 zoom yang semuanya interaktif. Mungkin akhirnya terlatih karena itu. Nah bagaimana caranya membagi waktu untuk keberlangsungan prokernya. Efisiensinya bagaimana supaya bisa lebih simple?”

“Thankyou, kita prioritaskan aktivitas yang wajib. Tidak harus berupa event, tidak perlu waktu khusus, tapi pointnya tim leaders menunjukan bahwa saya konsen pada visi ini. Bisa menyampaikannya lewat sosial media, atau bisa fisik. Karena ada sebuah teori, bahwa seseorang itu menjadi expert atau ahli kalau ia berlatihberlatih 10.000 jam per hari,” jawab Yuddy.

Kegiatan refreshment ini hasil kolaborasi dengan tim ACT Consulting yang dihadiri oleh Coach Dudi Supriadi (trainer lisensi dari Dr. (H.C) Ary Ginanjar Agustian).

ACT Consulting Kawal BUMN, Pelindo III Gapai High Positive Energy

By News No Comments

ESQNews.id, JAKARTA – Erick Thohir (Menteri BUMN) beserta jajaran di Kementerian BUMN telah merumuskan 6 nilai baru yaitu Amanah, Kompeten, Harmoni, Loyal, Adaptif, dan Kolaboratif yang diterapkan di seluruh lingkup BUMN yang dikenal dengan Core Value AKHLAK.

PT Pelabuhan Indonesia III (Persero) atau Pelindo III sudah menerapkan panduan atau contoh perilaku AKHLAK di lingkup kerjanya. Setelah webinar sosialisasi dan internalisasi AKHLAK di Pelindo III digelar pada Juli 2020 yang lalu, dan mendapatkan rekor MURI tingkat internasional dalam kategori “Sosialisasi etos kerja baru BUMN kepada karyawan terbanyak” yaitu lebih dari 5000 orang yang ikut serta.

Tah hanya di tahap sosialisasi, dalam implementasinya pun mereka mampu menunjukkan prestasi. Pelindo III mampu mencatat kinerja positif dalam aspek operasional kepelabuhanan. Direktur Utama Pelindo III menyebut salah satu kinerja yang berhasil melampaui target adalah arus petikemas yang mencapai 5,08 juta TEUs atau lebih 103 persen dari target 2020.

Hal ini berkat peningkatan laju ekspor-impor dan perdagangan domestik sejak Juli 2020 di sejumlah pelabuhan Pelindo III, yang juga menunjukkan perekonomian Indonesia tetap tumbuh selama pandemi.

“Kunjungan kapal pada 2020 tercapai 284 juta gross tonnage (GT) atau 98 persen. Artinya, kegiatan distribusi barang menggunakan jalur laut tetap bergeliat di tengah pandemi Covid-19,” katanya.

Dari sisi arus barang, ia menyebut kinerja operasional Pelindo III sepanjang 2020 tercatat ada 65 juta ton atau sekitar 95% dari target. Sementara barang kemasan mencapai 117 % dari target, yaitu 2,7 juta M3 dan arus distribusi gas tercapai 11,5 juta MMBTU atau 102% dari target.

Pencapaian tersebut diraih Pelindo III dengan mengedepankan 5 prioritas Kementerian BUMN sebagai pedoman, yakni, prioritas Nilai Ekonomi dan Sosial untuk Indonesia, Inovasi Model Bisnis, Kepemimpinan Teknologi, Peningkatan Investasi, dan Pengembangan Talenta.

Dibalik keberhasilan yang diraih tak lepas dari hasil kolaborasi dengan ACT Consulting. Insan Pelindo III telah dipupuk dengan ilmu dan program yang diberikan oleh Ary Ginanjar bersama tim ACT Consulting di antaranya program internalisasi Core Values AKHLAK bagi pejabat structural leader as meaning maker, internalisasi AKHLAK living the grand why and quantum excellence, internalisasi AKHLAK “unleash AKHLAK value”, Ilmu coaching skill dan lainnya.

Edi Priyanto, Direktur SDM PT Pelindo III selali hadir dalam setiap kegiatan tersebut, salah satunya dalam Program Internalisasi AKHLAK “Unleash AKHLAK Value.”

“Kita harus hadapi dengan kuat, cerdas, keimanan atau keyakinan kita, maka kita harus memiliki AKHLAK. Ada 3 kunci kesuksesan leaders yaitu segi attitude, skill, dan knowledge. Namun, 85% dinilai dari AKHLAK atau menerapkan core values (attitude). Itu yang dibutuhkan.”

Walhasil, energi positif di Pelindo III pun semakin meningkat. Menurut Dwitya Agustina (VP ACT Consulting) bahwa secara keseluruhan Pelindo III Group memiliki tingkat positif energi yang high, dan mendukung pencapaian kinerja organisasi yang efektif dan efisien yakni 93,8% berada di kategori high positive energy.

10 Protokol AKHLAK BUMN dari ACT Consulting untuk Negeri

By News No Comments

JAKARTA – Masih di tengah pandemic Covid-19, mayoritas acara diadakan secara daring termasuk PT Pelabuhan Indonesia II (Persero) (IPC). Pada Rabu (31/3/2021) IPC kolaborasi dengan ACT Consulting dalam rangka “Talkshow Bedah Buku AKHLAK untuk Negeri” yang telah launching pada awal Januari 2021 lalu.

Ihsanuddin Usman (Direktur SDM dan Umum IPC) hadir sebagai opening speech dan Ary Ginanjar Agustian (President of ACT Consulting) sebagai keynote speaker.

Lalu, dilanjutkan oleh paparan dari para narasumber di antaranya Febriandika Putra, Resa Riwinta, Lisa Amelia, Roland Sianturi (milenial IPC), Dessy Emastari P (Direktur Keuangan dan SDM PT IKT).

Anak perusahaan BUMN yang hadir pagi hari itu yakni Pelindo I-IV, Perhutani, JICT, dan lainnya. Mereka dipandu oleh Ringga dan Fajar selaku MC.

Acara berlangsung dengan sangat interaktif, bahkan saat sesi tanya jawab. Mengingat waktu, MC hanya memperkenankan 3 orang penanya, yang nantinya akan mendapat hadiah masing-masih 1 buku AKHLAK untuk Negeri.

“Saya mau tanya dalam hal kesuksesan AKHLAK itu, tools yang paling berhasil untuk tercapainya nilai AKHLAK itu apa yah Pak Ary?” tanya Rudi, salah satu insan BUMN.

Ary  langsung membagikan salah satu slide pada layar untuk menjawab pertanyaan tersebut, dengan tulisan ’10 Steps of AKHLAK Activation.’

“Seperti saat saya terkena covid, harus ada protokolnya. Sama halnya dengan AKHLAK BUMN. Ada 10 protokol yang harus dijalankan,” ucap Ary kepada 450 insan BUMN.

“Dengan alat ukur ini bisa dieksekusi. Oleh karena itu saya ukurkan untuk agent perubahan. Saya ajarkan langsung, insyaAllah perusahaan yang hadir di sini jadi yang terbaik. Salah satu yang telah diajarkan yaitu membuat kamus kompetensi seperti di Bank Syariah Indonesia, kalau perlu bantuan ada dokternya yaitu mba uwie,” tambahnya.

FGD Nasional Kemenpan RB di Hotel Bidakara Pancoran

By News No Comments

JAKARTA – Telah berlangsung kegiatan FGD Nasional di Hotel Bidakara Pancoran, Jakarta pada Selasa (30/3/2021), dengan tetap mematuhi protocol kesehatan seperti 3 M (Menjaga jarak, Memakai masker, Mencuci tangan).

ACT Consulting bersama Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi RI (Kemenpan RB) gelar kegiatan tersebut dalam rangka Penerapan Sistem Manajemen Kinerja Aparatur Sipil Negara (ASN).

Dr. (H.C) Ary Ginanjar Agustian (President ACT Consulting) hadir memberikan materi kepada insan ASN, yang terlihat kompak mengenakan baju batik.

“Budaya tidak hanya mendukung strategi tetapi budaya itu adalah strategi.”

Di awal sesi lagu kebyar-kebyar di senandungkan dalam ruangan yang luas nan megah bernuansa coklat dominan kuning

Menurut Ary, acara itu tercetus karena mereka terinspirasi dari Gerakan AKHLAK BUMN.

“Semoga bola salju perbaikan karakter bangsa ini terus bergulir ke seluruh kementrian dan lembaga diseluruh negeri. Salam Indonesia emas,” harap Ary.

CPS, Ini Makna dan Tujuan Menjadi Public Speaker Sesungguhnya

By News No Comments

 JAKARTA – Coach Rendy Yusran (trainer lisensi dari Dr. (H.C) Ary Ginanjar Agustian) memandu training yang bertajuk “Public Speaking Certification”, berlangsung selama 2 hari pada Rabu dan Kamis (24-25/3/2021) secara daring.

Pelatihan itu diikuti oleh puluhan peserta dari berbagai latar belakang dan profesi yang berbeda. Mereka hadir dengan tujuan yang sama yaitu sertifikasi resmi dari BNSP, yang dapat menunjang karir profesional.

“Sebenarnya apa makna seorang speaker bagi Anda?” tanya Rendy.

Satu per satu peserta menjawab secara bergantian, saling memberikan ‘suaranya’. Sehingga terjadi interaksi namun tetap kondusif.

Edy, “Yang penting gak boleh untuk gaya-gayaan saja. Semakin bisa, semakin rendah diri. Kami ingin bisa bermanfaat bagi orang lain terutama di bidang pendidikan, apalagi guru-guru itu luar biasa yah.”

Silvia, “Dengan certified, orang bisa lebih percaya dengan kita. Sehingga kita menjadi lebih bermanfaat, bukankah untuk menjadi good speaker harus bisa bermanfaat bagi orang lain? Tentu ya.”

Mereka menjawab sangat antusias. Karena mereka sadar di era persaingan bebas seperti ini segala profesi harus memiliki sertifikasi. Begitu juga sebagai seorang Public Speaker, namun harus lulus uji kompetensi dulu.

“Good. Namun apakah kita hanya mencari yang terpenting dari tingkat physical, emosional saja? Adakah purpose lain yang lebih tinggi dari itu? Saya akan jelaskan dan jawab melalui ESQ matrix. Bahwa jadi seorang pembicara hebat bukan sekedar purpose yang sifatnya intelektual semata. Kira-kira apa itu? Boleh sharing?” papar pria yang expert di public speaking itu.

Calon certified Public Speaking mulai merespon melalui chat room, di antaranya:

Ramadhan Eka Putra, “Menjalankan peran kita sebagai Hamba Allah. Sebagai bentuk ibadah saya kepada Allah.”

Bayu Adhitama (Creativepreneur – MC), “To care, to share, and be impactful are “the grand why” of mine. Karena menurut saya, dalam hidup ini kita bisa mencari sebanyak2 harta tapi masih merasa kurang, bisa mencari sebanyak2 cinta tapi masih merasa kurang, bahkan mencari sebanyak2 tahta tapi masih merasa kurang. Tapi ketika kita mencari sebanyak-banyak manfaat yang bisa kita berikan kepada umat, hidup ini bisa terasa lebih damai, lebih ringan, lebih menyenangkan. Dimana we make the most of of our life untuk bisa peduli dengan orang lain, membantu orang lain yang mau cari sehat, cari berkah, cari nafkah, bahkan menjadi IMPACT untuk PERUBAHAN POSITIF pada hidup orang lain. Alll the things that follow (fame, money, recognition, etc) are just bonuses. And I believe, when we are helping other people, GOD WILL HELP US.”

Made Adnjani, “Saya hanya ingin menjadi pribadi yang lebih bersyukur dan memiliki kemanfaatan yang lebin besar bagi orang banyak dengan materi2 yang saya sampaikan ketika melakukan aktivitas public speaking. Sebetulnya saya bukan pribadi yang suka untuk berbicara di depan umum, terapi perjalanan hidup membawa saya pada aktifitas public speaking setiap saat sehingga saya ingin menjalankan amanah dengen sebaik-baiknya sehingga saya terus belajar untuk menjadi public speaker yang labil baik lagi dan memiliki tujuan yang mulia yatu menjadi penyampai kebaikan bagi banyak orang.”

Nur Jaya, “Grand Why untuk menjaadi public speaker adalah, dengan public speaker yang certified  saya lebih bisa menebar manfaat melaui lisan saya, dengan Bahasa dan retorika yang baik, mudah dipahami dan pesan sampai kepada audience, semoga menjadi ladang amal jariah bagi saya, saat menyampaikan hal yang baik kepada orang lain.”

“Good. Apapun yang kita tuliskan, pikirkan, kita serahkan kepada Tuhan. Anda boleh merasa hebat, namun bukan semata karena kehebatan Anda tapi atas pertolongan dari Tuhan, Semoga di sesi ini menemukan makna yang lebih luas dan lebih tinggi untuk seorang public speaker yaitu Grand Why.

Maka mohonlah kepada Allah. Ya Allah jadikan-lah diri ini sebagai perantara lisan, penyambung ilmumu yang penuh makna, apapun profesi dari kami, aamiin,” harap sang trainer bersama pesertanya.