Skip to main content

Spiritual Revival SESTABI, Belajar Rumus Ini di dalam Gerakan Sholat

By May 3, 2021News

 JAKARTA – Telah digelar event SPIRITUAL REVIVAL SESTABI 2021 pada Selasa (20/4/2021) via zoom meeting. Sekitar 45 orang yang hadir di dalamnya. Insan Bank Indonesia (BI) dipandu langsung oleh trainer lisensi dari Dr. (H.C) Ary Ginanjar Agustian, Rinaldi Agusyana.

Ia perkenalkan ilmu GKF, yaitu Gerak, Kata, dan Fokus terhadap hal-hal yang positif. Sekitar 40 insan SESTABI terlihat sangat serius memperhatikan pria berkacamata itu.

“Agar lebih paham, mari kita praktek dan buktikan langsung rumus ini. Sekarang dimohon bapak dan ibu ikuti gerakan saya seperti ini, bungkukkan badan, arahkan pandangan ke bawah, dengarkan kata-kata yang negatif. Kira-kira apa yang dirasakan?” tanyanya.

Dengan kompak, insan BUMN itu mengatakan, “Lesuuuu, masa depan surammm, mager bawaannya, tidak ada semangat dan gairah” serta jawaban lainnya.

“Nah, sekarang dimohon ikuti gerakkan saya yang kedua ini. Kalau bisa dengan cara berdiri yaa bapak dan ibu tapi duduk pun boleh. Tegakkan badan, angkat kepala sedikit, pandangan fokus ke depan, lihat dan bayangkan impian dan hal-hal indah, dengarkan kalimat-kalimat positif. Bagaimana rasanya pose kedua ini?” kata Rinaldi dengan senyuman tersungging di bibirnya.

Baca Juga:  TRAINING BUILDING INTEGRITY CIMB-NIAGA BATCH 19

Mereka kembali merespon lewat chat zoom, atau bahkan open mic secara bersamaan, “Wahhh luar biasa bahagia, rileks, masa depan cerah, dapat energi positif, bersemangattt, selamat tinggal mager.”

Iringan musik dari sebuah video pun dilantunkan dengan nada energic. Sejenak mereka ikuti gerakkan yang ada di dalam video tersebut, sambil tersenyum bahkan tertawa.

“Okehhh, semuanya sudah paham kan pentingnya rumus GKF. The power of GKF. Kalau orang Islam rumus ini selalu digunakan ketika shalat, badan tegap, fokus atau khusyuk, dan mengucapkan kalimat-kalimat doa yang positif,” jelasnya dari Studio lantai 23 Menara 165.

Menurutnya, ketika emosi kita sedang kecewa, sedih, marah, dan perasaan tidak bahagia lainnya, maka gerakkan tubuh terlebih dulu (tegap dan tersenyum).

“Sama halnya dengan pandemic yang sedang kita hadapi ini. Bukankah rumus ini bisa digunakan sebagai salah satu solusi menghadapinya? Bisa juga dibalik ini, mungkin Tuhan memberikan ujian agar kita semua lebih mengeluarkan potensi terdalamnya. Siapa yang setuju?”

Leave a Reply