About & Us

Banyak individu yang sudah berubah namun ketika kembali kepada organisasi atau korporasinya, budaya kerja atau lebih dikenal dengan Corporate Culture yang ada belum mendukung. Berangkat dari kesadaran tersebut, maka kami terus mengembangkan berbagai solusi tidak saja membantu individu namun juga organisasi melakukan transformasi karakter dan budaya kerja. juga akan mendampingi upaya peningkatan kualitas sumberdaya dari sisi intelektual, emosional, dan spiritual.

Accelerated Culture Transformation (ACT) Consulting beridiri pada tahun 2010, sebagai lembaga global profesional yang mampu menjadi mitra dalam peningkatan kinerja organisasi baik dalam aspek pembangunan karakter individu, pembentukan budaya organisasi hingga penyusunan strategi bisnis. Fokus kami adalah bagaimana menjadikan values sebagai panduan di setiap aspek organisasi. ACT Consulting telah membantu perusahaan yang ada di Indonesia dan Malaysia.

Budaya Organisasi adalah fondasi untuk kesuksesan yang berkesinambungan serta merupakan identitas dan jiwa sebuah organisasi. Korporasi dengan budaya organisasi yang kuat mampu menghasilkan :

Revenue : 4x lebih tinggi Tenaga kerja : 7x lebih berkualitas Nilai saham : 12x lebih tinggi Keuntungan bersih : lebih dari 700%

Namun banyak perusahaan/organisasi yang terpaku pada transformasi bisnis/strategi saja, seperti pembangunan struktur, manajemen dan proses namun melupakan transformasi budaya. Dalam hal ini yang dimaksud dengan budaya organisasi adalah pola pikir, pola tindak dan perilaku korporasi atau organisasi beserta sumber daya manusianya dalam melakukan kegiatan.

Meskipun IQ dan EQ dianggap sebagai syarat penting yang harus dipenuhi dalam mencapai puncak kinerja, namun itu saja tidak cukup. Terdapat kecerdasan ketiga yang menggambarkan puncak kinerja sebagai sesuatu yang beresiko, memberikan semangat, dan menghadapi tantangan. Inilah kategori ketiga yang disebut sebagai Spiritual Quetiont (SQ) dari suatu pekerjaan. Ketika SQ dari lingkungan kerja itu rendah, para pekerja hanya menggunakan sebagian kecil energinya untuk menyelesaikan pekerjaan dan menganggap itu semua hanya “sekedar pekerjaan” yang memberi mereka tidak lebih dari gaji setiap bulan. Opportunity cost dari hilangnya makna (meaning) ini sangatlah besar.

Inilah 3.0 Concept, yang harus menjadi ruh dalam membentuk 3 pilar utama Transformasi Budaya: Keselarasan Visi, Misi & Nilai Organisasi, Keselarasan Sistem Kerja, dan Pengembangan Kepemimpinan.