Skip to main content

Kultur Pemikiran India Yang Melahirkan CEO Kelas Dunia

By March 28, 2019April 30th, 2019Article

Populasi masyarakat India di dunia cukup besar, sebanyak 930 juta orang India yang tersebar di seluruh dunia. Mencapai hingga 15% dari populasi planet ini. Saat ini, dunia tengah mengagumi kemunculan sejumlah tokoh ekonomi dunia dan pengusaha yang memimpin perusahaan-perusahaan besar dunia. Bahkan dalam acara World Economic Forum di Davos tahun 2018, tidak kurang dari 100 orang CEO keturunan India yang hadir.

Di abad sebelumnya, kita mengenal tokoh dunia seperti Mahatma Ghandi dan  Jawarhalal Nehru yang merubah wajah India yang semula terjajah, menjadi perlahan bangkit dengan cara-cara yang damai. Kultur pemikiran India juga dapat kita lihat dijalani oleh banyak CEO tersebut. Bahkan, membentuk mental baja yang kuat menahan emosi seperti Ghandi, dan melakukan banyak terobosan seperti Nehru.

Di sisi lain, pertanian India memiliki kinerja yang jauh lebih baik daripada pertanian Soviet atau Tiongkok. India sekarang masuk peringkat sebagai ekonomi industri terbesar kesembilan di dunia.

Budaya Strategi di India

Dibandingkan dengan The Art of War dari Sun Tzu, karya Arthashastra dari Begawan Kautilya mencakup tema  yang lebih luas:  pemerintahan, administrasi publik, ekonomi, hukum, kebijakan, diplomasi luar negeri, serta urusan militer dan intelijen. Istimewanya, Arthasastra diturunkan dengan lisan, dan bukan dengan naskah tertulis seperti karya Sun Tzu.

Arthashastra adalah tentang Strategi Besar yang mengoptimalkan totalitas sumber daya militer dan non-militer negara. Karya ini mencakup sistem material dan ideasional dalam menggunakan faktor-faktor kekuatan ini.

Dalam berpikir, orang India terbiasa untuk menemukan poin yang selaras dengan situasi konkret. untuk merealisasikan tujuannya. Pola kognitif seperti ini diturunkan dengan pelafalan lisan turun temurun dari Arthasastra karya begawan Kautilya.

Selain tradisi Kautilya, ada tradisi ‘idealis’ di negara India. Idealisme semacam itu dapat ditelusuri kembali ke Buddha (sekitar abad ke-6 SM) dan Kaisar Maurya, Ashoka (juga seorang Buddha) pada abad ke-3 SM.

Ashoka melakukan perang yang sangat kejam untuk mengkonsolidasikan kendali Kekaisaran  atas sebagian besar anak benua India. Namun setelah itu ia meninggalkan perang tanpa membubarkan tentara dan mengikuti kebijakan luar negeri yang damai.

Filsuf Modern India

India modern memiliki tiga ‘bapak pendiri’: Mahatma Gandhi, Sardar Patel (yang terlalu sedikit dikenal di luar India) dan Jawaharlal Nehru. Sering dikatakan bahwa Gandhi adalah ‘idealis’ dalam tradisi Buddha-Ashoka, Patel adalah Kautilyan ‘realis’ dan kebijakan Nehru adalah campuran dari realisme Kautilyan dan ‘idealisme’ dalam tradisi Ashokan.

Karakter pembaharu yang dapat terus berjuang dengan semangat sekeras perang namun dengan cara-cara yang damai ini dapat kita lihat muncul pada sosok Satya Nadella. Kita juga bisa melihat keteladanan Nehru yang diadopsi oleh Sundar Pichai yang mampu memenej korporasi sebesar Alphabet dengan Google di dalamnya.

Baca Juga:  Bagaimana Membuat Kinerja Meningkat dengan Kepemimpinan Transformational

Apakah Ada Cara Berpikir Khusus Orang India?

Dari kesuksesan para pengusaha kelas dunia dari India, kita bisa melihat mereka meraih kesuksesan di banyak bidang, dan merupakan pemimpin dari perusahaan-perusahaan konglomerasi besar.

Ini sejalan dengan pemikiran Ramanujan. Bahwa orang India memiliki sekat kedap air di antara banyaknya aktivitas. Sehingga mereka dapat melakukan pergantian cara pikir yang sangat berbeda dan saling bertentangan untuk memahami dunia tanpa mengedipkan mata.

Berbeda dengan cara berpikir bebas konteks yang kita kenal dari Eropa dan Amerika Serikat, pemikiran India tergantung pada konteks di mana ia dimasukkan.

Fitur lain yang telah menjadi ciri pemikiran India adalah penekanan yang diberikan pada perbedaan daripada kesetaraan. Sementara kesetaraan adalah nilai dasar di dunia barat, hirarki dan perbedaan antara orang mendominasi pemikiran India.

Kita juga bisa mencoba memahami cara berpikir orang India melalui aspek-aspek seperti ketergantungan pada konteks tertentu. Namun diakui sendiri oleh orang India bahwa mereka menangani masalah dengan jenis proses pemikiran yang berbeda dari yang umum dilakukan masyarakat di luar tanah India.

Namun, populasi India sangat banyak dan beragam sehingga kita tidak dapat mengatakan bahwa semua orang India berpikir dengan cara yang sama.

Menyenangkan untuk bisa belajar dari banyak negara lain di dunia. Dari berbagai contoh kesuksesan yang ada, kita dapat banyak mengambil inspirasi.

Beragam manajemen inovasi bisnis yang dilakukan tokoh India seperti Sundar Pichai dan Satya Nadella harus bisa dipelajari oleh banyak orang di negara kita. Untuk mempelajari cara melakukan manajemen inovasi bisnis, klik disini.

Namun Anda bisa saja memiliki kesulitan atau masalah di beberapa sisi seperti budaya dan penerapan disiplin pencapaian target. Bila itu masalahnya, bagi para Leaders di Organisasi Anda, dapat mengikuti program Transformational Leadership dari ACT Consulting dengan klik di link ini.

Untuk melakukan perkembangan mendasar di organisasi dan korporasi Anda seperti yang dilakukan Sundar Pichai di Google dan Satya Nadella di Microsoft, Anda dapat mempelajari cara membangun budaya perusahaan dengan klik disini. Anda juga dapat mempelajari cara menciptakan strategi yang tepat untuk perusahaan dengan klik disini.

Untuk mendapatkan bantuan mengenai cara membentuk karakter  para pegawai dan pimpinan hingga dapat mengakselerasi perubahan yang kompetitif di organisasi Anda, ACT Consulting memiliki
langkah-langkah dan metodologi yang diperlukan. Hubungi kami via email di info@actconsulting.co atau telepon ke 0821-2487-0050 (Donna).


Leave a Reply

Open chat
1
Halo,
Ada yang bisa kami bantu?