Skip to main content

Bill Ford Jr Executive Chairman Ford Motor Company dan Langkah Advokasi Membantu Kompetitor

By April 5, 2019April 30th, 2019Article

Pada saat resesi besar (great recession) terjadi di Amerika Serikat sejak tahun 2007 hingga tahun 2010 awal, sejumlah industri besar di negara tersebut hampir kolaps. Pemerintah Amerika Serikat sampai harus melakukan bail out dan menebus hutang-hutang yang dimiliki oleh banyak perusahaan besarnya. Diantaranya General Motors, kompetitor dari Ford Motor Company.

Pada saat itu, Ford dalam keadaan yang cukup baik dan dapat bertahan, sehingga tidak harus di bail out. Namun Ford harus menahan diri dari memenangkan persaingan di keadaan yang tidak menguntungkan tersebut.

Mengapa? Karena runtuhnya suatu bisnis besar, akan memiliki pengaruh yang berantai pada bisnis yang sejenis. Karena kebanyakan industri besar memiliki rantai pasokan (supply chain) yang sama.

Apabila sejumlah perusahaan pemasok ini tutup atau bangkrut, maka akan turut mengganggu proses produksi yang akan dilakukan di Ford juga. Untuk itu, Ford malah harus melakukan sejumlah advokasi untuk membantu perusahaan kompetitornya saat itu, diantaranya General Motors yang merupakan saingan beratnya.

Beragam langkah yang dilakukan oleh Bill Ford atau William Clay Ford Jr dengan kepemimpinannya, termasuk keputusan-keputusan yang cukup riskan dan tidak populer. Bahkan sebagian membuatnya harus menelan ego.

Diantaranya saat Bill harus mengemban beberapa posisi pimpinan di saat yang bersamaan. Yaitu sebagai Presiden, COO dan CEO di saat yang sama, di tahun 2001 hingga tahun 2006. Di tahun akhirnya sebagai CEO, ia mendapatkan predikat sebagai salah satu CEO dengan penghasilan paling tinggi di dunia, yaitu di urutan ke 264 dengan gaji tahunan sebanyak $10.000.000,-

Bill mengatakan pada dewan direksi dan keluarga besar Ford bahwa tantangan yang akan dihadapi di depan mata, sangatlah rumit dan beragam. Untuk itu, ia membutuhkan bantuan. Keluarganya bertanya, apa yang kau butuhkan, siapa, dan untuk posisi apa, sebagai COO atau CEO?

Baca Juga:  Tokoh Muslim Sukses Dunia: Aliko Dangote, Pengusaha Terkaya di Benua Afrika

Setelah dewan menemukan sosok Allan Mulally, yang sebelumnya menjadi CEO Boeing untuk divisi pesawat komersil. Barulah Bill dapat memimpin dengan lebih mantap. Allan Mulally terbukti membantu Ford dengan usaha yang keras dan sangat cerdas, bahkan Amerika Serikat mengenalnya sebagai sosok penyelamat bagi Ford Motor Company. Sehingga Ford menjadi satu-satunya perusahaan otomotif di Amerika Serikat yang tidak membutuhkan bail-out dari pemerintah Amerika Serikat.

Kita akan membahas mengenai perjalanan Bill Ford membesarkan perusahaan keluarganya melewati sejumlah dekade yang berat dan bagaimana inovasi Ford ke depannya dengan konsep smart mobility, dalam beberapa artikel ke depan.

Beragam manajemen inovasi bisnis yang dilakukan Bill Ford harus bisa dipelajari oleh banyak orang di negara kita. Untuk mempelajari cara melakukan manajemen inovasi bisnis, klik disini.

Namun Anda bisa saja memiliki kesulitan atau masalah di beberapa sisi seperti budaya dan penerapan disiplin pencapaian target. Bila itu masalahnya, bagi para Leaders di Organisasi Anda, dapat mengikuti program Transformational Leadership dari ACT Consulting dengan klik di link ini.

Untuk melakukan perkembangan mendasar di organisasi dan korporasi Anda seperti yang dilakukan Bill Ford di Ford Motor Company, Anda dapat mempelajari cara membangun budaya perusahaan dengan klik disini. Anda juga dapat mempelajari cara menciptakan strategi yang tepat untuk perusahaan dengan klik disini.

Untuk mendapatkan bantuan mengenai cara membentuk karakter  para pegawai dan pimpinan hingga dapat mengakselerasi perubahan yang kompetitif di organisasi Anda, ACT Consulting memiliki
langkah-langkah dan metodologi yang diperlukan. Hubungi kami via email di info@actconsulting.co atau telepon ke 0821-2487-0050 (Donna).

Leave a Reply

Open chat
1
Halo,
Ada yang bisa kami bantu?