Launching Core Values BUMN AKHLAK di PT PNM

By August 23, 2020August 24th, 2020News

JAKARTA – Prosesi peluncuran Core Values BUMN AKHLAK dilaksanakan dengan khidmat pada (20/8/20) secara online. Bertepatan dengan Tahun Baru Islam 1442 H (1 Muharram).

Bersama Arief Mulyadi (Direktur Utama PT PNM), Alex Denni (Deputi SDM Teknologi dan Informasi Kementerian BUMN), Ary Ginanjar Agustian (Founder ACT Consulting).

Perihal merealisasikan nilai AKHLAK di dalam lingkungan PT PNM (Permodalan Nasional Madani). Seperti yang diharapkan oleh Arief Mulyadi yaitu PT PNM harus berkomitmen dan berpegang teguh menerapkan Core Values AKHLAK.

Karena ratusan karyawan di sana telah berikrar dengan kesungguhan hati.

“Untuk membantu UMKM semakin berkembang, berharap kita semua berada di level 4 bahkan 5. Seperti yang disampaikan oleh pak Ary. Demi menggapai impian, kita semua harus bersatu dan kolaborasi membangun PT PNM lebih maju lagi, membantu orang banyak,” tuturnya.

Ary Ginanjar Agustian, pada kesempatannya ia menjelaskan tentang 5 level  socio-emotional.

“Di level 4, Akhlak harus dipertahankan, demi PNM. Kalau untuk Indonesia ada di level 5. Kita harus mengubah mindset kita dari grand why. Berkontribusi dalam membangun UMKM di Indonesia. PNM bisa bertahan sampai 2045 bahkan lebih lama,” terang Ary kepada 500 orang karyawan PNM seluruh Indonesia.

Jadi kuncinya ada dua untuk kita semua khususnya PNM. Harus berada di level 4 dan 5 (socio-emotional). Dan berada pada level Grand Why (pengabdian kepada Tuhan Yang Maha Esa) dalam ESQ Matrix.

Baca Juga:  Training Online PT KAI, Ary Ginanjar: Jangan Sampai Kita Seperti Lokomotif BB 300!

Para karyawan menyimak dengan seksama. Sehingga mereka berkeinginan untuk lebih mendalami apa yang disampaikan oleh speakers hebat itu. Dengan mengeluarkan beberapa pertanyaan. Salah satunya dari Resti Ayu Lestari.

Menanyakan tentang bagaimana mengubah diri yang introvert menjadi extrovert, agar bisa berkembang?

Konsultan Expert ACT memberikan sebuah kisah dalam mengeluarkan potensi.

Ada monyet yang 3 hari tidak makan. Kemudian suatu hari pengunjung datang membawakan 1 buah pisang. Si monyet merasa senang. Tapi, sang penjaga datang dan mengambil 1 pisang. Monyetnya marah, mengapa?

Karena fokus kepada yang hilang. Fokusnya ke 1 buah pisang yang sebelumnya tidak ada. Seharusnya fokus kepada apresiasi apa yang kita miliki, bukan ekspektasi.

“Anda tidak bahagia, mengeluh di PNM. Padahal dulu gak pernah kerja di PNM. Butuh proses masuk ke PNM. Tapi setelah masuk, Anda lupa bersyukur. Jadi happiness dulu baru Anda bisa maju berkembang,” jawab Ary.

Saat webinar berlangsung pun, Ary Ginanjar Agustian mengundang semua Direktur PT PNM untuk mengikuti program Training Coaching selama 5 hari dengan gratis. Demi menghandle milennials, yang akan membangkitkan PNM menuju Indonesia Emas 2045.

Leave a Reply