All Posts By

Irna Azzadina SE., S.Psi., M.S.M

Tips Menghadapi Karyawan Bermasalah 3 - menghadapi karyawan yang korupsi, act consulting, ary ginanjar agustian, character building, esq training

Tips Menghadapi Karyawan Bermasalah (3) : Menghadapi Karyawan Yang Korupsi Atau Mencuri

By Article No Comments

Masalah yang satu ini tergolong serius. Namun ada cara penanganan yang berbeda-beda dari masing-masing perusahaan dalam menghadapi masalah ini.

Hal yang pertama, diskusi dahulu mengenai masalah ini dengan manajemen. Sebelum anda turun menghadapi karyawan dengan masalah seperti ini, dapatkan dulu pertimbangan yang pasti dari manajemen tentang masalah ini. Jangan bergerak sendiri atau bertindak sendiri.

Masalah korupsi ini dapat berujung pada keputusan seperti pemecatan atau phk dengan tidak hormat, atau bisa dengan upaya meminta karyawan yang bermasalah tersebut untuk mengundurkan diri. Diskusikan pada manajemen, terutama pada atasan anda di HRD atau pada bagian legal, tentang pilihan apa yang hendak diberikan.

Hal yang kedua, lakukan penyelidikan dan kumpulkan bukti yang signifikan. Korupsi adalah sebuah tuduhan yang serius. Seringkali ada perusahaan yang langsung membawa kasus ini ke pengadilan dengan membuat laporan polisi. Atau hingga membawa ke pengadilan.

Untuk itu, anda perlu mengumpulkan bukti-bukti terlebih dahulu. Seringkali masalah ini akan melibatkan bagian lain seperti bagian finance dan accounting. Dapatkan lebih dulu riwayat kejahatan keuangan yang telah dilakukan oleh orang yang bermasalah tersebut, berapa kali telah terjadi, dan berapa total kerugian yang ditimbulkan.

Hal yang ketiga, lakukan eskalasi kasus. Setelah mendapatkan semua bukti yang asli, bawa masalah ini ke bagian legal di perusahaan atau ke bagian yang bertanggung jawab dengan masalah ini di kantor anda. Apakah itu dengan Direktur Keuangan, Direktur Operasional ataukah dengan Direktur SDM. Karena masing-masing kantor memiliki jalur yang berbeda. Terutama bila hal ini belum pernah terjadi sebelumnya di perusahaan tempat anda bekerja. Atau jika ini kasus penggelapan pertama yang Anda tangani.

Hal yang keempat, libatkan sosok otoritas. Saat Anda hendak melakukan langkah selanjutnya pada karyawan yang korupsi tersebut, jangan bertindak sendiri. Minta bantuan pada orang-orang yang memiliki otoritas langsung dan lebih tinggi kedudukannya daripada Anda. Urutkan langkah-langkah apa yang akan Anda sampaikan pada tersangka, dengan arahan dari pemegang fungsi otoritas tersebut.

Hal yang kelima, hadapi karyawan yang bermasalah tersebut dengan didampingi sosok otoritas. Bisa dengan mengajak bicara di kantor atau dengan datang langsung ke rumah orang yang melakukan korupsi.

Biasanya karyawan tersebut akan merasakan bahwa kesalahannya telah diketahui saat anda menemuinya dengan didampingi sosok otoritas ini. Atau bisa jadi ia berkelit.

Untuk itu, siapkan perekam audio atau video saat momen pertemuan ini. Karena bisa jadi pada momen ini ia akan membuka jaringan orang-orang yang terlibat dalam kasusnya. Siapa saja yang diuntungkan dan apa bukti-bukti dari pembelaannya.

Hal yang keenam, bila ia mengakui, berikan batasan waktu untuk mengembalikan. Berikan batasan waktu pada karyawan yang bermasalah tersebut, untuk melakukan pengembalian. Apakah berupa dana yang telah digelapkannya atau bisa dalam bentuk sejumlah inventaris kantor berharga tinggi yang diambilnya tanpa izin.

Dengan cara ini anda memberi kesempatan kedua pada orang tersebut. Namun tetap saja, orang tersebut telah memiliki catatan negatif di kantor Anda.

Hal yang ketujuh, bila ia berkelit, usut lebih lanjut kasusnya. Lakukan hal ini dengan menginformasikan lebih dahulu rekaman audio dan video yang anda miliki saat momen pertemuan, dengan atasan yang berwenang untuk masalah ini di kantor.

Cari tahu apakah kantor Anda akan mengusut masalah ini lebih lanjut atau akan langsung melakukan tindakan hukum pada karyawan tersebut saja. Terutama bila terbukti bahwa apa yang dijadikan pembelaan oleh orang tersebut terbukti tidak benar.

Hal yang kedelapan, beritahukan hukuman apa yang menunggunya. Setelah batasan waktu yang diberikan oleh kantor habis. Anda harus memberitahukan hukuman apa yang menunggunya. Sekali lagi, pada saat mengkomunikasikan masalah ini, anda harus didampingi oleh sosok otoritas.

Bisa saja berupa tindakan pemecatan segera, atau pemecatan dengan kurun waktu. Atau bisa jadi kantor meminta Anda untuk langsung membawa masalah ini dengan membuat laporan polisi ke kantor polisi yang memiliki yurisdiksi menaungi wilayah operasional kantor Anda.

Bagaimana? Mungkin terlihat cukup sulit, namun hal ini harus Anda pelajari sebelum kasus yang sebenarnya harus Anda hadapi. Dengan mengetahui langkah-langkah diatas ini lebih dahulu, Anda bisa lebih siap saat kasus yang sebenarnya terjadi dan harus anda tangani.

Seringkali, saat sebuah kasus sampai ke meja HRD, hal tersebut sudah lama diketahui oleh rekan-rekan karyawan tersebut di bagiannya. Atau oleh atasannya. Kenyataan ini akan membantu Anda untuk bersikap.

Anda bisa lebih percaya diri bahwa apa yang Anda lakukan adalah tindakan untuk menyelamatkan perusahaan, dan untuk mencegah karyawan tersebut dari melakukan kejahatan berikutnya. Semoga tips ini bermanfaat. Ikuti aneka tips selanjutnya dari ACT Consulting. Salam Transformasi!

Untuk mendapatkan bantuan mengenai cara membentuk karakter para pegawai dan pimpinan hingga dapat mengakselerasi perubahan yang kompetitif di organisasi Anda, ACT Consulting memiliki langkah-langkah dan metodologi yang diperlukan. Hubungi kami via email di info@actconsulting.co atau telepon ke 0821-2487-0050 (Donna).

Tips Menghadapi Karyawan Bermasalah 1 - menghadapi karyawan yang malas, act consulting, ary ginanjar agustian

Tips Menghadapi Karyawan Bermasalah (2): Menghadapi Karyawan Yang Malas

By Article No Comments

Salah satu hal yang berat yang harus dilakukan saat kita bekerja adalah saat menghadapi rekan kerja yang memiliki masalah. Masalah itu bisa berasal dari diri mereka sendiri, atau dapat berasal dari luar pekerjaan. Sebagai seorang rekan kerja, kita bisa memilih untuk tidak mempedulikan masalah mereka. Tapi bisa jadi itu membuat kinerja kita terpengaruh dan terganggu bukan? Untuk itu, ada sejumlah hal yang dapat kita lakukan, untuk membantu diri kita dengan membantu rekan kita  yang bermasalah.

Menghadapi karyawan yang malas

Sering datang terlambat. Tugasnya tidak memenuhi target. Bekerja tidak sesuai arahan. Apakah ini yang harus kamu hadapi dari rekanmu setiap hari?

#1. Lakukan Pendekatan Informal

Cara untuk membantu mereka bisa dengan melakukan pendekatan personal. Lakukan pembicaraan empat mata, sambil ditemani snack, dan bicaralah dengan informal.

#2. Tunjukkan Bahwa Kita Peduli

Hadapi mereka sebagai kawan, kakak atau adik, yang kita sayangi. Tunjukkan bahwa kita peduli pada mereka. Tanyakan pada mereka apa yang membuat mereka melakukan hal ini dan itu. Dengan cara ini Anda akan dapat membuat mereka terbuka pada Anda.

#3. Bangkitkan Solusi Mandiri

Mereka pun akan meminta arahan pada Anda tentang bagaimana cara untuk memperbaiki diri. Saat menghadapi ini, jangan terjebak untuk memberi nasihat atau saran. Karena sebenarnya setiap orang tahu apa solusi bagi masalah mereka. Hanya saja, segan untuk melakukannya.

Pada diri orang yang malas, motivasi yang kita berikan juga akan mudah dilupakan. Rasa segan yang mereka miliki, akan mencegah mereka untuk berubah. Karena itu hal yang harus dilakukan adalah membuat diri mereka menemukan solusi sendiri. Dengan cara itu, mereka akan terlatih untuk melihat diri mereka sebagai solusi dari masalah.

#4. Temukan Alasan Kritis

Rasa segan ini karena mereka merasa tidak memiliki cukup alasan untuk berubah. Temukan alasan kritis yang dapat membuat mereka berubah. Kuatkan mereka dengan memberikan pujian pada berbagai kelebihan yang mereka miliki. Dengan cara ini, Anda akan dapat menciptakan momentum perubahan pada diri kawan yang bermasalah tersebut.

#5. Pertemukan Dengan Cerminannya

Seringkali orang tidak mau berubah juga karena mereka merasa sendirian. Mereka tidak merasa memiliki teman dengan masalah yang sama,  yang sama-sama ingin berubah. Kadang kita bisa mengenalkan mereka pada orang yang sama masalahnya, agar mereka dapat menemukan cermin.

Saat orang melihat orang lain yang seperti mereka, rasa sadar pun akan timbul. Mereka akan merasa malu, dan merasa jengah, tidak nyaman dengan diri mereka sendiri. Menemukan cerminan yang sama ini, akan membuat orang dapat melihat ke arah diri mereka dengan lebih baik. Momentum perubahan pun dapat dimulai, oleh mereka, bersama-sama.

#6. Gunakan Rasa Takut

Bila hal tersebut tidak juga mengubah mereka. Gunakan rasa takut. Berikan berbagai cerita tentang mereka yang tidak berhasil dalam hidupnya karena tidak maksimal dalam penggunaan waktunya. Bahkan hal yang informal juga bisa membantu lho. Misalnya, dengan menyuruh mereka menonton suatu film dengan tema yang berkaitan. Ini akan membantu mereka untuk berubah dengan cara yang menyenangkan.

#7. Kuatkan Dalam Menghadapi Akar Kebiasaannya

Seringkali orang menjadi malas juga karena bentukan keluarga atau kebiasaan di rumah. Sehingga sebaik apapun kita mencoba untuk mengubah orang tersebut, akan luntur saat mereka kembali ke rumahnya. Menghadapi hal ini, kita bisa berikan cerita dengan ilustrasi terburuk, seperti; gelandangan, orang gila, dipecat, atau berbagai ilustrasi buruk lainnya yang bisa membuat orang takut dan lalu ingin berubah.

#8. Jadi Teladan Untuknya

Banyak cara untuk mengubah orang lain. Namun orang juga dapat berubah dengan adanya teladan. Bila kita bisa menjadi teladan di lingkungan kerja kita, inspirasi tersebut akan menggema dan menular. Kebiasaan baik yang dimulai oleh satu orang akan menjadi kebiasaan kelompok, lalu akan menjadi kebiasaan komunitas. Karena itu, gemakan selalu kebiasaan baik saja.

Tidak ada kata henti untuk berubah. Selalu ada langit yang lebih tinggi dan lebih luas untuk diraih. Mari kita perbaiki diri terus menerus, dan jadilah inspirasi bagi banyak orang. Ikutilah tips-tips berikutnya dari ACT Consulting. Salam Transformasi Performa!

Untuk mendapatkan bantuan mengenai cara membentuk karakter para pegawai dan pimpinan hingga dapat mengakselerasi perubahan yang kompetitif di organisasi Anda, ACT Consulting memiliki langkah-langkah dan metodologi yang diperlukan. Hubungi kami via email di info@actconsulting.co atau telepon ke 0821-2487-0050 (Donna).

tips meningkatkan produktivitas kerja di bulan ramadhan, tips ramadhan, tips kinerja, meningkatkan performa, act consulting, ary ginanjar agustian

Tips Untuk Meningkatkan Produktivitas Bekerja di Bulan Ramadhan (6)

By Article No Comments

Selamat Pagi Sahabat, bagaimana keadaan Anda hari ini? Kami harap kita semua selalu dalam lindungan dan RidhaNya. Di hari Ramadhan ke delapan ini, kami harap telah terjadi sejumlah peningkatan yang signifikan dalam usaha Anda untuk mencapai target Ramadhan. Apakah perbaikan dan peningkatan itu terjadi dalam hal ibadah, maupun dalam hal professional untuk keberhasilan berkelanjutan dalam kehidupan kita semua.

Mungkin Anda masih berasa belum optimal, tapi cobalah hargai perubahan kecil sekalipun, dengan rasa syukur. Karena dengan rasa syukur, Anda dan kita semua akan lebih mudah untuk meningkatkan perbaikan dan perubahan diri untuk mencapai arahan yang lebih baik lagi ke depannya. Salam Transformasi Performa dari ACT Consulting. Mari kita ikuti Tips Produktivitas Ramadhan untuk hari ini.

#Tips 6: Meningkatkan  Sifat-sifat Profesional

Salah satu hal yang menunjukkan sikap professional kita adalah dalam memenuhi perjanjian dan kesepakatan. Dalam ibadah puasa, kita bisa melihat bahwa ini dilakukan dalam memenuhi janji kita dengan Allah SWT, walaupun tanpa hitam di atas putih. Bahkan dalam hal yang tidak terlihat, yaitu dalam hal makan dan minum.

Tidak ada orang yang tahu apakah kita melakukan puasa atau tidak. Komitmen kita hanya pada Allah SWT, yang mampu untuk mengetahui hal yang sebenarnya yang kita lakukan, dimana pun dan kapan pun. Dalam beribadah di bulan Ramadhan, sifat professional kita sangat diasah dengan disiplin yang ketat. Dalam hal ini, kita menunjukkan sifat amanah terhadap tugas-tugas yang diberikan di dalam pekerjaan, dengan cara menunjukkan profesionalisme menjaga amanah dari Allah untuk menunaikan ibadah puasa, walau tak ada orang  yang mengetahuinya.

Disiplin lain yang kita lihat ada dalam bulan ramadhan yang berkaitan dengan sifat professional adalah kejujuran. Dalam hal ini, tidak ada sekat yang membatasi antara kita dengan Tuhan. Kita tidak bisa berbohong pada Tuhan tentang puasa kita. Tentang apakah kita minum atau makan dengan diam-diam atau tidak. Apakah kita telah melakukan hal yang dilarang saat berpuasa atau tidak. Apakah kita melanggar ketentuan Allah SWT atau tidak.

Sikap professional yang terlatih dari diri kita saat melaksanakan ibadah puasa adalah; amanah, kejujuran dan manajemen diri. Manajemen diri ini terbentuk saat kita bisa melakukan hal-hal yang diluar kebiasaan fisik kita. Seperti kebiasaan untuk bangun dini hari. Kebiasaan untuk menahan lapar, haus dan hawa nafsu, dan lain sebagainya. Hal ini membantu kita untuk melakukan sikap yang professional di berbagai area kehidupan yang berbeda seperti dalam berkarir.

Hal yang memudahkan kita untuk melatih sikap professional ini, diantaranya adalah dengan menyadari adanya dukungan sosial dalam melakukan ibadah puasa. Dalam ilmu psikologi sosial hal ini disebut sebagai social facilitation. Kinerja dan performa kita menjadi meningkat karena melakukan suatu hal bersama-sama dengan banyak orang-orang lain.

Namun, walaupun tidak ada social facilitation saat berpuasa, kita bisa tetap kuat menjalankan Ibadah puasa, karena memiliki keyakinan Tauhid yang kuat pada Allah SWT. Bahwa setiap hal yang kita lakukan, pasti akan diberikan balasan baik dan buruk sesuai kadar perbuatan dan sesuai dengan kehendak Allah SWT yang memiliki sifat Masa Adil.

Melakukan berbagai perbaikan diri di masa Ramadhan ini, akan mendorong kita untuk melakukan perbuatan baik di bulan-bulan lainnya pula. Mari kita mendorong diri kita untuk terus melakukan perbaikan diri. Salam Transformasi Kinerja dari ACT Consulting. Tetaplah mengikuti Tips selanjutnya dari kami.

Untuk mendapatkan bantuan mengenai cara membentuk karakter para pegawai dan pimpinan hingga dapat mengakselerasi perubahan yang kompetitif di organisasi Anda, ACT Consulting memiliki langkah-langkah dan metodologi yang diperlukan. Hubungi kami via email di info@actconsulting.co atau telepon ke 0821-2487-0050 (Donna).

pengaruh mental pada rasa percaya diri, act consulting, george w crane

Pengaruh Keadaan Mental Terhadap Rasa Percaya Diri

By Article No Comments

Dalam sebuah buku yang disusun oleh George W Crane dari tahun 1944, ia banyak mengungkapkan sejumlah penelitian yang telah dilakukan di masa itu. Sejumlah hasil penelitian tersebut, masih sangat relevan dengan keadaan yang ada di masa sekarang. Diantaranya adalah penelitian yang akan kita bahas berikut ini;

George Washington Crane, lahir pada tahun 1901 dan wafat di tahun 1995. Ia mengungkapkan di dalam bukunya bahwa di London di awal tahun 1940an, dilakukan eksperimen yang melibatkan 5 tentara untuk melihat pengaruh mental state terhadap kekuatan fisik mereka.

Para tentara ini diminta untuk menggenggam dynamometer sekuat mungkin, untuk melihat kekuatan genggaman tangan mereka. Rata-rata kelima orang tentara ini adalah 101 pon.

Setelah itu mereka dihipnotis, ditanamkan bahwa mereka lemah dan tak berdaya. Lalu mereka diberikan tugas untuk kembali menggenggam dynamometer dan disuruh untuk menggenggamnya sekuat mungkin. Nilai rata-rata yang didapatkan hanya 69 pon saja.

Namun mereka setelah itu diberikan pernyataan positif, bahwa mereka sangat kuat, hebat seperti herkules. Setelah itu nilai rata-rata yang didapatkan adalah 140 pon.

Ada sejumlah kesimpulan yang bisa ditarik dari eksperimen ini. pertama bahwa pikiran negatif, seperti rasa gagal atau kalah, membuat kekuatan fisik menjadi menurun.

Di sisi lain, perasaan positif lebih meningkatkan kekuatan rata-rata. Perasaan bahwa mereka kuat, telah memberikan peningkatan kekuatan fisik hingga 40% diatas kekuatan normal rata-rata.

Sementara keyakinan bahwa mereka lemah menyebabkan berkurangnya kekuatan hingga 30% dibawah catatan normal. Walaupun kita mungkin tidak sampai dalam keadaan dibawah pengaruh hipnotis, namun kita pun bisa saja menghasilkan kekuatan hingga 140 pon atau 69 pon saat kita merasa kuat atau saat merasa kalah.

Tim sepakbola, para pebisnis, dan para sales, lebih cenderung untuk meraih sukses saat mereka penuh percaya diri, dan bukan saat mereka merasa takut. Bila tidak melihat hal lain yang dibutuhkan untuk menang seperti pelatihan dan hal detail lainnya. Tim sepakbola yang over konfiden menjadi kalah bukan  karena sikap mental ini, namun karena tidak hati-hati. Dan juga karena menghindari latihan yang berat. Atau bisa juga karena menghadapi tim yang lebih percaya diri dibanding mereka.

Rasa percaya diri, bila dimiliki seorang anak lelaki atau perempuan, adalah kebiasaan yang akan menguntungkannya lebih jauh di masa depannya saat ia menemukan momen dimana ia merasa kurang percaya diri.

Sebelumnya telah dijelaskan bahwa rasa percaya diri lebih cenderung sebagai sebuah kebiasaan. Namun, kekuatan fisik juga membentuk semangat kemenangan.

Orang yang sering sakit, mudah lelah, dan cenderung lemas, merasa sulit untuk menemukan rasa percaya diri dan tidak bisa bersikap menyerang. Mereka cenderung diam dan membiarkan orang yang lebih kuat maju lebih dulu dan bahkan membiarkan masuknya serangan dari konsumen, lawan debat dan lawan dalam segala bentuknya.

Pendidikan dan pelatihan juga adalah sebuah upaya membangun mental pemenang (winning morale). Mereka yang berpendidikan tinggi memiliki kekuatan dibanding mereka yang tidak banyak bersekolah.

Hal ini berlaku tidak hanya dalam masalah pengetahuan, tapi juga dalam hal rasa percaya diri dan sikap tenang yang datang dari pengetahuan dan bekal hidup serta keuntungan informasi yang telah diterimanya.

Dibanding yang berpendidikan tinggi yang merasa memiliki kesempatan 50-50 dalam berbagai hal, mereka yang tidak berpendidikan tinggi merasa hanya punya kesempatan 25-75.

Terkadang orang dengan defeatism complex (rasa kalah yang kompleks) pun bisa sukses karena memiliki ide yang cerdas, atau bila ada penyemangat di rumah yang secara konstan mendorongnya untuk yakin menang.

Orang yang memiliki semangat menang, merasa yakin para dirinya, dan memiliki kecerdasan yang dihargai, dapat menghadapi kesulitan yang dihadapinya.

Hingga mereka dapat lebih jauh memenangkan dan memperoleh keuntungan-keuntungan yang jelas dalam hidupnya, dan dapat melalui tiap tahapan perkembangannya dengan senyum percaya diri, apapun yang akan dihadapinya. Perkembangan semangat seperti ini adalah fungsi dari pendidikan, dan tugas dari para orangtua, guru dan motivator secara umum.

Untuk mendapatkan bantuan mengenai cara membentuk karakter para pegawai dan pimpinan hingga dapat mengakselerasi perubahan yang kompetitif di organisasi Anda, ACT Consulting memiliki langkah-langkah dan metodologi yang diperlukan. Hubungi kami via email di info@actconsulting.co atau telepon ke 0821-2487-0050 (Donna).

metode integral life practice yang meniru jadwal shalat

Metode ILP yang Meniru Jadwal Shalat untuk Mengaktifkan Seluruh Quadran Otak

By Article No Comments
Diagram di atas menunjukkan waktu meditasi yang dilakukan dengan meniru jadwal shalat 5 waktu yaitu Shubuh, Dzuhur, Ashar, Maghrib dan Isya. Serta terdapat waktu juga yang setara dengan waktu Dhuha dan Tahajud.

Negara Indonesia dan Malaysia terdiri dari banyak kaum muslim yang taat. Umat muslim yang teratur melaksanakan shalat sebagai sebuah kewajiban dan ungkapan ketaatan atas kekuasaan Tuhan Yang Maha Esa.

Sudah banyak diketahui bahwa shalat memiliki manfaat secara kesehatan dan ilmu jiwa. Namun banyak yang belum mengetahui bahwa terdapat sebuah metode aktivasi kuadran otak yang tumbuh dari metode shalat lima waktu yang dilaksanakan secara disiplin oleh setiap penganut Islam yang taat.

Metode pengaktifan seluruh Quadran Otak ini disebut sebagai metode AQAL (All Quadrant All Levels). Diciptakan oleh Ken Wilber dan kawan-kawannya dalam sebuah buku berjudul Integral Life Practice yang terbit di tahun 2008.

Manfaat Shalat Lima Waktu dalam Pekerjaan

Berikut adalah manfaat yang didapatkan dalam pekerjaan, dari praktek aktivasi AQAL seperti yang ada dalam metode Praktek Hidup Integral yang meniru jadwal shalat, yaitu untuk dapat;

• Merangkul dan memperoleh kekuatan dan kelapangan hati untuk dapat bekerja dengan mengatasi krisis, rasa sakit, atau penderitaan

• Hidup dengan integritas dan keunggulan

• Menjadi orang yang lebih baik — di semua tingkatan, di semua bidang

• Melewati diri sendiri

• Bangun! (Menjadi sepenuhnya sadar untuk memulai aktivitas selanjutnya)

• Sebagai cara untuk memahami segalanya atau memahami semuanya

• Hidup sesuai dengan cita-cita tertinggi Anda

• Menjadi lebih sepenuhnya hidup dan kreatif

• Menemukan dan / atau menjalani tujuan terdalam Anda

• Mengasihi dan merawat orang lain dengan lebih penuh

• Meluruskan tujuan hidup yaitu untuk memberikan kontribusi tertinggi Anda

• Berkomunikasi dengan kehidupan, alam semesta, dan Tuhan

• Berpartisipasi dalam evolusi kesadaran

• Karena Anda jatuh cinta pada Misteri (atau Tuhan)

Mengapa Masyarakat Barat Meniru Shalat Lima Waktu

Berikut ini sejumlah alasan mengapa Integral Life Practice kemudian akhirnya mencoba meniru praktek meditasi dengan meniru jadwal pelaksanaan shalat lima waktu, yaitu;

• Mereka menemukan shalat lima waktu sebagai praktik paling efektif dan esensial dari tradisi kuno

• Terdapat berbagai temuan kesehatan fisik dan jiwa yang menjadi wawasan baru yang menjadi bukti atas efektivitas praktek shalat lima waktu yang ditawarkan oleh banyak penemuan baru

• Shalat lima waktu ditemukan sebagai pola yang menghubungkan wawasan pengetahuan dan menghasilkan berbagai bukti setelah diuji dengan metodologi yang paling beragam

• Shalat lima waktu diketahui sebagai suatu praktek yang mempromosikan pertumbuhan dan kebangkitan seumur hidup

Bagaimana kita sebagai pemeluk agama Islam mengetahui hal ini? Tentu merasa bangga dan senang bukan? Shalat lima waktu yang selama ini kita lakukan dengan ikhlas dan tawakkal ini, ternyata mendatangkan banyak sekali keuntungan, menurut kacamata para penemu di barat.

Untuk mendapatkan bantuan mengenai cara membentuk karakter para pegawai dan pimpinan hingga dapat mengakselerasi perubahan yang kompetitif di organisasi Anda, ACT Consulting memiliki langkah-langkah dan metodologi yang diperlukan. Hubungi kami via email di info@actconsulting.co atau telepon ke 0821-2487-0050 (Donna).

elon musk, perjuangan melawan kata tidak mungkin, act consulting

Elon Musk dan Perlawanannya Terhadap Kata “Tidak Mungkin” di Masa Kecil

By Article No Comments

Sejumlah penemu dan pembaharu, biasa bergulat dengan kata ini; “Tidak Mungkin”. Namun bila mereka menyerah pada kata itu, wajah teknologi di dunia tidak akan seperti sekarang.

Mungkin tidak banyak dari kita yang menyadari, bahwa pergulatan para pembaharu ini seringkali berasal dari keadaan di sekitar mereka. Pada kasus Elon Musk, keberadaannya yang berbeda dibanding kawan-kawannya, dirasa mengganggu. Hingga ia sering menerima perlakukan perundungan dari kawan-kawannya di sekolah, saat masih tinggal di Afrika Selatan. Ia menceritakan mengenai perundungan ini di acara 60 Minutes yang ditayangkan oleh stasiun TV CBS di Amerika Serikat.

Untungnya, pejuang mobil listrik dan tenaga terbarukan ini, tidak menjadi rundung karena siksaan fisik dan mental yang diterimanya. Malah, hal tersebut membuatnya mampu melampaui batas ketakutan manusia biasa, dan membuatnya masuk dalam sedikit orang yang kesuksesannya diabadikan dalam video dokumenter Bloomberg Risk Taker.

Elon dan Dunia Programming

Saat masih kanak-kanak, Elon Musk amat menyukai permainan di komputer, hingga ia ingin belajar programming. Ia mulai melakukan programming di usia yang sangat muda, 10 tahun. Ia ingin belajar dari seorang guru untuk programming, namun kemampuannya melebihi gurunya. Hingga ia belajar programming secara otodidak.

Ketertarikan Elon pada dunia wirausaha, dimulai sejak kecil. Ia mengetahui bahwa bila berhasil menciptakan suatu software, ia bisa menjualnya dan menciptakan kekayaan. Dengan dorongan itu, saat itu ia menciptakan games bernama Blastar.

Bersama adiknya, Kimble Musk, mereka kemudian mengumpulkan uang dan barang untuk membuka sebuah tempat permainan. Namun mereka membutuhkan tanda tangan orang dewasa untuk meminta izin dari pemerintah. Tapi kedua orangtuanya tidak menyetujui ide dua orang putranya itu. Elon masuk SMA di usia yang lebih muda dibanding kawan-kawannya, dan lulus di usia 17 tahun.

Warisan Semangat Petualangan Kakek Elon Musk

Dorongan Elon untuk melakukan petualangan ke Mars dengan SpaceX sama dengan keberanian yang dimiliki oleh kakeknya. Kakek Elon adalah seorang yang berasal dari Amerika, namun ia membawa semua anak-anaknya pindah ke Afrika.

Petualangan Kakek Elon tidak berhenti disitu. Ia juga berhasil melakukan penerbangan dari Afrika Selatan ke Australia. Dengan melakukan beberapa kali modifikasi yang diperlukan pada pesawat non elektronik yang ia gunakan.

Hal itu terpaksa dilakukannya karena ketersediaan bahan bakar di sejumlah negara yang ia kunjungi terbatas, dan mesin pesawatnya harus dirubah bila menggunakan bahan bakar yang berbeda. Memahami jejak petualangan sang kakek ini, kita bisa sedikit memahami darimana semua kecerdasan dan keberanian yang dimiliki Elon Musk berasal.

Beragam manajemen inovasi bisnis yang dilakukan Elon Musk harus bisa dipelajari oleh banyak orang di negara kita. Untuk mempelajari cara melakukan manajemen inovasi bisnis, klik disini. Untuk memiliki kemampuan mendesain bisnis mandiri, anda juga bisa klik disini.

Namun Anda bisa saja memiliki kesulitan atau masalah di beberapa sisi seperti budaya dan penerapan disiplin pencapaian target. Bila itu masalahnya, bagi para Leaders di Organisasi Anda, dapat mengikuti program Transformational Leadership dari ACT Consulting dengan klik di link ini.

Untuk melakukan perkembangan di organisasi dan korporasi Anda seperti yang dilakukan Elon Musk di Tesla dan SpaceX, Anda dapat mempelajari cara membangun budaya perusahaan dengan klik disini. Anda juga dapat mempelajari cara menciptakan strategi yang tepat untuk perusahaan dengan klik disini.

Bill Ford jr, ford motor company, executive chairman, act consulting

Bill C Ford Jr Chairman Ford tentang Freenemies Collaboration dan Smart Mobility

By Article No Comments
William Clay Ford Jr., Executive Chairman, Ford Motor Company

Istilah frenemies pertama kali didengar Bill saat ia menyambangi Sillicon Valley,untuk mencari start up yang dapat membantunya mengembangkan software untuk digunakan di mobil-mobil keluaran Ford. Ternyata, istilah itu jamak di dengar dan di gunakan disana.

Apa artinya? Ternyata frenemies berarti; saat ini musuh, besok bisa menjadi teman. Atau sebaliknya. Keadaan ini lazim dijumpai di Sillicon Valley, karena mereka yang dahulunya saling bersaing bisa jadi harus melakukan kerjasama di masa mendatang, untuk sama-sama mengerjakan sebuah project. Atau, yang terjadi bisa keadaan sebaliknya.

Wacana frenemies itulah yang membuat tema kolaborasi menjadi menarik. Karena kita sejatinya harus dapat melakukan kolaborasi dengan siapa saja, dan dengan berbagai pihak. Kemampuan untuk menjadi luwes dan fleksibel, menjadi sangat diperlukan karena hal ini. Status teman dan musuh bisa berubah hanya dalam kurun waktu yang tidak lama.

Bagaimana pun di dalam bisnis, keadaan sosialisasi kita harus senantiasa terjaga. Mengenai persaingan bisnis dengan kompetitor dari negara lain misalnya, bisa suatu saat menjadi solusi. Bisnis kita bisa lebih berkembang dengan berbagi teknologi atau technology sharing dengan industri yang sama di negara lain, yang saat ini mungkin menjadi pesaing. Semua hanya harus di atur dengan jelas di atas kertas. Hitam di atas putihnya.

Konsep kolaborasi yang dilakukan oleh Bill Ford juga dibuat lebih merakyat. Kini, ia mengusung konsep smart mobility. Yaitu bagaimana sebuah industri dapat mendekat pada masyarakat, dan bertanya tentang apa yang diharapkan oleh mereka. Bill Ford mencontohkan bahwa yang dilakukan perusahaannya saat ini adalah mendekat ke berbagai dewan kota, dan menanyakan apa kebutuhan mereka. Kendaraan seperti apa yang dibutuhkan di suatu daerah, akan berbeda dengan di daerah lain.

Dengan mendapatkan masukan langsung dari masyarakat di suatu kota, Ford membuka banyak ide inovasi untuk dikembangkan. Bahkan, arahan untuk melakukan pengembangan dan terobosan pun menjadi jelas. Tidak lagi menghabiskan banyak waktu untuk menerka-nerka atau membuat rencana yang rumit tanpa kejelasan daya serap pasar.

Semacam melakukan market research, tapi dengan pendekatan marketing yang jelas dan merakyat. Sifatnya seperti promosi below the line, dan sekaligus mendapatkan data yang berjumlah cukup banyak dan representatif dalam mewakili suatu kawasan dengan karakteristik yang khas. Inilah yang mendasari konsep smart mobility dari Ford. Yaitu bagaimana mereka menciptakan kendaraan yang dapat membantu menyelesaikan kebutuhan masyarakat di suatu daerah dengan karakter dan kontur geografis tertentu.

Beragam manajemen inovasi bisnis yang dilakukan Bill Ford harus bisa dipelajari oleh banyak orang di negara kita. Untuk mempelajari cara melakukan manajemen inovasi bisnis, klik disini.

Namun Anda bisa saja memiliki kesulitan atau masalah di beberapa sisi seperti budaya dan penerapan disiplin pencapaian target. Bila itu masalahnya, bagi para Leaders di Organisasi Anda, dapat mengikuti program Transformational Leadership dari ACT Consulting dengan klik di link ini.

Untuk melakukan perkembangan mendasar di organisasi dan korporasi Anda seperti yang dilakukan Bill Ford di Ford Motor Company, Anda dapat mempelajari cara membangun budaya perusahaan dengan klik disini. Anda juga dapat mempelajari cara menciptakan strategi yang tepat untuk perusahaan dengan klik disini.

Untuk mendapatkan bantuan mengenai cara membentuk karakter  para pegawai dan pimpinan hingga dapat mengakselerasi perubahan yang kompetitif di organisasi Anda, ACT Consulting memiliki
langkah-langkah dan metodologi yang diperlukan. Hubungi kami via email di info@actconsulting.co atau telepon ke 0821-2487-0050 (Donna).



chris crane, ceo exelon, act consulting, value creations

Chris Crane CEO Exelon tentang Value Creations

By Article No Comments
Chris Crane

Exelon adalah perusahaan penghasil dan pengelola listrik terbesar di Amerika Serikat berdasarkan pendapatan. Exelon memiliki fasilitas produksi listrik terbesar di Amerika Serikat dengan sekitar 10 juta pelanggan. Perusahaan ini juga merupakan operator pembangkit listrik tenaga nuklir terbesar di Amerika Serikat. Exelon di dirikan pada bulan Oktober 2000 oleh merger PECO Energy Company dari Philadelphia dan Unicom Corp of Chicago, yang memiliki perusahaan energi bernama Commonwealth Edison.

Crane adalah presiden dan kepala eksekutif Exelon Corporation yang berpusat di Chicago, penyedia energi kompetitif terkemuka di negara itu. Berkantor pusat di Chicago, Exelon melakukan bisnis di 48 negara bagian di Amerika, serta di distrik Columbia dan Kanada.

Crane mengawasi kelompok perusahaan yang mewakili setiap tahap rantai nilai energi, termasuk Exelon Generation, salah satu generator listrik A.S. dengan daya saing terbesar.

Exelon Generation memiliki kapasitas lebih dari 32.700 megawatt dan termasuk di dalamnya adalah salah satu armada pembangkit listrik paling bersih dan berbiaya terendah di Amerika Serikat; Constellation. Constellation yang menyediakan produk dan layanan energi untuk sekitar 2 juta pelanggan perumahan, sektor publik, dan bisnis, termasuk lebih dari dua pertiga dari perusahaan yang masuk dalam daftar Fortune 100 perusahaan terbaik di dunia.

Value Creations untuk Konsumen dan Pemangku Kepentingan

Menurut Chris Crane, hal yang terpenting dalam menciptakan value untuk konsumen dan para pemangku kepentingan adalah dengan menciptakan sinergi.

Sinergi yang di maksud Crane adalah sinergi dalam hal penghematan. Sinergi dalam hal peningkatan performa, dan sinergi dalam hal peningkatan efektifitas operasional. Ada banyak konsumen yang akan didapatkan oleh konsumen dan pemangku kepentingan dengan cara ini.

Upaya untuk value creations berbeda-beda dari satu perusahaan ke perusahaan lainnya. Di Exelon, cara ini dilakukan dengan melakukan berbagai inovasi di sektor energi dan di sektor pelayanan konsumen.

Namun yang lebih terpenting lagi adalah dilakukannya berbagai inovasi di bidang teknologi yang dapat membuat proses produksi energi menjadi lebih efisien, lebih bersih, dan tidak membahayakan lingkungan.

Di beberapa negara hal ini masih menjadi masalah, seperti yang terjadi di negara kita, yang masih menggunakan tenaga berbahan bakar fosil untuk menghasilkan energi.

Untuk melakukan konversi energi, harus juga dilakukan konversi teknologi. Upaya ini akan amat dibutuhkan di masa mendatang. Semua untuk alasan sustainabilitas perusahaan. Karena dengan menggunakan bahan bakar berbasis fosil, maka perusahaan akan makin kesulitan di masa mendatang untuk mendapatkan sumber penghasil energi yang di inginkan.

Berbagai perusahaan minyak dunia, juga makin berfokus pada penciptaan berbagai bentuk sumber energi berbasis bahan bakar terbarukan. Hal ini pada saat ini masih belum banyak dilakukan di negara kita. Upaya untuk menuju kesana, harus dilakukan dengan tanpa kenal lelah. Karena inilah harapan yang harus terus di galang untuk menjamin masa depan penerus bangsa akan tetap sustain untuk jangka waktu yang panjang di masa depan.

Beragam manajemen inovasi bisnis yang dilakukan Chris Crane harus bisa dipelajari oleh banyak orang di negara kita. Untuk mempelajari cara melakukan manajemen inovasi bisnis, klik disini.

Namun Anda bisa saja memiliki kesulitan atau masalah di beberapa sisi seperti budaya dan penerapan disiplin pencapaian target. Bila itu masalahnya, bagi para Leaders di Organisasi Anda, dapat mengikuti program Transformational Leadership dari ACT Consulting dengan klik di link ini.

Untuk melakukan perkembangan mendasar di organisasi dan korporasi Anda seperti yang dilakukan Chris Crane di Exelon, Anda dapat mempelajari cara membangun budaya perusahaan dengan klik disini. Anda juga dapat mempelajari cara menciptakan strategi yang tepat untuk perusahaan dengan klik disini.

Untuk mendapatkan bantuan mengenai cara membentuk karakter  para pegawai dan pimpinan hingga dapat mengakselerasi perubahan yang kompetitif di organisasi Anda, ACT Consulting memiliki
langkah-langkah dan metodologi yang diperlukan. Hubungi kami via email di info@actconsulting.co atau telepon ke 0821-2487-0050 (Donna).

bill ford, william clay ford jr, ford motor company, the great recession, langkah advokasi membantu kompetitor, act consulting

Bill Ford Jr Executive Chairman Ford Motor Company dan Langkah Advokasi Membantu Kompetitor

By Article No Comments

Pada saat resesi besar (great recession) terjadi di Amerika Serikat sejak tahun 2007 hingga tahun 2010 awal, sejumlah industri besar di negara tersebut hampir kolaps. Pemerintah Amerika Serikat sampai harus melakukan bail out dan menebus hutang-hutang yang dimiliki oleh banyak perusahaan besarnya. Diantaranya General Motors, kompetitor dari Ford Motor Company.

Pada saat itu, Ford dalam keadaan yang cukup baik dan dapat bertahan, sehingga tidak harus di bail out. Namun Ford harus menahan diri dari memenangkan persaingan di keadaan yang tidak menguntungkan tersebut.

Mengapa? Karena runtuhnya suatu bisnis besar, akan memiliki pengaruh yang berantai pada bisnis yang sejenis. Karena kebanyakan industri besar memiliki rantai pasokan (supply chain) yang sama.

Apabila sejumlah perusahaan pemasok ini tutup atau bangkrut, maka akan turut mengganggu proses produksi yang akan dilakukan di Ford juga. Untuk itu, Ford malah harus melakukan sejumlah advokasi untuk membantu perusahaan kompetitornya saat itu, diantaranya General Motors yang merupakan saingan beratnya.

Beragam langkah yang dilakukan oleh Bill Ford atau William Clay Ford Jr dengan kepemimpinannya, termasuk keputusan-keputusan yang cukup riskan dan tidak populer. Bahkan sebagian membuatnya harus menelan ego.

Diantaranya saat Bill harus mengemban beberapa posisi pimpinan di saat yang bersamaan. Yaitu sebagai Presiden, COO dan CEO di saat yang sama, di tahun 2001 hingga tahun 2006. Di tahun akhirnya sebagai CEO, ia mendapatkan predikat sebagai salah satu CEO dengan penghasilan paling tinggi di dunia, yaitu di urutan ke 264 dengan gaji tahunan sebanyak $10.000.000,-

Bill mengatakan pada dewan direksi dan keluarga besar Ford bahwa tantangan yang akan dihadapi di depan mata, sangatlah rumit dan beragam. Untuk itu, ia membutuhkan bantuan. Keluarganya bertanya, apa yang kau butuhkan, siapa, dan untuk posisi apa, sebagai COO atau CEO?

Setelah dewan menemukan sosok Allan Mulally, yang sebelumnya menjadi CEO Boeing untuk divisi pesawat komersil. Barulah Bill dapat memimpin dengan lebih mantap. Allan Mulally terbukti membantu Ford dengan usaha yang keras dan sangat cerdas, bahkan Amerika Serikat mengenalnya sebagai sosok penyelamat bagi Ford Motor Company. Sehingga Ford menjadi satu-satunya perusahaan otomotif di Amerika Serikat yang tidak membutuhkan bail-out dari pemerintah Amerika Serikat.

Kita akan membahas mengenai perjalanan Bill Ford membesarkan perusahaan keluarganya melewati sejumlah dekade yang berat dan bagaimana inovasi Ford ke depannya dengan konsep smart mobility, dalam beberapa artikel ke depan.

Beragam manajemen inovasi bisnis yang dilakukan Bill Ford harus bisa dipelajari oleh banyak orang di negara kita. Untuk mempelajari cara melakukan manajemen inovasi bisnis, klik disini.

Namun Anda bisa saja memiliki kesulitan atau masalah di beberapa sisi seperti budaya dan penerapan disiplin pencapaian target. Bila itu masalahnya, bagi para Leaders di Organisasi Anda, dapat mengikuti program Transformational Leadership dari ACT Consulting dengan klik di link ini.

Untuk melakukan perkembangan mendasar di organisasi dan korporasi Anda seperti yang dilakukan Bill Ford di Ford Motor Company, Anda dapat mempelajari cara membangun budaya perusahaan dengan klik disini. Anda juga dapat mempelajari cara menciptakan strategi yang tepat untuk perusahaan dengan klik disini.

Untuk mendapatkan bantuan mengenai cara membentuk karakter  para pegawai dan pimpinan hingga dapat mengakselerasi perubahan yang kompetitif di organisasi Anda, ACT Consulting memiliki
langkah-langkah dan metodologi yang diperlukan. Hubungi kami via email di info@actconsulting.co atau telepon ke 0821-2487-0050 (Donna).

doug oberhelman, ceo caterpillar, act consulting

Eks CEO Doug Oberhelman dan Asal Mula Nama Caterpillar Inc

By Article No Comments

Lebih dari 40 tahun bekerja di Caterpillar, Doug Oberhelman dapat bercerita dengan menarik mengenai asal muasal nama perusahaan tempatnya bekerja.

Konon suatu hari bersalju di tahun 1925, Pendiri Caterpillar, Benjamin Holt tengah merancang miniatur untuk peralatan berat yang ingin dibuatnya. Ia bertanya pada rekannya, mirip seperti apakah miniatur traktor yang dibuatnya tersebut. Rekannya berkata, mirip dengan caterpillar (ulat). Konon hal ini karena bentuk rodanya yang menyerupai roda tank.

Sejak saat itu, berjalanlah bisnis pembuatan peralatan berat dengan nama Caterpillar atau disingkat CAT. Setelah beberapa lama, muncul sejumlah kompetitor dari berbagai negara. Di antaranya adalah Komatsu, Volvo Construction Equipment dan Hitachi Construction Machinery.

Saat ini, Caterpillar telah masuk dalam daftar Fortune 100 perusahaan terbaik dan terbesar di dunia. Reputasi ini tentu saja terbentuk dari kerja keras dan dedikasi profesional para pekerja yang membesarkan perusahaan ini.

Salah satu dari karyawan berdedikasi tinggi tersebut adalah Doug Oberhelman, yang hingga ia pensiun telah bekerja selama lebih dari 40 tahun di Caterpillar Inc.

Memulai karir sebagai lulusan baru dari universitas di tahun 1975, Douglas membutuhkan waktu selama 20 tahun untuk memperoleh kepercayaan sebagai Chief Finansial Officer di tahun 1995 hingga 1998.

Dengan memberikan dedikasi terbaiknya dalam bekerja, pada tahun 2010 Doug dipercaya untuk menjadi CEO atau Chief Executive Officer dari Caterpillar Inc. Kepemimpinan Doug menaikkan posisi finansial dari perusahaannya. Di tahun 2012, Caterpillar meraih posisi keuangannya yang tertinggi.

Walau sejak saat itu keadaan keuangan perusahaan yang diasuhnya mengalami fluktuasi, investor dan para pengamat merasakan pertumbuhan yang baik dari Caterpillar di bawah kepemimpinan Doug. Untuk itu, pada saat Doug mengundurkan diri banyak pengamat yang menyayangkan.

Beragam manajemen inovasi bisnis yang dilakukan Doug Oberhelman harus bisa dipelajari oleh banyak orang di negara kita. Untuk mempelajari cara melakukan manajemen inovasi bisnis, klik disini.

Namun Anda bisa saja memiliki kesulitan atau masalah di beberapa sisi seperti budaya dan penerapan disiplin pencapaian target. Bila itu masalahnya, bagi para Leaders di Organisasi Anda, dapat mengikuti program Transformational Leadership dari ACT Consulting dengan klik di link ini.

Untuk melakukan perkembangan mendasar di organisasi dan korporasi Anda seperti yang dilakukan Doug Oberhelman di Caterpillar, Anda dapat mempelajari cara membangun budaya perusahaan dengan klik disini.
Anda juga dapat mempelajari cara menciptakan strategi yang tepat untuk perusahaan dengan klik disini.

Untuk mendapatkan bantuan mengenai cara membentuk karakter  para pegawai dan pimpinan hingga dapat mengakselerasi perubahan yang kompetitif di organisasi Anda, ACT Consulting memiliki
langkah-langkah dan metodologi yang diperlukan. Hubungi kami via email di info@actconsulting.co atau telepon ke 0821-2487-0050 (Donna).