Skip to main content

Pengurangan Investasi di Perusahaan Beremisi Karbon Tinggi Untuk Menjaga Sustainabilitas Planet Bumi

By January 24, 2020Article

Dalam Global Risk Reports World Economic Forum 2020 dikatakan bahwa masalah utama dunia adalah dalam hal perubahan iklim atau climate change yang disebabkan oleh meningkatnya sampah dan emisi karbon dioksida. 

Isu perubahan iklim ini telah banyak disebarkan sejak Al Gore masih menjabat sebagai wakil presiden di Amerika Serikat. Namun baru beberapa tahun ini masyarakat dunia mulai melakukan langkah-langkah nyata untuk melakukan pencegahan dari terjadinya kerusakan yang lebih parah.

Kesadaran massif ini baru muncul setelah masyarakat dunia merasakan sendiri pemanasan global yang menyebabkan terjadinya bencana banjir bandang dan munculnya kebakaran hutan yang parah di berbagai belahan dunia.

Para pemimpin muda dari generasi zellenial, yang lahir setelah tahun 2000 pun mulai muncul dari berbagai negara di dunia. Para zellenial leader ini telah bisa berbicara untuk kelangsungan hidup generasinya. Seorang Greta Thunberg sejak usianya masih 9 tahun telah mulai berbicara bahwa ia ingin agar anak cucunya nanti masih bisa hidup di dunia yang sehat dan masih bisa menikmati oksigen dari udara bebas.

Di momen World Economic Forum 2020, Greta Thunberg yang kini telah berusia remaja tampil sebagai pemimpin muda yang mampu menggubah pidato yang mencekam dari beragam penelitian yang ia susun secara naratif.  Greta menyatakan bahwa perubahan suhu global sebanyak 1,5 derajat celcius akan bisa memusnahkan banyak spesies dunia dan menyebabkan terjadinya bencana alam yang massif.

Data yang dikumpulkan Greta Thunberg dari berbagai penelitian yang dibacanya itu menjadi fakta menakutkan yang baru diketahui publik secara umum dan terbuka pada WEF 2020 ini. hingga para pemimpin dunia seperti Chief Economist dari China, Ma Jun pun menyatakan bahwa kini negaranya yang semula menjadi negara penghasil emisi karbon terbesar dunia, sudah mulai melakukan evaluasi yang menyeluruh dan melakukan langkah investasi yang hati-hati.

Baca Juga:  Lima Unicorn Empatik dan Kreatif dari Indonesia Untuk Dunia

Chief Economist China, Ma Jun dalam penyampaiannya kemarin, tanggal 21 Januari 2020 menyampaikan bahwa negaranya saat ini memang masih membakar batubara hitam yang merusak lapisan ozon dunia hingga saat ini.

Namun Ma Jun juga menyampaikan bahwa dalam realita ekonomi,  China dan banyak negara dunia lainnya seperti Indonesia, pembangkit listrik tenaga batubara masih menjadi pilihan produksi listrik yang termurah dan masih terhitung aman dibandingkan dengan penggunaan bahan bakar nuklir sebagai penghasil energi. 

Masalah keberlanjutan ekonomi atau sustainabilitas kehidupan di planet bumi ditampilkan pada hari pertama dari rangkaian diskusi di forum ekonomi terbesar dunia tersebut. World Economic Forum yang dihadiri oleh mayoritas pemimpin negara, pemimpin perusahaan, serta para menteri ekonomi dari berbagai negara ini pun dipaksa untuk memikirkan ulang berbagai kebijakan dan peraturan dalam negerinya masing-masing dalam berbagai upaya untuk penyelamatan ekosistem alami di planet tercinta ini.

Bahkan perusahaan asuransi besar dunia, serta perusahaan investasi besar dunia yang tampil berdiskusi dalam tajuk “Averting Climate Apocalypse” atau “Mencegah Kiamat Iklim Dunia” pun menyampaikan bahwa mereka telah membuat kebijakan dalam dunia investasi untuk mendukung upaya penyelamatan ekosistem planet bumi. 

Bahwa kini berbagai lembaga keuangan dunia harus mematuhi aturan untuk tidak melakukan penanaman investasi di perusahaan yang tidak melakukan kebijakan yang mendukung sustainabilitas ekosistem di planet bumi.  Oliver Bate, CEO dari sebuah perusahaan asuransi besar dunia semula menetapkan tahun 2050 sebagai tahun “carbon neutral”.

Namun masih dalam WEforum hari pertama, perwakilan dari masyarakat asli yang tinggal di hutan di negara Chad, Hindou Oumarou Ibrahim berkata dengan tegas bahwa masyarakat darimana ia berasal tidak bisa menunggu hingga tahun 2050. Bahwa upaya penyelamatan bumi harus dimulai sekarang. Karena bahkan sekarang pun sudah terlambat. Bahwa penduduk di negaranya tidak bisa menunggu 30 tahun lagi. Karena “mungkin bumi tidak sampai pada usia tersebut”, demikian kalimat yang meluncur secara jujur dari lisan Oliver Bate yang meralat kata-katanya sendiri di awal diskusi.

Leave a Reply

Open chat
1
Halo,
Ada yang bisa kami bantu?