Bill C Ford Jr Chairman Ford tentang Freenemies Collaboration dan Smart Mobility

By April 9, 2019 Article
William Clay Ford Jr., Executive Chairman, Ford Motor Company

Istilah frenemies pertama kali didengar Bill saat ia menyambangi Sillicon Valley,untuk mencari start up yang dapat membantunya mengembangkan software untuk digunakan di mobil-mobil keluaran Ford. Ternyata, istilah itu jamak di dengar dan di gunakan disana.

Apa artinya? Ternyata frenemies berarti; saat ini musuh, besok bisa menjadi teman. Atau sebaliknya. Keadaan ini lazim dijumpai di Sillicon Valley, karena mereka yang dahulunya saling bersaing bisa jadi harus melakukan kerjasama di masa mendatang, untuk sama-sama mengerjakan sebuah project. Atau, yang terjadi bisa keadaan sebaliknya.

Wacana frenemies itulah yang membuat tema kolaborasi menjadi menarik. Karena kita sejatinya harus dapat melakukan kolaborasi dengan siapa saja, dan dengan berbagai pihak. Kemampuan untuk menjadi luwes dan fleksibel, menjadi sangat diperlukan karena hal ini. Status teman dan musuh bisa berubah hanya dalam kurun waktu yang tidak lama.

Bagaimana pun di dalam bisnis, keadaan sosialisasi kita harus senantiasa terjaga. Mengenai persaingan bisnis dengan kompetitor dari negara lain misalnya, bisa suatu saat menjadi solusi. Bisnis kita bisa lebih berkembang dengan berbagi teknologi atau technology sharing dengan industri yang sama di negara lain, yang saat ini mungkin menjadi pesaing. Semua hanya harus di atur dengan jelas di atas kertas. Hitam di atas putihnya.

Konsep kolaborasi yang dilakukan oleh Bill Ford juga dibuat lebih merakyat. Kini, ia mengusung konsep smart mobility. Yaitu bagaimana sebuah industri dapat mendekat pada masyarakat, dan bertanya tentang apa yang diharapkan oleh mereka. Bill Ford mencontohkan bahwa yang dilakukan perusahaannya saat ini adalah mendekat ke berbagai dewan kota, dan menanyakan apa kebutuhan mereka. Kendaraan seperti apa yang dibutuhkan di suatu daerah, akan berbeda dengan di daerah lain.

Baca Juga:  Presentasi Expose OCHI Pemerintah Kota Banjarbaru

Dengan mendapatkan masukan langsung dari masyarakat di suatu kota, Ford membuka banyak ide inovasi untuk dikembangkan. Bahkan, arahan untuk melakukan pengembangan dan terobosan pun menjadi jelas. Tidak lagi menghabiskan banyak waktu untuk menerka-nerka atau membuat rencana yang rumit tanpa kejelasan daya serap pasar.

Semacam melakukan market research, tapi dengan pendekatan marketing yang jelas dan merakyat. Sifatnya seperti promosi below the line, dan sekaligus mendapatkan data yang berjumlah cukup banyak dan representatif dalam mewakili suatu kawasan dengan karakteristik yang khas. Inilah yang mendasari konsep smart mobility dari Ford. Yaitu bagaimana mereka menciptakan kendaraan yang dapat membantu menyelesaikan kebutuhan masyarakat di suatu daerah dengan karakter dan kontur geografis tertentu.

Beragam manajemen inovasi bisnis yang dilakukan Bill Ford harus bisa dipelajari oleh banyak orang di negara kita. Untuk mempelajari cara melakukan manajemen inovasi bisnis, klik disini.

Namun Anda bisa saja memiliki kesulitan atau masalah di beberapa sisi seperti budaya dan penerapan disiplin pencapaian target. Bila itu masalahnya, bagi para Leaders di Organisasi Anda, dapat mengikuti program Transformational Leadership dari ACT Consulting dengan klik di link ini.

Untuk melakukan perkembangan mendasar di organisasi dan korporasi Anda seperti yang dilakukan Bill Ford di Ford Motor Company, Anda dapat mempelajari cara membangun budaya perusahaan dengan klik disini. Anda juga dapat mempelajari cara menciptakan strategi yang tepat untuk perusahaan dengan klik disini.

Untuk mendapatkan bantuan mengenai cara membentuk karakter  para pegawai dan pimpinan hingga dapat mengakselerasi perubahan yang kompetitif di organisasi Anda, ACT Consulting memiliki
langkah-langkah dan metodologi yang diperlukan. Hubungi kami via email di info@actconsulting.co atau telepon ke 0821-2487-0050 (Donna).



Leave a Reply