Human Capital Break Through adalah ajang sharing dan gathering bagi Human Capital Profesional yang difasilitasi oleh ACT Consulting. Kelas ini berlangsung setiap hari Rabu pada tiap pekan, di Ruang Gibraltar, Lantai GF, Menara 165, Jl. TB Simatupang Kav 1, Jakarta Selatan, mulai pukul 09.00 – 11.30 WIB.

Pilih topik yang Anda ingin hadiri dan daftar kelasnya :

Rabu, 13 Maret 2019

KUASAI MASTER SKILL INI UNTUK BISA SURVIVE DI KARIR APA SAJA

 

Bahasa adalah alat berpikir. Dengan menguasai bahasa yang digunakan secara umum di dunia profesional, kita juga akan lebih mudah meniti karir secara baik. Kita dapat berkomunikasi dengan tepat dengan orang asing yang harus ditemui. Kita juga dapat mengerjakan dokumen berbahasa asing dengan kemampuan analisis yang baik dan tepat, tanpa kesalahan. Adanya kesalahan yang ditemukan saat kita mengerjakan dokumen berbahasa asing dapat menjadi tanda bahwa kita kurang profesional.  Bahkan, di era dimana kita harus lebih banyak bicara dan tampil dalam memberikan presentasi untuk keperluan bisnis dan keperluan akademis, kemampuan penguasaan bahasa asing ini menjadi sangat diperlukan.

 

Dengan menguasai bahasa asing, kita juga dapat memahami banyak hal serta dapat berkomunikasi dengan lebih banyak orang dari berbagai kalangan. Bahasa asing yang paling banyak digunakan di dunia adalah bahasa Inggris. Hal ini karena negara jajahan Inggris tersebar di berbagai belahan dunia. Perlunya kita menguasai bahasa Inggris juga karena mereka menguasai pasar secara ekonomi dan informasi. Pencipta internet, Sir Tim Berners Lee, juga berasal dari negeri Ratu Elizabeth ini. Karena itu bahasa yang paling dominan digunakan di internet adalah Bahasa Inggris.

 

Di Era VUCA ini, kita harus bekerja bersama dengan tenaga kerja yang berasal dari berbagai negara. Di sebuah kantor di Jakarta misalnya, Anda bisa jadi harus berhadapan dengan orang yang berasal dari Amerika, Jerman, Jepang, dan China. Untungnya, Anda tak harus menguasai semua bahasa dari negara yang berbeda tersebut karena semua dari mereka umumnya dapat berbahasa Inggris dengan baik.

 

Bahasa Inggris kini menjadi bahasa yang dominan di dunia bisnis. Berbagai istilah yang digunakan dalam ilmu manajemen, ilmu teknik dan ilmu komunikasi juga sebagian besar berasal dari Bahasa Inggris, bila kita tidak menguasai bahasa Inggris dengan baik, kita dapat terganjal saat harus melakukan presentasi kepada calon investor misalnya. Tanpa pemahaman dan penguasaan Bahasa Inggris yang baik, bisa jadi kesempatan mendapatkan investasi untuk bisnis Anda akan terlewat begitu saja. Kini sudah jelas bukan mengapa Bahasa Inggris menjadi sangat penting untuk dikuasai?

 

Karena harus melakukan presentasi dalam Bahasa Inggris di hadapan calon investor dari luar negeri, William Tanuwijaya, Pendiri Tokopedia kemudian tekun mempelajari Bahasa Inggris hingga kini akhirnya bisa lancar berbicara dan melakukan presentasi dengan berbahasa Inggris di sejumlah acara kelas dunia, bahkan di World Economic Forum. Bahkan, Ibu Susi Pudjiastuti yang tidak mengenyam pendidikan tinggi pun dapat sukses dalam berbisnis dan menjadi seorang Menteri karena ia memiliki penguasaan Bahasa Inggris yang baik. Bagaimana dengan Anda dan Karyawan Anda? Sudahkah memiliki kemampuan Presentasi dalam Bahasa Inggris  yang baik? Jangan khawatir, karena kami memiliki solusi untuk masalah ini.

 

Untuk itu ACT Consulting mengundang Anda dalam acara:

“The Importance of English in VUCA Era”

Rabu, 13 Maret 2019

Pukul: 09.00 – 11.30

Mini Auditorium lantai 4, Menara 165

Jl. Tb Simatupang kav 1, Cilandak – Jakarta Selatan

Registrasi berlaku Untuk 2 orang

Facilitators

mey damayanti, esq course

Mey Damayanti, S.S., M.Hum.

Master Trainer of ESQ Course for English Presentation

Rabu, 20 Maret 2019

SEPERTI APA POLA KEPEMIMPINAN YANG DIBUTUHKAN DI ERA DIGITAL?

 

Beberapa tahun yang lalu, Steve Ballmer merasakan bagaimana ia dianggap tidak menarik oleh para pembeli saham. Pada era kepemimpinannya, Microsoft mengalami masa stagnan. Hingga kemudian, Ballmer dan Gates sepakat untuk merekomendasikan Satya Nadella, sebagai CEO di Microsoft. Nadella memiliki background penguasaan teknologi yang mumpuni. Ia juga memiliki kemampuan inovasi tingkat tinggi. Yang lebih menarik lagi, kemampuan Nadella dalam menguasai manajemen dengan keterampilan komunikasinya yang baik.

 

Kini, Microsoft masih belum dapat mengalahkan Amazon dalam perlombaan untuk menjadi perusahaan terkaya di dunia. Namun, Microsoft telah kembali memimpin dunia teknologi informasi dengan menciptakan berbagai hardware dan software Artificial Intelligence (dalam bentuk Power BI – program business intelligence) dan Machine Learning. Selain itu Microsoft juga menciptakan Azure Sentinel dan Threat Experts, dua artificial intelligence keamanan siber (cybersecurity) berbasis komputasi awan (cloud computing).

 

Selain Microsoft, sejumlah perusahaan besar lainnya pun memiliki CEO yang merupakan ahli teknologi, seperti Takeshi Uchiyamada sebagai CEO Toyota, dan Steve Jobs yang dahulu sebagai CEO Apple. Apa yang dilakukan oleh para pemimpin inovator ini adalah, mereka memimpin dengan pandangan futurist. Mereka melihat masa depan telah hadir saat ini, lengkap dengan berbagai solusi yang mungkin diciptakan untuk menyelesaikan berbagai permasalahan global. Bagaimana sebenarnya pola kepemimpinan yang dibutuhkan di Era Digital? 

 

Untuk itu ACT Consulting mengundang Anda dalam acara:
“Leading in Digital Era”
Rabu, 20 Maret 2019
Pukul: 09.00 – 11.30
Mini Auditorium lantai 4, Menara 165
Jl. Tb Simatupang kav 1, Cilandak – Jakarta Selatan
Registrasi berlaku Untuk 2 orang

Facilitators

rinaldi agusyana, act consulting

Rinaldi Agusyana

Corporate Strategy Expert of ACT Consulting

Dwitya Agustina

Vice President of ESQ Group

Rabu, 27 Maret 2019

BAGAIMANA CARA EFEKTIF MENGEMBANGKAN MILLENIAL?

 

Menurut Price Waterhouse Cooper, pada tahun 2020, 50% tenaga kerja global terdiri dari para millenial. Aspirasi karir mereka, sikap mereka terhadap kerja, dan pengetahuan yang dimiliki oleh para millenials ini akan membentuk masa depan bisnis Anda. Millenials penting karena mereka akan memaksimalkan skill mereka yang baik dalam pengetahuan teknologi terkini, untuk memudahkan komunikasi dan pelaksanaan pekerjaan.

 

Brack & Kelly (2012) menganggap millennial sebagai generasi kolaborator, sementara generasi sebelum mereka disebut sebagai generasi cowboys. Generasi pendahulu ini menggunakan pecut untuk membuat bawahan mereka bekerja. Hal ini tidak dapat dilakukan pada generasi millennial yang sangat peka dan sensitif serta menguasai teknologi. Karena itu, mungkin sekali ditemukan di berbagai perusahaan, adanya ketidaksingkronan antara para millennial dengan generasi sebelumnya, karena faktor ini.

 

Wilyerd (2015) dalam Harvard Business Review menyampaikan bahwa millenials ingin menerima coaching di tempat kerja. Tim Gallwey (dalam Wilyerd, 2015), menyampaikan bahwa “Coaching membuka potensi seseorang untuk memaksimalkan kinerja mereka sendiri. Ini membantu mereka belajar, daripada mengajar mereka. ”Atau sebagaimana diterapkan pada dunia bisnis, pembinaan bukan tentang memberi tahu orang apa yang harus dilakukan, tetapi membantu mereka mencapai semua yang mampu mereka lakukan dan menjadi”.

 

Untuk itu ACT Consulting mengundang Anda dalam acara:
“Unlocking The Power of Millenials”
Rabu, 27 Maret 2019
Pukul: 09.00 – 11.30
Mini Auditorium lantai 4, Menara 165
Jl. Tb Simatupang kav 1, Cilandak – Jakarta Selatan
Registrasi berlaku Untuk 2 orang

Facilitators

arief rahman saleh, act consulting, coaching director

Arief Rahman Saleh

Master Coach of ESQ Coaching Academy

Rabu, 3 April 2019

MASALAH YANG MENGANGGU KINERJA INI BERMULA DARI HAL INI

 

Pegawai yang memiliki masalah finansial seringkali tidak dapat berkonsentrasi dalam bekerja. Bahkan sering dijumpai pekerja tidak masuk atau absen, karena masalah keuangan yang dideritanya.

 

Di Amerika Serikat, dalam survey yang dilakukan oleh Price Waterhouse Cooper, memberikan gambaran kerugian perusahaan karena masalah ini. Bahwa dari 10 ribu karyawan yang menghabiskan waktu kerja selama 3 – 5 jam sehari untuk memikirkan masalah keuangan mereka, jumlah kerugian yang diderita   perusahaan mencapai hingga 3,3 juta dollar per tahunnya.

 

Kesulitan keuangan juga mempengaruhi employee engagement. Loyalitas kerja, penghargaan terhadap gaji dan bonus yang diberikan, dapat terganggu saat karyawan mengalami masalah keuangan. Ia akan mungkin mencari tempat lain atau melakukan pekerjaan tambahan yang dapat mengganggu pekerjaan utamanya. Terlihat bahwa karyawan yang mengalami kesulitan keuangan merasa tidak menyukai tempat kerja mereka. Sementara yang tidak mengalami kesulitan keuangan, lebih merasa puas pada tempat mereka bekerja.

 

Untuk itu ACT Consulting mengundang Anda dalam acara:

“Employee Money Effectiveness”

Rabu, 4 April 2019

Pukul: 09.00 – 11.30

Mini Auditorium lantai 4, Menara 165

Jl. Tb Simatupang kav 1, Cilandak – Jakarta Selatan

Registrasi berlaku Untuk 2 orang

Facilitators

rinaldi agusyana, act consulting

Rinaldi Agusyana

Master Trainer of ESQ Billionaire Mindset

indah mardiani, act consulting, rich mind training, billionaire mindset

Indah Mardiani

Financial Expert of ESQ Group

Rabu, 10 April 2019

MENGGANDAKAN KEMAMPUAN KARYAWAN DENGAN MAKNA BEKERJA

 

Mereka yang telah menemukan makna bekerja, akan bisa mengatasi berbagai kesulitan yang dihadapi dalam pekerjaannya, dengan kekuatan ekstra yang tidak dimiliki oleh orang-orang yang belum menemukan makna. Inilah yang membedakan antara para pekerja biasa (ordinary) dengan pekerja yang luar biasa (extra ordinary).

 

Pembedanya adalah upaya ekstra yang diberikan dengan ikhlas. Mereka yang telah menemukan makna, akan merasa bahagia saat bekerja. Mereka juga akan bekerja dengan sungguh-sungguh, karena memahami manfaat dan resiko dari pekerjaannya.

 

Fokus bekerja yang lebih baik juga akan tumbuh sebagai hasil dari makna bekerja yang telah ditemukan. Di dalam perusahaan besar yang berorientasi membangun kemajuan, hal ini sangat penting. Anda tentu tidak ingin memiliki ribuan pekerja yang semuanya bekerja setengah hati bukan? Hal ini akan dapat dihindari bila para karyawan yang bekerja di perusahaan Anda telah memiliki orientasi bekerja  yang bermakna bagi mereka.

 

Untuk itu ACT Consulting mengundang Anda dalam acara:

“Working With Purpose”

Rabu, 10 April 2019

Pukul: 09.00 – 11.30

Mini Auditorium lantai 4, Menara 165

Jl. Tb Simatupang kav 1, Cilandak – Jakarta Selatan

Registrasi berlaku Untuk 2 orang

Facilitators

iman herdimansyah, act consulting

Iman Herdimansyah

Training Department Director of ESQ Group

Rabu, 24 April 2019

AGAR KARYAWAN BERANI TAMPIL DAN BISA RAIH BANYAK PELUANG DI DEPAN MATA

 

Keterampilan public speaking sudah menjadi hal penting dan wajib dimiliki di era saat ini. Mulai dari pelajar, pebisnis, karyawan, dan segala profesi yang ada memerlukan keterampilan satu ini. Namun sayangnya, tidak semua orang menguasai kemampuan public speaking yang tepat. Di tengah masyarakat justru banyak ditemui :

 

Orang yang takut berbicara, malu, dan merasa inferior. Sering melakukan gerakan aneh yang mengganggu, ketika berbicara. Sering mengalami miskomunikasi. Bahkan ada orang-orang yang masih belum memahami pentingnya keterampilan public speaking untuk menggapai kesuksesan yang diharapkan.

 

Kami ingin membantu Anda lebih percaya diri, mampu menggapai keberhasilan yg diharapkan, untuk kehidupan personal, profesional, karir dan bisnis anda

 

Untuk itu ACT Consulting mengundang Anda dalam acara:

“Power Talk”

Rabu, 24 April 2019

Pukul: 09.00 – 11.30

Mini Auditorium lantai 4, Menara 165

Jl. Tb Simatupang kav 1, Cilandak – Jakarta Selatan

Registrasi berlaku Untuk 2 orang

Facilitators

yusran effendy, act consulting, esq leadership training

Yusran Effendy (Coach Rendy)

Master Trainer of ESQ School of Communication

Make Beautiful WordPress Themes